"Sudah lama menunggu say?" Tanya Naya begitu ia memasuki kamar hotel. Ruangan mewah kelas president suite itu sangat memanjakan. Sesuai dengan selera Naya. Ia tak mau bercinta di sembarang tempat mengingat kepuasan batin yang akan ia dapatkan dari layanan laki-laki tampan yang akan memakai tubuh indahnya malam ini. Meskipun Naya melakukan pekerjaan sebagai wanita penghibur ini adalah aktivitas sampingannya namun ia tak memungkiri ia sudah terlalu candu menikmati belaian hangat dari banyak lelaki yang mampu memuaskan hasratnya. Sami sudah tak cukup bergairah lagi bagi Naya karena suaminya itu jarang berada di rumah. Disaat Naya sedang dalam puncak horny, Sami tak pernah ada untuknya. Kemana lelaki itu selama ini?
"Menunggu kamu lebih lama dari ini juga nggak masalah, honey. Asalkan kita bisa bersama sepuasnya malam ini. Rasanya aku udah nggak sabar ingin bersama kamu sepanjang malam." Ujar pria keturunan Spanyol itu. Mata birunya berbinar tatkala melihat Nayla yang sudah setengah polos berdiri sambil meneguk minuman anggur yang ia bawa. Wanita itu berdiri di balkon hotel seraya memandang menatap langit. Pundaknya yang seksi terpampang nyata. Membuat Pria bule tampan itu mendekat dan memeluk tubuh Naya dari belakang. Mengecup pundaknya yang mulus itu dengan sensual. Naya tersenyum manja.
"Kamu lagi mikirin apa sih, honey?" Bisik Shane sambil mengelus leher jenjang Nayla. Ia menyandarkan dagunya disana.
"Aku lagi mikirin alur hidupku yang seperti roller coaster. Aku memiliki suami yang tampan dan tajir tapi tak mampu memberiku kepuasan batin karena ia jarang ada di rumah. ia sering meninggalkanku."
"Kenapa itu yang jadi beban pikiran kamu? Toh kamu juga bisa dapatkan kepuasan lebih dari aku atau dari pria lain yang memakai jasamu sebagai wanita penghibur kelas atas. Bukan hanya mereka yang puas, kamu juga menikmatinya kan? Aku bahkan bisa memuaskan kamu lebih dari yang lain. Aku mampu membuatmu menjerit nikmat menikmati permainan panas kita." Shane mencoba memberi ketenangan untuk Naya.
Perempuan penghibur yang sudah lama menjadi partner ranjangnya. Sudah hampir lima tahun ia menikmati permainan Naya sebagai pelampiasan hasratnya yang tinggi. Entah kenapa ia hanya bergairah pada Naya. Setiap ia singgah ke Indonesia ia selalu meminta Naya untuk menjadi wanita penghibur tetapnya. Tidak ia pungkiri wanita bersuami itu membuatnya sangat candu. Sangat bergairah. Ia bahkan rela membayar Naya dengan harga yang tidak murah. Naya tidak mematok sembarang harga untuk setiap layanan yang ia berikan pada pengusaha tajir yang menarik hati. Ternyata Naya sudah kecanduan menikmati dunia hitam yang terlanjur membuat candu. Ia tak mampu lepas dari sana. Ia juga tak bisa lagi menahan gairah karena sudah terbiasa melayani pengusaha tajir dan tampan dari luar kota. Pelanggannya bahkan juga lebih banyak kalangan pria keturunan Arab dan Eropa.
"Kamu benar Shane tapi aku juga masih mencintainya. Aku nggak tahu sampai kapan aku akan menjalani hidupku yang sudah kacau balau seperti ini. Aku juga ingin kembali seperti dulu tapi aku juga ngga kuat untuk lepas dari kenikmatan yang sudah telanjur aku nikmati."
"Kalau gitu nikmati aja. Nggak perlu kamu hiraukan lagi yang lain. Aku ada disini untukmu honey." Ujar Shane sembari menyentuh tubuh mulus yang sudah pasrah itu.
"Terima kasih, Shane. Kamu benar. Kamu ternyata juga bisa memuaskan aku. Kamu jauh lebih luar biasa dari suamiku. Kamu bahkan mampu membuatku bertekuk lutut. Tolong puaskan aku malam ini, Shane." Ujar Naya dengan mata berkabut. Ia lantas membalas pagutan yang diberikan oleh pria berdarah Spanyol itu.
Membiarkan pria itu membopong tubuh sintalnya berbaring di atas ranjang. Lantas terjadilah percintaan panas itu. ******* demi ******* keluar dari mulut Naya. Mereka saling mencecap satu sama lain. Saling memberikan kehangatan di atas ranjang. Menyalurkan hasrat yang sudah memuncak. Saling memuaskan keinginan masing-masing. Layaknya pasangan suami istri, Naya memberikan semua yang ada pada dirinya kepada lelaki yang sudah membayarnya dengan harga yang tidak murah. Tidak hanya uang yang menjadi alasan Naya melakukannya. Lebih dari itu. Ia bahkan sangat menikmatinya. Sesuatu yang tak pernah ia dapatkan dari Sami selama ini.
"Kamu yakin suamimu nggak akan pernah tahu apa pekerjaanmu ini?" Tanya Shane di sela-sela aktivitas panas mereka.
"Kamu jangan khawatir. Suamiku itu nggak bakalan pernah tahu. Ia jarang ada di rumah. Selalu sibuk dengan urusan kantor. Ia bahkan sudah beberapa hari tidak pulang." Jawab Naya dengan senyum nakal.
"Putri kalian gimana?"
"Ada baby sitter yang jagain. Kamu jangan khawatirkan itu. Mari kita fokus aja sama kebersamaan kita malam ini, Shane." Naya mencoba mengajak pria itu kembali pada percintaan mereka.
Terjadilah percintaan panas duo sejoli itu di sebuah kamar hotel bintang lima. Tanpa sang suami tahu apa yang sudah diperbuat oleh istrinya. Naya telah lama melakukan hal itu dibelakang Sami. Telah ia lakukan selama bertahun-tahun. Sejak Sami tak lagi sering berada di rumah mereka. Sejak saat itu Naya telah melakukannya.
Mereka sudah lama saling merindukan sebagai pasangan tak resmi. Entah kenapa pria tampan asal Spanyol itu begitu menggilai Nayla. Meskipun ia tahu Nayla sudah memiliki suami namun ia tetap tak peduli. Ia terus saja menghubungi Nayla untuk menjadi pasangan hangat ranjangnya yang dingin. Shane sampai saat ini bahkan rela melajang hanya untuk bisa bebas menikmati Nayla sebagai wanita penghibur yang selalu sedia untuknya tiap kali ia melakukan urusan bisnis ke tanah air.
"Apa kamu nggak khawatir dengan suami kamu?' Tanya Shane dengan tatapan penuh kabut. Meskipun ia tahu Naya sudah memiliki suami yang masih normal namun ia tetap heran mengapa wanita itu tetap mau melakukan hal gila seperti ini.
"Biarkan saja. Nggak usah kita hiraukan. Salahnya sendiri kenapa jarang di rumah." Naya memberi jawaban dengan nada datar. Jia mengingat hal itu perasaannya langsung berubah dingin. Hatinya terasa sakit mengingat Sami yang sering sibuk sendiri dengan urusan pekerjaan yang tak pernah ada habisnya. Baginya pekerjaan itu jauh lebih penting dari istri.
Masih dalam pergulatan yang belum selesai itu mereka masih menyatu. Mereka belum mau menyudahi asmara yang tengah bergelora. Naya belum mau beranjak dari sana. Ia masih ingin berbaring manja bersama pria bule yang menjadi pasangannya malam ini. Sudah lama juga ia tak bertemu dengan pria itu. Terakhir kali ia bertemu dengan Shane dua tahun lalu saat Kiara masih berumur dua tahun. Malam ini adalah malam pertamanya setelah Shane sibuk mengurus bisnisnya di Canada.
Tanpa mereka sadari, benda pipih yang tergeletak di atas nakas kini menyala dan berdering nyaring. Getarannya membuat benda itu bergerak pelan. Menimbulkan nada getar yang cukup mengusik aktivitas panas duo sejoli yang tengah terbakar gairah itu.
Nayla tersentak. Pelukan hangat itu terjeda sesaat. Nayla segera meraih gawainya yang sudah sedari tadi terus berdering. Terlihat pada layar ada panggilan video call dari Sami. Itu Sang suami. Sontak kedua mata Nayla membulat.
Mas Sami is calling!!!??
Apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang akan dilakukan Nayla??
*******TBC********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments