Eps.11

Anya tidak mengendarai mobil sendiri karena Fiki dan Andi melarangnya,jadi Anya 1 mobil dengan Syam,Andi dan Fiki. perjalanan menuju desa Kenongo memakan waktu 2 jam.

Anya hanya diam saja saat di perjalanan dan menatap keluar jendela Sembari menikmati pemandangan,Setelah sampai Anya lebih dulu turun dari mobil.

"Setelah 1 tahun,sampai lagi ke desa ini."gumam Anya melihat sekeliling.

"selamat datang semuanya."Sapa ketua kampung desa Kenongo.

"Ketemu lagi kita,pak."Ucap Anya menyalami ketua kampung.

"iya,nak Anya.bagaimana kabar kalian?."Tanyanya.

"Kami semua baik,pak.kabar bapak sama warga di sini bagaimana?."Tanya Anya.

"Kami semua baik,nak.ya walaupun kami kembali khawatir karena semakin banyak orang di berbagai desa dan kota datang kesini."jelas Ketua kampung.

"untuk apa mereka datang,pak?."Tanya Anya basa-basi.

"tujuan mereka semua sama,masuk ke hutan itu karena penasaran dan ingin melakukan pembuktian."Jelas kepala kampung.

"pembuktian? Astaga kenapa mereka segampang itu tanpa memikirkan nyawanya,keluarga dan orang-orang mereka sayangi."kesal Anya.

"kami para warga selalu melakukan penjagaan di malam hari,sampai kami membuat pagar pembatas di depan hutan itu dan juga peringatan agar tidak sembarangan masuk ke hutan tersebut,tapi tetap saja mereka mengabaikan hal itu,bahkan masih ada saja orang yg melompati pagar yg kami buat."Jelas Ketua kampung.

"apakah selama ini masih aman? Tdk ada kejadian yg seperti sebelumnya?."Tanya Anya untuk memastikan.

"Kemarin ada seorang anak dari Desa sebelah yg lolos dari pantauan kami,Dia masuk ke hutan itu.tapi untungnya dia bisa keluar walaupun dalam keadaan yg buruk."ujar Ketua kampung.

"buruk? Maksudnya?."tanya Anya yg tdk paham.

"kami melihat dia keluar dari hutan itu di jam 06.20 dan itu sudah dalam keadaan pucat dan ketakutan,Kami berusaha menenangkan dan bertanya apa yg terjadi,tapi dia tdk menjawab dan hanya meracau seperti orang yg tdk waras."jelas Ketua kampung.

"bagaimana sekarang? Apa masih sama?."Tanya Anya Lagi.

"Masih,tapi semenjak kejadian itu dia sering keluar masuk ke dalam hutan tanpa takut,bahkan kadang di tengah malam."jelas Ketua kampung.

mendengar cerita dari ketua kampung membuat Anya penasaran apa yg terjadi dengan anak itu,Anya berharap bisa bertemu dengan Anak itu nantinya.

"siapa nama anak itu,pak?."Tanya Fiki

"Arhan."Ucap Ketua kampung.

"umur berapa?."tanya Anya.

"17 tahun."Jawab seorang ibu-ibu yg baru datang.

"ibu kenal dengan orangnya?."Tanya Andi.

"Iya,masih keluarga saya."Jawab ibu tersebut.

"Nanti kita bicara lagi,kalian pasti lelah.kami sudah membuatkan kalian tempat tinggal yg berada tepat di samping pos Ronda."Ujar Ketua kampung.

"Kenapa dengan penginapan yg tahun lalu,pak?."Tanya Fiki.

"Penginapannya sudah di robohkan,sekarang pindah ke depan sana,sengaja di bangun di tempat itu supaya kalian bisa lebih muda mengawasi hutan itu,dan juga sepanjang pagar yg kami pasang juga sudah di pasang CCTV."jelas Ketua kampung.

Anya menyeret kopernya begitu juga dengan teman-temannya yg lain,Ketua kampung dan seorang ibu mengantarnya ketempat yg harus di tempati oleh mereka.

Sesampainya di depan rumah itu,Anya mencium bau yg sangat menyengat sehingga membuat Anya muntah,Semua orang heran termasuk ketua kampung.

"Kenapa? Kamu Sakit?."Tanya Andi yg Khawatir.

"nak Anya,kenapa?."Tanya ketua kampung.

"gk tau tiba-tiba saya mencium bau sesuatu yg sangat menyengat,Bau banget."jelas Anya.

"Bau? Bau apa? Saya tdk mencium bau apapun."Ujar Ketua kampung.

Anya menetap rumah yg ada di hadapannya,Dengan menutup mata Anya tau bahwa ada yg tdk beres dengan rumah baru yg harus mereka tempati,Karena takut melukai teman-temannya Anya meminta Kepada Rekanya untuk mengambilkan Air.

"Dean,tolong Ambilkan saya Air,pinjam ember sama Warga."Pinta Anya kepada Dean.

"Untuk Apa?."Tanya seorang ibu.

"kapan pembangunan rumah ini selesai?."Tanya Anya.

"1 Minggu yg lalu,nak."Jawab ketua kampung.

"Sudah di lakukan do"a?."Tanya Anya lagi

"Belum,kamu berencana untuk mendoakan rumah ini di hari jum'at besok."jelas ketua kampung.

"lakukan Malam ini,pak."ujar Anya.

"baiklah,Bu tolong siapkan semuanya ya."ucap ketua kampung pada seorang ibu.

"iya,pak."

Setelah 5 menit Dean dan Fikran datang membawah 1 ember Air,Lalu meletakkannya di depan Anya.Anya berjongkok dan membaca sesuatu kemudian menyiramkan Air itu mengelilingi rumah tersebut di temani ketua kampung,tepat di setiap ujung rumah itu Anya meminta semua yg mengikutinya untuk mundur.

"Mundur."pinta Anya

DUARRR

ada sesuatu yg meletak dari dalam tanah dan mengeluarkan asap tipis,Anya meminta kepada rekannya untuk menggali tempat ledakan tersebut.

"Tolong gali sampai terlihat ada sesuatu yg di tanam."pinta Anya kepada rekannya.

"Biar saya aja yang gali."ucap Andi.

"Hati-hati,pakai sarung tangan saat mengambilnya."ujar Anya.

Andi mengambil Cangkul yg berada di samping pos ronda,dan tangannya memakai sarung tangan yg di bawahnya dari kantor tadi.

Hueekk..

Semua orang serasa mual saat Andi mulai menggalinya karena tercium bau yg sangat menyengat,Andi terus menggalinya hingga sesuatu terbungkus kain hitam di temukan.

"apa isinya? Kenapa bau banget."Ujar Dean.

"biar gue buka."Ucap Andi.

Andi membuka bungkusan kain tersebut dan di dalamnya ada potongan Rambut dan kain putih,Anya mengambilnya sebelum terjadi sesuatu.

"Ayo cari yang lain."Ajak Anya.

Anya melakukan hal sema seperti sebelumnya dan menemukan hal yg sama,setiap sudut rumah di temukan benda yg sama.

"Kita bakar aja."Ujar Anya.

"Ada yg bawah korek?."Tanya Andi kepada rekannya.

"ini punya gue aja."Ucap Syam menyodorkan korek.

Tapi saat ingin membakar benda tersebut suara seseorang menghentikannya,Semua menoleh ke sumber suara tersebut.

"Itu Arhan."Yg ucap seorang ibu.

"Apa yg dia lakukan disini? Kenapa dia menghentikannya?."Tanya Fiki dan Rangga.

Anya melangkah maju menatap tajam ke arah Arhan yg sedang mendekat,Arhan memasang wajah marah karena Andi mencoba membakar benda tersebut.

"Arhan,kenapa kamu kesini lagi?."Tanya seorang ibu.

"Diam."Singkat Arhan.

Semua kaget dengan suara nyaring milik Arhan,Anya tdk menanggapi apapun dan hanya menatap saja.

"Kenapa kamu ambil benda itu?."Marah Arhan di hadapan Anya.

"Kenapa? Kamu tau benda itu?."Tanya Anya lembut.

"Kamu yg menanam benda ini?."Tanya Andi.

"Bakar,Andi."Suruh Anya.

Mendengar hal itu Arhan mendorong badan Anya dengan sangat keras.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!