Bab 14

Suasana masih gelap pukul 2 dini hari.

Jalanan masih sepi.

"Pertama kali lho gue nge-date sama cowok..." Geet senyum-senyum jalan bergandengan dengan Huza. Meski tak ada rasa hangat, tapi Geet bahagia bisa bergandengan dengan laki-laki.

Huza mendelik. "Nge-date? Emang lo nggak pernah pacaran?"

"Nggak pernah. Mana ada yang mau sama cleaning service kayak gue. Bisanya cuma rendahin gue doang." Geet teringat Afran yang selalu baik padanya. "Tapi gue punya temen. Tetangga gue. Dia calon dokter. Namanya Afran. Tapi gue sering ditegur Om nya supaya jauh-jauh dari Afran karena dia mau fokus kuliah. Tapi Afran selalu baik sama gue. Cuma gue selalu jaga jarak sama dia."

"Kenapa mesti jaga jarak kalau dia orang baik?"

"Hmm,... Gimana ya? Karena gue nggak mau dia terlibat masalah aja kalau sama gue. Mungkin sekarang dia udah selesai ujian dan dinobatkan jadi dokter."

Huza memahami yang dikhawatirkan.

"Kalo lo gimana, Za? Semasa hidup lo punya pacar?" Tanya Geet penasaran.

"Gue pernah punya pacar waktu masih SMA. Namanya Dini. Tapi hubungan kami nggak bertahan karena Dini nggak suka gue terlalu prioritaskan adik-adik panti ketimbang dia." Langkah mereka terhenti melewati jalan sepi ada mobil terparkir.

"Siapa nih tengah malem parkir di sini?" Geet celingukan mencari pemiliknya.

Huza terkekeh. "Nggak usah dicari. Pemiliknya ada di dalem mobil tuh."

Mata Geet menyipit melihat jelas isi mobil yang berguncang

"Lo ngerti istilah 'mobil goyang' kan?" Huza menahan tawa mobil bergoyang tak henti diiringi suara d*sahan dari dalam.

Geet bergidik geli dan cekikikan. "Nggak modal amat ya begituan di tempat begini. Di hotel kek."

"Hemat waktu hemat biaya. Yuk jalan lagi."

Mereka melewati mobil dan melihat isi mobil, seorang wanita tanpa busana, duduk di pangkuan pria tua yang merem melek kenikmatan goyangan pinggul wanita itu.

Huza berdecih melihat wajah wanita itu. "Udah lama nggak ketemu ternyata dia jadi wanita murahan."

Geet melihat isi mobil. "Siapa maksud lo?"

"Itu yang namanya Dini, mantan pacar gue." Huza menarik tangan Geet. "Yuk jalan."

"Untung aja lo putus sama dia ya," kata Geet melihat raut wajah Huza. "Udaahhh nggak usah bete gitu. Kita main aja gimana?"

"Main apaan?"

"Petak umpet."

Huza terkekeh, kehadiran Geet membuatnya menjadi lebih berwarna meski sudah menjadi arwah.

"Boleh. Kita suit jari ya, yang kalah jaga."

"Siapa takut? Yuk mulai.." Geet bersiap suit.

"Kita boleh ikutan?"

Geet dan Huza menoleh, terkejut melihat ada tiga hantu.

Baru sadar mereka berhenti dekat makam kuburan.

"Waduuhh... Baru nih kita ketemu sesama hantu.." Huza tersenyum geli.

Ada hantu anak kecil perempuan berambut pendek, ada hantu pria remaja berlumuran darah, ada nenek tua memakai kain kepalanya berdarah.

"Lho kalian kok gentayangan? Nggak tenang ya matinya?" Tanya Geet.

"Namaku Wina. Aku mati diperkosa sama preman, Kak. Aku gentayangan nggak bisa mati tenang sebelum bales dendam," kata Wina.

"Kalau gue Deni, gue korban begal motor bareng Nenek gue, Nenek Tini. Gue ditusuk sampe mati, Nenek gue dipukul pake batu," jelas Deni.

Semua mati dalam ketidakadilan.

"Ohh jadi kalian gentayangan karena belum bales dendam? Udah lama matinya?"

Mereka jadi bergosip antar hantu, healing menikmati dunia kasat mata mereka.

***

Terpopuler

Comments

princess Halu

princess Halu

hantu2 kepo😂

2024-05-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!