Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 Anya membubarkan para Trainee untuk makan siang dan istirahat,Anya melepas topinya dan berjalan melenggang ke kantin yg ada di kantor polisi,Anya meninggalkan para Trainee dan Andi yg masih berada di lapangan.
"buk,seperti biasa,"ujar Anya kepada pemilik Kantin
"Siap,cantik,"saut pemilik kantin.
Anya melihat seluruh kantin hanya ada beberapa polisi yg sedang makan,tapi itu tdk menjadi hal yg aneh bagi Anya justru senang karena Kantin sangat sepi.
"ini Nasi goreng ayamnya,dan lemon sodanya."
"Terima kasih,buk Surti,"Ucap Anya.
"Sama-Sama cantik,"jawab buk Surti dengan Ramah.
Tanpa basa-basi Anya menguapkan nasi kedalam mulutnya,sembari menikmati makanan sambil bermain ponsel.Anya kesepian karena Gibran,Dewa dan Sinta di tugaskan keluar kota untuk 2 bulan.
"sekarang mereka lagi ngapain,ya?"Gumam Anya seorang diri.
Anya mencoba menghubungi ketiga temannya melalui Video call untuk melepas Rindu,Ternyata yg lebih dulu merespon adalah Dewa
"Hei,lagi ngapain?"Tanya Anya sambil makan.
"lagi istirahat,habis tugas,"Saut Dewa.
"Gibran Sama Sinta mana?"Tanya Anya.
"Masih di dalam,tadi ada sedikit masalah jadi mereka menyelesaikan dulu,mungkin bentar lagi siap,"Jelas Dewa.
"Kangen kalian deh,cepat pulang dong,"Rengek Anya layaknya anak kecil.
"kita juga kangen,nanti kalau sudah selesai pasti pulang,"ujar Dewa.
"gimana di sana? Lo baik-baik aja? Lagi di mana sekarang?"Tanya Dewa terus menerus.
"masih sama,ya gue sangat baik,lagi di kantor habis ngelatih polisi baru,lumayan kan"jawab Anya.
"berapa orang?"tanya Dewa.
"sepuluh."Singkat Anya.
"banyak banget,"ujar Dewa.
Anya kembali mencoba menghubungi Sinta dan Gibran ternyata mereka berdua meresponnya secara bersamaan,Anya tersenyum bisa melepas rindu dengan ketiga temannya.
"Anya,Apa kabar?"Tanya Mereka berdua bersamaan.
"Baik,kalian gimana."Anya bertanya balik.
"Lagi sibuk banget akhir-akhir ini,di tambah lagi susahnya sinyal,ya maklum di pedesaan yg jauh dari kota,"ujar Gibran.
"Lo lagi di kantin? Tumben ada di kantor?"tanya Sinta.
"iya semalam pak Raden nelpon,hari ini gue ngelatih Polisi baru,lumayan keringet,"jawab Anya.
"wah,jadi komandan pelatihan sekarang"goda Dewa.
"Apaan sih,yg ada bikin gue darting terus,"dengus Anya dengan wajah masam.
"gk mungkin ngelatih sendirian kan? Pasti sama si doi,"ucap Sinta.
"gk ada doi yang ada dodol,"kesal Anya.
Gibran,Dewa dan Sinta tertawa mendengar jawaban Anya,tiba-tiba Andi duduk di samping Anya tanpa permisi dan menyapa ketiganya.
"Hei,kalian apa kabar?"Tanya Andi.
"Kami baik,gimana lancar?"Tanya Gibran.
"nyangkut bro,"jawab Andi melirik Anya.
"Apaan sih,udah kyk jailangkung aja,"kesal Anya kepada Andi.
"mulai dah tu,ribut terus kagak ada damai-damainya,"celetuk Sinta menggoda mereka.
"Lo pikir Angin topan,"Ketus Anya kepada Sinta.
"senyum dikit Napa,tuh sih yayang udah di sampingnya,"Goda Gibran
"yayang-yayang,kuyang yg ada,"sinis Anya.
Andi hanya tersenyum melihat kekesalan Anya karena di goda teman-temannya,Makanan yg di pesan Anya sudah habis dan berniat meninggalkan kantin tapi tangannya di tahan oleh Andi.
"udahan dulu ya! Gue udah selesai makan,papay semua jaga diri baik-baik,"ucap Anya pamit.
"dah,Lo jga diri baik-baik ya,"jawab mereka bertiga kompak.
"Mau kemana?"Tanya Andi dengan lembut.
"bayar,"Singkat Anya.
"Nanti bayarnya barengan,temenin aku makan,"pinta Andi menarik pelan tangan Anya.
Mendengar perkataan Andi membuat Anya celingak-celinguk mencari seseorang,kebetulan Fiki dan Rudi sedang berjalan menuju kantin.
"Rudi,Fiki,"
"wey,kenapa?."tanya Rudi.
mereka berdua berlari menghampiri Anya,kemudian Anya meminta Rudi dan Fiki menemani Andi untuk makan siang.
"teman kalian katanya gk ada teman makan,kebetulan punya gue udah habis jadi kalian temenin dia,"ucap Anya.
"lah kan bisa Lo tungguin,"jawab Fiki.
"gk bisa gue ada urusan,ya urusan,"ujar Anya berbohong.
"yasudah,sana perg,."pinta Rudi.
"Thanks,ya,"ucap Anya.
Anya berjalan ke kasir untuk membayar makanannya kemudian segera keluar dari kantin,Anya sengaja melakukan itu untuk menjauh dari Andi,sementara Andi hanya bisa menatap Anya yg sudah mulai menjauh.
"Sorry,gue terpaksa,"gumam Anya.
"percintaan anak mudah sungguh rumit,"ucap seseorang di samping Anya.
"bisa gak sih gk usah menguping,pak,"kesal Anya.
"saya tdk menguping,tapi melihatnya sendiri,"jawab pak Raden tersenyum.
"Terserah bapak aja deh,"Sinis Anya.
Karena sudah tidak ada kepentingan di kantor Anya berinisiatif untuk pulang saja,Tapi sebelum itu Anya akan mengambil barangnya terlebih dahulu.
"pekerjaan saya sudah selesai,jadi biarkan saya pulang sekarang,"pamit Anya
"hari ini kamu pulang sore,Masih banyak tugas kamu di kantor,"ucap Pak Raden.
"apalagi sih,pak?"Rengek Anya.
"banyak,kamu periksa daftar tahanan dan check mereka apakah semuanya sudah masuk ke dalam sel masing-masing,setelah itu terserah kamu mau ngapain tapi pulangnya tetap Sore,"jelas pak Raden.
"Astaga ngeselin banget!"gerutu Anya meninggalkan Pak Raden.
sementara di kantin Andi terlihat kesal karena Anya mulai menjauhinya,Bahkan Andi tdk tau apa kesalahannya kepada Anya.
"Lo ribut sama,Anya?"Tanya Fiki.
"Enggak,tapi beberapa hari ini emang sikapnya berubah,gue juga bingung,"jawab Andi.
"Lo ada salah kali!"tebak Rudi.
"lah gue kagak ngapa-ngapain,"ujar Andi.
"Tanyain aja nanti,kayaknya dia juga masih butuh waktu,"Saran Rudi.
"ya gue coba deketin lagi nanti,"Saut Andi.
Setelah selesai makan Andi kembali masuk ke ruangannya tapi langkahnya terhenti saat melihat ruangan Anya yg kosong,Andi segera bertanya kepada rekan kerjanya yg lain.
"ada yg liat Anya?"Tanya Andi.
"ke ruangan tahanan deh kayaknya,tadi dia ngambil sesuatu di meja,Pak Raden,"Jawabnya.
Andi segera menyusul Anya ke ruang tahanan,Sesampainya Di sana Andi tdk melihat Anya karena khawatir Andi menanyakannya kepada seorang tahanan.
"ada yg liat polisi cantik?"Tanya Andi.
"baru saja keluar."jawab seorang tahanan.
Andi berfikir sejenak kemana Anya pergi dan baru ingat tempat yg sering di datangi oleh Anya,Andi bergegas ke tempat tersebut.
"Benarkan,dia pasti ke taman belakang,"gumam Andi.
Andi berjalan pelan mendekat ke arah Anya yg sedang duduk melamun,perkataan Fiki dan Rudi mungkin benar kalau Andi Ada salah pada Anya yg tdk di sengaja.
"kenapa?"tanya Andi dengan suara lembut.
"ngapain kesini,gue cuma mau sendiri aja,"Jawab Anya tanpa menatap wajah Andi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments