BAB 3. Jihan Menghilang

Sami baru saja memarkirkan Pajero Sportnya di halaman parkir Star Kafe. Sudah beberapa hari ini ia selalu terbayang wajah Jihan. Teringat ciuman panas yang telah ia lakukan pada gadis lugu itu tempo hari. Perasaan bersalah mendadak hadir dalam hatinya. Entah dirasuki setan apa ia sampai nekat mencumbu paksa gadis manis itu. Wajah pucat Jihan masih terekam jelas di benak Sami sampai detik ini. Ia jadi sulit memejamkan mata. Hari ini ia ingin bertemu kembali dengan Jihan. Ia ingin meminta maaf sekaligus menjelaskan apa yang tengah terjadi kemarin. Tidak seharusnya Sami bertingkah konyol tapi jujur Sami sedikit tertarik dengan gadis itu. Ada sesuatu dari Jihan yang membuat Sami menjadi berdebar saat ia mencium rakus bibir kenyal itu tempo hari.

Sami sudah menunggu beberapa menit di ruang VIP tempat ia biasa menghabiskan waktu. Rasa hati sudah tak sabar ingin bertemu lagi dengan Jihan. Sudah hampir sepuluh menit Sami menunggu tapi seseorang yang ditunggu belum juga datang. Sami melirik arloji yang ada di tangan kiri. Rasanya ini sudah terlalu lama. Sami membuang nafas kasar.

Tak lama pintu terbuka dari luar. Sami mendongak. Berharap bisa melihat kembali wajah ayu milik Jihan. Hampir saja senyum Sami mengembang namun raut wajah senang itu langsung berubah kecewa. Itu bukan Jihan.

"Kamu siapa?" Tanya Sami tanpa basa-basi. Ia langsung menelan pil pahit. Ekspektasinya terlalu tinggi. Bukan Jihan yang datang tapi gadis lain lagi. Sami mendengus kasar.

"Saya yang bertugas hari ini mas. Saya diminta menemani mas di ruangan ini."

"Nggak perlu. Panggil manager kamu sekarang." Sami naik darah. Suaranya berubah dingin. Tanpa intonasi tinggi tapi mampu menghempaskan rasa percaya diri gadis yang ada dihadapannya. Rasa percaya diri yang tadinya setinggi puncak Himalaya langsung terhempas merata dengan tanah. Gadis yang tidak kalah cantik dari Jihan itu sontak berubah pucat. Tanpa menunggu lama ia langsung meninggalkan Sami dari ruangan remang-remang itu.

Sami meraih gawai yang ada di atas meja. Mengusap layar benda pipih itu dalam hitungan detik. Rasa kesalnya sudah di ubun-ubun. Ia harus mendapatkan penjelasan detail dari si manager kafe. Siapa lagi kalau bukan Kemal.

"Kesini lu sekarang." Hanya satu kalimat itu yang keluar dari bibir Sami. Lalu memencet tombol merah pada layar ponsel. Ia menunggu Kemal sambil bersedekap dada. Pikirannya sudah kacau . Kesal sudah pasti. Semua sungguh di luar ekspektasinya hari ini. Kemana Jihan?? Kenapa bukan gadis itu yang bertugas menemaninya?? Padahal ia sudah membooking gadis itu pada Kemal sebelumnya.

"Hei Sam." Sapa Kemal begitu ia masuk ke dalam ruangan Sami.

"Kenapa sih lu marah-marah?? Bikin LC gue takut aja."

"Mana gadis itu?" Sami bertanya dingin. Kemal yang tadinya tersenyum lebar seketika menciut.

"Siapa maksud lu?"

"Siapa lagi?" Sahut Sami dengan wajah datarnya. Pertanda ia mulai kesal.

"Jihan?"

"Jangan bertele-tele, Mal."

"Sorry Sam. Gue lupa bilang. Hari ini dia nggak masuk lagi." Jelas Kemal dengan nada sendu.

"Apa maksud lu?" Kening Sami mengkerut.

"Ini udah tiga hari. Gue pikir dia bakalan kerja sore ini tapi dia mangkir lagi. Sori bro gue bikin lu kecewa." Terang Kemal dengan perasaan bersalah sambil menepuk pundak Sami beberapa kali.

"Udah tiga hari?"

"Iya. Sejak habis nemenin lu dari kemarin itu dia minta izin untuk nggak masuk. Katanya ada perlu. Jadi gue kasih ijin." Ujar Kemal lebih lanjut. Dilihatnya raut wajah Sami sudah berubah sedikit pucat.

"Lagian kenapa lu penasaran banget sama tu anak? Ada apa sih, Sam? Jadi curiga gue." Tiba-tiba Kemal menembak Sami dengan pertanyaan inti. Sejak kemaren sore ia sudah mulai curiga. Mendadak saja gadis itu meminta izin untuk libur padahal kerja baru beberapa hari. Kalau bukan karena paras ayunya yang mengundang simpati, Kemal tak akan pernah mau memberi izin untuk anak baru libur seenaknya.

"Lu punya nomor ponselnya?" Tanya Sami dengan rasa tak sabar.

"Ada tapi untuk apa?" Kemal bertanya heran. Tidak biasanya Sami meminta nomor ponsel seseorang seperti ini. Apalagi itu hanya seorang gadis penghibur. Ini makin mencurigakan.

"Kasih ke gue."

"Iya tapi..."

"Sekalian sama alamatnya." Todong Sami.

"Oh oke." Kemal tak ingin bertanya lagi. Ia sangat paham karakter sahabat lamanya itu. Kalau wajah tampan itu sudah berubah sudah datar, Sami tak akan bisa ditawar lagi. Ia akan mendapatkan apapun yang ia mau. Itu sangat mudah baginya. Hanya tinggal menunggu waktu gadis itu pasti akan ia temukan dalam waktu yang tidak lama.

******

Jihan menghempaskan badan langsingnya ke atas ranjang. Tas selempang itu ia lempar begitu saja. Kepalanya terasa sakit sekali sejak tadi siang. Pusing memikirkan uang semester yang harus segera ia bayar beberapa bulan lagi. Sementara tabungan sudah menipis. Uang kos juga sudah menunggak dua bulan. Jihan kembali membuka dompet. Mengeluarkan kwitansi pembayaran yang harus segera ia bayar. Pekerjaan apalagi yang harus ia lakukan untuk segera mendapatkan uang dalam waktu singkat??

Meminta pada tante juga sudah tidak mungkin lagi. Ia tidak mau lagi menyusahkan adik almarhum papanya itu. Sudah hampir dua tahun Jihan bertahan sendirian di ibu kota. Dengan berbekal bekerja paruh waktu ia nekat keluar dari rumah tantenya untuk kuliah sendiri. Sejak di tinggal mati oleh sang mama, Jihan terpaksa harus kuat bertahan seorang diri. Kalau bukan karena desakan kebutuhan ekonomi seperti ini ia tidak akan mau ikut bersama temannya untuk bekerja di Star kafe itu sebagai lady companion. Katanya hanya menemani pelanggan bernyanyi. Tapi ternyata??? Sudahlah semua sudah terjadi.

Jihan menghela nafas panjang. Bayangan ciuman yang tiba-tiba ia dapatkan dari pria tampan berwajah dingin itu kembali terbayang di pelupuk mata. Itu ciuman pertamanya. Pria itu telah merampas ciuman itu dari bibirnya. Jihan tidak menyangka ia akan diperlakukan seperti itu. Entah apa yang ada dalam benak lelaki itu sehingga nekat menciumnya??

Jihan merasa sangat terkejut. Darahnya berdesir hebat saat mendapat sentuhan nyata dari cumbuan lelaki itu. Ia tidak menyangka lelaki itu akan mencium bibirnya dengan rakus. Bahkan masih terasa dengan sangat jelas jejak bibirnya di mulut Jihan. Ia merasa malu luar biasa karena itulah kemarin Jihan langsung meninggalkan pria itu tanpa permisi. Sampai kini rasanya ia sudah tak ingin lagi kembali ke sana. Tapi bagaimana? Ia juga butuh uang. Apa yang akan ia lakukan sekarang??

Jihan beranjak dari ranjang. Ingin ke kamar mandi untuk menyegarkan badan. Berendam sebentar untuk menghilangkan lelah namun saat hendak melangkah ke kamar mandi ponselnya berdering nyaring. Langkah Jihan terhenti. Ia terpaksa meraih ponsel. Siapa tahu ada panggilan pekerjaan baru untuknya.

Nomor tak di kenal. Tanpa curiga Jihan menekan layar hijau.

"Halo."

"Dengan Jihan?"

"Iya, saya Jihan."

"Kamu dimana?" Suara itu...

Dia?????

********TBC********

Episodes
1 BAB 1. ENGGAN
2 BAB 2. Mulai Nyaman
3 BAB 3. Jihan Menghilang
4 BAB 4. Penasaran
5 BAB 5.Mulai Dekat
6 BAB 6. Terbawa Suasana
7 BAB 7. Terbuai
8 BAB 8. Ternyata Masih..?
9 BAB 9. Bertanggung Jawab
10 BAB 10. JIHAN MERAGU
11 BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12 BAB 12. Mencari Jihan
13 BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14 BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15 BAB 15. RAHASIA NAYA
16 BAB 16. Kecurigaan Sami
17 BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18 BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19 BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20 BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21 BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22 BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23 BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24 BAB 24. BERDEBAT LAGI
25 BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26 BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27 BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28 BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29 BAB 29. TAK MAU DIMADU
30 BAB 30. Mengurus Perceraian
31 BAB 31. PAPA MURKA??
32 BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33 BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34 BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35 BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36 BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37 BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38 BAB 38. PERNIKAHAN
39 BAB 39. RASA YANG ANEH
40 BAB 40. MENDEBAT PAPA
41 BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42 BAB 42. KANGEN KIARA
43 BAB 43. NAYA MENGAMUK
44 BAB 44. REAKSI SAMI
45 BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46 BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47 BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48 BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49 BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50 BAB 50. BERTEMU MADU
51 BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52 BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53 BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54 BAB 54. KECURIGAAN KIA
55 BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56 BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57 BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58 BAB 58. RENCANA DINNER
59 BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60 BAB 60. KARENA MANJA
61 BAB 61. PEMBUKTIAN
62 BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63 BAB 63. RUMIT
64 BAB 64. TENTANG SHAYNE
65 BAB 65. MEETING PENTING
66 BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67 bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68 BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69 BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70 BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71 BAB 71. KEGILAAN NAYA
72 Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73 BAB 73. NAYA MENGGILA??
74 BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75 BAB 75. USAHA SAMI
76 BAB 76. MENUNGGU NAYA
77 BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78 BAB 78. NAYA BERAKSI
79 BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80 BAB 80. SIDANG PERTAMA
81 BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82 BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83 BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84 BAB 84. AKHIR CERITA KITA
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1. ENGGAN
2
BAB 2. Mulai Nyaman
3
BAB 3. Jihan Menghilang
4
BAB 4. Penasaran
5
BAB 5.Mulai Dekat
6
BAB 6. Terbawa Suasana
7
BAB 7. Terbuai
8
BAB 8. Ternyata Masih..?
9
BAB 9. Bertanggung Jawab
10
BAB 10. JIHAN MERAGU
11
BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12
BAB 12. Mencari Jihan
13
BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14
BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15
BAB 15. RAHASIA NAYA
16
BAB 16. Kecurigaan Sami
17
BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18
BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19
BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20
BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21
BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22
BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23
BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24
BAB 24. BERDEBAT LAGI
25
BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26
BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27
BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28
BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29
BAB 29. TAK MAU DIMADU
30
BAB 30. Mengurus Perceraian
31
BAB 31. PAPA MURKA??
32
BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33
BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34
BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35
BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36
BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37
BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38
BAB 38. PERNIKAHAN
39
BAB 39. RASA YANG ANEH
40
BAB 40. MENDEBAT PAPA
41
BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42
BAB 42. KANGEN KIARA
43
BAB 43. NAYA MENGAMUK
44
BAB 44. REAKSI SAMI
45
BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46
BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47
BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48
BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49
BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50
BAB 50. BERTEMU MADU
51
BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52
BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53
BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54
BAB 54. KECURIGAAN KIA
55
BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56
BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57
BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58
BAB 58. RENCANA DINNER
59
BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60
BAB 60. KARENA MANJA
61
BAB 61. PEMBUKTIAN
62
BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63
BAB 63. RUMIT
64
BAB 64. TENTANG SHAYNE
65
BAB 65. MEETING PENTING
66
BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67
bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68
BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69
BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70
BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71
BAB 71. KEGILAAN NAYA
72
Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73
BAB 73. NAYA MENGGILA??
74
BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75
BAB 75. USAHA SAMI
76
BAB 76. MENUNGGU NAYA
77
BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78
BAB 78. NAYA BERAKSI
79
BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80
BAB 80. SIDANG PERTAMA
81
BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82
BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83
BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84
BAB 84. AKHIR CERITA KITA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!