Eps.17

Setelah ibu tersebut mengenali jasad yg sudah tdk lagi menyatu,Alaska menyuruh warga untuk membawah ibu korban menjauh dari tempat tersebut.

"itu keluarkan semua."pinta Anya kepada Syam.

"tunggu dulu,yg lain tutup area ini supaya tdk ada warga yg mengambil gambar korban."ujar Andi.

"Tino,kamu pergi temui warga tanyain siapa yg punya terpal buat nutup ini."suruh Rangga.

"Baik."jawab Tino.

Sebelum mengeluarkan semua potong*n bad*n korban korban dari dalam plastik,Anya menyuruh seorang rekannya meminta salinan CCTV milik korban kepada Satpam.

"1 dari kalian tolong minta salinan CCTV gadis ini ke satpam,nanti kirim ke ponsel saya."pinta Anya.

"biar saya aja yang minta."ucap Fiki.

Fiki berlari menuju pos ronda untuk meminta salinan CCTV ke pada satpam,Sementara Anya memikirkan bagaimana bisa hanya 1 malam tapi keadaannya sudah berbau busuk.

"Aneh gk sih,korban baru hilang semalam tapi kenapa sudah bau dan hampir busuk begini.'ucap Anya kepada Andi dan Toni.

"iya juga,biasanya butuh waktu 4-7 hari untuk pembusukan."Saut Toni.

"aku masih penasaran apa yg dilihat oleh korban,bahkan tadi rekaman CCTVnya menjadi hitam seorang korban hanya menatap tanpa ada pergerakan lagi."jelas Andi.

"bahkan tdk ada motor yg berlalu lalang saat korban menatap ke dalam hutan,tdk mungkin kan satpam terlibat dalam hal ini."ujar Anya.

"kita selidiki itu nanti."saran Toni.

"minta 3 Anggota untuk mengawasi gerak-gerik Satpam."pinta Anya.

Setelah mendapatkan apa yg di minta oleh Syam,Tino kembali membawah terpal dan tali panjang.

"segera pasang agar kita bisa membawa korban ke rumah sakit untuk autopsi."ucap Rudi.

"talinya ikatkan ke pohon itu dan satunya ke pagar ini saja."saran Rian.

Anggota berjibaku memasang terpal untuk menutupi penyelidikan dan jasad korban,Anya,Andi,Rangga,Syam,Dean,Alaska,dan Fikran memeriksa jasad korban,sedangkan yg lain berjaga di depan.

"itu di dalam plastiknya ada lagi,keluarkan semuanya."pinta Andi.

"tuhan,masih ada manusia yg tdk punya hati membunuh manusia lain dengan cara sesadis ini."ucap Dean.

"bukan manusia tapi iblis."saut fiki.

"Fiki,ucapanmu tolong."tegur Anya.

"lupa-lupa,sorry."ujar Dean.

"Apa sudah habis?."tanya Anya.

"Sudah."Jawab Rangga.

Anya dan Andi mengamati potong*n badan korban dan mereka merasa ada yg kurang dan sangat Janggal,Anya dan Andi saling melempar pandangan.

"kepalanya mana?."tanya Anya dan Andi bersamaan.

"kepala? Kepala siapa?."Tanya Alaska bingung.

"kepala kambing,ya kepala korban gk mungkin kepala kamu yg gue tanya,Alaska."kesal Anya menatap Alaska.

"lah iya."jawab mereka bersama.

"Coba cari di sekitar pohon tadi,takutnya jatuh menggelinding."ujar Andi.

PLAK

Anya memukul pundak Andi,sementara Andi memegang pundaknya yg terasa nyeri karena pukulan Anya.

"yg benar aja,jangan ikut sengkleknya Rangga deh."kesal Anya.

"lah gue diam aja malah di bawa-bawa."protes Rangga.

Mereka mencarinya sekeliling pohon tempat jasad itu di temukan namun tdk ada,Semua kebingungan kenapa kepala korban tdk ada.

"Fiki lama banget deh."gerutu Anya.

"dia ngapain?."tanya Andi.

"Astaga,capek banget punya rekan kerja kayak kalian.kamu lupa tadi aku nyuruh Fiki buat ngambil salinan CCTV,masih mudah udah pikun."gerutu Anya karena kesal.

"kebanyakan mikirin Lo tuh."jawab Syam.

"diam deh."Sini Anya.

"Sudah ada yg nelpon Ambulans?."Tanya Andi.

"tadi Tion sudah menelpon rumah sakit di dekat sini."jawab Fikran.

Orang yg di tunggu Akhirnya datang,Fiki menunjukkan Video CCTV di ponselnya,Anya dan Andi keluar untuk memeriksa tempat semalam korban berhenti.

"di sini posisinya,pandangannya ke dalam hutan."ujar Anya sembari melihat CCTV.

"iya,kamu benar."saut Andi.

"tapi kita gk bisa liat ke dalam hutannya,karena posisi CCTVnya hanya ke arah jalan,tadi ada yg aneh pas gue check rekaman itu,tiba-tiba CCTVnya berubah hitam kayak di tutup sesuatu,saat kembali normal motor sama korban sudah tdk ada di tempanya."jelas Fiki.

"Apa yg dia lihat dan siapa yg membunuhnya."gumam Anya.

mereka kembali lagi ke tempat korban di temukan karena ambulans rumah sakit sudah datang,Anya dan Andi meminta Syam juga Fiki untuk ikut kerumah sakit.

"Lo sama Fiki ikut ke rumah sakit."ucap Anya.

"iya."Singkat Syam.

Anya membatu rekannya untuk membungkus tubuh korban agar segera di bawah ke rumah sakit,Tapi Anya tdk sengaja menyentuh baju korban dan melihat sebuah gambaran saat korban di bunuh.

"Kenapa?."Tanya Andi yg menegang badan Anya yg hampir terjatuh.

"bukan hanya 1 orang pembunuhnya sekitar 8-10 orang."Bisik Anya kepada Andi dan Rangga

"kamu liat wajahnya? Tau ciri-ciri?."Tanya Rangga.

"mereka membelakangi jadi aku gk bisa liat wajahnya,Anita melihat mereka saat melakukan sesuatu di dalam hutan ini,tapi Anita ketahuan dan mereka semua langsung membunuhnya,sementara kepalanya mereka bawah tapi aku gk tau kemana."jelas Anya pelan.

"Di bawah kemana?."Tanya Andi.

"Aku gk tau karena yg aku lihat hanya itu saja."jawab Anya.

Ambulans membawah jasad ke rumah sakit sementara Anya meminta Andi,Rangga,Fikran,Dean,dan Toni untuk menemaninya mencari sesuatu di dalam hutan.

"temani gue nyari bukti di hutan."ucap Anya.

"boleh,Ayo sekarang aja sebelum sore."ajak Rangga.

"tapi hati-hati,ya."pesan Andi.

Mereka berjalan masuk ke dalam hutan tapi langkahnya terhenti saat seorang warga menghampirinya,Warga terlihat Khawatir dengan yg terjadi barusan.

"Nak,Anya."Panggilnya.

"iya ibu,kenapa?."tanya Anya lembut.

"kenapa kalian masuk ke sini? Apa ada sangkut pautnya dengan hutan ini,kami takut."ucap ibu tersebut.

"biarkan kami menyelidikinya dulu,nanti kalau ketemu sesuatu yg bersangkutan dengan korban,kami akan memberitahu kalian."jelas Dean.

"baiklah,berhati-hatilah."pesan ibu tersebut.

"cari semuanya,pasti ada jejak yg di tinggalkan oleh pembunuh itu."ujar Anya.

"tapi hutan ini luas,gk mungkin kita nyari ya sampai ke dalam."ucap Toni.

"ini Ada darah yg menuju ke dalam hutan,tapi kita gk bisa ke sana karena sebentar lagi sore."jelas Andi.

"ke dalam hutan? Tumbal atau bukan ya?."bingung Anya.

"tumbal apa?."tanya Andi.

"Aku juga gak tau sih."jawab Anya.

Hari sudah hampir sore jadi Anya dan temannya memilih untuk keluar dari hutan tersebut,Anya masih memikirkan bagaimana CCTV itu bisa hitam.

Andi yg melihat Anya kebingungan hanya mengusap lembut rambutnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!