Bab 11

Apa yang terjadi sama gue?

Kenapa rasanya ringan?

Geet beringsut bangun melihat sekeliling.

"Ini kan di belakang gedung? Lho udah pagi. Semalem, apa gue mimpi ya?"

Geet berusaha fokus mengingat yang terjadi semalam.

Ia dibuang di tempat ini oleh geng Purple. Lalu ia berniat bunuh diri dengan lompat dari atap. Baru masuk gedung, ia mendengar suara orang dipukul dan dibedah.

"Ini pasti gue mimpi buruk gara-gara dibuang di tempat horor begini." Geet berdiri dan celingukan mencari jalan.

"Mending gue pergi dulu. Walau bingung juga gue harus ke mana. Kayaknya ini jauh dari pemukiman warga. Tapi kalo gue jalan siapa tau ada mobil lewat bisa numpang sampai jalan raya."

Baru melangkah, dari ujung jalan muncul dua mobil ke arahnya.

Geet terkejut melihat orang-orang berbaju hitam yang ia lihat di mimpinya.

Mereka turun dari mobil dan memasuki gedung.

Lalu tiba-tiba saja terdengar suara gaduh dari mobil seperti suara tendangan.

Geet mengendap-endap menuju mobil dan mengintip dari jendela.

Matanya melotot lebar melihat sekitar lima orang diikat. Semuanya berpakaian lusuh dan kotor.

Muncul beberapa orang berbaju hitam dari dalam membuat Geet kaget dan bersembunyi.

"Buruan bawa! Hati-hati jangan sampai ada penyusup lagi."

Tiba-tiba salah satu dari mereka membuka pintu kemudi membuat Geet panik ketahuan.

Tapi ada yang aneh...

Pria baju hitam itu seperti tidak melihatnya.

Meski ada di depan mata.

Geet makin bingung ketika dari belakang ada yang berjalan ke arahnya namun menembus tubuhnya, seperti dirinya tembus pandang.

Ia menatap kedua tangannya, bingung.

"Enggak! Ini pasti gue mimpi. Kenapa nggak ada yang bisa lihat gue??"

Ia mencoba memukul pria baju hitam namun tembus seakan ia seperti asap.

"Apa gue udah mati?"

Geet melihat para sandera digotong masuk gedung.

Ia membuntuti dan melihat para pria berbaju hitam mondar-mandir di depannya tanpa bisa melihatnya.

"Aarrggggghhh!!" Jeritnya frustasi.

Tiba-tiba bahunya ditepuk dari belakang.

Ia berbalik dan terkejut melihat pria berkemeja putih berwajah tampan ada di hadapannya.

"Lo siapa?? Kok lo bisa lihat gue? Yang lain nggak bisa...???" Geet sungguh panik.

"Tenang. Jangan panik. Arwah bisa ngeliat sesama arwah," jawab pria itu membuatnya kaget.

"Arwah? Jadi maksud lo gue udah mati??"

"Mungkin. Lo baru di sini?"

Geet mendelik tajam pria itu. Matanya menyipit bingung melihat wajahnya.

"Tunggu tunggu... Gue kenal sama lo."

Alis pria itu mengangkat. "Lo kenal gue?"

Mata Geet melotot lebar. "Lo Huza Adrian kan?? Peserta Grand Final kontes menyanyi di VR TV?"

Pria itu diam saja dan berbalik pergi.

Geet membuntutinya sambil mengoceh.

"Lo di sini ternyata? Semua orang nyariin lo, gue sampe bela-belain bongkar tabungan buat beli tiket konser lo. Tapi lo...??" Geet terdiam begitu pria itu terduduk di lantai.

"Tunggu sebentar, apa lo udah mati?"

Huza mendelik tajam. "Dan lo juga. Kita sama-sama udah mati."

"Nggak mungkin! Ini pasti gue cuma mimpi deh..."

"Buktinya nggak ada yang bisa lihat kita. Coba lo perhatiin emang ada yang denger suara lo."

Geet tak habis pikir dengan situasi ini.

Tapi yang ia rasakan memang berbeda. Tak ada rasa sakit. Tubuhnya lebih ringan.

"Huza, kok lo bisa ada di sini?"

Huza angkat bahu. "Gue juga nggak inget. Gue mau pergi ke tempat konser, karena macet gue naik ojek online ke tempat acara. Tapi gue terjebak di sini dan gue nggak bisa ingat apapun, dalam kondisi udah jadi arwah gentayangan begini."

Geet melihat sosok Huza sama persis dengan yang ia saksikan di TV.

"Umur lo sembilan belas tahun kan?" Tanya Geet.

"Ya. Waktu gue mati, umur gue segitu. Gue nggak tau ini udah berapa lama gue gentayangan. Entah kalau gue masih hidup udah usia berapa gue sekarang."

Geet duduk di sampingnya. "Lo ngilang lima tahun lalu. Kalau lo masih hidup, umur lo sekarang dua puluh empat tahun."

Huza menghela nafas berat. "Gue mati sia-sia tapi gue terjebak di sini. Gue nggak bisa pergi dengan tenang. Karena gue belum tau penyebab gue mati. Di mana jasad gue. Mungkin itu yang bikin gue gentayangan."

Geet tak menyangka bertemu idolanya yang lama hilang. "Eh karena lo udah lama nih di sini, lo tau kan ini semua ada apa? Kenapa orang-orang itu diculik dan...?"

"Mereka sindikat human trafficking. Berkedok jual organ tubuh manusia," jelas Huza membuat Geet merinding.

"Jadi, orang-orang itu...??"

"Perlu gue jelasin? Baru denger segitu aja lo udah takut."

Geet ingat yang terjadi semalam ternyata bukan mimpi.

Ia melihat ada orang dibaringkan di meja operasi dan dibius lalu dibedah, setelah itu ia pingsan terkena pukulan dari belakang.

"Jadi gue dibunuh karena ketahuan nyusup dan intai mereka." Geet terjatuh lemas.

***

Terpopuler

Comments

Ririn Santi

Ririn Santi

eh beneran nih thor pemeran utama nya mati? wow penderitaan yg sempurna dan totalitas hehe.....

2023-10-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!