Semua Anggota baru tau kalau Andi dan Syam punya kemampuan yg tidak di miliki oleh semua orang,Andi dan Syam benar-benar membantu Anya untuk menolong para korban,hingga Andi kehilangan semua kesadarannya dan pingsan.
"kita lakukan seperti yg pernah di lakukan sebelumnya,nyalakan timer sekitar 30 menit,"Pinta Sinta dengan cemas.
Dewa segera mengambil ponselnya dan menyalakan timer untuk berjaga-jaga,wajah semua orang terlihat sangat panik karena melihat badan Andi,Syam dan Anya yg masih tdk bergerak.
Gibran berjalan mendekat ke arah pohon tersebut,sembari menyiramkan air dan tdk lupa membaca doa yg di ajari oleh Anya.
"gimana? Sudah ada?"tanya Dewa melihat Gibran.
"belum,sepertinya akan sulit."ujar Gibran.
Gibran dan Dewa berdiri menatap Anya yg masih tidak bergerak,Sementara Komandan Reza dan Polisi Raden masih bingung dengan apa yg dilihatnya karena ini pertama kalinya mereka berdua melihatnya secara langsung.
"Pak,awalnya saya gk percaya yg seperti ini,sekarang saya jadi bingung,"bisik komandan Reza
"saya juga sama,kita liat saja hasil dari apa yg mereka bertiga lakukan,"jawab Polisi Reza.
"saya baru tau kalau anggota saya ada yg bisa melihat makhluk halus,"celetuk Polisi Raden.
30 menit sudah berlalu dewa dan Gibran meletakkan tangan kanan mereka di dadanya,sampai Akhirnya Anya bangun tapi keadaannya tidak terlihat baik.
UHUKZ..UHUKZ..!!!
Anya dan Syam batuk dan mengeluarkan dar*h dari hidung dan mulutnya sementara Andi masih tidak bergerak,Semua orang kaget dengan keadaan Anya.
"Gimana? apa korban sudah ketemu?"Tanya Sinta.
"Andi belum kembali,dia tidak bergerak sama sekali,"ujar Dewa khawatir.
"Aku harus turun ke dalam lubang itu,Sukma Andi terjebak di sana jangan ada yg mendekati lubang itu sampai kami bertiga kembali,"ucap Anya menatap badan Andi yg masih tdk bergerak.
"apa maksud kamu? Terjebak? Makhluk itu menahan Sukma Andi?"tanya salah satu Anggota.
"aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu sekarang,"saut Anya menatap tajam.
"Cepat Anya,kita tidak memiliki waktu banyak,"ajak Syam menatap Anya.
"kenapa jadi begini? Apa yg kalian berdua lakukan?"tanya komandan Reza dengan wajah Khawatir.
"Jangan khawatir saya akan bawah kembali Anggota Anda,"jawab Anya menenangkan komandan.
SSEEERRRKKKKK......!!!!!!!
Tiba-tiba badan Anya di tarik oleh sesuatu yg tdk terlihat,Semua orang berusaha untuk menahannya tapi gagal dan Anya masuk ke dalam lubang tersebut.
"Anya! Jangan Anya,"teriak Dewa histeris.
"Anya!"panggil Gibran dan Sinta.
"jaga Badan Andi,aku baik-baik saja!."Teriak Anya sebelum benar-benar masuk ke dalam lubang.
"aku akan susul Anya,kalian jangan ada yg mendekat ke lubang itu dan jaga Andi,"pinta Syam pada semua anggota.
Syam melompat ke dalam lubang itu tanpa alat sama sekali,hak itu semakin membuat semua orang khawatir,karena mereka tidak seberapa dalam lubang tersebut.
"Syam!"
tapi Syam sama sekali tidak memperdulikan semua orang yg sudah melarangnya.
"bagaimana sekarang? apa yg terjadi?"khawatir Polisi Reza.
"An..."ucapan Komandan terpotong saat Gibran menahan tangannya.
"jangan di sentuh komandan,Anda bisa membahayakan nyawanya biarkan saja,jangan ada yg menyentuh dan memanggil namanya sebelum ada pergerakan dari badannya sendiri,"jelas Gibran kepada semua orang yang ada di sana.
"lebih baik kita semua berdoa untuk keselamatan mereka bertiga,juga semoga korban yg hilang bisa kita bawah pulang,apapun keadaannya,"ujar Dewa pada semua orang.
Sebelum berdoa bersama Polisi Raden Meminta semua anggota untuk mendirikan tendanya kembali,sembari menunggu apa yg akan terjadi sebentar lagi.
Setelah selesai memasang tenda,semua Anggota berdoa yg di pimpin oleh polisi Raden,Badan Andi berada tepat di depan tenda milik Gibran dan juga Dewa karena hanya mereka bertiga yg tau apa yg akan di lakukan saat ada pergerakan dari badan Andi.
"ini sudah tengah hari,kita masih punya banyak waktu sampai jam 04.00 sore,"ujar komandan Reza.
AAAAKKKHHHH!!!!...
suara teriakan Anya terdengar dari dalam lubang itu,Semua menoleh ke sumber suara dengan rasa khawatir serta penasaran.
badan Andi bergerak seperti kejang-kejang dan dengan cepat Dewa juga Gibran membantunya,Akhirnya Andi membuka mata dan segera memaksa bangun walaupun hidungnya mengeluarkan dar*h.
"dia bergerak,"
"lo baik-baik aja?"
"Andi,kamu tidak apa-apa"tanya komandan.
"saya baik-baik saja,tapi saya harus turun untuk membantu Syam dan Anya,"jelas Andi.
