Membuka lembaran baru

Sesuai acara resepsi, kini Freya dan Dewa sudah masuk ke kamar pengantin. Mulai hari ini Freya sudah resmi menjadi istri seorang Dewangga Prayoga. Tentu saja apapun dalam hidup Freya sekarang menjadi tanggung jawab Dewa sebagai suami.

Freya yang berjalan di samping Dewa, merasa gugup lantaran ini adalah malam pertama bagi sepasang pengantin. Apakah ia akan melakukannya kembali dengan Dewa atau tidak?.

Banyak sekali yang Freya pikirkan. Sampai-sampai ketika Dewa berhenti hendak membuka pintu kamar, Freya pun tidak melihat malahan menabrak punggung suaminya sendiri.

" Aduh ..." teriak Freya sambil meraba dahinya.

" Apa yang kamu pikirkan hmmm ...?" sampai punggung ku pun kau tak lihat.

" Hehehe ... maaf kak tadi aku sedikit melamun."

" Ayo masuklah ke dalam !"

Ceklek.

" Wow, kamarnya bagus sekali ", ucap Freya spontan saat melihat kamar mereka.

" Apa kamu suka?"

" Tentu saja aku suka kak, ini lebih besar dari kamarku saat di panti, apalagi fasilitas di kamar ini sangat lengkap."

" Syukurlah kau suka, tidak sia-sia jika aku beberapa waktu lalu bertanya dengan ibu tentang dekorasi kamar yang kamu suka."

" Kak Dewa, aku ..."

" Aku melakukannya demi istriku, jadi kita berdua harus terbiasa tidur seranjang dan dalam 1 kamar."

Setelah puas melihat kamar tersebut. Kini Freya sedang bergantian ke kamar mandi. Saat Freya sedang di kamar mandi, ia baru ingat bahwa ia tidak membawa baju ganti.

" Ya Tuhan, aduh ... Kenapa aku bisa lupa sih? Terus kalau nggak minta tolong sama kak Dewa, terus siapa lagi coba yang bantu mengambilkan ", ucap Freya yang delima dengan kebodohannya.

" Ah ... masa bodoh, daripada nanti kak Dewa gedor pintu karena aku lama mandi, lebih baik tebalkan muka saja !"

Dengan hanya berbalutkan handuk , Freya pun membuka pintu kamar mandi dan sedikit menolehkan kepalanya berharap jika suaminya masih berada di dalam kamar.

Krek. Bunyi pintu kamar mandi yang terbuka.

Dewa yang sedang membuka baju kemeja bagian dalam tentu saja ikut menoleh ke arah asal suara.

Deg.

Pandangan Dewa pun bertemu dengan Freya. Sungguh ini pertama kalinya Dewa melihat seorang wanita yang hanya tertutupi oleh handuk.

" Kak Dewa, hmmm ... tolong ambilkan baju gantiku yang ada di atas ranjang !"

" Apa ...?" tanya Dewa sambil mengerjakan matanya.

" Baju ganti, tolong ambilkan !"

" Oh iya, tunggu sebentar akan aku ambilkan."

Setelah memberikan baju ganti kepada Freya, Dewa langsung berbalik dan mengelus dadanya. " Ya ampun, hampir saja kebablasan. Untung bisa aku tahan."

Sejak Freya keluar dari kamar mandi dengan baju ganti, kini Dewa langsung gantian untuk mandi.

Selesai Dewa mandi dan bergabung dengan Freya di balkon kamar. Mereka berdua pun larut dalam obrolan tentang topik apapun yang bisa membuat mereka nyambung dan nyaman.

Hingga malam menjelang, Freya dan Dewa pun terbaring di atas ranjang. Maunya langsung tertidur, tapi apa daya kedua mata mereka enggan untuk terpejam.

" Kak Dewa."

" Kenapa Freya?"

" Aku tidak bisa terlelap kak, apa kakak juga sama?"

" Bohong jika aku bilang tidak, iya aku juga sama sepertimu masih terjaga."

" Apakah malam ini kakak akan meminta untuk malam pertama?"

Seketika wajah Dewa pias dan memerah. Sungguh istrinya ini sangat polos, tanpa basa basi langsung to the point menyatakannya.

" Jika aku bilang iya, apa kau menginginkannya juga?"

Freya pun berbalik dan berhadapan dengan wajah tampan suaminya tersebut.

" Jika aku bilang tidak, apa kakak akan menurutinya juga?"

" Mau iya ataupun tidak nyatanya kita sudah sah menjadi suami dan istri. Jika aku ingin, kau juga tidak boleh menolak bukan, kecuali kau lagi halangan."

Mendengar jawaban suaminya. Freya pun hanya bisa terdiam.

" Jika kau belum siap, kita bisa melakukannya lain kali. Sayangnya Daddy, sehat-sehat nya di dalam perut mommy ", sapa Dewa kepada calon bayi mereka.

Freya yang awalnya ragu menjawab, tapi dengan melihat kesungguhan suaminya. Ia pun menjawabnya dengan suara anak-anak.

" Iya dad, kami akan selalu sehat di perut mommy."

" Kau ini, kenapa tiap hari jadi menggemaskan dan cantik."

" Gombal."

" Aku tidak sedang menggombal, tapi faktanya memang seperti itu, kemari lah aku akan memelukmu hingga kau tertidur !"

Freya pun langsung berada di pelukan Dewa, hingga belum ada semenit. Freya pun tidur.

" Tidurlah, tunggulah lagi sebentar akan aku pastikan perasaanku dan hatiku hanya tertuju kepadamu, maukah kau ?" sebuah pertanyaan yang hanya Dewa ucapkan saat Freya tertidur.

Mencium aroma tubuh Freya, lantas Dewa pun ikut tertidur juga.

Pagi harinya di kediaman Prayoga.

" Bun, kenapa Dewa belum turun juga?" tanya Daddy Aksa.

" Sayang, apa kamu ini lupa? Wajarlah mereka berdua telat bangun kan karena mereka mengulang kembali ritual malam pertama."

" Uhu ... Uhu ...Uhu."

" Hati-hati, kalau minum."

" Ini semua karena ucapanmu."

" Kan fakta sayang."

" Sudahlah, kita sarapan duluan saja! Suruh pelayan ke atas untuk membawa makanan mereka."

" Tentu sayang."

Sedangkan sepasang pengantin yang tidur entah kapan saling berpelukan, kini sedang perlahan membuka mata karena cahaya mentari pagi sudah masuk ke sela tirai.

" Selamat pagi kak", sapa Freya.

" Pagi juga, hmmm ... Bisakah kau bangun terlebih dahulu! Biar bisa aku merenggangkan tangan yang telah menjadi sandaran kepalamu !"

" Iya kak, maaf jika semalam aku membuat sebelah tanganmu kram."

" Gapapa, kita sudah sepakat kan saling membuka hati dan belajar menjadi suami istri."

" Kak, hari ini bisa antarkan aku ke panti, ada beberapa barang yang belum semua aku bawa kesini ?"

" Baiklah kita mandi dulu, lalu sarapan. Kau tenang saja kita berdua sudah cuti 1 Minggu jadi masih ada waktu."

Tapi sebelum Dewa membuka pintu kamar, sudah terlihat beberapa pelayan di depan pintu membawa berbagai macam hidangan untuk sarapan.

" Selamat pagi tuan muda, kami sudah bawakan berbagai jenis makanan, dimana semuanya akan ditaruh?"

" Letakkan saja pada meja di sebelah sana !"

" Baik Tuan muda."

Sambil menunggu Freya yang sedang berias, kini Dewa sedang menunggu Freya untuk makan bersama.

