Eps.18

Hari sudah mulai gelap Anya sudah selesai bersih-bersih tinggal menunggu makanan datang,Anya duduk di depan pintu sambil bermain ponselnya.

"sendirian aja,neng."Goda Rangga.

"gk sendirian kok,Lo gak liat gue sama teman baru."jawab Anya mengerjai Rangga.

"Teman baru? Siapa? Dimana?."Tanya Rangga sambil celingak-celinguk.

"mata Lo buta,itu yg duduk di depan Lo."ujar Anya menunjuk.

Rangga segera bangun saat Anya mengatakan teman barunya sedang duduk di depan Rangga,Sementara Anya menahan tawa karena melihat wajah ketakutan dan panik Rangga.

"mana ada? Kok gue gak liat."ujar Rangga.

"mata Lo buta."singkat Anya.

"waaaaa lari Anya berteman sama setan."Teriak Rangga ber lari masuk ke dalam kamarnya.

"hahahaha."Tawa Anya melihat tingkah Rangga.

"apaan sih? Kenapa teriak-teriak?."Tanya Tion dari pintu kamarnya.

"Tau tuh si Rangga,lihat hantu katanya."Jawab Anya seadanya.

"Hantu apaan?."Tanya Tion penasaran.

"Hantu dua."Jawab Anya.

"emang ada hantu dua?."Tanya Alaska yg sekamar dengan Tion.

"Ada banyak."jawab Andi tiba-tiba.

Melihat kedatangan Andi dari arah kamarnya bergegas Anya ingin masuk ke dalam kamarnya,Tapi tangannya lebih dulu di tahan oleh Rangga.

"duduk sini dulu,Bu bos."pinta Rangga.

"udah mau magrib,mending pada masuk deh."jawab Anya menatap rangga.

"bentar doang,sambil nunggu Toni sama Riki yg beli makanan."ucap rangga.

"tungguin sendiri,gue mau masuk."ujar Anya.

"Heh kambing hitam,lepasin tangan Lo."Tegur Andi yg melihat rangga tdk melepaskan tangan Anya.

"dih,terserah gue lah."saut Rangga menatap Andi.

"wah ngajak ribut."Ucap Alaska memanas-manasi Andi.

"eh kalian masuk sana,gue sama Anya mau bergosip dulu "Ujar rangga mengusir semuanya.

"Sejak kapan gue ngajak Lo ngegosip?."Sinis Anya.

"Yg tadi siang,katanya Lo mau cerita sama gue."Ucap rangga mengingatkan Anya.

"gk jadi."Singkat Anya cuek.

"Gak bisa-bisa Lo harus cerita."Paksany sambil menatap Anya.

Azan sudah terdengar Anya masuk ke dalam kamar untuk menunaikan kewajibannya,begitu juga dengan yg lainya,tak lama terdengar suara motor dari luar penginapan Toni dan Riki sudah datang.

"Makanannya simpan dulu di dapur,Kalian berdua sholat dulu."Ucap Anya dari pintu kamarnya.

"Ok,kakak Cantik."Jawab Toni menggoda Anya.

Setelah selesai menunaikan kewajibannya semua Anggota keluar menuju dapur untuk mengambil makanan yg di beli oleh Toni,Anya Adalah orang terakhir yg mengambil makanannya.

Semuanya makan berjejer di teras sementara Anya lebih memilih untuk makan di meja dapur seorang diri,Karena sudah lapar Anggota memakannya dengan lahap.

"Anya,mana?."Tanya Fahmi.

"lah iya,kemana singa betina itu."Saut Rangga.

"Gue belum budek."Teriak Anya dari arah dapur.

"lah dengar juga dia."ucap Rangga.

Andi berjalan ke arah dapur membawa makanannya untuk menemani Anya,Andi mencoba mendekati Anya kembali sampai mengetahui apa penyebab Anya menjauhinya.

"sayang,kok makan sendirian di sini?."tanya Andi duduk di depan Anya.

"diluar kan udah gk muat."jawab Anya sambil menyuap nasinya.

"Aku temenin di sini."ucap Andi.

Anya tdk menjawab perkataan Andi malah melanjutkan makannya,begitu juga dengan Andi yg mulai memakan nasinya dengan lahap,hanya dalam sekejap Anya menghabiskan makanannya dan segera mencuci tangan.

"Cepat banget makannya."Ujar Rian yg masuk ke dalam dapur.

"kalau lama keburu setannya ikut makan."Saut Anya mengelap tangannya.

setelah mengatakan hal itu Anya ingin kembali ke kamarnya namun tdk bisa karena Anggota lain masih belum selesai makan,Anya menunggu di pintu sembari memperhatikan Anggota yg sedang makan.

"hustt,ke depan dikit."bisik Dean kepada Toni.

"Kenapa?."jawab Toni.

"Bos cantik mau lewat."ujar Dean.

Toni langsung menoleh ke arah dapat dan melihat Anya yg merenung di pintu,Dengan cepat Toni memberitahu temannya agar sedikit maju agar Anya bisa lewat.

"Tolong semuanya maju dikit,Anya malu lewat ke kamarnya."Ujar Toni pelan.

"Silahkan lewat Bos."ucap Riki kepada Anya.

"eeemm."Jawab Anya.

Anya langsung jalan menuju kamarnya tanpa sepatah katapun,Andi yg sudah selesai juga langsung berkumpul dengan yang lainnya.

"Masih,geng."ucap Fiki kepada Andi.

"Iya,gue bingung."jawab Andi pelan.

"Nanti coba gue bantu,semoga aja Anya mau cerita."ujar Fiki.

Sekarang semuanya sudah selesai makan dan berkumpul di teras sembari mengobrol banyak hal,Anya yg Sedang berada di kamar sembari bermain ponsel,tiba-tiba Fiki masuk ke dalam kamar Anya.

"yaelah,tiduran Mulu."tegur Fiki berbaring di kasur Anya.

"Ngapain?."Singkat Anya.

"baring aja sih,mau nagih hutang sama lo."jawab Fiki mengubah posisinya.

"Hutang apaan? Dah keluar sana!."Jawab Anya.

"Katanya mau cerita,Lo udah putus sama Andi? Akhir-Akhir ini gue lihat Lo menjauh banget Sama dia,bahkan sudah kayak orang Asing."Ujar Fiki dengan nada serius.

"itu hal yg lumrah dalam sebuah hubungan,kenapa Lo heran begitu."Ucap Anya tanpa menatap Fiki.

"iya gue tau,tapi kan semua hubungan yg seperti itu pasti punya alasannya masing-masing,Nah alasan Lo ngejauhin Andi Apa?."Ujar Fiki.

"karena dia di jodohkan."Anya tanpa sengaja mengucapkan hal itu kepada Fiki

"Hah,maksudnya?."Tanya Fiki penasaran.

"I-itu! Emz, gak ada maksudnya."Gugup Anya.

"Gak usah bohong,Ayo cerita aja."Ucap Fiki yg penasaran.

"hah,iya-iya gue cerita!.Beberapa bulan yg lalu gue dari minimark*t turus karena gue bosen sendirian di rumah,gue berinisiatif buat datang ke rumah Andi tanpa sepengetahuan dia.nah pas gue Sampek rumahnya ternyata pintunya kebuka,gue liat didalam lagi ada tamu.gue dengar pembicaraan orang itu dengan Andi,orang itu mau menjodohkan anak perempuannya dengan Andi yg merupakan teman masa kecilnya,Yg gue sakit hati Andi malah memberikan kesempatan untuk menjawab perjodohan itu bukan menolak,jelas di memberikan harapan di perjodohan itu padahal kalau tidak mau dia bisa menolaknya dengan cara yg baik,setelah mendengar jawaban Andi kepada wanita itu aku langsung pergi dari rumahnya."Jelas Anya dengan nada Lirih.

Fiki mengusap punggung Anya untuk menenangkannya,Karena Fiki tau kalau Anya sangat mencintai Andi.

"gue serba salah,ini juga gk mudah buat gue tapi mungkin ini juga yg terbaik."lanjut Anya.

"gue tau Lo pasti gk akan sembarangan,tapi ada baiknya kalau Lo bicarakan masalah ini dengan Andi."saran Fiki kepada Andi.

"gue cuma kecewa aja karena dia memberikan waktu untuk menjawab perjodohan itu."jawab Anya menatap Fiki.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!