" Masalah Ospek ... Wa ", jawab Ilham.
" Ya terus ... ?"
" Lo nggak adain rapat BEM ?"
" Tentu saja ada, lo tenang saja. Kemarin sudah gue pertanyakan sama bagian kesiswaan. Sistemnya seperti apa akan menunggu keputusan pemerintah atau akan seperti tahun lalu."
" Ok, biar bisa gue menutup mulut mereka di ruang BEM."
" Sudah selesai kan? Gue mau pulang dulu."
Di SMA Kusuma.
Bel pulang pun telah berbunyi. Dan itu tandanya ujian sekolah jam kedua sudah usai.
" Akhirnya Freya, kita terbebas dari sana."
" Jangan begitu Ma, itu kewajiban kita kalau kamu nggak lupa."
" Kalau begitu, gue pulang duluan ya Freya."
" Ya sampai jumpa besok."
Saat Freya berjalan menuju sepedanya. Ia pun baru mengecek handphone yang dari sejak pagi dimatikan karena ujian.
Dan bisa dilihat penuh pesan dan panggilan dari Dewa.
Merasa ada hal penting. Freya pun menelpon Dewa.
Freya : [ Halo kak, maaf aku baru selesai ujian, jadi baru bisa buka hp.]
Dewa : [ Syukurlah, karena tidak bisa menghubungimu jadinya kakak khawatir.]
Freya : [ Kalau begitu, aku tutup dulu kak, mau pulang sekolah.]
Dewa : [ Ya sudah, hati-hati di jalan. Kalau sudah sampai kabari kakak ! ]
Freya : [ iya ]
Klik.
Freya pun menaiki sepedanya dan mulai mengayuh untuk pulang ke panti asuhan.
" Loh ... nak tumben pulang cepat dari kampus ?"
" Iya Bun, tadi cuma ada 2 mata kuliah saja. Apa bunda nggak ke kantor bawa bekal untuk Daddy?"
" Ini ... sudah bunda siapkan. Kalau begitu bunda pergi dulu ya. Kamu istirahatlah dulu !"
" Ya."
Seiring waktu bergulir. Kini Freya sudah selesai mengikuti UAS. Sungguh 5 hari yang penuh perjuangan demi lulus.
Hubungan Dewa dan Freya pun seperti biasa tidak ada yang spesial apalagi sampai intim. Padahal acara pernikahan mereka tinggal 4 hari lagi.
" Wa, sini sebentar nak!"
" Ada apa Bun ?"
" Coba kamu kasih tau Freya, ini bunda punya brosur tentang gaun yang akan ia gunakan saat pernikahan kalian sampai resepsinya !"
" Baiklah Bun, besok pagi aku akan berkunjung ke panti asuhan. Apa bunda akan ikut ?"
" Jelas dong bunda harus ikut, sekalian mau mendengar pendapat ibu panti."
" Ya sudah, Dewa ke atas dulu ya Bun !"
" Hah ... kenapa selalu terbayang ya? Dimas Abraham? Gue harus mewaspadai pria ini. Kenapa pikiran dan hatiku bisa kacau balau karena Freya ? Sungguh ini kalau dibiarkan akan membuat ku tidak tenang."
Sementara Freya juga melamun di dekat jendela kamarnya. Semenjak dirinya bertemu tidak sengaja dengan Dimas temannya waktu SMP. Dimas secara tidak langsung membuka kenangan buruk yang Freya alami.
Flashback 5 tahun lalu.
Saat itu Freya adalah fans dari Dimas Abraham yang 1 sekolah dengannya selama SMP. Dimas merupakan most wanted SMP Gumilang. Hingga kejadian menyakitkan di alami oleh Freya.
Freya dengan kepolosannya tidak tau bahwa ia merupakan target taruhan Dimas dan temannya. Taruhan itu yang membuat hati Freya hancur sebelum berkeping-keping. Waktu itu secara gamblang Dimas menembak Freya di depan kelas, tentu saja mendapatkan bahwa Dimas mencintainya, ia pun melakukan apapun yang diperintahkan oleh Dimas.
Sampai akhirnya, Freya tidak sengaja mendengar bahwa ia hanyalah barang taruhan. Bahkan Dimas hanya berpura-pura mencintai Freya. Sungguh Freya merasa dirinya sangat bodoh, mudah percaya dan mudah dikelabui.
Mengetahui kebenarannya, Freya pun menghampiri Dimas dan temannya. Ia pun dengan berani memutuskan Dimas di depan semua temannya. Mulai saat itu, sikap Freya menjadi tertutup dan mulai move on dari kisah cinta yang tak terbalas. Ia tumbuh menjadi wanita kuat yang tidak mudah ditindas apalagi diperdaya.
Flashback off.
" Bertemu dengan pria brengsek seperti Dimas, hanya mengingatkan dengan masa lalu yang kelam ", ucap Freya sambil memandang bintang di langit.
Freya tidak menduga, membeli cemilan di swalayan dekat sekolahnya. Malahan bertemu dengan Dimas.
Apalagi sikap Dimas yang tidak bersalah sedikitpun. Sok akrab bahkan hendak mendekatinya kembali.
Melihatnya pun sungguh membuat Freya muak. Untung saja kak Dewa datang tanpa sengaja berhenti di depan Freya dan Dimas dengan menggunakan motor ninja.
" Freya ayo kita pulang !" ajak Dewa.
Dengan secepat kilat Freya mengambil helm yang disodorkan oleh Dewa dan naik ke motor Dewa tanpa berpamitan dengan Dimas.
Melihat Freya digandeng oleh seorang pria yang tak di kenal. Sungguh Dimas kebakaran jenggot. Ia tidak mengira Freya akan tumbuh menjadi wanita cantik seperti sekarang.
Sampai di tengah perjalanan. Dewa pun mengorek informasi seputar pria yang tadi berjalan bersama Freya.
" Freya, kalau kakak boleh tau, siapa pria yang bersamamu tadi?"
" Oh, dia Dimas kak, bisa dibilang waktu aku masih SMP, dia dulu sempat menembak ku untuk menjadi pacarnya."
" Terus kamu langsung nerima dia ?"
" Iya kan waktu itu, si Dimas lumayan terkenal dikalangan teman perempuan sebayaku. Jadi ya aku terima saja dia yang ingin berpacaran dengan ku."
" Lalu, kenapa kalian bisa putus?"
" Itu karena aku dijadikan barang taruhan olehnya."
" Kurang ajar, berani sekali mempermainkan perasaan wanita."
" Untung aku tau sifat aslinya Dimas. Jadi baru seminggu kami pacaran, giliran aku yang memutuskannya di depan umum. Itu setimpal dengan perbuatannya terhadapku."
" Goog girl ... Kakak harap bukan hanya di lingkungan sekolah kamu bisa begitu, tapi juga di lingkungan sekitar mu yang lain, dimana pun kamu berada."
" Kenapa kakak terus bertanya tentang Dimas? Apa kak Dewa lagi cemburu?"
" Cemburu tentang apa? Kau jangan asal nebak, kenapa aku harus cemburu?"
" Yah ... kelihatan sekali kakak menyangkalnya. Ya gapapa sekarang mungkin tidak sadar, tapi suatu saat nanti. Pasti kakak akan sadar tentang perasaan kakak sendiri."
" Dasar wanita, kenapa dia bisa tau aku cemburu? Tebakannya selalu tepat sasaran ", batin Dewa.
" Kok kak Dewa diam ?"
" Ya harus diam sebentar, karena kakak lagi fokus bawa motor apalagi sedang bonceng kamu untuk sampai dengan selamat di panti asuhan."
Biar suasana menjadi tidak canggung. Freya pun berusaha mengalihkan obrolan mereka dengan hal lain seperti : main tebak-tebakan dan gombalan serta plesetan.
"Jalan-jalan ke Kota Macau, malamnya lanjut ke Hongkong. Eh kamu yang lagi galau, senyum dikit dong."
Dewa yang awalnya sedikit ngambek dengan Freya tapi mendengar gombalan Freya , ia pun tak tahan untuk tertawa.
" Hahaha ... kamu belajar dari mana gombalan model begitu ?"
" Cie ... yang sudah nggak marah dan ngambek, nah gitu dong kak. Kalau kamu tersenyum tingkat ketampananmu sungguh membuatku terpesona."
Blush.
" Kenapa kamu menggemaskan begini sih? Harus segera diikat biar nanti tidak diculik pria lain lagi ." ujar Dewa sambil termenung mengendarai sepeda motornya.
" Kak Dewa", teriak Freya di telinga Dewa.
" Ya ampun Freya, kenapa berteriak sih ?"
" Habis kak Dewa nggak menanggapi perkataan ku?"
" Masa, sih ...?"
" Dasar ... kenapa kalau bicara hal yang penting dengan kakak harus keliling dunia dulu sebelum menuju ke inti !"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments