Eps.04

HARI TERAKHIR PENCARIAN

Di hari terakhir pencarian suasana pagi kembali gerimis sejak tengah malam,tapi Anggota yg terlibat masih melanjutkan pencarian di hari terakhir.

Apapun hasilnya harapan semua anggota tetap sama yaitu menemukan ketiga anak yg hilang,sudah seminggu tapi ketiga korban belum juga di temukan.

"Komandan Reza,"Panggil seorang Warga.

"iya,ada apa?"tanya Komandan.

"saya khawatir,apa pencarian di hari terakhir ini masih akan dilanjutkan,cuaca hari ini sangat tidak memungkinkan untuk komandan dan semua Anggota memasuki hutan,"Risau seorang Warga

"tidak apa-apa,ini hari terakhir pencari semoga saja ada kabar baik yg bisa kami bawah untuk semua keluarga korban,"jawab komandan.

"baik jika itu keputusan komandan,kami semua akan menunggu kabar baiknya,"ujar Warga.

"doakan saja yg terbaik,"

Polisi Raden memimpin perjalanan memasuki hutan di hari terakhir ini,sedangkan komandan Reza mengikutinya dari belakang anggota.

Begitu juga dengan Gibran,Dewa,Sinta dan Anya yg berjalan di tengah-tengah Anggota yg lain,sengaja mereka berempat di tempatkan di tengah untuk mencegah hal yg tdk di inginkan.

setelah berjalan sekitar 30 menit kini semuanya berada tepat di tengah hutan lebat,mata Anya tdk berhenti menelisik semak belukar di sekelilingnya.

"bukankah seharusnya kita berpencar,pak?."tanya Dewa kepada komandan Reza.

"iya,kamu berempat jangan berpencar dan ikut dengan komandan Reza,sisanya ikut dengan saya."jawab Polisi Raden memberitahu semua Anggota.

setelah mendengar perintah dari polisi Raden sebagian sudah berpencar ke berbagai sisi,begitu juga dengan Raden,Anya,Dewa dan Sinta yg mengikuti komandan Reza dan Anggotanya.

"Kemarin saya sudah menjelaskan kepada kalian berempat Titiknya,jadi kalian mencarinya ke selatan sedangkan yg lain ke sisi Utara,jika ada yg menemukan sesuatu segera berteriak untuk memberitahu kepada Anggota yg lain,"ujar Komandan Reza.

"baik,komandan,"jawab ke empatnya secara serentak.

semua memulai pencarian ke setiap titik seperti semak belukar,pohon besar dan kembali lagi ke tepi jurang itu,walaupun sudah selama seminggu mencari di tempat itu kini di hari terakhir area pencarian di perluas.

baru saja memulai pencarian Anya menangkap sesuatu yg berada di balik pohon sangat besar,Anya berusaha untuk mendekatinya namun sebuah tangan menahan pundaknya.

"jangan ke arah Sana,itu sangat berbahaya,"Tegur komandan Reza.

"kenapa,komandan?"tanya Anya yg merasa heran.

"kemarin Anggota sudah ada yg memeriksanya,di arah sana ada sebuah lubang besar yg dalam takutnya kamu terjatuh,"jelas Komandan khawatir dengan keselamatan Anya.

"tdk bisakah ada Anggota yg turun ke dalam lubang itu? saya melihat sesuatu yg aneh di balik pohon itu,kemungkinan besar kita bisa apa yg saya lihat barusan ada sangkut pautnya dengan korban,"jelas Anya dengan yakin.

"Anya,ada apa?"Tanya Gibran berjalan mendekati Anya.

bukannya menjawab Anya hanya menunjuk pohon besar yg berjarak 2 meter dari tempatnya berdiri,Gibran paham dengan apa yg di maksud Anya.

"Kamu,yakin?"Tanya Gibran memastikan.

"iya,"jawab Anya yg tiba-tiba cuek seperti menahan Amarah.

"Dewa,Sinta,cepat ke sini,"Panggil Gibran.

"teman kamu kenapa? Kenapa tiba-tiba wajahnya berubah gitu?"Tanya Komandan yg tdk paham.

"dia Istimewa,bisa melihat sesuatu yg tdk bisa di lihat orang lain,"jelas Gibran.

mendengar suara Gibran yg memanggilnya Sinta dan Dewa segera berlari ke sumber suara tersebut,Gibran memberikan Isyarat kepada keduanya.

"komandan,tolong Arahkan Anggota untuk mencari di sekitar pohon besar itu,"pinta Dewa.

"di sana sangat berbahaya,kalian jangan mendekat tanpa pengawasan Anggota,"ujar komandan.

"Anya! Anya,dengar suara gue?"tanya Dewa kepada Anya.

Wajah Anya seketika berubah semua anggota yg melihatnya sangat heran dengannya,Angin mulai bertiup kencang bahkan tiba-tiba menjadi gelap di sertai suara gemuruh.

"Ok,kita tuntun tapi jangan membahayakan badan Anya,"Ucap Sinta saat tau bahwa sesuatu sudah menguasai badan Anya.

Kaki Anya sudah mulai melangkah sedikit demi sedikit di tuntun Dewa dan Sinta di sisinya,Komandan Reza hanya mengikutinya saja karena belum paham dengan apa yg di lakukan mereka berempat.

tiba-tiba angin di sekitar pohon tersebut bertiup dengan kencang,hal itu membuat komandan Reza heran karena anginnya hanya berpusat di dekat pohon itu,angin kencang itu juga membawa aroma yg sangat busuk.

"Tunggu,jangan terlalu dekat,ini sangat bahaya!"tegur komandan sembari menutup hidungnya.

"berhenti di sini,kita tidak tau apa yg ada di dalam lubang itu,kami tidak mau terjadi sesuatu sama kamu,"ucap Sinta sedikit khawatir.

"makhluk itu menyembunyikan mereka bertiga,aku harus menolongnya,"jelas Anya dengan tatapan kosong.

badan Anya terjatuh ke tanah sehingga membuat semua yg berada di dekatnya kaget,Gibran segera memberikan Anya minum agar lebih tenang.

semua anggota yg mendengarnya bingung dengan perkataan Anya,tapi tidak dengan Andi dan Syam yg paham dengan maksud Anya.

"apa maksudmu mereka menjadi tumbal?"

"mereka udah gk ada,susah buat menemukan jasadnya karena sesuatu yg gaib menutupi jasad mereka,kita butuh bantuan ustadz karena saya tdk yakin untuk melakukannya sendirian,kekuatan makhluk di itu sangat kuat,"ucap Anya secara tiba-tiba

"maksud kamu?."tanya Komandan.

"sebelum ada korban lagi,lebih baik kumpulkan semua Anggota yg berpencar tadi ke sini,"jawab Anya menatap Komandan.

"cepat perintahkan mereka semua untuk ke sini,"

komandan memanggil polisi Raden Untuk segera berkumpul sesuai dengan permintaan Anya,Sementara Anya masih bergulat dengan dirinya sendiri yg hanya di pahami oleh ke tiga temanya.

"Ada apa? Sudah ketemu?"Tanya polisi Raden.

"rasa penasaran mereka bertiga membawa maut,mereka semua tiada bukan karena hewan buas tapi karena penunggu hutan ini,susah untuk menemukan jasad mereka karena makhluk itu menyembunyikannya,saya tidak bisa menembus penjaganya,"jelas Anya sembari menunjuk pohon besar itu.

"sosok hitam berbulu,bermata merah serta taring tajam dan juga berbau busuk yg sangat menyengat,"Saut Andi secara tiba-tiba.

"kamu tdk sengaja melihatnya kemarin? Ada hal lain yg kamu lihat selain makhluk itu?"Tanya Anya menatap tajam ke arah Andi.

"tidak,aku hanya melihatnya sekilas saja,itu hanya aku sendiri yg mencium bau busuk bangkai,"jelas Andi.

"sebenarnya aku juga melihat bayangan hitam itu kemarin,tapi karena aku tidak mau membuat kalian takut,jadi aku tidak membicarakannya,"timpal Syam pada semua orang.

"bau itu dari korban yg di belenggu oleh makhluk itu kalaupun jasadnya bisa di ambil mungkin akan sangat susah karena harus ada yg berani menembus pagar penjaganya,"ujar Anya.

"terus bagaimana? Apakah tdk ada cara lain walaupun cuma 1 jasad yg bisa kita tolong,"ujar Polisi Raden.

"mereka berdua bisa membantuku,tapi ini sangat berbahaya jika mereka berdua tidak bisa menahannya,"jelas Anya menunjuk pada Andi dan Syam.

"tapi aku sudah lama menutup kemampuanku,aku tidak yakin bisa membantu kamu,"ujar Syam ragu.

"kemampuan kamu akan kembali setelah bersinggungan dengan mereka,energi kuat mereka akan membuka kembali apa yg sudah kamu tutup,"jelas Anya menatap Syam.

"jika terlalu berbahaya lebih baik jangan,saya tidak mau ada anggota yg menjadi korban,"ucap komandan Reza.

"tidak ada cara lain,kalian harus bantu kami dengan do'a,"tegas Anya.

Anya terdiam lalu memejamkan mata sebelum terjatuh,beruntung ada Anggota yg menahan tubuhnya,Gibran sudah khawatir dengan keadaan Anya begitu juga dengan semua Anggota.

"jangan lakukan itu Anya, makhluk itu sangat berbahaya kalau kamu menghadapinya sendirian,"jelas Syam saat melihat Anya tidak sadarkan diri.

Andi dan Syam juga punya kemampuan yg sama dengan Anya tapi sejak dulu Tapi mengabaikannya,bahkan sudah di tutup sejak mereka masih kecil tapi saat pencarian kemarin tiba-tiba mereka berdua bisa melihat hal yg tak kasat mata lagi.

"Anya jangan di paksa,Anya!"ucap Sinta.

"ini sangat berbahaya,makhluk itu sangat kuat jangan di paksa,keluar dari sina"Ujar Andi yg masih setengah sadar.

"Andi kita tidak bisa diam,kita susul dia sekarang,"pinta Syam.

Semua orang hanya menyaksikan saja karena tdk paham apa yg di lakukan Anya sehingga harus melibatkan Andi dan Syam.

Terpopuler

Comments

Bang Djun

Bang Djun

penasaran

2025-02-17

0

Matthias Von Herhardt

Matthias Von Herhardt

merinding weyyy

2024-02-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!