Sejak dini hari Dewa sudah bangun terlebih dulu dari istrinya. Karena hari ini adalah hari pertama mulainya masa orientasi bagi mahasiswa baru di kampus. Tentu saja sebagai Ketua BEM. Ia harus memimpin jalannya kegiatan, biarpun di tiap kegiatan sudah ada anggota BEM lainnya yang bertugas.
Tak ingin mengganggu tidur nyenyak nya Freya. Ia pun memberi ciuman di kening sang istri sebelum berjalan ke kamar mandi.
Tepat pukul 06.30 pagi, Dewa dengan setelan jas BEM mengambil tas ransel yang sudah ia siapkan tadi malam.
" Kalau bukan hari ini adalah hari kegiatan OSPEK, mana mungkin aku meninggalkanmu sepagi ini ", ucap Dewa kala berpamitan dengan istrinya yang masih nyenyak tertidur. Tidak lupa Dewa mencium bibir sang istri dan menuliskan catatan kecil yang ia tempelkan di meja belajar dekat tas istrinya.
" Aku pergi lebih awal ke kampus, karena harus memimpin kegiatan besar, nanti aku suruh. indah untuk membangunkan mu, semangat ya istriku."
Dari suamimu : Dewangga.
Dewa pun keluar dari kamarnya, dan menghampiri bundanya yang sedang memasak di dapur.
" Bun aku berangkat dulu ke kampus ! Nanti tolong bangunkan Freya agar dia tidak telat, karena hari ini, ia OSPEK dan suruh Pak Aslan yang mengantarnya ke kampus !"
" Baiklah nak, tapi kamu nggak sarapan dulu !"
" Nggak bunda, nanti saja aku sarapan di kantin kampus."
" Ya sudah, hati-hati di jalan nak "
" Hmmm ..." jawab Dewa dengan singkat.
Dewa pun berlalu sampai memasuki mobil yang sudah disiapkan oleh sopir keluarganya di depan pintu masuk. Deru suara mobil pun kian tak terdengar lagi saat Dewa meninggalkan kediaman Prayoga.
Matahari pagi pun meringsek masuk ke celah ventilasi dan balkon di kamar. Membuat Freya menggeliat dan bangun membuka mata. Sampai salah satu tangannya meraba seseorang yang setiap hari bersamanya tertidur dalam satu ranjang.
Tapi pagi ini berbeda, karena sosok suami yang menemaninya ternyata tidak ada di kamar.
Freya pun menguap sejenak, meregangkan otot tubuhnya sebelum melangkah menyusuri kamar, tapi semua sudut telah ia cari namun sosok Dewa tak terlihat dimanapun. Hingga Freya menuju ke arah meja belajar yang terlihat ada tempelan catatan kecil.
Freya pun membaca isi catatan tersebut. Dan bergumam " pantesan berangkat duluan, kenapa tidak membangunkan ku ?"
Pukul 07.15 Freya sudah bersiap memakai baju kemeja putih dengan celana panjang warna hitam, tidak lupa ia mengepang satu rambut panjangnya. Sesuai dengan syarat penampilan mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa baru di kampus.
Tok ... Tok ... Tok.
" Freya apa kamu sudah bangun nak?" teriak bunda Naira dari luar pintu kamar.
" Sudah dari tadi Bun, ini Freya tinggal mengambil tas ransel saja, bunda turunlah dulu nanti aku menyusul ", sahut Freya.
" Baiklah nak."
Selesai memandang penampilannya di depan cermin, Freya pun memeriksa perlengkapannya yang telah ia masukan ke dalam tas.
" Ok, semuanya sudah lengkap, semoga OSPEK hari ini berjalan lancar", ucap Freya lantas menutup pintu kamarnya dan berlalu memasuki meja makan.
" Selamat pagi Daddy dan bunda."
" Selamat pagi nak, ayo cepat duduk ! Makan sarapannya! Jam 08.00 pagi kamu sudah harus tiba di kampus !" ujar Bunda Naira.
" Iya bunda, maaf jika pagi ini aku tidak sempat membantu bunda di dapur."
" Gapapa nak, lagian masih ada koki dan pelayan yang sudah membantu bunda."
Daddy Aksa pun menyahut setelah selesai membaca koran pagi. " Apa semuanya sudah lengkap nak?"
" Sudah dad."
" Ingat pesan Daddy sama bunda, nanti di kampus kamu jangan terlalu lelah ya."
" Pasti dad."
" Sudah, ayo makan nanti biar tidak terlambat."
Selesai sarapan, Freya dan Daddy Aksa diantar oleh bunda Naira ke arah depan dimana ada 2 mobil yang sudah menunggu mereka.
" Daddy , bunda aku berangkat dulu !"
" Hati-hati ya nak."
" Sayang, aku juga berangkat ke kantor."
" Iya yang ."
Setelah mengantarkan menantu dan suaminya. Kini Bunda Naira masuk kembali ke dalam rumah besar.
Sementara Freya deg-degan di dalam mobil yang menuju kampusnya.
Sementara itu, Dewa dan Ilham sedang berkeliling melihat kinerja para anggota BEM yang ditugaskan sebelum semua para mahasiswa baru datang dan memasuki aula kampus.
" Apa semua sudah lengkap tidak ada yang kurang", tanya Dewa saat ia mengecek kesiapan di aula.
" Sudah Wa, disini aman terkendali", jawab Kak Aldi senior Dewa di fakultas yang berbeda.
" Ok kak, makasih."
Freya yang baru saja turun dari mobil, melihat keramaian di parkiran kampus.
Sungguh ada banyak sekali mahasiswa baru yang memakai atribut sepertinya.
Dengan penuh percaya diri, ia pun melangkah masuk ke dalam kampus dan mencari aula kampus dimana OSPEK akan segera dimulai.
" Perhatian-perhatian ! Kepada para Maba diharapkan segera memasuki aula, karena acara OSPEK akan segera dimulai !"
Mendengar pengumuman itu, tentu saja Freya mempercepat langkah kakinya. Saat tiba di aula ia pun masuk ke dalam barisan para Maba, sesuai dengan kelompok yang sudah dibagikan. Semua Maba pun duduk di kursi yang telah disiapkan.
" Hai boleh kita berkenalan", ucap seorang gadis yang duduk disebelah Freya.
" Boleh kok, namaku Freya, nama mu siapa?"
" Aku Risma Utami, panggil saja aku Risma. Mari kita berteman Freya."
" Iya Ris."
Kegiatan Ospek pun dimulai dari sambutan rektor dan dekan bidang kemahasiswaan , hingga selingan seminar tentang kampus. Dan saat semua Maba sedang break untuk istirahat makan siang.
Para anggota BEM yang bertugas pun menginformasikan pada semua Maba tentang kegiatan selanjutnya setelah agenda makan siang, yaitu mencari tanda tangan semua anggota BEM yang berjumlah 50 orang lengkap dengan pengurus utama.
" Buset, ternyata banyak banget ya BEM dikampus ini", keluh Risma sambil memakan makanannya.
" Wajar sih Ris, kampus ini luas dan ada 10 fakultas, tentu saja anggota BEM nya ada banyak."
" Ya juga sih, semoga kita nanti tidak dipersulit ya Freya."
" Semoga."
Karena terlalu sibuk dengan tugasnya sebagai ketua BEM. Dewa baru sempat membuka handphonenya saat permisi ke toilet.
Dewa pun tersenyum dan membalas pesan sang istri yang ternyata sudah dikirim sejak pagi.
" Maaf tadi aku sibuk, baru bisa bales pesanmu. Nanti pulang aku tunggu. Selamat menikmati OSPEK nya."
Klik.
" Dan nanti kamu akan terkejut disana", gumam Dewa saat meninggalkan toilet pria.
Sementara itu para Maba sudah mulai berpencar ke penjuru area kampus untuk mencari 50 orang BEM. Mereka semua berkeliling ke semua fakultas u tik mendapatkan tanda tangan. Mereka hanya diberi waktu selama 2 hari untuk mengumpulkan tanda tangan tersebut. Jika ada yang gagal maka akan diberi hukuman.
Freya dan Risma mereka berdua berjalan kesana kemari namun baru 20 tanda tangan anggota BEM yang mereka dapat itu pun dengan banyaknya kerikil kecil yang harus mereka lewati sebelum mendapatkannya.
" Semangat Ris tinggal 30 orang lagi !"
" Iya aku tau Freya, tapi kita duduk dulu yuk disana ! Melelahkan juga keliling kampus dari tadi."
Freya pun menyetujui ucapan teman barunya tersebut. Tak lupa ia mengeluarkan sebotol air minum dan sandwich yang disiapkan oleh mertuanya.
" Ris kamu mau, kebetulan tadi bunda ngasih bekal makan lebih ?"
" Syukurlah, makasih ya."
" Sama-sama."
Dan dari kejauhan Dewa yang berjalan berdampingan dengan Ilham melihat sosok istrinya yang sedang duduk di kursi taman kampus.
" Kamu tidak menghampiri dia Wa?"
" Tidak, aku akan memantaunya dari sini. Kau ingat ya Ham dengan wajahnya?"
" Tentu saja aku ingat, dan diperjelas dengan sorot matamu yang memandangnya dari tadi."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments