BAB 8. Ternyata Masih..?

Jihan tersentak kaget saat alarm ponselnya berdering nyaring. Ia merasa sesuatu yang berat tengah menghimpit tubuhnya. Masih dalam setengah sadar ia mencoba mencerna apa yang sudah terjadi. Sekelebat reka adegan pergulatan panas yang telah mereka lakukan semalam langsung berputar di benak Jihan. Sontak ia baru tersadar sudah dalam keadaan tidak berbusana. Ya tuhan...Apa yang sudah ia lakukan?? Jihan menatap kembali tubuhnya dari dalam selimut. Kemudian ia beralih menatap sosok laki-laki yang masih terlelap di sampingnya. Pria tampan dengan tampang dingin itu seakan belum terusik dengan isakan Jihan.

Jihan menutupi wajah dengan kedua telapak tangan. Ia sudah tak sanggup lagi membendung air mata saat menyadari kesalahan besar yang telah ia lakukan bersama Sami semalam. Mereka telah melakukan hubungan terlarang itu. Kini ia sudah tak suci lagi. Sesuatu yang sangat ia jaga selama ini sudah terenggut oleh kenikmatan sesaat. Semua karena kebodohannya. Karena ia begitu mudah terbuai suasana. Apa yang harus ia lakukan kini?? Apakah ini hanya mimpi? Bisakah ia memutar waktu kembali?? Jihan berusaha menahan tangis. Ia sudah melakukan kesalahan besar. Menangis darah pun kini tetap akan percuma. Keperawanannya telah hilang bersama lenguhan dan erangan nikmat yang telah ia rasakan bersama Sami semalam.

"Jihan?" Sebuah sentuhan lembut terasa di pundak Jihan. Gadis itu tersentak. Ia menatap Sami yang kini memandanginya dengan tatapan sendu.

"Maafkan aku."

"Apa yang sudah kita lakukan mas? aku harus bagaimana sekarang? Aku sudah tak berharga lagi. Aku udah..." Jihan terisak sembari menutup wajah dengan kedua tangan. Ia menangis tersedu meratapi semua yang telah terjadi. Pergumulan semalam kini hanya menyisakan pedih di hati Jihan. Kehormatannya sebagai seorang wanita telah hilang. Ia merasa sudah tak berharga lagi. Sami kemudian meraih tubuh mungil itu. Mendekapnya dengan lembut.

"Aku akan bertanggung jawab. Kita sudah terlanjur. Aku tidak akan melepaskan kamu."

"Nggak mas. Aku yang bodoh. Aku yang salah. Semua karena kebodohanku karena telah mengizinkan kamu masuk ke sini. Kalau bukan karena itu kamu nggak akan ada di sini." Jihan melepaskan diri dari pelukan Sami. Ia kemudian beranjak dari ranjang dengan tubuh berbalut selimut. Saat ia berdiri, Sami melihat ada bekas noda darah yang telah mengering pada kain sprei. Ternyata memang benar Jihan masih suci. Pantas saja pergumulan mereka semalam tidak semulus seperti yang biasa Sami lakukan pada Naya. Jihan seperti sulit ditembus. Sami bahkan harus bekerja lebih ekstra saat penyatuan mereka semalam. Terasa sangat sempit dan hangat. Mereka melakukannya dengan penuh nikmat.

"Pergilah mas. Jangan menemui aku lagi." Jihan beringsut menjauhi Sami. Hanya penyesalan kini yang ia rasakan setelah semalam mereka mereguk kenikmatan surgawi bersama. Entah kenapa rasa jijik dengan semua yang terjadi hadir menyelimuti hati dan benak Jihan. Ia benci dengan kebodohannya. Ia jijik dengan dirinya yang begitu mudah terbuai dengan sentuhan lembut Sami.

"Kamu jangan mengelak lagi, Jihan.Kita melakukannya berdua dengan penuh kesadaran. Kamu menikmatinya. Aku juga. Tidak ada yang salah di antara kita berdua. Tidak ada yang salah dengan apa yang kita lakukan." Sami memutar tubuh Jihan yang sedari tadi memunggunginya. Dilihatnya wajah ayu itu sudah berlinang dengan air mata.

"Tetap saja semua ini salah mas. Harusnya ini nggak terjadi. Harusnya aku menolakmu. Harusnya kamu nggak datang menemui aku disini. Harusnya kamu nggak mendekatiku. Harusnya aku nggak membiarkan kamu masuk. Harusnya kita tidak sampai melakukan itu. Harusnya.." Jihan sudah tak bisa lagi meneruskan kata-katanya. Ia sudah tenggelam dalam pelukan Sami. Pria yang semalam telah menyentuhnya untuk pertama kali. Laki-laki yang telah menyentuh setiap inchi tubuhnya dengan penuh gairah dan hasrat yang menggebu. Bodohnya Jihan tak mampu menolak sentuhan yang melenakan itu. Sami berhasil membuatnya hanyut dalam nikmat bercinta untuk pertama kali dalam hidupnya.

Jihan menangis dalam pelukan Sami. Pria itu kini memeluknya dengan sangat erat. Seolah enggan untuk melepaskan Jihan. Seolah takut gadis itu akan lepas darinya. Tangannya yang hangat menyentuh lembut kepala gadis itu. Mencoba untuk memberikannya rasa nyaman dan tenang. Mencoba membantu meredakan emosi yang tengah merundung gadis manis itu. Sami sangat paham jika saat ini Jihan tengah terpukul harus menerima kenyataan bahwa ia sudah tak suci lagi. Bahwa ia sudah tak perawan lagi. Bahwa ia kini sudah tak lagi sama seperti sebelumnya. Itu bukanlah hal yang mudah bagi seorang perempuan untuk menerima kenyataan bahwa kegadisannya telah terenggut pada waktu dan tempat yang tidak seharusnya. Sami membiarkan Jihan melepaskan semua rasa sesal yang terasa. Berharap setelah itu Jihan akan lebih tenang. Ia bisa kembali membicarakan semuanya dengan kepala dingin.

"Kamu udah lebih baik?" Tanya Sami setelah beberapa saat dilihatnya Jihan sudah lebih tenang. Tangis gadis itu sudah reda.

"Pergilah mas. Aku ingin sendiri." Tukas Jihan seraya menghapus jejak air mata. Ia kemudian kembali memunggungi Sami. Rasanya ia sudah tak punya harga diri lagi setelah melakukan pergumulan itu.

"Apa maksud kamu?" Tanya Sami.

"Tinggalkan aku sendiri mas."

"Kamu ingin aku pergi setelah semua yang telah kita lakukan semalam?" Sami mengulang tanya. Lucu sekali gadis ini. Kenapa ia begitu keras menolak. Apa yang ada dalam benak gadis itu. Setelah kesuciannya hilang lalu ia ingin Sami meninggalkannya begitu saja??

"Kamu menolakku?"

"Iya. Aku menolakmu. Pria seperti kamu nggak akan pernah mau menjalani hubungan serius dengan gadis sepertiku, mas Sami. Itu nggak mungkin. Aku hanya gadis rendahan yang bekerja serabutan. Aku cuman gadis penghibur yang biasa melayani lelaki di club malam. Apa aku harus percaya jika kamu bilang kamu akan bertanggung jawab? Apa semudah itu bagi kamu untuk mengelabui aku?" Ujar Jihan dengan suara bergetar yang ia sembunyikan sembari memunggungi Sami. Ia harus mau membuka mata jika tak akan semudah itu bagi seorang lelaki sekelas Sami mau serius memungutnya. Mau bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi. Rasanya sangat menyesal ia telah menyetujui untuk ikut bekerja di tempat hiburan itu. Meskipun ia tidak punya niat untuk menjual diri tapi tetap saja stigma negatif gadis penghibur telah melekat dalam dirinya. Cap negatif gadis malam telah ia dapatkan. Walaupun ia berusaha untuk tidak mengindahkan penilaian orang tentang pekerjaan yang ia tekuni tapi tetap saja harga dirinya kini telah terluka. Bahkan sekarang telah hilang. Pria itu pasti kini akan menganggapnya wanita murahan. Perempuan yang mudah untuk dibawa tidur.

"Siapa bilang aku membohongi kamu? Sami kemudian memutar tubuh langsing gadis itu. Jihan sedikit tersentak saat Sami kini menatapnya dengan mata elangnya. Kedua tangan pria itu kini merangkul pundaknya dengan erat.

"Dengar baik-baik, Jihan. Kita sudah terlanjur. Aku nggak main-main. Aku serius sama kamu. Kita tidak bisa lagi untuk membalikkan keadaan seperti sebelumnya. Aku akan bertanggung jawab atas semua sudah kita lakukan. Apapun yang terjadi percaya sama aku." Tukas Sami dengan sangat serius. Wajah tampannya tampak begitu dingin. Tak ada nada tinggi sedikitpun dari suaranya namun kalimat yang terlontar dari mulut lelaki itu terdengar tidak main-main. Jihan menatap manik mata elang itu. Mencari kesungguhan di dalam sana. Jihan mencoba untuk percaya jika apa yang terucap dari mulut pria itu benar adanya. Semoga saja itu memang benar seperti yang ia katakan.

Benarkah Sami akan menepati semua ucapannya? Apakah JIhan akan percaya? Bagaimana hubungan mereka setelah apa yang sudah terjadi???

********TBC********

Episodes
1 BAB 1. ENGGAN
2 BAB 2. Mulai Nyaman
3 BAB 3. Jihan Menghilang
4 BAB 4. Penasaran
5 BAB 5.Mulai Dekat
6 BAB 6. Terbawa Suasana
7 BAB 7. Terbuai
8 BAB 8. Ternyata Masih..?
9 BAB 9. Bertanggung Jawab
10 BAB 10. JIHAN MERAGU
11 BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12 BAB 12. Mencari Jihan
13 BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14 BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15 BAB 15. RAHASIA NAYA
16 BAB 16. Kecurigaan Sami
17 BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18 BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19 BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20 BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21 BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22 BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23 BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24 BAB 24. BERDEBAT LAGI
25 BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26 BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27 BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28 BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29 BAB 29. TAK MAU DIMADU
30 BAB 30. Mengurus Perceraian
31 BAB 31. PAPA MURKA??
32 BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33 BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34 BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35 BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36 BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37 BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38 BAB 38. PERNIKAHAN
39 BAB 39. RASA YANG ANEH
40 BAB 40. MENDEBAT PAPA
41 BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42 BAB 42. KANGEN KIARA
43 BAB 43. NAYA MENGAMUK
44 BAB 44. REAKSI SAMI
45 BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46 BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47 BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48 BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49 BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50 BAB 50. BERTEMU MADU
51 BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52 BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53 BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54 BAB 54. KECURIGAAN KIA
55 BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56 BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57 BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58 BAB 58. RENCANA DINNER
59 BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60 BAB 60. KARENA MANJA
61 BAB 61. PEMBUKTIAN
62 BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63 BAB 63. RUMIT
64 BAB 64. TENTANG SHAYNE
65 BAB 65. MEETING PENTING
66 BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67 bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68 BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69 BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70 BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71 BAB 71. KEGILAAN NAYA
72 Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73 BAB 73. NAYA MENGGILA??
74 BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75 BAB 75. USAHA SAMI
76 BAB 76. MENUNGGU NAYA
77 BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78 BAB 78. NAYA BERAKSI
79 BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80 BAB 80. SIDANG PERTAMA
81 BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82 BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83 BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84 BAB 84. AKHIR CERITA KITA
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1. ENGGAN
2
BAB 2. Mulai Nyaman
3
BAB 3. Jihan Menghilang
4
BAB 4. Penasaran
5
BAB 5.Mulai Dekat
6
BAB 6. Terbawa Suasana
7
BAB 7. Terbuai
8
BAB 8. Ternyata Masih..?
9
BAB 9. Bertanggung Jawab
10
BAB 10. JIHAN MERAGU
11
BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12
BAB 12. Mencari Jihan
13
BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14
BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15
BAB 15. RAHASIA NAYA
16
BAB 16. Kecurigaan Sami
17
BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18
BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19
BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20
BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21
BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22
BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23
BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24
BAB 24. BERDEBAT LAGI
25
BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26
BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27
BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28
BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29
BAB 29. TAK MAU DIMADU
30
BAB 30. Mengurus Perceraian
31
BAB 31. PAPA MURKA??
32
BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33
BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34
BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35
BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36
BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37
BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38
BAB 38. PERNIKAHAN
39
BAB 39. RASA YANG ANEH
40
BAB 40. MENDEBAT PAPA
41
BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42
BAB 42. KANGEN KIARA
43
BAB 43. NAYA MENGAMUK
44
BAB 44. REAKSI SAMI
45
BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46
BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47
BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48
BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49
BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50
BAB 50. BERTEMU MADU
51
BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52
BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53
BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54
BAB 54. KECURIGAAN KIA
55
BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56
BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57
BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58
BAB 58. RENCANA DINNER
59
BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60
BAB 60. KARENA MANJA
61
BAB 61. PEMBUKTIAN
62
BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63
BAB 63. RUMIT
64
BAB 64. TENTANG SHAYNE
65
BAB 65. MEETING PENTING
66
BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67
bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68
BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69
BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70
BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71
BAB 71. KEGILAAN NAYA
72
Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73
BAB 73. NAYA MENGGILA??
74
BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75
BAB 75. USAHA SAMI
76
BAB 76. MENUNGGU NAYA
77
BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78
BAB 78. NAYA BERAKSI
79
BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80
BAB 80. SIDANG PERTAMA
81
BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82
BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83
BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84
BAB 84. AKHIR CERITA KITA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!