Tok ... Tok ... Tok.
" Freya, apa kamu sudah siap nak?"
" Sudah bunda."
Ceklek.
" Wah, bunda saja sampai pangling lihat kamu nak? Mantunya siapa ini ?"
" Ah ... Bunda bisa saja, ya mantunya Bunda Naira dong."
" Yuk, kita berangkat sekarang. Pokoknya hari ini adalah woman's time !"
Di kampus. Dewa sedang memimpin rapat BEM tentang persiapan OSPEK penerimaan mahasiswa baru.
" Baiklah, sekian rapat pada hari ini. Untuk job disk kalian sudah tertera dengan jelas pada lembaran yang telah di bagikan oleh sekretaris. Dan untuk rapat akhir, kita adakan kembali adakan 2 Minggu lagi sambil menunggu keputusan dari bidang kemahasiswaan ! Apa kalian semua mengerti !" ucap Dewa.
" Siap ketua, kami mengerti ", jawab anggota BEM serentak.
" Sekian rapat hari ini, silahkan bubar !"
" Wa, habis ini kamu ada kelas?"
" Iya, memangnya kenapa?"
" Sudah lama kita nggak pergi bareng Wa, nongkrong sama teman-teman yang lain, bagaimana jika habis kuliah, kita ketemu di basecamp?" tanya Ilham.
" Oke, tapi aku nggak bisa lama-lama ya, soalnya nanti sore aku harus jemput bunda."
" Don't worry Wa, asalkan kita semua bisa kumpul."
" Ya sudah Ham, aku ke kelas dulu !"
Sementara itu Freya dan bunda Naira sudah sampai di sebuah mall besar di ibu kota.
" Bunda, memangnya hari ini selain belanja kita ngapain lagi?"
" Ya jelas kita harus memanjakan diri. Pokoknya mantu bunda akan bunda permak biar suamimu itu nggak bisa berpindah ke lain hati. Nanti kalau kamu ngidam, jangan sungkan ya Freya, bilang saja sama bunda !"
" Iya Bun."
Bunda Naira pun mengajak Freya memasuki beberapa toko, hingga Freya pun kewalahan menyeimbangi langka mertuanya yang sangat gesit berbelanja. Bahkan Freya sampai duduk di kursi karena kelelahan menemani sang mertua.
" Bun, kita ke foodcord dulu ya? Aku lapar Bun."
" Oh ya ampun, maafin bunda ya nak, keasyikan belanja jadi lupa waktu, tau-tau sudah siang aja."
" Terus belanjaan bunda yang banyak ini, siapa yang bantu bawa?"
" Kamu tenang saja, nanti pelayan toko yang membawanya ke mobil, yuk kita makan dulu. Pasti calon cucu bunda berontak di dalam sini."
Akhirnya setelah menunggu cukup lama, pesanan Bunda Naira dan Freya pun datang, mereka pun lahap makan dan diselingi sedikit obrolan dan candaan.
" Nak, nanti kamu pakai ya beberapa dress casual dan pakaian yang bunda belikan."
" Ya bunda, makasih banyak bunda sudah sayang sama Freya."
" Eh ... Kok kamu nangis nak, sudah-sudah jangan menangis lagi, anggaplah bunda sekarang seperti ibu kandungmu, kau mengerti."
" Iya."
Sementara itu di perusahaan Prayoga Grup. Daddy Aksa banyak sekali mendapatkan pesan dari Hp nya karena, baru kali ini sang istri menggunakan kartu debit yang ia berikan.
Terusik dengan denting Hp yang terus berbunyi. Akhirnya setelah selesai menandatangani berkas, Daddy Aksa langsung mengecek Hpnya.
" Wow ... jarang-jarang kamu begini sayang", ucap Daddy Aksa penuh senyuman. Karena ia sudah tau bahwa istri dan menantunya saat ini berada di dalam Mall. Tentu saja yang melaporkan hal tersebut adalah para bodyguard dan pengawal yang bertugas menjaga mereka dari jarak jauh.
Daddy Aksa tau, bahwa istrinya sangat jarang menghamburkan uang, khusus hari ini ia memaklumi dan sangat mendukung istri dan menantunya.
Sedangkan di basecamp. Dewa , Ilham dan teman mereka yang lain sedang nongkrong dan ngobrol.
Mereka asyik bercanda gurau, bahkan ada saja dari mereka yang ikut balapan liar, hitung-hitung bisa menambah penghasilan jika menang taruhan.
" Akhirnya si Dewa datang juga", sapa Bang Fahri dari pintu masuk basecamp.
" Apa kabar bang?"
" Kabar Abang baik Wa, untung kemarin Abang ketemu sama si Ilham. Tumben Lo lama main kesini?"
" Habis gue sibuk bang, maklumlah urusan keluarga."
" Tapi kalau gue lihat, sekarang Lo lebih fresh Wa, benarkan Ham?"
" Yoi bang."
" Jangan-jangan lo sudah punya pacarnya?"
" Menurut Abang gimana?"
" Ya elah ini bocah, gue yang bertanya kenapa lo bertanya balik sama gue, Wa harusnya Lo jawab dulu pertanyaan gue."
" Bang Fahri lupa, Dewa kan orangnya sangat privasi bang, kalau tidak sekarang , mungkin lain kali dia akan kasih tau kita, benarkan Wa."
" Benar , maaf dulu untuk saat ini dia akan aku rahasiakan tapi nanti pasti dia aku ajak kesini kok, biar kenalan dengan kalian semua."
" Dia? cantik nggak orangnya Wa?"
" Cantik itu relatif ya bang, tapi yang bisa menaklukkan aku sampai saat ini pasti dia yang sangat spesial dalam hidupku."
" Lo dengar kan Jam, amazing ... Si Dewa sudah bucin deh ini ."
" Hahaha ... Bucin gapapa asalkan serius dan tidak menyakiti hati wanita."
" Tumben tanggapan Lo bijak Ham, Lo sudah tobat jadi playboy."
" Memangnya bagi Lo , gue pria playboy gitu?"
" Iya, buktinya belum ada setahun Lo sudah 10 kali ganti pacar."
" Itu sih karena gue nggak cocok dan belum Nemu yang pasti bang."
" Beda ya, kalau Abang Fahri sudah punya calon istri, kapan bang Lo nikahin Mbak Rini?" tanya Dewa.
" Sabar Wa, tabungan Abang belum cukup. Beda sama kamu yang jenius di bisnis, apapun yang kamu rencanakan pasti sukses. Itu buktinya kafe sudah buka di beberapa cabang, belum showroom dan usaha kamu yang lain berkembang cukup pesat. Apalagi kamu kan pewaris Prayoga Grup. Nggak akan miskin seumur hidup."
" Jangan terlalu memuji aku bang, Abang sama Ilham juga bisa sukses, tunggu waktu saja sih."
Dewa pun melihat jam tangan yang ia kenakan, dan tanpa ia duga. Freya pun menelepon di saat tidak tepat.
Untung saja Dewa langsung berdiri dan mencari tempat sedikit sepi agar bisa menjawab telepon dari sang istri.
Freya : [ Halo kak, kakak jadi mau jemput aku sama bunda?" ]
Dewa : [ Ya jadi dong, kalian sudah selesai?"]
Freya : [ Sudah kok kak." ]
Dewa : [ Baiklah, sekarang kakak jemput !" ]
Klik.
" Siapa Wa yang telepon?"
" My girl."
" Apa?" teriak bang Fahri.
" Ya sudah ya, aku pergi dulu !" jawab Dewa sambil mengambil jaket dan kunci mobilnya. Karena setelah pulang dari kampus, ia sempat pulang mengganti motor sportnya dengan mobil.
" Gue heran deh Ham, baru kali ini gue lihat si Dewa sedikit lebih hidup ketimbang dulu."
" Dewa kan memang masih hidup bang", jawab Ilham.
Plak.
Bang Fahri pun memukul lengan Ilham.
" Hai oon, siapa yang bilang si Dewa mati ? Ya jelas dia masih hidup. Hidup maksud abang ya terlihat lebih manusiawi gak kayak kanebo kering lagi, berasa susah mencairkan kutub Utara, saking cuek banget tu anak."
" Salah Abang sendiri, ngomong pake bahasa perumpamaan."
Setelah meninggalkan basecamp, Dewa pun menjemput istri dan bundanya di mall.
" Ayo pulang !" ajak Dewa yang sudah tiba di mall dan menghampiri istri dan bundanya.
" Iya kak", jawab Freya sambil mengandeng tangan mertuanya.
" Loh katanya kalian berdua mau shopping, tapi barang belanjaannya dimana?"
" Sudah bunda suruh sopir untuk membawa semua barang belanjaan kami ke rumah."
" Ya sudah kita pulang."
Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Dewa menuju kediaman Prayoga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments