Sesuai acara resepsi, kini Freya dan Dewa sudah masuk ke kamar pengantin. Mulai hari ini Freya sudah resmi menjadi istri seorang Dewangga Prayoga. Tentu saja apapun dalam hidup Freya sekarang menjadi tanggung jawab Dewa sebagai suami.
Freya yang berjalan di samping Dewa, merasa gugup lantaran ini adalah malam pertama bagi sepasang pengantin. Apakah ia akan melakukannya kembali dengan Dewa atau tidak?.
Banyak sekali yang Freya pikirkan. Sampai-sampai ketika Dewa berhenti hendak membuka pintu kamar, Freya pun tidak melihat malahan menabrak punggung suaminya sendiri.
" Aduh ..." teriak Freya sambil meraba dahinya.
" Apa yang kamu pikirkan hmmm ...?" sampai punggung ku pun kau tak lihat.
" Hehehe ... maaf kak tadi aku sedikit melamun."
" Ayo masuklah ke dalam !"
Ceklek.
" Wow, kamarnya bagus sekali ", ucap Freya spontan saat melihat kamar mereka.
" Apa kamu suka?"
" Tentu saja aku suka kak, ini lebih besar dari kamarku saat di panti, apalagi fasilitas di kamar ini sangat lengkap."
" Syukurlah kau suka, tidak sia-sia jika aku beberapa waktu lalu bertanya dengan ibu tentang dekorasi kamar yang kamu suka."
" Kak Dewa, aku ..."
" Aku melakukannya demi istriku, jadi kita berdua harus terbiasa tidur seranjang dan dalam 1 kamar."
Setelah puas melihat kamar tersebut. Kini Freya sedang bergantian ke kamar mandi. Saat Freya sedang di kamar mandi, ia baru ingat bahwa ia tidak membawa baju ganti.
" Ya Tuhan, aduh ... Kenapa aku bisa lupa sih? Terus kalau nggak minta tolong sama kak Dewa, terus siapa lagi coba yang bantu mengambilkan ", ucap Freya yang delima dengan kebodohannya.
" Ah ... masa bodoh, daripada nanti kak Dewa gedor pintu karena aku lama mandi, lebih baik tebalkan muka saja !"
Dengan hanya berbalutkan handuk , Freya pun membuka pintu kamar mandi dan sedikit menolehkan kepalanya berharap jika suaminya masih berada di dalam kamar.
Krek. Bunyi pintu kamar mandi yang terbuka.
Dewa yang sedang membuka baju kemeja bagian dalam tentu saja ikut menoleh ke arah asal suara.
Deg.
Pandangan Dewa pun bertemu dengan Freya. Sungguh ini pertama kalinya Dewa melihat seorang wanita yang hanya tertutupi oleh handuk.
" Kak Dewa, hmmm ... tolong ambilkan baju gantiku yang ada di atas ranjang !"
" Apa ...?" tanya Dewa sambil mengerjakan matanya.
" Baju ganti, tolong ambilkan !"
" Oh iya, tunggu sebentar akan aku ambilkan."
Setelah memberikan baju ganti kepada Freya, Dewa langsung berbalik dan mengelus dadanya. " Ya ampun, hampir saja kebablasan. Untung bisa aku tahan."
Sejak Freya keluar dari kamar mandi dengan baju ganti, kini Dewa langsung gantian untuk mandi.
Selesai Dewa mandi dan bergabung dengan Freya di balkon kamar. Mereka berdua pun larut dalam obrolan tentang topik apapun yang bisa membuat mereka nyambung dan nyaman.
Hingga malam menjelang, Freya dan Dewa pun terbaring di atas ranjang. Maunya langsung tertidur, tapi apa daya kedua mata mereka enggan untuk terpejam.
" Kak Dewa."
" Kenapa Freya?"
" Aku tidak bisa terlelap kak, apa kakak juga sama?"
" Bohong jika aku bilang tidak, iya aku juga sama sepertimu masih terjaga."
" Apakah malam ini kakak akan meminta untuk malam pertama?"
Seketika wajah Dewa pias dan memerah. Sungguh istrinya ini sangat polos, tanpa basa basi langsung to the point menyatakannya.
" Jika aku bilang iya, apa kau menginginkannya juga?"
Freya pun berbalik dan berhadapan dengan wajah tampan suaminya tersebut.
" Jika aku bilang tidak, apa kakak akan menurutinya juga?"
" Mau iya ataupun tidak nyatanya kita sudah sah menjadi suami dan istri. Jika aku ingin, kau juga tidak boleh menolak bukan, kecuali kau lagi halangan."
Mendengar jawaban suaminya. Freya pun hanya bisa terdiam.
" Jika kau belum siap, kita bisa melakukannya lain kali. Sayangnya Daddy, sehat-sehat nya di dalam perut mommy ", sapa Dewa kepada calon bayi mereka.
Freya yang awalnya ragu menjawab, tapi dengan melihat kesungguhan suaminya. Ia pun menjawabnya dengan suara anak-anak.
" Iya dad, kami akan selalu sehat di perut mommy."
" Kau ini, kenapa tiap hari jadi menggemaskan dan cantik."
" Gombal."
" Aku tidak sedang menggombal, tapi faktanya memang seperti itu, kemari lah aku akan memelukmu hingga kau tertidur !"
Freya pun langsung berada di pelukan Dewa, hingga belum ada semenit. Freya pun tidur.
" Tidurlah, tunggulah lagi sebentar akan aku pastikan perasaanku dan hatiku hanya tertuju kepadamu, maukah kau ?" sebuah pertanyaan yang hanya Dewa ucapkan saat Freya tertidur.
Mencium aroma tubuh Freya, lantas Dewa pun ikut tertidur juga.
Pagi harinya di kediaman Prayoga.
" Bun, kenapa Dewa belum turun juga?" tanya Daddy Aksa.
" Sayang, apa kamu ini lupa? Wajarlah mereka berdua telat bangun kan karena mereka mengulang kembali ritual malam pertama."
" Uhu ... Uhu ...Uhu."
" Hati-hati, kalau minum."
" Ini semua karena ucapanmu."
" Kan fakta sayang."
" Sudahlah, kita sarapan duluan saja! Suruh pelayan ke atas untuk membawa makanan mereka."
" Tentu sayang."
Sedangkan sepasang pengantin yang tidur entah kapan saling berpelukan, kini sedang perlahan membuka mata karena cahaya mentari pagi sudah masuk ke sela tirai.
" Selamat pagi kak", sapa Freya.
" Pagi juga, hmmm ... Bisakah kau bangun terlebih dahulu! Biar bisa aku merenggangkan tangan yang telah menjadi sandaran kepalamu !"
" Iya kak, maaf jika semalam aku membuat sebelah tanganmu kram."
" Gapapa, kita sudah sepakat kan saling membuka hati dan belajar menjadi suami istri."
" Kak, hari ini bisa antarkan aku ke panti, ada beberapa barang yang belum semua aku bawa kesini ?"
" Baiklah kita mandi dulu, lalu sarapan. Kau tenang saja kita berdua sudah cuti 1 Minggu jadi masih ada waktu."
Tapi sebelum Dewa membuka pintu kamar, sudah terlihat beberapa pelayan di depan pintu membawa berbagai macam hidangan untuk sarapan.
" Selamat pagi tuan muda, kami sudah bawakan berbagai jenis makanan, dimana semuanya akan ditaruh?"
" Letakkan saja pada meja di sebelah sana !"
" Baik Tuan muda."
Sambil menunggu Freya yang sedang berias, kini Dewa sedang menunggu Freya untuk makan bersama.
Seusai mereka makan bersama. Dewa menggandeng tangan sang istri menuruni tangga. Hingga sikap romantis Dewa pun terlihat oleh bundanya.
" Masih pagi Wa, sudah dapat tontonan live saja bunda pagi ini."
" Live ringan dulu Bun, ntar yang hotnya aku sembunyikan."
" Pagi bunda, maaf jika kami telat ", sela Freya dengan cepat.
" Gapapa nak, emang dasar suamimu saja seperti itu."
" Gitu ya Bun, menjelekkan sikap putranya kepada sang menantu."
" Ingat ya Freya, jangan mudah terbuai dengan omongannya Dewa, karena kelakuan Dewa 11 12 dengan daddynya."
Sungguh saat ini Dewa ingin sembunyi di dasar laut.
Bagaimana tidak Bundanya sendiri mengompori sang istri, sungguh ia menjadi lawan yang tidak sepadan.
" Bun, kami pergi dulu ya !"
" Loh, kenapa tergesa-gesa sekali nak?"
" Takutnya macet di jalan Bun, lagian jarak rumah ini ke panti asuhan menempuh waktu 2 jam perjalanan."
" Ya Iya deh, hati-hati nya kalian di jalan, titip salam buat ibu dan anak-anak panti asuhan !"
Dewa pun masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Freya. Kini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju ke panti asuhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments