Chapter 12

Kejadian barusan membuat pakaian yang dimiliki oleh Emilia basah, karena khawatir Adit membawa gadis itu ke tempat istirahat agar bisa mengeringkan pakaian.

Adit mencari handuk di ruangan istirahat tersebut sedangkan Emilia masih larut akan pikirannya sendiri, menundukkan kepala dan duduk di kursi panjang yang muat untuk dua orang.

Melihat sikap Emilia yang sangat murung, membuat Adit semakin khawatir. Yang dialami Emilia barusan sudah sangat kejam, sebagai korban bullying dia sangat memahami perasaan dipermalukan di depan banyak orang.

"Akhirnya ketemu juga." Adit tersenyum, dia menemukan handuk yang dia cari.

"Nih ambil untuk mengeringkan pakaianmu." Adit merentang, memberikan handuk ke Emilia yang masih menundukkan kepala.

Tidak ada jawaban dari Emilia dan dia makin tampak menyedihkan.

Melihat sikap ini, Adit menghela napas lalu memutuskan duduk di samping Emilia.

"Jika tidak mau maka akan kubantu, jika kamu demam aku akan repot."

Adit menggunakan handuk untuk mengeringkan rambut panjang milik Emilia yang basah kuyup dengan lembut, kemudian membersihkan wajah Emilia.

Dia melakukan dengan sangat lembut, tidak ada hawa nafsu sama sekali. Karena itulah Emilia bisa merasakan kehangatan pribadi dari pria yang duduk di sampingnya.

Meskipun begitu dia tidak terlalu menggambarkan ekpresi dan masih menundukkan kepala.

Adit juga tidak terlalu peduli dengan sikap Emilia, dia masih menggunakan handuk untuk mengeringkan rambut serta wajahnya.

"Sudah selesai!" ucap Adit setelah rambut dan wajah Emilia kering.

Adit berdiri lalu melemparkan pakaian pelayan wanita ke Emilia. Meski rambut dan wajah kering, pakaian Emilia masih basah kuyup.

"Pakai itu kalau mengeringkan pakaian sebagai lelaki aku tidak bisa melakukannya."

Pakaian yang diberikan Adit adalah pakaian pelayanan tipe maid yang lucu dan dia baru saja membelinya di toko sistem.

'Pakaian seperti itu menghabiskan 25 coin, sangat mahal!' batin Adit.

Emilia menatap pakaian yang kini berada di pangkuannya dengan seksama lalu tanpa sadar meneteskan air mata.

"Kenapa kamu menangis?" Adit membelalakan mata, terkejut karena Emilia tiba-tiba menangis.

Dia tidak bisa membiarkan begitu saja dengan gerakan cepat dia mengambil tisu lalu menyeka air mata tersebut.

"Aku tidak apa-apa... hanya sedikit terharu!" Saat tangan Adit hendak menyeka air mata, gadis itu sudah menipisnya.

"..." Gadis itu terdiam beberapa saat, napasnya terus tersedak saat dia ingin bercerita.

"Ini pertama kalinya bagiku diperlakukan dengan baik oleh seseorang. Kedua orang tuaku selalu bersikap kejam denganku, menatap dingin ke arahku, mengunciku di ruangan gelap, melemparkan piring ke arahku, bahkan... sesekali mereka memukulku.. Di sekolah, aku terus diganggu, dilecehkan dan dimanfaatkan..." Dia terus menangis ketika mengatakan hal tersebut seolah itu adalah hal paling menyakitkan yang dia alami.

Adit tersenyum mendengar cerita dari Emilia. "Menangislah sepuasmu, katakan apa yang ingin kamu bicarakan. Aku di sini untuk mendengarmu."

Mendengar hal tersebut, air kata gadis ini makin tumpah tidak terbendung. Dia dengan cepat memeluk Adit.

"Hiks.. hiks.. terima kasih."

Mereka berdua dapat merasakan tubuh saling bersatu, meskipun pakaian Emilia sangat basah, namun ada kehangatan yang hebat dari pelukan tersebut.

Dua gunung miliknya juga tertekan di tubuh Adit sehingga membuat dia tersipu malu. Dalam keadaan normal mungkin Adit akan melepaskan pelukan karena malu.

Namun kali ini berbeda, dia membalas pelukan itu dengan lembut. Mengelus pundaknya dan berkata, "Sama-sama... aku temanmu jadi membantu adalah hal normal."

Sebagai orang yang berasal dari mada depan, Adit sudah tahu semua masalah keluarga dari Emilia. Karena tepat saat Emilia bunuh diri.

Rumor tentang kekerasan di rumahnya tersebar luas bahkan sampai masuk ke TV.

Beberapa orang menyimpulkan bahwa tindakan bunuh diri dari Emilia saat itu adalah karena kekerasan dari rumah. Setelah menyimpulkan hal itu, para polisi datang ke rumah Emilia dan menangkap kedua orang tuanya.

Kurang lebih seperti itu gambaran masa depan yang akan terjadi.

Tapi, Adit akan merubahnya. Dia akan membuat Emilia tidak melakukan tindakan bunuh diri lalu mengungkapkan tindakan kekerasan tersebut.

"Adit," ucap Emilia, membuat pikiran Adit kembali terfokus.

"Ada apa?"

Kedua pipi Emilia memerah. "Itu... sangat memalukan, tapi... karena aku sangat tidak ingin kembali ke rumah, jadi. Apakah boleh aku menginap di tempatmu untuk beberapa saat?"

"Hah?" Kedua matanya terbuka lebar atas permintaan dari Emilia.

[Ding! Selamat Tuan mendapatkan misi baru]

[Membiarkan Emili menginap satu malam]

[Hadiah 200 coin, 10 poin status, 1 skill acak]

Adit juga terkejut karena misi yang tiba-tiba muncul di udara. Hal seperti ini pun menjadi misi?

Terpopuler

Comments

Abbie Jard

Abbie Jard

buang saja cewe model gitu cengeng an banget.bikin beban saja

2024-09-10

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjuuuutt Thor 😝😄💪👍🙏

2023-11-14

2

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Nama kafenya apa yaaa... Thor... cocoknya Kafe Kuburan kaleee yaaa...Kafenya besar, sda tempat parkir mobil luas...tapi kosong melompong, ga da karyawannya samasekali, juru parkir ajaahh...kagak ada...boro² penjaga keamanan...🤔🙄😫😠😝💪👍👍

2023-11-14

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. Pengkhianatan
2 Chapter 2. Dunia tujuh tahun sebelumnya
3 Chapter 3. Misi pertama
4 Chapter 4. Menghentikan pelecehan
5 Chapter 5. Membeli Emas
6 Chapter 6. Membayar biaya
7 Chapter 7. Sejak awal aku ditipu
8 Chapter 8. Memutuskan hubungan
9 Chapter 9. Jam olahraga
10 Chapter 10. Cafe
11 Chapter 11. Melayani pelanggan sampah
12 Chapter 12
13 Chapter 13. Menginap
14 Chapter 14. Ulangan dadakan
15 Chapter 15. Status baru
16 Chapter 16. Mendapatkan bawahan
17 Chapter 17. Ide cermelang dari Bos Adit
18 Chapter 18. Menjadi bos baru
19 Chapter 19.
20 Chapter 20
21 Chapter 21. Rencana
22 Chapter 22. Menyelamatkan
23 Chapter 23. Menyelamatkan 2
24 Chapter 24 Amel dan Emilia
25 Chapter 25. Menuju kantor polisi
26 Chapter 26. Hadiah dari sistem
27 Chapter 27. Hadiah Spesial dari Emilia
28 Chapter 28. Keributan di pagi hari
29 Chapter 29. Menuju Hotel Al-Faris
30 Chapter 30. Dasar sombong
31 Chapter 31. Kondisi rumah sakit yang gaduh
32 Chapter 32. Merasakan perasaan jahat
33 Chapter 33. Membasmi preman jalanan
34 Chapter 34. Membasmi preman jalanan 2
35 Chapter 35. Menjalankan rencana
36 Chapter 36. Surat undangan
37 Chapter 37. Permintaan tolong dan bukti yang membantu
38 Chapter 38. Memberantas geng elang
39 Chapter 39. Menyelesaikan kasus
40 Saran dan kritik
41 Chapter 40. Keluar dari rumah sakit
42 Chapter 41. Ke hotel Al-Faris
43 Chapter 42. Makan di hotel
44 Chapter 43. Joging
45 Chapter 44. Oisi restoran
46 Chapter 45. Mengatasi masalah Oisi restoran
47 Chapter 46. Mengatasi oisi restoran 2
48 Chapter 47. Pelajaran Pak Eko
49 Chapter 48.
50 Chapter 49.
51 Chapter 50.
52 Chapter 51.
53 Chapter 52.
54 Chapter 53.
55 Chapter 54.
56 Chapter 55.
57 Chapter 56
58 Chapter 57
59 Chapter 58
60 Chapter 59
61 Chapter 60
62 Chapter 61.
63 Chapter 62.
64 Chapter 63.
65 Chapter 64
66 Chapter 65
67 Chapter 66
68 Chapter 67
69 Chapter 68
70 Chapter 69
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Chapter 1. Pengkhianatan
2
Chapter 2. Dunia tujuh tahun sebelumnya
3
Chapter 3. Misi pertama
4
Chapter 4. Menghentikan pelecehan
5
Chapter 5. Membeli Emas
6
Chapter 6. Membayar biaya
7
Chapter 7. Sejak awal aku ditipu
8
Chapter 8. Memutuskan hubungan
9
Chapter 9. Jam olahraga
10
Chapter 10. Cafe
11
Chapter 11. Melayani pelanggan sampah
12
Chapter 12
13
Chapter 13. Menginap
14
Chapter 14. Ulangan dadakan
15
Chapter 15. Status baru
16
Chapter 16. Mendapatkan bawahan
17
Chapter 17. Ide cermelang dari Bos Adit
18
Chapter 18. Menjadi bos baru
19
Chapter 19.
20
Chapter 20
21
Chapter 21. Rencana
22
Chapter 22. Menyelamatkan
23
Chapter 23. Menyelamatkan 2
24
Chapter 24 Amel dan Emilia
25
Chapter 25. Menuju kantor polisi
26
Chapter 26. Hadiah dari sistem
27
Chapter 27. Hadiah Spesial dari Emilia
28
Chapter 28. Keributan di pagi hari
29
Chapter 29. Menuju Hotel Al-Faris
30
Chapter 30. Dasar sombong
31
Chapter 31. Kondisi rumah sakit yang gaduh
32
Chapter 32. Merasakan perasaan jahat
33
Chapter 33. Membasmi preman jalanan
34
Chapter 34. Membasmi preman jalanan 2
35
Chapter 35. Menjalankan rencana
36
Chapter 36. Surat undangan
37
Chapter 37. Permintaan tolong dan bukti yang membantu
38
Chapter 38. Memberantas geng elang
39
Chapter 39. Menyelesaikan kasus
40
Saran dan kritik
41
Chapter 40. Keluar dari rumah sakit
42
Chapter 41. Ke hotel Al-Faris
43
Chapter 42. Makan di hotel
44
Chapter 43. Joging
45
Chapter 44. Oisi restoran
46
Chapter 45. Mengatasi masalah Oisi restoran
47
Chapter 46. Mengatasi oisi restoran 2
48
Chapter 47. Pelajaran Pak Eko
49
Chapter 48.
50
Chapter 49.
51
Chapter 50.
52
Chapter 51.
53
Chapter 52.
54
Chapter 53.
55
Chapter 54.
56
Chapter 55.
57
Chapter 56
58
Chapter 57
59
Chapter 58
60
Chapter 59
61
Chapter 60
62
Chapter 61.
63
Chapter 62.
64
Chapter 63.
65
Chapter 64
66
Chapter 65
67
Chapter 66
68
Chapter 67
69
Chapter 68
70
Chapter 69

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!