BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?

"Bagaimana kondisinya dok?" Tanya Sami saat dokter itu baru saja memeriksa keadaan Jihan. Gadis itu masih tergolek lemah di ranjang pasien. Setelah tadi ia tiba-tiba tak sadarkan diri, Sami langsung melarikannya ke rumah sakit. Panik bukan kepalang. Itulah yang dirasakan Sami begitu melihat Jihan pingan saat mereka adu mulut di depan kafe. Untung ia sempat meraih tubuh ramping itu. Hampir saja, Jihan rubuh ke lantai jika saja Sami tak sigap memeluknya.

"Pasien sepertinya kelelahan pak. Banyak kekurangan nutrisi."

"Kelelahan?" Sami mengulang tanya. Ia menatap dokter muda itu dengan sedikit heran. Bagaimana mungkin Jihan kelelahan? Setahunya gadis itu tak punya pekerjaan lagi. Pun ia sekarang sibuk melarikan diri darinya. Bagaimana mungkin ia bisa kelelahan? Apa mungkin dokter salah diagnosa? 

"Iya pak. Kelelahan. Pasien juga mengalami dehidrasi parah. Saya sudah pasangkan infus untuk melengkapi kadar glukosanya. Kita biarkan dulu ia istirahat sampai cairan infusnya habis." Jelas dokter lebih lanjut. Seolah mengerti Sami menginginkan penjelasan yang lebih mendetail.

"Apa ada kemungkinan lain dokter? Saya khawatir ia tiba-tiba saja pingsan tak sadarkan diri. Apa nggak ada masalah lain yang lebih serius dengan kesehatannya?" Ujar Sami dengan nada cemas. 

"Untuk lebih pastinya kita cek darah saja gimana pak? Saya tadi udah periksa tekanan darahnya. Memang cukup rendah. Pasien mengalami hipotensi. Tekanan darahnya sembilan puluh per enam puluh. Itu memang nggak norma. Kalau bapak kasih ijin, kita lakukan tes darah saja agar lebih akurat." Dokter memberikan tawaran. Sami langsung mengangguk setuju.

"Nggak apa-apa dok. Tes darah saja." 

"Oke. Kita ambil dulu sampel darah pasien ya. Hasilnya juga nggak lama kok. Bapak bisa menunggu sekitar sepuluh menit. Nanti kita kabari hasil labornya." Dokter jaga itu dengan sigap langsung bergerak mencari beberapa peralatan medis untuk mengambil sampel darah Jihan. Gadis itu masih belum sadarkan diri karena lemah. Ia bahkan tak sadar jika dokter sudah berhasil mengambil beberapa mili cairan kental berwarna merah dari nadinya.

Sami menghela nafas panjang. Ia mendekati ranjang tempat Jihan berbaring. Terlihat gadis manis itu seperti sedang terlelap dengan hembusan nafas teratur. Wajahnya terlihat sangat pucat dengan bibir yang mengering. Badannya yang biasanya sintal sekarang sudah jauh lebih kurus. Ada apa dengan Jihan? Kenapa kondisinya bisa seperti ini?

"Pak..." Suara dokter tiba-tiba mengejutkan Sami yang tengah menatap Jihan.

"Ya dok?" 

"Hasil labor udah keluar pak. Istri anda positif hamil. Selamat ya pak." Ujar dokter itu sambil tersenyum senang saat menyerahkan selembar kertas sebagai hasil laporan medis. Membuat Sami langsung mendongak tak percaya.

"Hamil?" Suara Sami seperti tertahan. Antara tidak percaya dan senang. Matanya membulat. 

"Iya pak. Positif hamil. Pantas saja istri anda tiba-tiba pingsan. Nggak apa-apa kok pak. Itu gejala umum pada saat hamil muda. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan."

"Istri saya hamil?" Sami mengulang tanya. Seolah tak percaya saat dokter mengatakan kalau Jihan adalah istrinya yang tengah mengandung buah hati mereka. Sami tersenyum dengan perasaan campur aduk. Antara nyata dan halusinasi. Ini sungguh luar biasa. Jihan ternyata positif mengandung benihnya. Keyakinan Sami tidak meleset. Penyatuan mereka malam itu tenyata membuahkan hasil. Itulah yang selama ini dikawatirkan Sami. Ia yakin benihnya pasti berhasil melekat dalam rahim Jihan meskipun mereka hanya melakukannya satu kali. Apa jadinya jika ia tak menemukan gadis itu hari ini?

"Selamat ya pak." 

"Terima kasih dokter. Sekarang gimana dok? Apa istri saya perlu rawat inap?" Sami sengaja menekankan kata istri pada sang dokter. Sudah terlanjur dokter itu menyatakan kalau mereka adalah sepasang suami istri karena melihat betapa paniknya Sami saat membawa Jihan ke ruang gawat darurat.

"Nggak perlu pak. Ibu hanya perlu istirahat aja. Jangan sampai kelelahan lagi. Dibantu sama nutrisi dan vitamin yang cukup untuk janinnya. Kalau beliau sudah sadar dan dirasa sanggup untuk berjalan, udah bisa pulang kok." Dokter memberikan penjelasan dengan tersenyum hangat. 

Betapa lega rasa hati Sami. Ia kemudian tersenyum hangat menatap Jihan yang masih terlelap. Sebentar lagi ia akan menjadi ibu dari anaknya Sami. Ia mengandung benih Sami? Luar biasa. Setelah berhasil mendapatkan kesucian Jihan malam itu secara tak sengaja kini Sami dikejutkan lagi dengan berita kehamilan Jihan. Pantas saja wajah manisnya begitu pucat tak bertenaga. Ternyata ia tengah berbadan dua. Bagaimana reaksinya nanti jika ia tahu kalau ia tengah mengandung benih Sami? Pria pertama yang telah berhasil menidurinya di dalam kamar kos beberapa minggu yang lalu.

"Jihan.." Ujar Sami begitu melihat gadis itu bergerak membuka mata. Ia mengusap keningnya yang terasa sedikit berkunang.

"Mas.."

"Iya. Apa yang kamu rasain? Ada yang terasa sakit? Kamu nggak apa-apa?" Paniknya Sami begitu melihat Jihan mengernyit seperti menahan rasa nyeri.

"Dimana ini mas?" Tanya Jihan. Saat ia bergerak hendak turun dari ranjang baru ia tersadar ada selang infus yang sudah terpasang di tangan kiri. 

"Aku kenapa mas? Kenapa aku dipasangin infus? Apa ini rumah sakit? Kenapa mas membawaku kemari?" Jihan menatap Sami dengan tatapan penuh tanya. Ia tidak mengerti kenapa harus dipasangi cairan glukosa itu. Apa yang terjadi pada tubuhnya? Kenapa ia bisa berakhir di rumah sakit. Sekelebat bayangan reka adegan ia adu mulut dengan Sami beberapa saat yang lalu kini terbayang kembali dibenaknya. Ia ingat Sami memaksanya untuk kembali namun ia berakhir dengan tak sadarkan diri.

"Mas.. aku kenap..?" Jihan langsung memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa berputar. Mendadak ia kembali merasa pusing. Sami yang melihatnya mulai sempoyongan saat berdiri langsung dengan sigap menahan tubuh langsing itu.

"Kamu mau kemana? Jangan bergerak dulu. Istirahat aja sebentar. Apa kamu mau minum? Kamu lapar?" Sami menggempur Jihan dengan seribu satu pertanyaan. Saking khawatirnya melihat gadis itu lemah seperti ini. Jihan kemudian terduduk kembali. Sami memapahnya bersandar pada kepala ranjang.

"Aku kenapa mas? Kenapa aku jadi lemas begini? Ada apa denganku sebenarnya?" Jihan bertanya dengan suara lemah. Rasanya ada yang aneh dengan tubuhnya belakangan ini namun ia tak menyangka akan seburuk ini. Kenapa ia tiba-tiba saja bisa kehilangan kesadaran di depan umum? Ada apa dengannya? Begitu banyak tanya kini yang hadir dalam benak Jihan. Ia kemudian menatap ke arah Sami. Pria itu memandangnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Entah apa yang sedang pria itu kini pikirkan. Entah apa yang ada dalam benaknya. Kenapa ia memandangi Jihan dengan manik mata penuh haru? Apa ada sesuatu yang membuat pria itu menjadi melankolis seperti ini? Wajah tampan yang biasanya dingin kenapa kini mendadak berubah menjadi lebih hangat dan sendu. Apa yang membuat Sami berubah ekspresi? 

"Jawab mas. Aku kenapa? Jangan diam aja. Tolong jelaskan padaku." Jihan meminta penjelasan dengan menahan kesal.

"Kamu hamil."

"Apa??!!!!"

Bagaimana reaksi Jihan begitu ia mendengar kabar mengejutkan itu???

*********TBC*********

Episodes
1 BAB 1. ENGGAN
2 BAB 2. Mulai Nyaman
3 BAB 3. Jihan Menghilang
4 BAB 4. Penasaran
5 BAB 5.Mulai Dekat
6 BAB 6. Terbawa Suasana
7 BAB 7. Terbuai
8 BAB 8. Ternyata Masih..?
9 BAB 9. Bertanggung Jawab
10 BAB 10. JIHAN MERAGU
11 BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12 BAB 12. Mencari Jihan
13 BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14 BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15 BAB 15. RAHASIA NAYA
16 BAB 16. Kecurigaan Sami
17 BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18 BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19 BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20 BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21 BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22 BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23 BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24 BAB 24. BERDEBAT LAGI
25 BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26 BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27 BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28 BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29 BAB 29. TAK MAU DIMADU
30 BAB 30. Mengurus Perceraian
31 BAB 31. PAPA MURKA??
32 BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33 BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34 BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35 BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36 BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37 BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38 BAB 38. PERNIKAHAN
39 BAB 39. RASA YANG ANEH
40 BAB 40. MENDEBAT PAPA
41 BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42 BAB 42. KANGEN KIARA
43 BAB 43. NAYA MENGAMUK
44 BAB 44. REAKSI SAMI
45 BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46 BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47 BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48 BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49 BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50 BAB 50. BERTEMU MADU
51 BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52 BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53 BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54 BAB 54. KECURIGAAN KIA
55 BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56 BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57 BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58 BAB 58. RENCANA DINNER
59 BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60 BAB 60. KARENA MANJA
61 BAB 61. PEMBUKTIAN
62 BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63 BAB 63. RUMIT
64 BAB 64. TENTANG SHAYNE
65 BAB 65. MEETING PENTING
66 BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67 bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68 BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69 BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70 BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71 BAB 71. KEGILAAN NAYA
72 Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73 BAB 73. NAYA MENGGILA??
74 BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75 BAB 75. USAHA SAMI
76 BAB 76. MENUNGGU NAYA
77 BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78 BAB 78. NAYA BERAKSI
79 BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80 BAB 80. SIDANG PERTAMA
81 BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82 BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83 BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84 BAB 84. AKHIR CERITA KITA
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1. ENGGAN
2
BAB 2. Mulai Nyaman
3
BAB 3. Jihan Menghilang
4
BAB 4. Penasaran
5
BAB 5.Mulai Dekat
6
BAB 6. Terbawa Suasana
7
BAB 7. Terbuai
8
BAB 8. Ternyata Masih..?
9
BAB 9. Bertanggung Jawab
10
BAB 10. JIHAN MERAGU
11
BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12
BAB 12. Mencari Jihan
13
BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14
BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15
BAB 15. RAHASIA NAYA
16
BAB 16. Kecurigaan Sami
17
BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18
BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19
BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20
BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21
BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22
BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23
BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24
BAB 24. BERDEBAT LAGI
25
BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26
BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27
BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28
BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29
BAB 29. TAK MAU DIMADU
30
BAB 30. Mengurus Perceraian
31
BAB 31. PAPA MURKA??
32
BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33
BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34
BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35
BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36
BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37
BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38
BAB 38. PERNIKAHAN
39
BAB 39. RASA YANG ANEH
40
BAB 40. MENDEBAT PAPA
41
BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42
BAB 42. KANGEN KIARA
43
BAB 43. NAYA MENGAMUK
44
BAB 44. REAKSI SAMI
45
BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46
BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47
BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48
BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49
BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50
BAB 50. BERTEMU MADU
51
BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52
BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53
BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54
BAB 54. KECURIGAAN KIA
55
BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56
BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57
BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58
BAB 58. RENCANA DINNER
59
BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60
BAB 60. KARENA MANJA
61
BAB 61. PEMBUKTIAN
62
BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63
BAB 63. RUMIT
64
BAB 64. TENTANG SHAYNE
65
BAB 65. MEETING PENTING
66
BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67
bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68
BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69
BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70
BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71
BAB 71. KEGILAAN NAYA
72
Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73
BAB 73. NAYA MENGGILA??
74
BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75
BAB 75. USAHA SAMI
76
BAB 76. MENUNGGU NAYA
77
BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78
BAB 78. NAYA BERAKSI
79
BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80
BAB 80. SIDANG PERTAMA
81
BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82
BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83
BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84
BAB 84. AKHIR CERITA KITA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!