Ujian Akhir Sekolah

Sebelum Dewa dan keluarganya pulang. Dewa meminta ijin untuk berbicara berdua dengan Freya.

Mereka pun mencari tempat berbicara , yaitu ayunan di taman panti asuhan.

" Freya ... Apa ada yang ingin kamu sampaikan tentang selain yang kita bicarakan dengan para orang tua?"

" Apa di mukaku, terlihat sekali ya kak ada yang aku sembunyikan?"

" Iya, makanya aku mengajakmu kemari !"

" Katakanlah apa yang membuatmu tidak nyaman?"

" Ada banyak hal yang membuat aku tidak nyaman, kakak tau kejadian yang menimpa kita berdua terjadi begitu cepat, diposisi aku saat ini yang hanya anak panti, bersyukur bisa mengeyam sekolah hingga aku SMA. Apalagi aku tidak mengenal keluarga kakak sebelumnya. Pasti aku perlu waktu untuk menyesuaikan diri kelak disana. Bersama kakak pun, terus terang aku berusaha mengesampingkan trauma yang aku dapat, mencoba iklhas dengan apa yang terjadi."

" Bukan hanya dirimu Freya, aku pun demikian hampir sama sepertimu. Apa kau tau ? Saat aku terbangun dan ada seorang wanita di sampingku. Saat itu juga aku harus mengingat, apa yang telah aku perbuat dengannya. Apapun yang aku perbuat jika itu merugikan orang lain pasti aku akan bertanggung jawab. Aku banyak berpikir dan hingga aku mendapatkan sebuah keputusan yang harus aku lakukan. Yaitu menikah denganmu calon mommy dari anak-anak ku."

" Tapi kak, apa aku akan hamil? Hamil atau pun tidak yang jelas aku sudah merenggut kesucianmu. Jika kamu hamil itu tidak akan menjadi masalah kan kamu sudah punya suami. Jadi tidak akan ada yang berhak untuk menggunjingkan mu diluar sana !"

" Kak, aku ingin menikah hanya sekali seumur hidupku, kita akan menikah tanpa adanya rasa cinta, jika sebelumnya kau telah mempunyai pasangan. Aku merasa sangat bersalah menjadi orang ketiga dan merebut kakak darinya."

Dewa pun memegang tangan Freya dan membawanya berhadapan dengan tangan Dewa. " Lihat aku, tatap mataku ! Apa yang kau lihat didalamnya ?"

" Aku merasa kakak saat ini berkata dengan jujur pada ku."

" Itu benar, aku bersungguh-sungguh denganmu, mungkin dengan kita saling bersama, rasa cinta akan hadir dengan sendirinya. Jadi maukah kamu menikah denganku? Lupakan hal buruk yang menimpa kita. Kita mulai lembaran baru, hmmm ..."

" Tapi ..."

" Buka hatimu Freya, yakinlah pada aku dan kamu. Kita pasti bisa melaluinya. Dan jangan khawatir sampai saat ini aku belum punya pacar. Hanya kamu wanita yang dekat denganku dan yang pernah aku tiduri."

Blush.

" Apa ada lagi yang membuatmu risau? Ungkapkan saja kita bisa saling bercerita dan saling memberi saran satu sama lain, bahkan kita harus terbuka mulai saat ini, biar terbiasa saat kita sah jadi sepasang suami istri. Hem ... Hem mulai hari ini anggap saja kamu adalah pacarku Freya. Kau mengerti? Apakah kau setuju dengan ku?"

Dengan penuh pertimbangan, akhirnya Freya menyetujui .

Freya juga mengatakan bahwa Minggu ini adalah jadwal ia mengikuti ujian akhir sekolah. Jadi dia berharap sebelum menikah hubungan mereka dirahasiakan terlebih dulu.

" Kakak setuju dan mengerti diposisi mu saat ini, baiklah ayo kita masuk ke dalam !"

Setelah itu, keluarga Dewa beserta Dewa akhirnya berpamitan untuk pulang.

" Bagaimana nak, apa sekarang kamu sudah sedikit lega?"

" Iya Bu, sudah lega rasanya bisa mengutarakan semua yang aku pikirkan dan menjadi beban kepada kak Dewa."

" Makanya nak, ibu nggak salah kok menilai laki-laki seperti Dewa itu. Berusahalah membuka hatimu, ibu tau kau baru pertama kalinya dekat dengan pria apalagi langsung akan menjadi suamimu."

" Iya Bu, akan aku usahakan, semoga aku bisa."

" Ibu akan selalu mendoakan mu nak."

" Mari Bu kita harus tidur, biar esok hari bisa menjalani aktivitas seperti biasanya !"

Sementara itu di kediaman Prayoga.

" Wa, menurut bunda Freya adalah mantu idaman."

" Bunda tumben seyakin itu dengan Freya ?"

" Ya Iyalah bunda yakin nak, di jaman sekarang ini susah lo cari wanita yang tulus, karakternya seperti Freya, pokoknya Bunda sudah srek sama Freya."

" Iya iya ... sepertinya mulai sekarang aku sebagai anak kandung bunda, jadi tersingkirkan."

" Daddy setuju kan dengan ucapan bunda ?"

" Sangat setuju sayang."

" Ok, aku juga setuju !'

" Setuju apa?" goda bunda Naira kepada Dewa.

" Setuju Freya menjadi istriku, kalian puas ", jawab dewa dengan muka merah padam, karena bundanya sudah membuat dirinya mengatakan hal tersebut.

" Hahaha ... Iya deh ... Iya. Kamu percis seperti Daddy mu dulu nak. Susah sekali mengatakan jika sudah bertemu dengan orang yang dicintai. Bahkan terkadang gugup dan malahan nggak jadi mengatakan hal yang sudah ada diujung lidahnya. Tapi bunda selalu bersabar menghadapi sifat daddy mu itu."

" Sayang ."

" Apa? Kan benar itu fakta dad fakta."

" Kalau begitu, aku ke kamar duluan ya dad dan bunda !"

Matahari pun terbit di pagi yang cerah ini. Hari ini adalah jadwal pertama Freya mengikuti ujian akhir sekolah. Kemarin malam pun, ia memantapkan materi yang harus ia pelajari untuk bisa menjawab soal ujian pagi ini.

Di SMA Kusuma.

" Freya tungguin gue", teriak Ima dari belakang.

Freya pun berbalik. " Kenapa lo bisa belakangan dari gue ke sekolah Ma?"

" Ceritanya panjang, yang jelas kita harus ke kelas dulu, nanti akan gue ceritakan !"

" Iya."

Bel masuk pun berbunyi.

Kini semua murid SMA kelas XII mengikuti ujian akhir sekolah. Sebelum mendapatkan lembaran kertas ujian. Freya terlebih dahulu berdoa dalam hati, semoga ujiannya lancar dan ia pun bisa menjawabnya.

1 jam berlalu kini waktunya istirahat setelah tadi berjuang menjawab soal ujian.

" Gila lo Freya, apa soal yang tadi nggak sulit buat Lo ?"

" Sulit sih, tapi gue yakin dengan jawaban gue tadi, kalau lo gimana Ma?"

" Lo tau kan otak gue pas-pasan, gapapa kalau gak dapat nilai 100 minimal kalau nilai 70 pasti gue dapat."

" Namanya juga kita sudah usaha Ma, semoga kita lulus bersama ."

" Oh ya, Lo mau makan apa Freya?"

" Gue mau makan soto ayam saja Ma, kalau begitu gue yang pesan dan Lo kebagian tugas cariin kita tempat !"

" Ok ."

Setelah pesanan makanan dan minumannya tersaji di meja, Ima dan Freya pun langsung menyantap makanannya sambil diselingi obrolan ringan.

" Jadi, tadi ban motor lo kempes?"

" Iya, makanya gue ketar ketir tadi takut kalau terlambat sampai ke sekolah. Untungnya setelah 800 meter berjalan ketemu dengan bengkel. Hah ... apes banget pagi ini !"

" Tapi syukur Ma, kamu bisa sampai dengan tepat waktu di sekolah dan bisa mengikuti ujian tadi."

" Ya sih, yuk ... Kita lanjut makan lagi Freya biar bisa nanti jawab soal ujian lagi.

Sementara itu, Dewa sedang risau karena sampai siang ini, chat nya tidak dibales oleh Freya.

" Kok belum dibalas juga sih? Apa masih lama ya ujiannya ?"

" Wow, bro lo bicara sama siapa? Dari tadi gue lihat lo menggerutu nggak jelas ?"

" Bukan apa-apa, jadi lo ke kelas gue mau apa?"

" Hehehe ... Wa basa basi dikit kek sama gue, selalu saja main to the point !"

" Sorry gue nggak bisa seperti itu, jadi lo mau ngomong apa?"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Sampai di bab ini alurnya masih lempeng2 aja,Penetimaan Dewa,Priya dan Ortunya juga biasa2 aja..

2024-08-25

0

lihat semua
Episodes
1 1. Malam Panas Penuh Gairah
2 Panti Asuhan Pelita Harapan
3 Kemarahan Daddy Aksa
4 Bertemu dengan calon menantu
5 Ujian Akhir Sekolah
6 Pikiran dan Hati yang tidak sinkron
7 Garis Dua
8 Mengambil keputusan
9 Ngidam
10 Hari Pernikahan
11 Membuka lembaran baru
12 Berpisah dengan penghuni panti asuhan
13 Rasa yang sulit ditebak
14 Basecamp
15 Selamat tinggal masa putih abu-abu
16 Berdebar
17 Kampus
18 Pasar Malam
19 OSPEK
20 Suamiku Ketua BEM ?
21 Pesta Abang Gio
22 Pesta Abang Gio ( part 2 )
23 Rasa cinta yang terbalas
24 Saingan cinta ( part 1 )
25 Saingan cinta (part 2)
26 Prasangka
27 Go Publik
28 Kemarahan Dewa
29 Nenek Fitri
30 Teman Lama
31 Sisi lain dari Dewa
32 Acara Reuni SMA
33 Cemburu
34 Baikan
35 Mantan Kencan Buta
36 Rival
37 Pertandingan Basket
38 Diary
39 Masa lalu yang terkuak
40 Korban Ngidamnya Ibu Hamil.
41 Kedatangan Nindi
42 Niat terselubung
43 Rencana
44 Senjata makan tuan
45 Terbongkar
46 Kau milikku
47 Menyudutkan
48 Tak bisa mengelak
49 Nasib buruk
50 Hati yang tak tergapai
51 Perlakuan manis
52 Kedatangan Oma dan Opa
53 Kakek Xavier
54 Balapan Liar
55 Celaka
56 Marah
57 Pertemuan
58 Ekspektasi
59 Bersikukuh
60 Balutan simpul
61 Sky Alexander
62 Berbohong
63 Dr.Philip
64 Kedatangan Ima dan Gilang
65 Melarikan diri
66 Menghapus jejak
67 Bakat Freya
68 DNA
69 Kebetulan bertemu
70 Kebenaran terkuak
71 Merenung
72 Mencoba berdamai dengan masa lalu.
73 Kesan pertama
74 Nostalgia
75 Identitas baru
76 Patner
77 Persaingan
78 Tak bisa menjangkau
79 Bersabar
80 Salah Paham part 1
81 Salah Paham part 2
82 Tertampar
83 Waspada
84 Gagal
85 Klan Mafia Oneus
86 Penyusup
87 Bersandiwara
88 Saksi kunci
89 Kepercayaan yang terkikis
90 Jangan menyiksa diri
91 Optimis
92 Pertengkaran hebat
93 Kecelakaan
94 Kabar buruk
95 Menyesal
96 Nasib Viktor dan Calista
97 Pergi ke Jepang
98 Ikatan batin
99 Ren dan Akio
100 Pertemuan pilu
101 Berat demi kebaikan
102 Rencana liburan ke Indonesia
103 Menabuh genderang perang
104 Sambutan hangat
105 Bunga peony
106 Dejavu
107 Demi Ren dan Akio
108 hukuman atau kesempatan?
109 Direktur?
110 Kembali bersatu (End)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Malam Panas Penuh Gairah
2
Panti Asuhan Pelita Harapan
3
Kemarahan Daddy Aksa
4
Bertemu dengan calon menantu
5
Ujian Akhir Sekolah
6
Pikiran dan Hati yang tidak sinkron
7
Garis Dua
8
Mengambil keputusan
9
Ngidam
10
Hari Pernikahan
11
Membuka lembaran baru
12
Berpisah dengan penghuni panti asuhan
13
Rasa yang sulit ditebak
14
Basecamp
15
Selamat tinggal masa putih abu-abu
16
Berdebar
17
Kampus
18
Pasar Malam
19
OSPEK
20
Suamiku Ketua BEM ?
21
Pesta Abang Gio
22
Pesta Abang Gio ( part 2 )
23
Rasa cinta yang terbalas
24
Saingan cinta ( part 1 )
25
Saingan cinta (part 2)
26
Prasangka
27
Go Publik
28
Kemarahan Dewa
29
Nenek Fitri
30
Teman Lama
31
Sisi lain dari Dewa
32
Acara Reuni SMA
33
Cemburu
34
Baikan
35
Mantan Kencan Buta
36
Rival
37
Pertandingan Basket
38
Diary
39
Masa lalu yang terkuak
40
Korban Ngidamnya Ibu Hamil.
41
Kedatangan Nindi
42
Niat terselubung
43
Rencana
44
Senjata makan tuan
45
Terbongkar
46
Kau milikku
47
Menyudutkan
48
Tak bisa mengelak
49
Nasib buruk
50
Hati yang tak tergapai
51
Perlakuan manis
52
Kedatangan Oma dan Opa
53
Kakek Xavier
54
Balapan Liar
55
Celaka
56
Marah
57
Pertemuan
58
Ekspektasi
59
Bersikukuh
60
Balutan simpul
61
Sky Alexander
62
Berbohong
63
Dr.Philip
64
Kedatangan Ima dan Gilang
65
Melarikan diri
66
Menghapus jejak
67
Bakat Freya
68
DNA
69
Kebetulan bertemu
70
Kebenaran terkuak
71
Merenung
72
Mencoba berdamai dengan masa lalu.
73
Kesan pertama
74
Nostalgia
75
Identitas baru
76
Patner
77
Persaingan
78
Tak bisa menjangkau
79
Bersabar
80
Salah Paham part 1
81
Salah Paham part 2
82
Tertampar
83
Waspada
84
Gagal
85
Klan Mafia Oneus
86
Penyusup
87
Bersandiwara
88
Saksi kunci
89
Kepercayaan yang terkikis
90
Jangan menyiksa diri
91
Optimis
92
Pertengkaran hebat
93
Kecelakaan
94
Kabar buruk
95
Menyesal
96
Nasib Viktor dan Calista
97
Pergi ke Jepang
98
Ikatan batin
99
Ren dan Akio
100
Pertemuan pilu
101
Berat demi kebaikan
102
Rencana liburan ke Indonesia
103
Menabuh genderang perang
104
Sambutan hangat
105
Bunga peony
106
Dejavu
107
Demi Ren dan Akio
108
hukuman atau kesempatan?
109
Direktur?
110
Kembali bersatu (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!