Mereka membawa Geet jauh ke pinggiran kota, melewati hutan dan memasuki kawasan yang sudah terbengkalai dan sepi.
"Bel, lo serius mau buang dia ke sini?" Tanya Sherry merinding melihat sekeliling.
"Tempatnya horor gini. Tempat apaan sih?" Lesta merinding melihat bangunan yang terbengkalai begitu kumuh.
"Dulu tempat ini bangunan biasa. Tapi karena kebakaran dan terbengkalai, udah lama kosong. Kita tinggalin aja ni babu di sini. Paling juga dia ngebusuk dan nggak akan ditemuin orang."
"Bener tu, jadi udah nggak ada saingan lagi buat lo dapetin Afran, Bel." Geeta mendukung usul Bella. "Selama ini Afran nggak respon lo karena ni cewek kan?"
"Ya walau gue nggak rela kalah dari ni babu, tapi gue harus lakuin apapun buat singkirkan dia."
"Itu baru kapten kita."
"Ya udah mumpung masih pingsan, buruan buang tu ke semak-semak."
Mereka melempar tubuh Geet hingga menggelinding ke semak-semak.
"Buruan yuk pergi! Lanjut party.."
"Come on!"
Mereka semua pergi meninggalkan Geet yang setengah sadar berbaring di tanah.
Air matanya mengalir. Ia sungguh terhina dengan perlakuan yang diterimanya.
Dia hanya ingin hidup tenang. Normal seperti orang lain. Tapi nasibnya kurang beruntung.
Tidak ada yang menyayanginya. Semua hanya menindas dan merendahkannya.
Ia mengerjapkan mata dan terduduk memperhatikan sekeliling.
Di hadapannya ada bangunan terbengkalai, tak ada tanda-tanda kehidupan.
Ia beringsut bangun dan berjalan memasuki gedung.
Lebih baik gue lompat dari atap, biar ilang semua nasib sial gue, batinnya.
Begitu naik tangga, tiba-tiba telinganya mendengar suara jeritan tertahan. Seperti jerit kesakitan.
Lho? Ada orang di sini?
Geet celingukan mencari sumber suara, dan menaiki tangga.
Sebisa mungkin tak bersuara.
Duakkkk..
Ia terkejut mendengar suara pukulan disambung rintihan tertahan.
Dari arah kiri, ia melihat dua orang pria berbaju hitam mengenakan topeng, menggotong seseorang dari sebuah ruangan, menuju ruangan lain.
Jadi tempat ini berpenghuni?
Ngapain mereka di sini?
Lalu itu, dibawa ke mana?
Geet memperhatikan bangunan ini sudah terbengkalai hingga banyak tembok yang berlubang.
Geet mengendap-endap menuju ruangan itu dan mengintip dari celah tembok.
Matanya menyipit melihat ruangan itu penuh orang disekap. Dengan tangan kaki terikat, mulut disumpal kain.
Siapa mereka?
Penampilan semuanya lusuh dan kotor. Sepertinya semua diculik.
Tapi untuk apa?
Tiba-tiba dari dalam ruangan lain yang berseberangan, keluar empat orang pria memakai masker membawa dua boks pendingin.
"Cepat kirim ini, dan jangan lupa hitung uangnya. Dan lo, bawa sisanya untuk dikubur."
"Siap Bos."
Dua orang bergegas pergi membawa boks, sedangkan yang satu membawa karung dari ruangan meninggalkan gedung.
Geet jadi curiga, ada apa ini?
Ketika ada yang datang lagi, Geet langsung bersembunyi sambil mengintai.
Dua orang masuk ruangan dan memeriksa orang yang diikat satu per satu.
"Yaelah yang ini matanya udah rusak. Mana bisa diambil."
"Dalemnya siapa tau masih bagus. Buruan, ada pesenan lebih banyak buat dikirim ke luar. Angkut yang itu aja."
"Yang golongan darahnya AB negatif yang mana?"
"Tuh gembel yang cuma pake kain golongan darahnya AB negatif."
Mereka langsung mengangkut orang yang dimaksud, namun orang itu berontak hingga dipukul sampai pingsan.
"Ngerepotin aja sih! Mana kencing sembarangan.. awas lo gue kubur di belakang kandang ayam ntar!"
Mereka pergi ke ruangan lain.
Geet diam-diam membuntuti sebisa mungkin tak bersuara, lalu mengintip dari celah tembok.
Matanya melotot melihat orang-orang tadi membaringkan pria yang diikat di atas meja operasi, ada dokter dan pisau bedah.
Lalu pria itu disuntik hingga tak sadarkan diri.
Geet menutup mulut berusaha tidak berteriak begitu pisau bedah membelah tubuh pria itu.
Duakkkk...
Geet pingsan seketika terhantam kayu dari belakang.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments