Bab 3

"Heh cewek babu!"

Geet yang sedang sibuk menyapu, terhenti karena tahu ia yang dipanggil. Namun ia malas menoleh. Pagi-pagi begini udah ada yang cari masalah aja.

Empat gadis dengan dandanan nyentrik mendekatinya.

"Gue udah peringatin berapa kali lo jauh-jauh dari Afran! Masih juga kecentilan sampai dibonceng motor segala sama Afran! Pasti lo berlagak susah supaya Afran kasian dan nawarin boncengin lo. Dasar genit!"

Geet mendengus sebal lalu melanjutkan menyapu.

Bugggghhhh...

Salah satu dari gadis itu menendang tong sampah hingga sampah berhamburan.

Geet diam saja dan menunduk hendak memunguti sampah.

Jlebbb...

"Akkkhh..." Geet menjerit tangannya diinjak high heels.

"Kenapa? Sakit?"

"Lepasin.."

"Ini pantes buat cewek sok cantik kayak lo, biar tau posisi lo.."

"Eh Geeta, belain sodara kembar lo nih.."

Seorang gadis bernama Geeta yang ber make up tebal dan berambut pendek modis mendengus melihat Geet yang terduduk di tanah kesakitan.

"Heh! Gue udah peringatin lo buat ganti nama! Najis gue nama samaan dengan lo!" Bentak Geeta menjambak rambut Geet begitu kasar.

"Iya lo tuh nggak pantes punya nama bagus! Kenapa nggak ganti jadi Ijem sekalian? Cocok buat babu genit kayak lo!" Timpal Lesta yang mungil dan bersuara cempreng.

Geet diam saja meski dalam hati begitu marah dihina sedemikian rupa.

"Lo harusnya nyadar 'cuma' cleaning service! Alias BABU! Kecentilan lo deket-deket sama Afran! Lo nggak tau dia gebetan Bella!" Bentak Geeta.

Bella yang paling kesal pada Geet karena Afran kerap mengacuhkannya dan lebih perhatian pada Geet. Bella putri dari pemilik hotel ternama dan ibunya pemilik toko berlian, jelas merasa terhina sudah kalah dengan Geet yang hanya seorang cleaning service.

Geet tidak berminat menanggapi karena tahu posisinya di sini.

"Lo nggak punya mulut? Diem melulu! Jawab!"

"Dia gagu kali!"

"Haha... Model begini sih cuma ngerusak pemandangan kampus kita, Girls.. Babu genit tukang godain cowok!"

"Apa-apaan sih lo semua??!" Bentak Afran yang baru tiba.

"Eh Fran, ini Geet jatuh, jadi gue mau bantuin tapi...." Bella berusaha membela diri namun Afran sudah meraih tangan Geet.

"Lo nggak pa-pa kan Geet?"

Geet meringis kesakitan.

Melihat memar di tangan Geet membuat Afran geram.

"Nggak ada kapoknya lo semua gangguin dia?"

"Ganggu apa sih? Dia aja yang kerja nggak bener."

"Kenapa lagi sih? Kalian sirik sama dia?"

Semua langsung merasa direndahkan dengan perkataan Afran.

"Sirik? Sakit lo ya? Ngapain sirik sama cewek cleaning service begini?"

"Kalau gitu, ngapain kalian di sini? Nggak punya kerjaan? Udah drop out? Makanya banyak waktu gangguin cleaning service kerja?"

Semua mingkem dengar perkataan pedas Afran.

Afran membantu Geet berdiri.

"Fran, kenapa sih lo belain dia mulu?" Bella jadi kesal.

"Geet temen gue. Dan gue nggak suka lo semua ganggu dia. Ayo Geet.. gue obatin tangan lo." Afran memeluk kedua bahu Geet membuat Geet menghindar.

"Gue nggak pa-pa kok. Masih harus kerja."

"Mana bisa lo kerja. Tangan lo memar gini. Gue obatin dulu."

"Tapi Fran.."

Bukan Afran namanya kalau gampang nyerah. Afran paling tidak terima penolakan.

Begitu Afran membawa Geet duduk di tangga, geng Purple yang diacuhkan, kontan meradang.

"Awas aja tu cewek! Berani dia saingan sama gue!" Desis Bella tak terima.

"Apa rencana lo, Bel?" Tanya Geeta.

Bella menatap Geet penuh dendam. "Gue bunuh dia kalau perlu."

Tiga temannya terkejut melihat tatapan mata Bella pada Geet.

***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!