"kondisi kamu tdk memungkinkan untuk turun,tapi bagaimana dengan Gadis yg tadi?"ujar komandan Reza
"Anya sama Syam berusaha keras untuk menghancurkan pagar penjaganya tapi kalau saya membiarkan dia sendiri bisa bahaya,saya harus turun untuk membantunya,komandan,"ucap Andi.
"baiklah bawah perlengkapan untuk turun kebawah,tapi berhati-hati,"pesan polisi Raden.
Beberapa Anggota menyiapkan tali yg akan di pakai untuk turun ke lubang itu,Karena takut ada Anggotanya yg dalam bahaya komandan kembali bertanya.
"ini benar tidak apa-apa? berapa meter kedalaman lubang ini?"tanya komandan Reza
"sekitar 5-6 meter,komandan,"jawab Andi.
Semua Anggota berjibaku untuk masuk ke dalam lubang tersebut,kencangnya Angin yg masih berpusat di lubang dan pohon itu menjadi tantang tersendiri,serta anggota yg harus ekstra hati-hati karena semakin masuk ke dalam Kondisinya semakin sempit dan gelap.
"kami sampai di dasar"ucap Andi dari monitor.
"apa korban sudah terlihat,segera naikkan korban terlebih dahulu?"tanya komandan.
"kami belum menemukannya,"ujar Andi.
Andi menatap tajam ke setiap sudut untuk mencari Anya,Karena hanya Anya yg bisa membantunya untuk menemukan para korban.
"Jangan sembunyikan gadis itu,Kalau terjadi sesuatu dengan gadis itu maka kamu akan berhadapan dengan ku,"teriak Andi memperingatkan Makhluk besar tersebut.
"Aaaaaakkkhhhh,Syam tolong!"Teriakan Anya terdengar.
"kamu dimana?"teriak Syam menatap sekitar.
"Anya,kamu dimana?"Tanya Andi.
Tiba-tiba Makhluk besar tersebut berubah menjadi seorang wanita tua,Andi tau ini manipulatif dari sosok besar tersebut.
"saya minta kepada kamu,kembalikan gadis yg kamu tahan dan juga ketiga korban,"ucap Andi kepada nenek tersebut.
"cari Anya sekarang,biar gue yg menghadapi makhluk ini,"pinta Andi pada Syam.
"Lo hati-hati."
"Mereka akan tetap berada disini,usaha kamu akan sia-sia untuk membantu mereka berempat justru kamu akan menjadi korban selanjutnya,"saut makhluk tersebut.
Andi membacakan doa yg membuat sosok tersebut kepanasan,terlihat makhluk itu mengeluarkan Asap saat Andi melantunkan ayat suci.
Sedangkan Syam masih mencari keberadaan Anya yg di sembunyikan oleh makhluk tersebut,tiba-tiba Anya keluar dari cela bebatuan dengan keadaan yg buruk.
"Anya,"panggil Syam menghampiri Anya.
"kita bantu Andi sekarang,"ajak Anya menarik tangan Syam.
Dengan jalan yg sempoyongan Anya segera berlari mencari keberadaan Andi,Sebisa mungkin Anya dan Syam membantu Andi untuk melumpuhkan sosok itu,walaupun kondisinya sudah tdk memungkinkan.
"Aaakkhhhh,Hentikan panas,panas!!"teriak sosok itu yg mulai kesakitan
kondisinya yg sudah memburuk membuat Anya harus berhati-hati dalam bertindak,karena hal sepeti ini menjadi celah bagi makhluk lainnya untuk menyerang Anya.
Mereka bertiga berhasil melumpuhkan makhluk tersebut dengan bersusah payah,rasa sakit luar bisa Anya rasakan di bagian dada,sekali lagi Anya muntah darah akibat serangan sebelumnya.
perlahan kabut mulai menghilang dan korban yg di sembunyikan terlihat,mereka di ikat pada batu dalam keadaan telanjang dan memar di sekujur tubuh.
"Astaghfirullahalazim,"ucap Syam terkejut dengan keadaan Korban.
"segera naikkan mereka,tempat ini masih sangat berbahaya buat kita,"jelas Anya pelan.
"Anya,kamu yakin baik-baik saja?"tanya Syam menghawatirkan kondisi Anya.
"kondisi kamu,lebih baik duduk saja biar saya yg mengurus ini,"pinta Andi.
"kalian bisa melihat luka dalamku karena ulah makhluk itu? kemampuan kalian boleh juga"jawab Anya sembari tersenyum pada Andi dan Syam.
Anggota yg turun ke lubang itu memasukkan korban kemudian mengikatnya untuk di naikkan ke atas,kondisi korban sudah mulai membusuk karena sudah 1 minggu sementara Syam sesekali menatap Anya yg sedang menahan rasa sakit pada bagian perut dan dadanya.
"kami menemukannya,mulai tarik talinya,komandan,"ucap Andi di monitor.
"kami akan menariknya,tapi kalian baik-baik saja?"tanya komandan Reza.
"iya,komandan,"singkat Andi kepada komandan Reza.
Setelah semua korban di naikkan Anya,Syam dan Andi juga sampai di atas dengan kondisi yg sangat lemah,terutama Anya yg terluka parah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Daliffa
udah Buntet nich hidung,karna tegang bacay jdi agak nahan nafas,bner2 tegang bngt..
2025-03-30
0
Matthias Von Herhardt
Tegang woyyy
2024-02-04
0
boludin amo a shiro
Pengen baca lagi dan lagi!
2023-10-09
0