"Geet, kamu baru pulang?" Tegur Tina.
"Iya Tante." Jawab Geet singkat.
"Kamu masak hari ini ya. Mas Boni mau datang dengan keponakannya."
Geet mendengus dingin. Om ganjen itu dateng sih nggak ada aman buat gue, batinnya.
Tina sendiri tak peduli dan sibuk menjawab telepon.
"Halo? Bagaimana? Ah arisannya ditunda tidak jadi besok? Kapan? Lusa? Baik. Aku pasti datang. Kali ini harus aku yang dapat ya.. iya dong, kalung emas itu udah aku incer sejak bulan lalu."
Geet bergegas ke kamar dan mengganti pakaian. Buru-buru ke dapur dan mulai masak.
Mengingat harus memasak untuk Boni yang kerap mengganggunya, membuatnya gondok dan berharap pria itu sakit perut setelah makan masakannya.
Setelah makanan selesai, pokoknya gue harus cari alasan bisa pergi, batinnya.
Ia mengambil HP dan mengirim chat pada Emon, sahabatnya.
#Mon, jemput gue di rumah.#
Setelah itu ia memasak. Hanya ayam goreng mentega, perkedel daging, dan cah kangkung. Tak peduli nanti Tina komplain hanya ada tiga masakan. Toh untuk makanan tambahan ia bisa memesan di luar.
Bergegas ia mandi dan ganti baju.
"Lho kamu mau ke mana, Geet? Mas Boni mau dateng lho.." tegur Tina melihat Geet sudah rapi.
"Aku ada janji sama Emon, Tante. Mau nonton."
"Nggak bisa ditunda? Mas Boni mau bawa keponakannya ke mari. Kamu kan belum kenalan."
"Duuh tiketnya udah dibeli, Tante.. next time juga bisa aku ketemu ya.." Geet mengenakan sepatu dan mengambil tas. "Aku pergi dulu, Tante.." Geet bergegas keluar rumah dimana Emon sudah menunggu.
Tanpa Tina lihat, Geet mengambil kantong plastik isi baju yang dilempar lewat celah jendela kamarnya dan bergegas keluar rumah.
"Mau ke mana sih kamu?" Tanya Emon heran.
"Ntar gue jelasin. Buruan bawa gue pergi!"
Emon menyalakan motor pink nya dan Geet naik ke boncengan.
Melihat mobil muncul dari ujung jalan, Geet langsung menepuk-nepuk pundak Emon.
"Buruan jalan!"
"Iya iya pegangan..."
Emon melajukan motornya.
***
"Lho itu siapa Om? Keluar dari rumah Tante Tina?"
"Kayaknya keponakannya Tina. Dia seusia sama kamu." Boni memarkir mobilnya di depan rumah. Kesal Geet pergi ketika ia datang. Gadis belia itu sungguh mengganggu pikirannya karena begitu cantik tapi sudah berbulan-bulan ia sering datang ke rumah tak pernah berhasil ingin merasakan lembutnya kulit Geet.
"Ayo turun."
Boni dan keponakan perempuannya turun dari mobil.
"Om, ini rumah pacar Om?"
"Iya. Yuk masuk."
Om dan keponakan itu turun dari mobil disambut senyuman manis Tina yang menunggu di teras.
"Nunggu lama?" Boni langsung cium pipi kanan kiri Tina.
"Nggak kok. Ini yang cantik keponakan kamu ya Mas?"
"Iya ini keponakanku. Namanya Lesta. Kenalin."
Lesta menyalami Tina. "Aku Lesta, Tante..."
"Yuk masuk."
Begitu masuk rumah, Lesta melotot melihat foto yang terpasang di dinding ruang tamu.
"Tante, ini siapa? Kok fotonya ada di sini?" Tanyanya.
"Oh itu keponakan Tante. Namanya Geetazia. Panggilannya Geet. Tapi dia baru aja pergi sama temennya. Mau nonton katanya."
Whattt??? Om gue pacaran sama Tantenya cleaning service????
Lesta yang dendam akibat Eros yang terobsesi pada Geet, mendadak punya ide.
"Tante, Geet itu hebat ya."
"Lho? Kamu kenal sama Geet?"
"Dia kan kerja di kampusku, Tante. Dan banyak banget cowok yang ngejar dia."
"Oh ya? Kok Geet nggak pernah cerita?"
"Saking terkenalnya, banyak yang booking dia, Tante.."
Tina dan Boni kontan kaget mendengar bualan Lesta yang terdengar meyakinkan.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments