BAB 11. Jihan Kabur Lagi

"Bos, anda belum pulang?" Tanya Riky begitu melihat atasannya masih berkutat dengan beberapa dokumen dan berkas yang berserakan di atas meja.

"Hmm." Sami menjawab dengan menggumam tanpa menoleh. Ia sedang fokus mempelajari beberapa berkas. Semua harus selesai malam ini.

"Ini udah hampir gelap bos. Anda masih mau disini?" Ujar Riky dengan nada khawatir. Tidak biasanya jam segini atasannya belum mau beranjak dari kantor. Sepertinya ada yang tidak beres namun Riky berusaha untuk tidak terlalu ikut campur.

"Kalau kamu udah selesai ya duluan aja, Ki. Nggak apa-apa."

"Oke bos. Kalau ada apa-apa saya standby." Pamit Riky sebelum berlalu setelah menutup pintu. Meninggalkan sang pimpinan yang masih berkutat dengan beberapa berkas yang menumpuk di atas meja kerja. Entah sampai kapan akan selesai.

Setelah hampir satu jam berlalu, tiba-tiba saja Sami teringat Jihan. Ia melirik arloji yang ada di pergelangan tangan kiri. Sudah hampir jam delapan. Saatnya ia kembali ke apartement Thamrin untuk melihat kondisi gadis itu. Sudah lebih dari seminggu Sami tak bertemu Jihan setelah ia menyatakan setuju untuk tinggal di apartment milik Sami. Rasanya Sami sudah sangat merindukan wajah manis gadis itu.

Sami mematikan lampu yang ada di ruangan kantor. Meraih kunci mobil lalu melesat keluar dari sana. Membelah jalanan untuk menemui Jihan di apartement. Sami sudah tak sabar ingin bertemu dengan Jihan malam ini. Ia mengendarai kuda besinya menuju jalan Kebon Kacang Raya.

Tak butuh waktu lama bagi Sami untuk sampai di Apartment mereka. Saat sampai di koridor gedung berlantai lima belas itu Sami langsung masuk ke dalam lift. Kebetulan juga suasana apartement itu tidak terlalu ramai. Sami bisa masuk lebih cepat ke dalam kamar kecil yang mampu mengantarnya ke lantai paling atas itu hanya dalam hitungan detik.

Dengan sedikit berdebar Sami menempelkan sidik jari pada pintu otomatis yang terpasang di pintu masuk. Dalam hitungan detik pintu itu terbuka. Sami langsung melangkah masuk tanpa ragu. Melihat ke sekeliling ruangan. Tak ada tanda-tanda kehidupan.

"Jihan." Panggil Sami. Ia celingukan mencari keberadaan gadis itu. Sepi. Seperti tak ada penghuni. Sami menyisir seluruh ruangan. Kosong. Bekas tanda-tanda aktivitas pun juga tak nampak. Kemana Jihan?

Sami lalu berbalik arah ke kamar utama. Pintu terkuak.

"Jihan?" Sami mencoba memanggil gadis itu namun tak ada sahutan. Kamar mandi setelah di periksa juga kosong. Kamar tamu tak ada bedanya. Sami tak menemukan Jihan dimana pun. Kemana gadis itu? Kemana dia selarut ini? Apa dia masih ada aktivitas di luar sana? Tak mungkin. Sudah jelas-jelas Sami melarangnya untu kembali bekerja. Ia sudah memberikan sebuah kartu sakti pada gadis itu tempo hari untuk mencukupi kebutuhan Jihan. Tak mungkin ia kembali lagi bekerja. Apa gadis itu masih di kampus? Itu juga mustahil. Mata kuliah apa yang ia ikuti pada jam selarut ini? Sami mengembuskan nafas kasar. Kemudian tanpa pikir panjang lagi ia melangkah keluar ruangan untuk mencari gadis itu. Namun saat akan berlalu dari pintu tanpa sengaja mata Sami menangkap sepucuk kertas yang tergeletak di atas meja kecil yang ada di dekat pintu masuk.

Langkah Sami terhenti. Ia lalu berbalik arah meraih kertas putih yang ditutupi oleh pena berwarna biru dan sebuah kartu. Itu kartu sakti yang sempat Sami berikan untuknya seminggu yang lalu. Kenapa ia mengembalikan lagi kartu itu pada Sami. Apa maksudnya?

Sami lalu meraih kertas itu dengan secepat kilat. Membaca tulisan yang ada disana. Seketika wajah tampan itu langsung berubah semakin dingin. Kertas itu remuk jadi tak berbentuk di genggaman Sami hanya dalam hitungan detik.

Sami tercenung sesaat. Mencoba mencerna apa yang tengah terjadi. Ia mencoba berfikir jernih. Menarik nafas panjang. Menelaah kembali apa yang telah terjadi antara ia dan Jihan. Kemana gadis itu pergi? Bagaimana bisa ia mengambil keputusan bodoh seperti ini?. Sami lantas meraih gawai yang ada di dalam saku. Memencet angka dua yang ada di layar ponsel. Tak lama nomor itu tersambung pada sang asisten andalan. Terdengar suara Riky dari seberang sana.

"Ya bos."

"Ki, Jihan menghilang. Tolong temukan gadis itu secepatnya."

"Oh oke bos." Riky seolah paham apa yang sedang terjadi. Tak butuh penjelasan lebih lanjut, Riky langsung bergerak cepat. Seolah paham apa yang harus ia lakukan.

Sami membuang nafas kasar. Ia tak habis pikir dengan Jihan. Apa sebenarnya yang ada dalam pikiran gadis itu? Apa ia berniat melarikan diri lagi? Bagaimana pikirannya bisa sekerdil itu? Gadis itu memang keras kepala. Ia sangat sulit di atur. Kenapa sulit sekali mengendalikannya? Sami mengusap kepalanya yang mulai terasa panas. Keningnya terasa berdenyut. Ia tersandar pada dinding apartement yang terasa dingin. Sedingin hati yang ia rasakan kini. Ingin rasanya ia mencari gadis itu tapi kemana ia akan mencari Jihan di malam gelap seperti ini? Sami tak mampu berfikir jernih. Pikirannya kacau. Kemelut yang terjadi dalam hidupnya belakangan ini cukup menguras pikiran. Dinginnya Naya dan keras kepalanya Jihan sukses membuat Sami nyaris kehilangan kewarasan sebagai lelaki normal. Ia merasa hampir menjadi gila.

Lalu apa yang terjadi kini? Kenyataan apalagi yang tengah ia hadapi sekarang? Jihan tiba-tiba lenyap. Ia menghilang. Kabur. Gadis itu melarikan diri lagi darinya. Menghilang entah kemana. Sami tak tahu dimana rimbanya. Jihan memutuskan pergi dari hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat. Hanya dengan satu kalimat pendek yang ia tulis pada secarik kertas kosong sukses membuat Sami nyaris seperti layangan putus. Sami seperti kehilangan arah. Tak tahu harus berbuat apa. Ia bingung bagaimana menghadapi Jihan. Harus bagaimana lagi ia bersikap agar gadis itu mengerti jika Sami memang benar-benar membutuhkannya. Sami ingin gadis itu ada disisinya. Sami benar-benar telah jatuh hati dengan Jihan. Ia telah terpikat dengan segala kesederhanaan gadis itu. Dengan segala kepolosannya. Dengan cara hidupnya yang begitu simple. Dengan cara bagaimana ia memandang hidup. Dengan senyumnya yang manis dan binar matanya yang indah saat ia tersenyum senang. Dengan semua yang ada di diri gadis itu sukses membuat Sami jatuh terperosok ke dalam pesonanya. Seorang Sami yang banyak digilai wanita kini terjatuh dengan begitu mudah pada seorang gadis yang ia temui di tempat hiburan malam??

Apa yang sedang terjadi pada Sami saat ini? Apa ia memang sudah tak waras lagi? Apa ia sudah tak lagi normal? Bagaimana bisa ia menggilai seorang gadis penghibur? Bahkan saat ini Sami sudah seperti punuk merindukan bulan. Gadis itu berhasil kabur meninggalkannya. Hal itu berhasil membuat Sami hilang akal. Jihan telah membuat dunia Sami kini menjadi hampa. Gadis itu telah pergi dengan menjungkirbalikkan dunia Sami hanya dalam waktu semalam.

Kemana Jihan menghilang? Apakah Sami berhasil menemukannya?

********TBC********

Episodes
1 BAB 1. ENGGAN
2 BAB 2. Mulai Nyaman
3 BAB 3. Jihan Menghilang
4 BAB 4. Penasaran
5 BAB 5.Mulai Dekat
6 BAB 6. Terbawa Suasana
7 BAB 7. Terbuai
8 BAB 8. Ternyata Masih..?
9 BAB 9. Bertanggung Jawab
10 BAB 10. JIHAN MERAGU
11 BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12 BAB 12. Mencari Jihan
13 BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14 BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15 BAB 15. RAHASIA NAYA
16 BAB 16. Kecurigaan Sami
17 BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18 BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19 BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20 BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21 BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22 BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23 BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24 BAB 24. BERDEBAT LAGI
25 BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26 BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27 BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28 BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29 BAB 29. TAK MAU DIMADU
30 BAB 30. Mengurus Perceraian
31 BAB 31. PAPA MURKA??
32 BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33 BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34 BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35 BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36 BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37 BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38 BAB 38. PERNIKAHAN
39 BAB 39. RASA YANG ANEH
40 BAB 40. MENDEBAT PAPA
41 BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42 BAB 42. KANGEN KIARA
43 BAB 43. NAYA MENGAMUK
44 BAB 44. REAKSI SAMI
45 BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46 BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47 BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48 BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49 BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50 BAB 50. BERTEMU MADU
51 BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52 BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53 BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54 BAB 54. KECURIGAAN KIA
55 BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56 BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57 BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58 BAB 58. RENCANA DINNER
59 BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60 BAB 60. KARENA MANJA
61 BAB 61. PEMBUKTIAN
62 BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63 BAB 63. RUMIT
64 BAB 64. TENTANG SHAYNE
65 BAB 65. MEETING PENTING
66 BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67 bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68 BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69 BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70 BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71 BAB 71. KEGILAAN NAYA
72 Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73 BAB 73. NAYA MENGGILA??
74 BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75 BAB 75. USAHA SAMI
76 BAB 76. MENUNGGU NAYA
77 BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78 BAB 78. NAYA BERAKSI
79 BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80 BAB 80. SIDANG PERTAMA
81 BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82 BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83 BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84 BAB 84. AKHIR CERITA KITA
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1. ENGGAN
2
BAB 2. Mulai Nyaman
3
BAB 3. Jihan Menghilang
4
BAB 4. Penasaran
5
BAB 5.Mulai Dekat
6
BAB 6. Terbawa Suasana
7
BAB 7. Terbuai
8
BAB 8. Ternyata Masih..?
9
BAB 9. Bertanggung Jawab
10
BAB 10. JIHAN MERAGU
11
BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12
BAB 12. Mencari Jihan
13
BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14
BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15
BAB 15. RAHASIA NAYA
16
BAB 16. Kecurigaan Sami
17
BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18
BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19
BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20
BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21
BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22
BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23
BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24
BAB 24. BERDEBAT LAGI
25
BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26
BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27
BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28
BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29
BAB 29. TAK MAU DIMADU
30
BAB 30. Mengurus Perceraian
31
BAB 31. PAPA MURKA??
32
BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33
BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34
BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35
BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36
BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37
BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38
BAB 38. PERNIKAHAN
39
BAB 39. RASA YANG ANEH
40
BAB 40. MENDEBAT PAPA
41
BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42
BAB 42. KANGEN KIARA
43
BAB 43. NAYA MENGAMUK
44
BAB 44. REAKSI SAMI
45
BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46
BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47
BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48
BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49
BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50
BAB 50. BERTEMU MADU
51
BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52
BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53
BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54
BAB 54. KECURIGAAN KIA
55
BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56
BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57
BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58
BAB 58. RENCANA DINNER
59
BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60
BAB 60. KARENA MANJA
61
BAB 61. PEMBUKTIAN
62
BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63
BAB 63. RUMIT
64
BAB 64. TENTANG SHAYNE
65
BAB 65. MEETING PENTING
66
BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67
bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68
BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69
BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70
BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71
BAB 71. KEGILAAN NAYA
72
Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73
BAB 73. NAYA MENGGILA??
74
BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75
BAB 75. USAHA SAMI
76
BAB 76. MENUNGGU NAYA
77
BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78
BAB 78. NAYA BERAKSI
79
BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80
BAB 80. SIDANG PERTAMA
81
BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82
BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83
BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84
BAB 84. AKHIR CERITA KITA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!