Seusai mereka makan bersama. Dewa menggandeng tangan sang istri menuruni tangga. Hingga sikap romantis Dewa pun terlihat oleh bundanya.

" Masih pagi Wa, sudah dapat tontonan live saja bunda pagi ini."

" Live ringan dulu Bun, ntar yang hotnya aku sembunyikan."

" Pagi bunda, maaf jika kami telat ", sela Freya dengan cepat.

" Gapapa nak, emang dasar suamimu saja seperti itu."

" Gitu ya Bun, menjelekkan sikap putranya kepada sang menantu."

" Ingat ya Freya, jangan mudah terbuai dengan omongannya Dewa, karena kelakuan Dewa 11 12 dengan daddynya."

Sungguh saat ini Dewa ingin sembunyi di dasar laut.

Bagaimana tidak Bundanya sendiri mengompori sang istri, sungguh ia menjadi lawan yang tidak sepadan.

" Bun, kami pergi dulu ya !"

" Loh, kenapa tergesa-gesa sekali nak?"

" Takutnya macet di jalan Bun, lagian jarak rumah ini ke panti asuhan menempuh waktu 2 jam perjalanan."

" Ya Iya deh, hati-hati nya kalian di jalan, titip salam buat ibu dan anak-anak panti asuhan !"

Dewa pun masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Freya. Kini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju ke panti asuhan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 1. Malam Panas Penuh Gairah
2 Panti Asuhan Pelita Harapan
3 Kemarahan Daddy Aksa
4 Bertemu dengan calon menantu
5 Ujian Akhir Sekolah
6 Pikiran dan Hati yang tidak sinkron
7 Garis Dua
8 Mengambil keputusan
9 Ngidam
10 Hari Pernikahan
11 Membuka lembaran baru
12 Berpisah dengan penghuni panti asuhan
13 Rasa yang sulit ditebak
14 Basecamp
15 Selamat tinggal masa putih abu-abu
16 Berdebar
17 Kampus
18 Pasar Malam
19 OSPEK
20 Suamiku Ketua BEM ?
21 Pesta Abang Gio
22 Pesta Abang Gio ( part 2 )
23 Rasa cinta yang terbalas
24 Saingan cinta ( part 1 )
25 Saingan cinta (part 2)
26 Prasangka
27 Go Publik
28 Kemarahan Dewa
29 Nenek Fitri
30 Teman Lama
31 Sisi lain dari Dewa
32 Acara Reuni SMA
33 Cemburu
34 Baikan
35 Mantan Kencan Buta
36 Rival
37 Pertandingan Basket
38 Diary
39 Masa lalu yang terkuak
40 Korban Ngidamnya Ibu Hamil.
41 Kedatangan Nindi
42 Niat terselubung
43 Rencana
44 Senjata makan tuan
45 Terbongkar
46 Kau milikku
47 Menyudutkan
48 Tak bisa mengelak
49 Nasib buruk
50 Hati yang tak tergapai
51 Perlakuan manis
52 Kedatangan Oma dan Opa
53 Kakek Xavier
54 Balapan Liar
55 Celaka
56 Marah
57 Pertemuan
58 Ekspektasi
59 Bersikukuh
60 Balutan simpul
61 Sky Alexander
62 Berbohong
63 Dr.Philip
64 Kedatangan Ima dan Gilang
65 Melarikan diri
66 Menghapus jejak
67 Bakat Freya
68 DNA
69 Kebetulan bertemu
70 Kebenaran terkuak
71 Merenung
72 Mencoba berdamai dengan masa lalu.
73 Kesan pertama
74 Nostalgia
75 Identitas baru
76 Patner
77 Persaingan
78 Tak bisa menjangkau
79 Bersabar
80 Salah Paham part 1
81 Salah Paham part 2
82 Tertampar
83 Waspada
84 Gagal
85 Klan Mafia Oneus
86 Penyusup
87 Bersandiwara
88 Saksi kunci
89 Kepercayaan yang terkikis
90 Jangan menyiksa diri
91 Optimis
92 Pertengkaran hebat
93 Kecelakaan
94 Kabar buruk
95 Menyesal
96 Nasib Viktor dan Calista
97 Pergi ke Jepang
98 Ikatan batin
99 Ren dan Akio
100 Pertemuan pilu
101 Berat demi kebaikan
102 Rencana liburan ke Indonesia
103 Menabuh genderang perang
104 Sambutan hangat
105 Bunga peony
106 Dejavu
107 Demi Ren dan Akio
108 hukuman atau kesempatan?
109 Direktur?
110 Kembali bersatu (End)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Malam Panas Penuh Gairah
2
Panti Asuhan Pelita Harapan
3
Kemarahan Daddy Aksa
4
Bertemu dengan calon menantu
5
Ujian Akhir Sekolah
6
Pikiran dan Hati yang tidak sinkron
7
Garis Dua
8
Mengambil keputusan
9
Ngidam
10
Hari Pernikahan
11
Membuka lembaran baru
12
Berpisah dengan penghuni panti asuhan
13
Rasa yang sulit ditebak
14
Basecamp
15
Selamat tinggal masa putih abu-abu
16
Berdebar
17
Kampus
18
Pasar Malam
19
OSPEK
20
Suamiku Ketua BEM ?
21
Pesta Abang Gio
22
Pesta Abang Gio ( part 2 )
23
Rasa cinta yang terbalas
24
Saingan cinta ( part 1 )
25
Saingan cinta (part 2)
26
Prasangka
27
Go Publik
28
Kemarahan Dewa
29
Nenek Fitri
30
Teman Lama
31
Sisi lain dari Dewa
32
Acara Reuni SMA
33
Cemburu
34
Baikan
35
Mantan Kencan Buta
36
Rival
37
Pertandingan Basket
38
Diary
39
Masa lalu yang terkuak
40
Korban Ngidamnya Ibu Hamil.
41
Kedatangan Nindi
42
Niat terselubung
43
Rencana
44
Senjata makan tuan
45
Terbongkar
46
Kau milikku
47
Menyudutkan
48
Tak bisa mengelak
49
Nasib buruk
50
Hati yang tak tergapai
51
Perlakuan manis
52
Kedatangan Oma dan Opa
53
Kakek Xavier
54
Balapan Liar
55
Celaka
56
Marah
57
Pertemuan
58
Ekspektasi
59
Bersikukuh
60
Balutan simpul
61
Sky Alexander
62
Berbohong
63
Dr.Philip
64
Kedatangan Ima dan Gilang
65
Melarikan diri
66
Menghapus jejak
67
Bakat Freya
68
DNA
69
Kebetulan bertemu
70
Kebenaran terkuak
71
Merenung
72
Mencoba berdamai dengan masa lalu.
73
Kesan pertama
74
Nostalgia
75
Identitas baru
76
Patner
77
Persaingan
78
Tak bisa menjangkau
79
Bersabar
80
Salah Paham part 1
81
Salah Paham part 2
82
Tertampar
83
Waspada
84
Gagal
85
Klan Mafia Oneus
86
Penyusup
87
Bersandiwara
88
Saksi kunci
89
Kepercayaan yang terkikis
90
Jangan menyiksa diri
91
Optimis
92
Pertengkaran hebat
93
Kecelakaan
94
Kabar buruk
95
Menyesal
96
Nasib Viktor dan Calista
97
Pergi ke Jepang
98
Ikatan batin
99
Ren dan Akio
100
Pertemuan pilu
101
Berat demi kebaikan
102
Rencana liburan ke Indonesia
103
Menabuh genderang perang
104
Sambutan hangat
105
Bunga peony
106
Dejavu
107
Demi Ren dan Akio
108
hukuman atau kesempatan?
109
Direktur?
110
Kembali bersatu (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!