Anya tdk membukanya secara langsung melainkan menggoyangkan plastik itu menggunakan kakinya,Rangga dan Dean hanya menyaksikan saja apa yg di lakukan oleh Anya.
"apa kita buka aja? Gue penasaran dengan isinya "ucap Anya mendekati Rangga dan Dean.
"Lo yakin? Ini bau banget "ujar Dean.
"lebih baik gitu gak sih? Dari pada kita berdiri terus di sini dan hanya penasaran saja,mending kita buka."jelas Anya.
"Dean,sana kamu yg buka plastiknya."pinta Rangga.
"gk mau,mana gk bawah sarung tangan lagi."tolak Dean.
Anya sudah jengah dengan tingkah Rangga dan Dean yg penakut,Tapi sebelum Anya membuka plastik itu.ponsel Dean berdering karena seseorang menelponnya.
"Siapa?."tanya Anya.
"Alaska."
Kemudian Dean mengangkat telpon dari Alaska,Anya dan Rangga hanya mendengarkan perbincangan Dean dengan Alaska.
"ada apa?."tanya Dean.
"Ada laporan masuk."
"laporan apa?."Tanya Dean.
"orang hilang."
"Ok."
Setelah selesai Dean mematikan sambungan telponnya dengan Alaska,Kemudian memberitahu Anya dan Rangga tentang laporan tersebut.
"kenapa?."tanya Rangga.
"katanya ada laporan dari warga,Katanya semalam anaknya pamit keluar di jam 10.00 malam,sampai sekarang belum pulang."jelas Dean.
"Ya sudah kita selidiki,Ayo kembali."Ajak Anya.
"Terus plastik ini gimana? Gk jadi di buka?."tanya Rangga.
"udah biarin ada,Nanti kita datang lagi ke sini."ucap Anya.
Sementara di penginapan sedang memikirkan cara untuk mencari anak itu,Sambil menunggu yg lainya datang.
"tolong temukan anak saya,Dari semalam belum pulang ke rumah."Tangis seorang ibu.
"ibu tenang,kami semua akan berusaha mencari anak ibu sampai ketemu."ujar Fikran menenangkan.
tak lama Anya dan rekannya datang tiba-tiba ibu tersebut berlutut di hadapan Anya,Tentu saja hal itu membuat Anya kaget dan segera membantunya berdiri.
"jangan seperti ini,ayo bangun."ucap Anya.
"tolong temukan Anak saya,Dia izin keluar jam 10.00 malam tapi sampai sekarang belum juga pulang."Tangis ibu tersebut.
"duduk dulu,ibu jelaskan ke saya pelan-pelan."pinta Anya mengajak ibu tersebut duduk di teras.
"Semalam anak perempuan saya minta izin keluar sekitar jam 10 malam,katanya ada yg harus di beli,tapi sampai sekarang belum pulang,saya sudah menghubungi ponselnya tapi gk bisa."jelas ibu tersebut.
"ibu sudah menghubungi teman-temannya,nyari ke rumah temannya.mungkin anak ibu lagi main."ucap Anya mencoba menenangkan.
"sudah tapi mereka bilang semalam memang Anak saya menemui mereka,tapi hanya sebentar dan setelah itu pamit pulang."Jawab ibu tersebut.
"sekarang ibu tenang,kami akan berusaha mencarinya."ujar Anya.
ibu tersebut hanya mengangguk dengan perkataan Anya,Kemudian Anya memanggil satpam untuk mengecek CCTV yg terpasang di beberapa titik.
"pak,boleh saya check CCTV."ucap Anya.
"boleh-boleh."jawab Satpam.
Anya mengambil alih tempat duduk satpam dan segera mengecek CCTV,Tapi sebelum itu Anya meminta Foto dan baju yg di pakai anak itu saat pergi meninggalkan rumah.
"Andi!."Panggil Anya.
"Kenapa?."Tanya Andi.
"tolong minta foto dan keterangan lainnya dari ibu itu,lalu kasih ke aku ya."suruh Anya tanpa menatap Andi.
"iya."
Anya terus memantau CCTV yg ada di hadapannya,Di CCTV tersebut ada seorang gadis yg mengendarai motor sendirian,tapi setelah beberapa menit Gadis itu berhenti di depan pagar pembatas,seperti sedang melihat sesuatu di dalam hutan tersebut.
"apa yg di liatnya? Kenapa dia berhenti di sana?."Tanya Toni.
"gk bisa di zoom,Anya?."Tanya Fikran.
"gak bisa,kita liat aja dulu apa yg dia lakukan."ucap Anya.
tidak ada pergerakan apapun dari gadis itu dan hanya berdiri seperti menatap sesuatu,Saat fokus melihat CCTV Andi datang memberikan informasi yg di minta oleh Anya.
"ini,foto dan informasi lainnya."ujar Andi.
"ini gk sih anaknya?."tanya Anya ke Andi.
"gk tau sih,soalnya gk kelihatan mukanya,tapi kalo di lihat dari pakaian dan informasi yg di berikan ibu korban kayaknya sama "jelas Andi.
"tapi dia cuma berdiri aja."tunjuk Anya.
Dean ingat dengan plastik yg di liat Anya tadi,Dean segera memberitahu Anya untuk segera kembali ke tempat dia menemukan plastik tersebut.
"Anya,plastik hitam yg Tadi."ujar Dean.
"Plastik? Oh iya cepat ambil sarung tangan."pinta Anya keluar dari pos ronda.
"Plastik Apa?."Tanya Fikran.
"Tadi aku,Rangga sama Dean lihat plastik hitam di ujung pagar pembatas,bau banget."jelas Anya.
Anya segera berlari cepat ke tempat plastik tersebut,di susul dengan semua Anggota dan beberapa warga.
sesampainya di tempat tersebut semua menutup hidung karena baunya yg menyengat.
Tanpa pikir panjang Anya membuka plastik tersebut,pada saat di buka Anya berteriak kaget dan spontan memeluk Toni.
"Aaakhhh."
"Ada apa?."Tanya Toni membalas pelukan Anya.
"kenapa?."
"Isinya apa?."
Tanya beberapa Warga dan Anggota,Karena Anya belum menjawab Alaska memberanikan diri untuk membukanya.
"Alaska apa Isinya?."Tanya Dean.
"Gak tau aku cuma liat hitam-hitam."jawab Alaska.
Anya melepas pelukannya dari Toni dan segera mengatur nafas untuk memberitahu mereka semua,Tapi tetap saja Anya tdk bisa menjelaskannya dan memilih memberitahu Andi.
"Gue Liat tangan di dalamnya,Coba periksa lagi."ucap Anya berbisik pada Andi.
"beneran,kamu duduk dulu deh di sana,wajah kamu pucat karena kaget."Pinta Andi menuntun Anya.
"Pasang garis polisi,kita buka plastik itu."suru Syam.
beberapa polisi memasang garis polisi sementara yg lainya mengambil sarung tangan dan masker,Andi menenangkan Anya yg masih ketakutan dan masih pucat.
"kmu tunggu di sini,Aku bantuin mereka dulu."pinta Andi.
"Aku ikut."jawab Anya.
"Gak usah,wajah kamu masih pucat."ujar Andi.
"udah gk apa-apa."Ucap Anya berdiri.
Syam dan Toni mengangkat plastik hitam tersebut dan membukanya,Mereka semua kaget dengan apa yg ada di plastik tersebut,potongan badan seseorang yg sudah menimbulkan bau busuk.
"Korban mutilasi."ucap Fero.
"minta warga untuk menjauh dari tempat ini,panggil ibu yg kehilangan anaknya tadi untuk memastikan pakaian korban."pinta Rangga.
Fikran,Alaska dan Tion meminta warga untuk menjauh dari tempat tersebut,sementara Anya masih memberanikan diri untuk melihat korban.
"semua warga tolong menjauh dari tempat ini untuk memudahkan kami para polisi melakukan penyelidikan,dan ibu yg kehilangan Anaknya bisa ikut bersama kami untuk memastikan korban."Jelas Tion.
Ibu tersebut berjalan mendekat ke arah korban dibantu Alaska,saat melihat korban ibu tersebut semakin histeris.
"Anita."Tangis ibu tersebut.
Ternyata benar korban adalah anaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments