Setelah Freya selesai berpakaian begitu juga dengan Dewa. Kini mereka berdua telah masuk ke dalam mobil Dewa.
" Dimana kamu tinggal, biar aku antar pulang!"
" Aku hanya tinggal di sebuah panti asuhan yang bernama Panti Asuhan Pelita Harapan."
" Maaf, aku kira kamu punya orang tua."
" Aku hanyalah anak yatim piatu, yang ditemukan oleh Ibu panti di pintu depan panti dulu."
" Apa yang terjadi dengan kita berdua akan aku pertanggung jawabkan."
" Tidak kak, lagi pula aku tidak hamil kita baru sekali melakukan hal itu, apa bisa langsung jadi?"
" Ya bisa saja nantinya kau akan hamil anakku, lagi pula aku bukanlah laki-laki yang tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang telah aku perbuat padamu."
Rasa canggung pun terasa di dalam mobil. Dewa dan Freya pun terdiam dan saling berpikir apa langkah ke depan yang harus mereka lalui, tanpa harus memaksa dan menghambat masa depan.
" Hem ... Hem, sepertinya suasana kita ini perlu di netralkan lebih dahulu." Dewa pun langsung menyalakan saluran radio dan menyetel lagu yang sedang diputarkan.
1 jam perjalanan, akhirnya Freya dan Dewa sampai di sebuah panti asuhan, dimana selama ini Freya tinggal.
Saat Freya memasuki panti dengan dibelakangnya diikuti oleh Dewa. Dari arah dapur nampak Ibu pemilik panti datang.
" Freya ! Kenapa handphone mu tidak aktif nak? Ibu sangat khawatir denganmu ."
" Bu maafkan Freya, sebenarnya ..."
" Sebenarnya ada apa nak?"
" Maaf kalau saya menyela Bu, perkenalkan saya Dewangga Prayoga."
" Siapa kamu? Apa temannya Freya di sekolah?"
" Bukan Bu, saya akan menjelaskan semuanya pada ibu. Mari kita duduk dulu Bu !"
Setelah mereka bertiga duduk di salah satu sofa yang ada dipojok panti asuhan. Dewa pun mulai bercerita.
" Bu, mungkin saat saya menyampaikan hal ini, ibu merasa marah atau pun benci dengan saya, tapi saya adalah lelaki yang bertanggung jawab atas apa yang telah saya perbuat. Jadi saya mohon kepada ibu jangan marah dengan Freya."
" Lalu apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua ?"
" Hal itu bermula saat saya yang sedang menghadiri acara ulang tahun teman di kampus, yang diadakan di sebuah club malam, tapi ada orang yang menjebak saya dengan menaruh obat perangsang ke dalam minuman saya. Saat saya ingin ke kamar mandi untuk menghilangkan efek tersebut. Saya berpapasan dengan Freya di lorong kamar mandi. Dan terjadilah hal yang tidak kami inginkan berdua. Saya telah memperkosa Freya dengan paksa dan telah merenggut kesuciannya", jelas Dewa dengan menundukkan kepalanya dihadapan Ibu panti.
Mendengar cerita tersebut Ibu Panti pun menangis dan memeluk Freya, " Kenapa nasibmu malang begini nak? Bagaimana kamu akan menjalani hidup kedepannya?"
Freya pun menangis, dan tidak bisa berkata apapun, ia juga bingung apa yang harus ia lakukan kedepannya.
" Nak Dewa, kalau sudah terjadi hal seperti itu, ibu harap nak Dewa bertanggung jawab atas Freya ! Menikahlah dengan Freya !"
" Tentu Bu, itu yang akan saya lakukan tapi apa Freya akan setuju? Kami menikah bukan karena saling cinta, tapi dipaksa keadaan demi menutupi aib."
" Freya apa keputusan mu nak?"
" Kalau ibu sudah memberi saran serta Kak Dewa juga menyatakan hal demikian, aku hanya bisa menuruti apa yang terbaik buatku. Tapi Kak Dewa bagaimana dengan orang tua kakak? Apa mereka akan setuju dengan pernikahan ini?"
" Beri aku waktu, nanti aku akan bicarakan dengan orang tua ku."
" Baiklah kalau begitu, apa nak Dewa akan tinggal sebentar di panti? Maksud ibu sarapan dulu disini nak, sebelum kamu pulang ke rumah?"
" Baiklah Bu, jika itu tidak merepotkan."
Freya pun membantu Ibu panti menyiapkan makanan yang akan dihidangkan di meja makan, serta ia memanggil para adik panti yang lain untuk ikut bersama.
" Maaf ya kak, kalau makanan disini sederhana?"
" Gapapa kok, Freya. Aku bukanlah orang yang pemilih saat makan, jadi kamu tenang saja."
Mereka pun mulai makan dengan lahap, apalagi Dewa, yang jarang memakan masakan rumahan dan ala kampung. Dewa dulu suka makan yang sederhana apalagi masakan neneknya tapi semenjak sang nenek tiada. Dia pun terbiasa memakan makanan yang dimasak oleh koki di rumahnya.
Selesai makan, Dewa pun berusaha mengakrabkan diri ke para adik-adik panti, dan terkadang menimpali obrolan Freya. Agar bisa mendekatkan hubungan dengan baik.
" Kak, apa kamu tidak kuliah?"
" Tidak, hari ini aku libur, kenapa?"
" Apa kakak tidak akan pulang ke rumah?"
" Pulanglah, sepertinya ada yang tidak bersabar mendengar berita baik !"
Blush.
" Apa sih kak?"
" Mukamu jadi merah kan, cie ..."
" Awas ah ... Aku mau ke ibu dulu !"
" Freya tunggu aku", teriak Dewa.
" Kak Dewa, memangnya akan ada kabar baik apa?" tanya Fadil.
" Nanti kamu juga tau Dil ."
" Kakak kok main rahasia sama kami?"
" Karena ini merupakan hal penting bagi kak Freya dan kakak sendiri, jadi kalian semua tunggu saja ya!" balas Dewa sambil meninggalkan para adik panti ke ruang tamu dimana Freya berada.
" Loh, kok kamu sendiri nak? Kemana nak Dewa apa dia sudah mau pulang?"
" Itu lagi ngobrol sama adik panti Bu."
" Bu, aku ijin pulang dulu ya?" ucap Dewa.
" Iya nak, kabari ibu dan Freya nanti, semoga solusi yang ibu berikan sesuai dengan keputusan orang tuamu."
" Iya Bu semoga, mereka juga akan setuju. Oh iya, Freya kita belum saling tukar nomor handphone. Nanti akan kakak hubungi !"
Freya pun memberikan nomor handphone nya kepada Dewa dan begitu sebaliknya.
Sampai Freya dan ibu panti mengantar Dewa kepergian Dewa ke depan.
" Ayo kita masuk ke dalam nak!"
" Iya Bu."
" Bu kalau boleh Freya tau, kenapa ibu percaya dengan kak Dewa?"
" Freya, itu karena ibu melihat usaha dia. Dari dia dengan berani bertanggung jawab, mengakui kesalahannya, kau tidak lihat ada kejujuran di kedua matanya. Ibu yakin jika kelak kalian berdua bisa saling jatuh cinta satu sama lain."
Freya pun terdiam mencerna apa yang ibu panti katakan kepadanya.
" Sudahlah nak jangan terlalu banyak berpikir hal yang tidak pasti. Kamu hanya perlu melalui segala ujian dari Tuhan. Dari setiap ujian pasti akan ada kebahagiaan di ujung jalan."
" Iya Bu."
" Nak apa itu sakit? Ibu tau itu pertama kali buatmu?"
" Sakit Bu, tapi kak Dewa sudah ngasih obat agar aku tidak susah berjalan."
" Calon lelaki idaman sekali nak Dewa."
" Nasi sudah jadi bubur Bu, aku tidak bisa mengulang waktu. Awalnya aku kira kak Dewa akan mengusir atau meninggalkan aku, setelah kami melakukan itu."
" Nah itu tandanya Dewa merupakan sosok laki-laki bertanggung jawab. Coba nak berikan dia kesempatan membuktikan segala perkataannya. Jika sudah berkomitmen dengan apa yang telah ia ucapkan sesuai dengan tindakannya. Maka itu sudah nilai plus untuk layak denganmu."
" Semoga Bu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Kim shopie jeon
mau juga dong dapat laki macam dewa dan ibu seperti ibu panti yg bijak
2023-11-04
0