Usapan lembut di pahanya mengusik tidur nyenyak Geet. Ia membuka mata dan terkejut menyadari ada yang menggerayangi tubuhnya.
"Mas Don??" Geet beringsut menjauh begitu tangan penuh bulu itu hendak berkelana diantara kedua pahanya
Ngapain pacarnya Emon ke mari???
Pria berusia tiga puluh dua tahun dengan berewok sepanjang dagunya, menatapnya begitu nafsu.
Geet buru-buru menghindar.
"Saya temannya Emon, cuma numpang tidur."
"Numpang hidup juga nggak apa-apa, asal bayar sama tubuh kamu."
Apa??
"Maksudnya?"
"Saya mau tubuh kamu."
Geet tak bisa berkata-kata begitu melihat Emon hanya berdiri di ambang pintu menatapnya memelas.
"Mon, maksud lo apa??"
"Maaf Geet, aku cerita sama Mas Don tentang masalah kamu, ya sekarang kamu lagi kesulitan. Mas Don mau tawarin kamu jadi kayak aku."
"Kayak lo? Maksudnya??"
"Ya jadi milikku, cantik.." Don meraba paha mulus Geet lagi, namun Geet menghindar.
"Mon, bisa kita bicara dulu?"
Don berdiri. "My baby Momon, lakuin tugas kamu. Aku tunggu di mobil."
Begitu Don keluar kamar, Emon langsung menutup pintu, Geet langsung berdiri menatapnya tajam.
"Maksudnya apa ini, Mon? Apa maksud Mas Don pengen gue? Bukannya dia nggak doyan perempuan?"
Emon menghela nafas lesu. "Tadinya aku cerita sama Mas Don tentang kamu. Maksudnya supaya Mas Don bisa cariin pekerjaan buat kamu. Taunya dia tanya kamu masih virgin apa enggak. Ya aku jawab masih. Tiba-tiba aja dia minta kamu gabung jadi partner threesome."
What???
Jadi partner ranjang Don dan Emon??
Mimpi buruk apa lagi ini??
"Hidup kamu akan terjamin, Geet. Aku juga baru tau kalau Mas Don itu bisexual. Dia mau tanggung hidup kamu, bahkan kamu mau dibelikan apartemen. Turutin aja Geet, daripada kamu luntang-lantung nggak nentu mau ke mana."
Geet mendengus kesal. "Ya udah deh gue mau."
Senyum Emon mengembang. "Gitu dong. Ya udah kamu ganti baju siap-siap. Aku sama Mas Don tunggu di mobil."
Begitu Emon pergi, bergegas Geet mengganti pakaian dengan celana jins, kaus dan jaket. Ia mengikat rambutnya. Setelah mengenakan sepatunya, ia masuk kamar mandi dan menguncinya.
"Gila banget tu si Emon! Emang gue binatang mau nge s*x bertiga gitu? Najis deh.. mending gue kabur!"
Geet melewati jendela kamar mandi dan kabur lewat pintu samping.
***
"Ke mana lagi gue bisa pergi?" Geet melangkah lunglai di jalanan yang sepi karena sudah tengah malam.
"Kenapa sih hidup gue gini amat??" Umpatnya sambil duduk di pinggir trotoar.
"Udah punya bokap dipenjara dan nggak mau ngakuin gue. Di-bully melulu sampai ada yang minta gue jadi sugar baby. Tante Tina lebih percaya orang lain ketimbang gue keponakannya. Eh sekarang sahabat gue sendiri berkhianat dengan ngerendahin gue! Br*ngsek emang si Emon! Gue pikir dia yang satu-satunya nggak bakal kecewain gue, satu-satunya yang melindungi gue, satu-satunya yang sayang sama gue. Ternyata dia pengkhianat! Anggap gue serendah itu."
Geet memeluk kedua lututnya. "Tapi gue harus ke mana sekarang??"
Lagi bingung gitu, terlintas ingin minta bantuan Afran.
"Eh jangan deh, gue nggak mau ngerepotin dia lagi. Yang ada kuliahnya nggak kelar-kelar gue lagi yang disalahin sama Om nya." Ia celingukan.
"Gue cari pos ronda atau mushola deh, malam ini gue bisa numpang tidur." Geet menelusuri jalan mencari tempat terdekat untuk istirahat.
Tiba-tiba melintas mobil sedan merah yang langsung berhenti di depannya.
Empat gadis berdandanan seksi turun dari mobil.
"Waaahhh gue nggak salah liat kan?? Ini cewek babu tadi siang kita iket di rooftop, kok bisa kelayapan di sini?"
Ternyata geng Purple mencegatnya.
Memang hidupnya sudah tertulis tidak akan pernah bisa tenang apalagi berurusan dengan mereka.
"Kalian nggak perlu sibuk bully atau fitnah gue lagi! Gue udah resign nggak akan kerja di kampus lo pada lagi!" Kali ini Geet berani bicara, tidak seperti biasanya yang diam saja.
"Waahhh mainan kita resign, girls? Nggak ada hiburan lagi dong kita."
"Iya nih padahal kita terhibur lho ada babu kayak lo di kampus."
"Setidaknya lo jadi hiburan kalau kita sumpek sama mata kuliah."
Geet berbalik pergi, mendadak rambutnya ditarik Bella. "Awwww..."
"Heh! Udah gue peringatin lo jauhin Afran! Masih juga lo kecentilan deket-deket dia!"
"Gue nggak ada apa-apa sama Afran!"
"Tapi barusan lo dibonceng motor sama dia jangan kira gue nggak tau!"
"Mampusin aja, Bel.. biar nggak songong! Sok kecakepan sih!"
"Iya, sok cantik lo! Si Eros kurang ajar lagi pake banding-bandingin kita sama ni babu! Padahal lo bukan siapa-siapa!"
"Bener tu! Tante lo aja udah usir lo kan? Ngapain lagi lo hidup? Nggak guna! Kita mampusin aja!"
"Wait... Gue punya ide yang lebih brilian!"
Geet merasa hidupnya sudah di ambang kehancuran begitu dihantam pukulan keras membuat kesadarannya hilang seketika.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments