"Awww... Sakit.."
"Tahan sebentar. Kalau nggak cepat diobatin bisa makin parah."
Geet meringis begitu Afran mengoleskan obat pada punggung tangannya yang memar.
"Mereka nggak ada kapoknya gangguin lo." Afran meniup luka yang cukup parah itu.
"Itu gara-gara tadi pagi lo anter gue. Awww.... Pelan-pelan.."
Afran mendengus kadang kesal geng itu kerap mengganggu Geet karena dekat dengannya.
"Lo kenapa diem aja? Lo punya hak ngelawan kok."
Geet diam saja dan mendengus kesal.
"Udah Fran, gue mau lanjut kerja." Geet menarik tangannya dan berdiri. Namun Afran menyambar lengannya cepat.
"Geet, lo marah sama gue?"
Geet melepaskan pegangannya. "Gue nggak ada hak untuk marah. Lo itu populer di sini. Banyak penggemar. Sedangkan gue cuma cleaning service di sini. Wajar gue kena bully."
Setelah bicara begitu, Geet mengambil sapu dan mendirikan kembali tong sampah.
Afran ingin membantu Geet namun teringat harus menemui dosen.
Geet melanjutkan pekerjaannya.
Sudah tiga bulan ia bekerja sebagai cleaning service di kampus bergengsi tempat Afran kuliah. Dan karena Afran kerap perhatian padanya, membuat ia jadi bulan-bulanan gadis yang diabaikan Afran.
"Ehh ada cleaning service cantik nih.."
Kali ini geng motor yang diketuai Eros anak pemilik showroom mobil yang gayanya selangit, datang mengganggunya.
Paling males karena Eros itu gebetan Lesta. Ladenin Eros sama aja cari masalah sama Lesta.
Geet mengacuhkan sibuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan.
Tiba-tiba Eros menepuk bokong Geet membuatnya terkejut dan menatapnya tajam.
"Apaan sih?"
"Kenapa? Itu baru gue tepuk, kalau gue remas pasti jerit manja deh.."
Geet bergidik dan melanjutkan menyapu.
"Eh lo kenapa sih cuekin gue? Nggak usah jual mahal. Sekali lo ngerasain dorongan gue, dijamin nagih.."
Geet berlagak tidak dengar.
Tiba-tiba Eros merebut sapu dari tangan Geet.
"Apaan sih?? Siniin!" Hardik Geet kesal.
"Cewek cantik itu nggak pantes kerja kasar gini. Lebih pantes jadi temen tidur gue." Eros memberikan sapu pada Anto. "Lo semua yang kerjain. Gue mau mojok di mobil sama dia."
Geet terkejut begitu Eros menariknya paksa.
"Ehh lepasin!!"
"Come on baby... Lo jual mahal banget sih.."
Aksi Eros yang menarik-narik Geet dengan paksa, jadi perhatian para mahasiswa yang berseliweran, namun satu pun tak ada yang berminat menolong.
Geet berusaha melepaskan diri namun pegangan Eros terlalu kuat.
Begitu ia dipaksa masuk mobil, Geet berontak sambil menjerit. Namun kalah badan dengan Eros yang bertenaga penuh.
Baru menutup pintu, tiba-tiba saja muncul Lesta dan...
Plakkkk....
Pipi Eros terasa panas menatap tajam gadis yang berani menamparnya.
"Dasar cowok buaya! Baru semalem lo tidurin gue, sekarang lo mau bawa cleaning service ini check in???" Bentak Lesta.
Eros tersenyum licik. "Eh lo aja yang bego, lo kan yang dateng ke rumah gue saat bokap nyokap gue lagi nggak ada. Lo yang godain gue pake-pake baju seksi. Ya bukan salah gue dong!"
"Lo aja yang otak mesum! Emang dasar buaya darat!"
"Lo sendiri apa? Keong racun? Bisanya ngatain gue, lo sendiri murahan nyodorin diri.."
"Apa lo bilang???"
"Keong racun! Tukang godain cowok.. emang itu lo dan temen-temen geng lo kan??"
"Jaga ya mulut lo, Eros!"
"Elo tuh yang jaga mulut!"
Melihat Eros dan Lesta sedang berdebat panas, Geet mengambil celah berusaha kabur dari pintu kemudi, mengendap-endap agar Eros tidak tahu.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments