Hari Pernikahan

Rumah megah bernuansa Eropa itu disulap bagaikan sebuah istana yang berisi ribuan bunga yang menghiasi seisi rumah hingga ke taman.

Ya hari ini adalah hari bersejarah bagi Freya dan Dewa. Mereka berdua akan menikah. Setelah menjalani ritual pingitan selama seminggu. Akhirnya kini mempelai wanita yang sudah dirias begitu cantik bagaikan seorang putri raja bersiap dipersunting oleh sang pangeran yaitu Dewangga Prayoga.

Karena acara pernikahan dan resepsi ini berlangsung private, maka hanya orang terdekat saja yang hadir serta memberi ucapan kepada kedua mempelai.

Freya yang didampingi oleh salah satu paman dari Dewa, merasa bahagia karena dia tidak punya wali pria.

Sementara itu, Dewa yang sudah berada di tempat pemberkatan, memandang sang mempelai wanita. Yang kecantikannya dapat membuat seorang Dewangga tidak bisa berkata apapun. Sungguh, ia sangat mengakui jika istrinya calon mommy dari anak-anak nya kelak, sangat cantik luar dan dalam.

Sesampainya Freya dihadapan Dewa. Giliran Dewa yang mengandeng tangan Freya serta saling berhadapan mengucap janji suci pernikahan di depan altar.

Setelah usai mengucap janji pernikahan. Kini Dewa pun diminta untuk mencium kening sang istri begitu pula dengan Freya, tidak lupa mereka berdua saling menautkan cincin pernikahan di jari manis pasangan.

Tepuk tangan dan sorak sorai pun terdengar sepanjang prosesi acara pernikahan.

Ibu panti yang duduk bersebelahan dengan Bunda Naira dan Daddy Aksa pun. Tidak kuasa menahan laju air mata, karena ia sangat bahagia. Freya yang dulu dia temukan di depan gerbang panti asuhan. Kini sudah menjadi wanita dewasa bahkan telah menikah dan mempunyai keluarga baru.

" Mbak, kau saja dari tadi menangis bahagia apalagi aku. Aku sangat beruntung mempunyai menantu seperti Freya", ucap Bunda Naira.

" Aku mohon tolong sayangi dan jaga Freya dengan baik di keluarga kalian !"

" Tentu saja kami akan menjaganya dan menyayanginya seperti anak kandung kami sendiri ", jawab Daddy Aksa.

Setelah selesai bertukar cincin. Kini Freya akan melempar buket bunga pengantin dihadapan para tamu undangan.

Konon siapa pun orang yang beruntung mendapatkan buket bunga tersebut. Maka kelak dia yang akan menikah.

Prosesi pernikahan pun selesai diselenggarakan. Kini para tamu undangan sedang memberi ucapan selamat untuk kedua mempelai yang berada di depan.

" Kak , kira-kira masih berapa jam lagi kita harus berdiri menyalami para tamu?"

" Kenapa, apa kau lelah?"

" Iya kak, kaki ku pegal dan rasanya aku mau muntah."

" Tunggu sebentar , aku ijin dulu sama bunda dan Daddy. Biar kita beristirahat terlebih dahulu ke dalam !"

Setelah meminta ijin. Akhirnya Freya dibawa oleh Dewa masuk ke dalam kamar pengantin untuk beristirahat sejenak sebelum acara resepsi dimulai.

" Duduklah ! Biar kakak bantu melepas sepatu ini !"

Dengan hati-hati, Dewa pun melepas sepatu yang melekat di kaki Freya. Benar saja, setelah terlepas terlihat sedikit memar merah di pergelangan kaki Freya.

Dengan telaten, Dewa pun memberi obat yang ia dapat dari kotak obat yang ada di dalam kamarnya.

" Makasih kak, bisa bantu aku ke kamar mandi? Aku ingin muntah."

Dewa pun memapah tubuh Freya , dan membantu memegangi rambut Freya yang terjungkai di sisi wastafel, ketika Freya mengeluarkan semua isi perutnya.

" Apa kau merasa lebih baikan?"

" Iya."

Walaupun Freya bilang iya, Namum kondisinya lemas tidak bertenaga. Dari pada istrinya pingsan di kamar mandi. Dewa pun menggendong Freya keluar dari sana dan membaringkan tubuh Freya diatas ranjang.

" Kamu istirahat lah dulu, aku akan panggilkan dokter keluarga untuk memeriksa kesehatanmu !"

" Hmmm ..."

Sambil menunggu dokter, Dewa pun mengganti bajunya di depan Freya dan menggantinya dengan setelan rumahan.

Freya yang baru pertama kali melihat tubuh Dewa yang toples langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan yang sudah seperti kepiting rebus.

Namun dasar Dewa yang cuek tidak peka dengan keadaan. Saat ia melihat muka Freya yang memerah. Dia pikir bahwa istrinya tersebut sedang demam.

" Tidak terasa panas, tapi kenapa mukamu merah."

" Ini karena ... "

" Karena apa?"

Perkataan Dewa pun terpotong. Karena dokter keluarga sudah datang.

" Permisi tuan muda Dewa, saya akan memeriksa nona muda."

" Silahkan dok."

" Tuan menurut saya, nona sedang kelelahan apalagi kondisinya sedang hamil. Saya sarankan untuk banyak istirahat. Dan ini untuk resep obat dan vitamin."

" Terima kasih dok."

" Sama-sama tuan muda, kalau begitu saya pamit pulang !"

Sore harinya. Setelah Freya terbangun dari tidurnya ia pun terkejut dengan Dewa yang tidur disampingnya.

Tanpa malu. Jemari Freya pun menyentuh tiap jengkal pahatan lekuk wajah Dewa yang memang tampan.

Srek.

" Ternyata sekarang istriku sudah berani ya menyentuh suaminya", ucap Dewa sambil memegang tangan Freya.

" Kak, kapan kau bangun?"

" Aku sudah terbangun tadi tapi pura-pura lagi tertidur menunggu kamu terbangun."

Blush.

Sungguh Freya malu sekali dihadapan suaminya sendiri. Ketahuan akan perbuatannya tadi.

" Apa kondisimu lebih baik?"

" Iya kak."

" Syukurlah kalau begitu, lagi 30 menit akan ada MUA yang akan merias mu untuk acara resepsi pernikahan kita."

Setelah selesai makan yang diantarkan oleh pelayan. Kini Freya dan Dewa sudah berganti baju lagi memakai setelan untuk acara resepsi.

" Nona, kau sangat cantik sekali. Bahkan aku tidak perlu memakaikan riasan yang banyak. Seperti ini saja nona sudah cantik, benarkan tuan muda?"

" Iya, istriku memang cantik, hingga kalau bisa aku akan mengurungnya di dalam kamar."

Perkataan Dewa sungguh membuat hati Freya berdebar tidak karuan.

" Di kurung didalam kamar ? Kenapa jadi posesif?" batin Freya dalam hati.

" Hahaha ... candaan tuan muda benar sekali. Tapi tuan hari ini harus diperlihatkan sedikit kepada orang lain, kalau anda mau bulan madu nanti silahkan lakukan hal tersebut terhadap nona muda."

" Hu ... uhu ...", Dewa pun sampai memuncratkan air teh yang sedang ia minum akibat mendengar perkataan MUA.

Tok ... Tok ... Tok

" Freya, Dewa ... Apa kalian berdua sudah siap?" tanya Bunda Naira dari balik pintu.

" Iya bunda, kami baru saja selesai."

" Segeralah turun ke bawah, acara resepsi kalian akan segera dimulai !"

MUA yang bertugas pun, pamit keluar.

Kini di dalam kamar pengantin hanya tersisa Freya dan Dewa.

Dengan sedikit merapikan helaian rambut Freya yang berada di pipi. Dewa pun memegang tangan Freya untuk mengikutinya keluar dari kamar.

" Rileks lah dan jangan tegang, resepsi pernikahan kita sudah dipersingkat waktunya."

Freya pun mengangguk menghadap suaminya, dan mengeratkan genggaman tangannya dengan Dewa.

Dua jam pun berlalu dengan cepat. Kini ibu panti beserta penghuni panti yang lain sudah pulang. Tinggal keluarga dekat Dewa saja yang masih berada disana. Bahkan sepupu Dewa menjahili Dewa, karena mereka mendadak diberitahu jika Dewa akan menikah secara mendadak.

Freya yang melihat kehangatan dan keseruan di keluarga sang suami. Menjadi senang karena ia diterima dengan baik di dalam keluarga tersebut.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 1. Malam Panas Penuh Gairah
2 Panti Asuhan Pelita Harapan
3 Kemarahan Daddy Aksa
4 Bertemu dengan calon menantu
5 Ujian Akhir Sekolah
6 Pikiran dan Hati yang tidak sinkron
7 Garis Dua
8 Mengambil keputusan
9 Ngidam
10 Hari Pernikahan
11 Membuka lembaran baru
12 Berpisah dengan penghuni panti asuhan
13 Rasa yang sulit ditebak
14 Basecamp
15 Selamat tinggal masa putih abu-abu
16 Berdebar
17 Kampus
18 Pasar Malam
19 OSPEK
20 Suamiku Ketua BEM ?
21 Pesta Abang Gio
22 Pesta Abang Gio ( part 2 )
23 Rasa cinta yang terbalas
24 Saingan cinta ( part 1 )
25 Saingan cinta (part 2)
26 Prasangka
27 Go Publik
28 Kemarahan Dewa
29 Nenek Fitri
30 Teman Lama
31 Sisi lain dari Dewa
32 Acara Reuni SMA
33 Cemburu
34 Baikan
35 Mantan Kencan Buta
36 Rival
37 Pertandingan Basket
38 Diary
39 Masa lalu yang terkuak
40 Korban Ngidamnya Ibu Hamil.
41 Kedatangan Nindi
42 Niat terselubung
43 Rencana
44 Senjata makan tuan
45 Terbongkar
46 Kau milikku
47 Menyudutkan
48 Tak bisa mengelak
49 Nasib buruk
50 Hati yang tak tergapai
51 Perlakuan manis
52 Kedatangan Oma dan Opa
53 Kakek Xavier
54 Balapan Liar
55 Celaka
56 Marah
57 Pertemuan
58 Ekspektasi
59 Bersikukuh
60 Balutan simpul
61 Sky Alexander
62 Berbohong
63 Dr.Philip
64 Kedatangan Ima dan Gilang
65 Melarikan diri
66 Menghapus jejak
67 Bakat Freya
68 DNA
69 Kebetulan bertemu
70 Kebenaran terkuak
71 Merenung
72 Mencoba berdamai dengan masa lalu.
73 Kesan pertama
74 Nostalgia
75 Identitas baru
76 Patner
77 Persaingan
78 Tak bisa menjangkau
79 Bersabar
80 Salah Paham part 1
81 Salah Paham part 2
82 Tertampar
83 Waspada
84 Gagal
85 Klan Mafia Oneus
86 Penyusup
87 Bersandiwara
88 Saksi kunci
89 Kepercayaan yang terkikis
90 Jangan menyiksa diri
91 Optimis
92 Pertengkaran hebat
93 Kecelakaan
94 Kabar buruk
95 Menyesal
96 Nasib Viktor dan Calista
97 Pergi ke Jepang
98 Ikatan batin
99 Ren dan Akio
100 Pertemuan pilu
101 Berat demi kebaikan
102 Rencana liburan ke Indonesia
103 Menabuh genderang perang
104 Sambutan hangat
105 Bunga peony
106 Dejavu
107 Demi Ren dan Akio
108 hukuman atau kesempatan?
109 Direktur?
110 Kembali bersatu (End)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Malam Panas Penuh Gairah
2
Panti Asuhan Pelita Harapan
3
Kemarahan Daddy Aksa
4
Bertemu dengan calon menantu
5
Ujian Akhir Sekolah
6
Pikiran dan Hati yang tidak sinkron
7
Garis Dua
8
Mengambil keputusan
9
Ngidam
10
Hari Pernikahan
11
Membuka lembaran baru
12
Berpisah dengan penghuni panti asuhan
13
Rasa yang sulit ditebak
14
Basecamp
15
Selamat tinggal masa putih abu-abu
16
Berdebar
17
Kampus
18
Pasar Malam
19
OSPEK
20
Suamiku Ketua BEM ?
21
Pesta Abang Gio
22
Pesta Abang Gio ( part 2 )
23
Rasa cinta yang terbalas
24
Saingan cinta ( part 1 )
25
Saingan cinta (part 2)
26
Prasangka
27
Go Publik
28
Kemarahan Dewa
29
Nenek Fitri
30
Teman Lama
31
Sisi lain dari Dewa
32
Acara Reuni SMA
33
Cemburu
34
Baikan
35
Mantan Kencan Buta
36
Rival
37
Pertandingan Basket
38
Diary
39
Masa lalu yang terkuak
40
Korban Ngidamnya Ibu Hamil.
41
Kedatangan Nindi
42
Niat terselubung
43
Rencana
44
Senjata makan tuan
45
Terbongkar
46
Kau milikku
47
Menyudutkan
48
Tak bisa mengelak
49
Nasib buruk
50
Hati yang tak tergapai
51
Perlakuan manis
52
Kedatangan Oma dan Opa
53
Kakek Xavier
54
Balapan Liar
55
Celaka
56
Marah
57
Pertemuan
58
Ekspektasi
59
Bersikukuh
60
Balutan simpul
61
Sky Alexander
62
Berbohong
63
Dr.Philip
64
Kedatangan Ima dan Gilang
65
Melarikan diri
66
Menghapus jejak
67
Bakat Freya
68
DNA
69
Kebetulan bertemu
70
Kebenaran terkuak
71
Merenung
72
Mencoba berdamai dengan masa lalu.
73
Kesan pertama
74
Nostalgia
75
Identitas baru
76
Patner
77
Persaingan
78
Tak bisa menjangkau
79
Bersabar
80
Salah Paham part 1
81
Salah Paham part 2
82
Tertampar
83
Waspada
84
Gagal
85
Klan Mafia Oneus
86
Penyusup
87
Bersandiwara
88
Saksi kunci
89
Kepercayaan yang terkikis
90
Jangan menyiksa diri
91
Optimis
92
Pertengkaran hebat
93
Kecelakaan
94
Kabar buruk
95
Menyesal
96
Nasib Viktor dan Calista
97
Pergi ke Jepang
98
Ikatan batin
99
Ren dan Akio
100
Pertemuan pilu
101
Berat demi kebaikan
102
Rencana liburan ke Indonesia
103
Menabuh genderang perang
104
Sambutan hangat
105
Bunga peony
106
Dejavu
107
Demi Ren dan Akio
108
hukuman atau kesempatan?
109
Direktur?
110
Kembali bersatu (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!