Eps.08

1 TAHUN KEMUDIAN

Semenjak kejadian di desa Kenongo membuat kemampuan Anya semakin meningkat,kini Anya dan ketiga temannya menjadi kaki tangan pihak kepolisian jika ada kasus seperti 1 tahun yg lalu.

Anya mengendarai mobilnya ke kantor polisi karena Pak Raden menghubunginya,Anya berangkat seorang diri dari rumah karena Gibran,Dewa dan Sinta ada urusan lain.

Setelah 15 menit Anya sampai di kantor polisi dan memarkirkan kendaraannya,Seorang polisi bernama Rangga menghampiri Anya dengan wajah tersenyum.

"selamat pagi,Anya,"sapa Rangga.

"Hai,Rangga selamat pagi,"Jawab Anya tersenyum.

"Tumben pagi-pagi gini sudah ke sini,Ada tugas,ya?"Tanya Rangga yg berjalan di samping Anya.

"mungkin sih,karena semalam pak Raden meneleponku,"jawab Anya dengan Santai.

"Sepertinya di suruh menyambut seseorang,"ujar Rangga.

"seseorang? siapa?"tanya Anya menghentikan langkahnya.

Bukannya menjawab Rangga hanya menggidikkan bahu saja,Anya langsung memasang wajah masam dengan sikap jail Rangga.

"Dasar,sudah sana! gue buru-buru,"usir Anya dengan Kesal.

"ngusir nih,santai aja kali buk,"saut Rangga.

Anya tdk menjawab melainkan meninggalkan Rangga yg tersenyum karena berhasil membuat Anya kesal,Dari belakang Rangga sebuah tangan menepuk pundaknya.

"Astaga,pagi-pagi bikin saya kaget,"ucap Rangga mengusap dadanya.

"kamu pikir saya hantu,Tugas kamu sudah selesai mengecek semua tahanan pagi ini?"ujar Pak Raden.

"Sudah,semua tahanan sudah melakukan tugasnya masing-masing,sebentar lagi juga saya masukin lagi ke dalam Sel,"jawab Rangga.

"Siapa yg mengawasi para tahanan kalau kamu di sini?"Tanya pak Raden.

"Ada Toni,Fiki,Rudi dan Syam."Jawab Rangga sembari menghitung menggunakan jarinya.

"Sudah sana bantuin mereka,jangan kelayapan terus di kantor,"Ujar Pak Raden.

"siap komandan,"

Pak Raden berjalan meninggalkan Rangga sembari memperhatikan sekeliling kantor polisi,Banyak tahanan yg lagi melakukan kegiatan rutin mereka masing-masing.

Di dalam kantor Anya sudah berada di ruangannya sembari menunggu Pak Raden,Anya memainkan ponselnya melihat berita yg sedang naik daun.

"Anya,selamat pagi,"Sapa pak Raden masuk keruangan Anya

"Selamat pagi,pak."Jawab Anya yg berdiri dari kursinya.

"bagaimana kabar kamu,Sudah seminggu gk lihat datang ke kantor,"ujar Pak Raden.

"bapak kan tau,kalau saya gk ada tugas ngapain saya ke kantor,lagian ini juga saya datang karena bapak menghubungi saya,"jawab Anya kembali duduk.

"Hari ini Andi datang membawa polisi baru,mereka di tugaskan di sini dan nanti kamu bantu Andi untuk melatih mereka,"jelas Pak Raden.

"Astaga,itu bukan tugas saya,ada Roni,Febri sama Fiki,pak!"Jawab Anya lesu.

"Sudah latih saja mereka,saya kasih tugas ini sama kamu biar kamu juga banyak belajar,lagian supaya kamu juga bisa latihan sama mereka,"ucap Pak Raden.

"Isshhh,kenapa? Hah ya sudah,saya latih mereka keliling kota nanti,"Ujar Anya di selingi candaan.

"nanggung banget cuma keliling kota,sekalian aja keliling dunia,"celoteh Pak Raden.

"Iya dunia tipu-tipu,"Saut Anya sedikit kesal.

"Yaaakkk,di tipu si dia,"ledek Pak Raden.

"Apaan sih,pak! Gak jelas deh!"kesal Anya.

Anya malu karena Pak Raden mengetahui sesuatu tentang dirinya,dan karena hal itu pak Raden sering meledeknya.Tapi walaupun sering menggodanya Pak Raden sudah Anya anggap seperti ayahnya karena Anya adalah Anak yatim piatu.

"saya pergi dulu,sekitar 1 jam lagi Andi akan datang bersama para polisi baru dan kamu harus siap-siap,Anya!"jelas Pak Raden keluar dari ruangan Anya.

"Pasti sengaja,Dasar nyebelin banget punya atasan kayak dia!"Gerutu Anya.

Setelah 1 jam menunggu Akhirnya 10 polisi baru dan Andi datang,10 trainee menyerahkan identitasnya ke ruangan Pak Raden.

"Astaga,lama banget!"gerutu Anya.

"sabar,marah-marah terus,"celetuk Andi.

"kalian semua tunggu di lapangan,Saya harus bersiap dulu,"Pinta Anya.

"Siap,buk."Saut mereka kompak.

"Yakk,saya masih mudah! Enak aja manggil buk,"menatap mereka satu persatu.

"ada saran gk buat panggilan?"Tanya salah satu dari mereka.

"apa aja yg penting jangan yg tadi,Bisa stres saya ngajarin kalian semua,"Gerutu Anya keluar dari ruangan Pak Raden.

Semua Trainee keluar menuju lapangan yg di pimpin oleh Andi,Sembari menunggu Anya mereka semua melakukan latihan ringan untuk peregangan otot.

Setelah selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian kaos khusus pelatih,Anya menjadi pusat perhatian semua polisi karena kecantikannya dengan rambut yg di ikat.

"saya colok mata kalian semua,"tegur Anya.

"cantik-Cantik galak,"celetuk Rangga sengaja.

"Rangga,Sini kamu!"Panggil Anya kesal.

"sudah di tunggu Trainee di lapangan,jangan kebanyakan marah entar keriput,"celetuk Rangga sambil tertawa.

Anya yg kesal melanjutkan perjalanannya kelapangan,Andi menatap kedatangan Anya begitu juga dengan 10 trainee yg berada di lapangan.

"Sudah pemanasan?"Tanya Anya dengan tegas

"baiklah karena ini masih sangat pagi,ya baru jam 10.12 akan lebih baik jika kalian mengelilingi lapangan ini 100 kali,"ucap Anya.

"banyak banget!"Protes Salah satu peserta Trainee

"Siapa nama kamu? Nama lengkap?"Tanya Anya menatap kertas di tangannya.

"Deandra Mahardika."jawabnya dengan tegas.

"Dean kamu keliling lapangan ini 10 kali,"pinta Anya

"Sekarang?"Tanya Dean.

"seratus tahun lagi,"ketus Anya.

"Siap,komandan,"ucap Dean.

"selama kalian di tugaskan di sini,selama itu juga saya akan melatih kalian semua kecuali saya ada kerjaan lain,Pelatihan ini akan di mulai dengan perkenalan diri terlebih dahulu,"Jelas Anya berjalan mengelilingi Para Trainee

"Siap."

Setelah selesai memperkenalkan diri Anya meminta Andi untuk memulai pelatihannya,hari ini Andi membantu Anya untuk memberikan berbagai pelatihan dari mulai fisik hingga ketahanan.

"Lakukan seperti yg kalian pelajari selama kalian dalam masa pembelajaran,sekarang di sini waktunya kalian memperlihatkan hasilnya,"Ujar Andi tegas.

"pandangan Fokus ke depan,Rileks,"saut Anya dari belakang.

Semua Trainee melakukan pelatihan secara berkala mengikuti Instruksi dari Andi dan Anya,di sisi lapangan ada beberapa polisi termasuk Rangga,Fiki,Rudi dan Toni yg sengaja ingin melihat kemampuan Anya yg menjadi pelatih.

"Liat posisi kaki,Trainee Bagas,"Tegur Anya.

DOORR

"tembakan kamu melesat,"Tegur Anya di samping Bagas.

"Coba lagi,perhatikan pegangan senjata,pandangan Fokus,Ok sekarang,"Instruksi Anya.

DORRR..

"Gagal,Tembakan kamu lebih jauh dari yg awal,"Ujar Anya.

"SEMUA PERHATIKAN SAYA,PASTIKAN PEGANG SENJATA DENGAN BENAR,POSISI BADAN DAN PANDANGAN FOKUS,"Teriak Anya sembari mencontohkan.

DOR..DOR..

Dua tembakan Anya mengenai sasaran dengan tepat,Semua Trainee dan polisi yg melihatnya sangat kagum dengan kepiawaian yg dimiliki oleh Anya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!