BAB 5.Mulai Dekat

"Baiklah mas tapi saya nggak bisa lama." Setelah berfikir beberapa saat akhirnya Jihan memutuskan menerima ajakan Sami untuk bertemu. Entah kenapa tiba-tiba hatinya merasa iba. Pria itu seperti berharap sekali untuk bertemu dengannya. Kalau untuk sebentar saja Jihan merasa itu tak jadi masalah.

"Ketemu dimana mas?"

"Kamu dimana? Mau saya jemput?" Tawar Sami dengan nada penuh harap. Rasanya lebih baik kalau ia jemput saja gadis itu daripada harus menunggu.

"Saya lagi di kos-kosan mas."

"Dimana? Mau saya jemput langsung kesana?" Sami sudah tak sabar. Ia sudah mulai gila. Apa yang tengah terjadi padanya saat ini? Begitu tidak sabarnya ia ingin bertemu gadis manis itu. Sami menunggu jawaban Jihan dengan harap-harap cemas.

Gadis itu terdengar seperti menggumam. Berfikir lagi mana yang lebih untung baginya.

"Jemput saya kesini aja mas. alamatnya saya share lock nanti. Saya mau siap-siap dulu." Jihan akhirnya memberi jawaban pasti. Lega rasanya hati Sami. Akhirnya gadis itu bersedia menemuinya.

Ting...

Bunyi notifikasi masuk terdengar dari ponsel Sami. Wajah Sami langsung sumringah. Kini ia sudah tahu kemana harus menjemput gadis ayu itu. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sami langsung melesat membelah jalanan ibu kota. Tak butuh waktu lama bagi Sami untuk menemui Jihan di tempat kosnya.

*****

Sami memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah gedung yang tidak begitu besar. Ia menurunkan sedikit kaca mobilnya. Ingin melihat lebih detail tempat gadis itu tinggal sebagai anak kos. Sami mendesah pelan. Tempatnya sangat biasa. Malah terkesan sedikit kumuh. Warna gedungnya juga sudah mulai usang dan mengelupas namun penghuninya cukup ramai. Terbukti dari banyaknya jemuran kain yang terpampang dimana-mana. Mungkin karena sewanya lebih murah makanya banyak juga yang memutuskan betah untuk tinggal di sini. Cukup memprihatinkan bagi Sami.

Tak lama terdengar ketukan beberapa kali di kaca jendela mobil. Sami tersentak. Ia sontak menoleh. Senyumnya langsung merekah begitu melihat siapa yang berdiri di balik kaca jendela.

Dia sudah datang. Sami membatin.

"Masuklah." Ujar sami begitu ia menurunkan kaca jendela mobil. Tampak jelas sudah wajah manis Jihan. Gadis itu langsung membuka pintu dan masuk ke dalam mobil tanpa ragu.

"Maaf mas jadi menunggu lama." Suara lembutnya menyapu gendang telinga Sami. Baru beberapa hari tidak bertemu Jihan, Sami merasa gadis itu kini semain manis. Jantungnya langsung terasa berdetak kencang. Ah ada apa dengannya? Apa ia mulai mabuk kepayang dengan Jihan??

"Nggak lama kok. Mas juga baru nyampe." Ujar Sami.

Mas?? Baru saja Sami menyebut dirinya mas dihadapan gadis itu?? Ada apa dengan dirinya kini?? Sami juga tida tahu kenapa kalimat itu meluncur dengan mulusnya dari mulut. Apa ia sudah senyaman itu dengan Jihan?

Jihan yang baru saja mendengar jawaban Sami juga ikut termangu beberapa saat. Ia tercenung. Apa ia juga tak salah dengar? Pria itu baru saja memanggil dirinya dengan sebutan mas. Seolah-olah mereka sudah sangat dekat. Seperti sudah memiliki hubungan istimewa.

"Kita mau kemana mas, Sami?" Tanya Jihan berusaha mengabaikan apa yang baru saja ia dengar dari mulut pria itu. Anggap saja kalimat yang baru terucap itu sebuah kesalahan. Bisa saja kan lelaki ini salah berucap? Siapa tahu ia hanya salah khilaf. Tanpa sadar telah mengatakan hal itu.

"Kamu udah lama tinggal disini?" Sami malah melempar tanya tanpa menjawab pertanyaan Jihan. Gadis itu langsung menatap Sami dengan wajah heran.

"Kenapa memangnya mas?"

"Hmm apa kamu nyaman tinggal di tempat seperti ini?" Sami menatap balik Jihan dengan rasa penasaran. Entah kenapa ia prihatin melihat gadis itu tinggal di tempat seperti ini. Sungguh jauh dari kata layak bagi seorang Sami.

Tanpa disangka Jihan langsung tersenyum mendengar apa yang baru saja Sami katakan.

"Nyaman kok mas. Saya udah lumayan lama tinggal disini."

"Apa kamu tinggal sendiri? Orang tua kamu?" Sami makin penasaran. Jihan tertunduk sesaat begitu mendengar sami menyinggung soal orang tuanya. Hatinya langsung merasa sedikit gundah. Sudah lama tak ada orang yang menanyakan keberadaan orang tuanya. Jihan merasa sami mulai begitu peduli terhadapnya. Pria itu menatapnya begitu lekat. Seolah penasaran sekali dengan cerita hidupnya. Kenapa ia jadi begitu peduli dengan Jihan?

"Ceritanya panjang mas. Kenapa mas begitu peduli padaku?" Jihan menjawab dengan sedikit kekehan. Seolah mengabaikan rasa penasaran Sami.

"Aku memang peduli sama kamu." Lugas Sami.

Jihan mendongak. Menatap kembali pria tampan yang punya wajah dingin ini. "Kenapa mas harus peduli?'

"Karena saya suka sama kamu."

Deg. Jawaban itu. Seketika langsung membuat Darah Jihan terasa berdesir. Menatap mata elang milik pria itu. Tak ada aroma kepura-puraan dari wajahnya. Ekspresinya memang selalu datar dan dingin namun Jihan masih bisa melihat pria itu serius dengan ucapannya. Ia tidak dalam mode bercanda. Lelaki itu sangat serius.

"Terima kasih mas perhatiannya. Saya hargai itu." Jawab Jihan sembari berusaha tidak terpengaruh suasana. Ia tidak mungkin terlena dengan ucapan lelaki yang punya kuasa ini. Pria yang nyaris sempurna. Ia punya segalanya. Harta, tahta dan wanita. Tak mungkin pria sekelas Sami menyukai gadis biasa seperti dirinya. Sungguh konyol jika Jihan percaya begitu saja.

"Aku nggak becanda Jihan. Aku suka sama kamu. Kamu membuatku gila beberapa hari ini. Makanya aku nekat mencari kamu."

"KIta mau kemana mas sebenarnya? Apa yang kita mau bicarakan?" Tanya Jihan akhirnya. Sungguh ia tidak mengira pria ini bertingkah semakin tidak masuk akal. Dia bilang Jihan membuatnya gila??

"Aku mau minta maaf sama kamu soal kejadian yang waktu itu. Maaf aku sudah berani mencium kamu tanpa izin. Aku.."

"Aku udah bilang lupain aja mas. Nggak usah kita bahas lagi, bisa?" Jihan meminta Sami untuk tidak membahas soal ciuman itu. Ia sudah bersusah payah untuk melupakan hal itu tapi pria itu membahasnya kembali. Entah kenapa Jihan mendadak menjadi berdebar tak menentu. Ditambah lagi dengan tatapan sami yang menatapnya dengan penuh damba. Jihan jadi semakin hanyut dalam pesona lelaki itu. Buru-buru Jihan mengalihkan pandangannya. Ia langsung menyadarkan diri. Tidak ingin ikut terjatuh lebih dalam pada pesona seorang Sami.

"Tapi aku nggak bisa lupa Jihan. Ciuman itu selalu terbayang. Kamu sudah membuat gila seperti ini. Kamu nggak bisa lari lagi. Aku sudah menemukan kamu."

"Apa?" Jihan seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Aku menyukai kamu. Jadilah milikku. Jangan tinggal lagi di tempat seperti ini. Aku akan membuat kamu tinggal di tempat yang lebih baik." Ujar sami dengan tanpa ragu.

"Anda sudah gila."

"Memang. Kamu yang membuatku gila. Sekarang kau bisa lihat bagaimana gilanya aku padamu."

Tanpa tedeng aling-aling Sami langsung mendekat ke arah Jihan. Menarik paksa tengkuk gadis itu dan menciumnya kembali. Kali ini bukan karena terbawa suasana tapi Sami benar-benar dalam keadaan sadar. Ia telah terpesona pada gadis manis itu.

Apa yang terjadi pada dua manusia itu????

**********"TBC**********

Episodes
1 BAB 1. ENGGAN
2 BAB 2. Mulai Nyaman
3 BAB 3. Jihan Menghilang
4 BAB 4. Penasaran
5 BAB 5.Mulai Dekat
6 BAB 6. Terbawa Suasana
7 BAB 7. Terbuai
8 BAB 8. Ternyata Masih..?
9 BAB 9. Bertanggung Jawab
10 BAB 10. JIHAN MERAGU
11 BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12 BAB 12. Mencari Jihan
13 BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14 BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15 BAB 15. RAHASIA NAYA
16 BAB 16. Kecurigaan Sami
17 BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18 BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19 BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20 BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21 BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22 BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23 BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24 BAB 24. BERDEBAT LAGI
25 BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26 BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27 BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28 BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29 BAB 29. TAK MAU DIMADU
30 BAB 30. Mengurus Perceraian
31 BAB 31. PAPA MURKA??
32 BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33 BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34 BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35 BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36 BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37 BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38 BAB 38. PERNIKAHAN
39 BAB 39. RASA YANG ANEH
40 BAB 40. MENDEBAT PAPA
41 BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42 BAB 42. KANGEN KIARA
43 BAB 43. NAYA MENGAMUK
44 BAB 44. REAKSI SAMI
45 BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46 BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47 BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48 BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49 BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50 BAB 50. BERTEMU MADU
51 BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52 BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53 BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54 BAB 54. KECURIGAAN KIA
55 BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56 BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57 BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58 BAB 58. RENCANA DINNER
59 BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60 BAB 60. KARENA MANJA
61 BAB 61. PEMBUKTIAN
62 BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63 BAB 63. RUMIT
64 BAB 64. TENTANG SHAYNE
65 BAB 65. MEETING PENTING
66 BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67 bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68 BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69 BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70 BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71 BAB 71. KEGILAAN NAYA
72 Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73 BAB 73. NAYA MENGGILA??
74 BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75 BAB 75. USAHA SAMI
76 BAB 76. MENUNGGU NAYA
77 BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78 BAB 78. NAYA BERAKSI
79 BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80 BAB 80. SIDANG PERTAMA
81 BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82 BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83 BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84 BAB 84. AKHIR CERITA KITA
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1. ENGGAN
2
BAB 2. Mulai Nyaman
3
BAB 3. Jihan Menghilang
4
BAB 4. Penasaran
5
BAB 5.Mulai Dekat
6
BAB 6. Terbawa Suasana
7
BAB 7. Terbuai
8
BAB 8. Ternyata Masih..?
9
BAB 9. Bertanggung Jawab
10
BAB 10. JIHAN MERAGU
11
BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12
BAB 12. Mencari Jihan
13
BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14
BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15
BAB 15. RAHASIA NAYA
16
BAB 16. Kecurigaan Sami
17
BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18
BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19
BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20
BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21
BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22
BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23
BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24
BAB 24. BERDEBAT LAGI
25
BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26
BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27
BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28
BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29
BAB 29. TAK MAU DIMADU
30
BAB 30. Mengurus Perceraian
31
BAB 31. PAPA MURKA??
32
BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33
BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34
BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35
BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36
BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37
BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38
BAB 38. PERNIKAHAN
39
BAB 39. RASA YANG ANEH
40
BAB 40. MENDEBAT PAPA
41
BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42
BAB 42. KANGEN KIARA
43
BAB 43. NAYA MENGAMUK
44
BAB 44. REAKSI SAMI
45
BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46
BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47
BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48
BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49
BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50
BAB 50. BERTEMU MADU
51
BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52
BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53
BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54
BAB 54. KECURIGAAN KIA
55
BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56
BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57
BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58
BAB 58. RENCANA DINNER
59
BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60
BAB 60. KARENA MANJA
61
BAB 61. PEMBUKTIAN
62
BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63
BAB 63. RUMIT
64
BAB 64. TENTANG SHAYNE
65
BAB 65. MEETING PENTING
66
BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67
bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68
BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69
BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70
BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71
BAB 71. KEGILAAN NAYA
72
Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73
BAB 73. NAYA MENGGILA??
74
BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75
BAB 75. USAHA SAMI
76
BAB 76. MENUNGGU NAYA
77
BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78
BAB 78. NAYA BERAKSI
79
BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80
BAB 80. SIDANG PERTAMA
81
BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82
BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83
BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84
BAB 84. AKHIR CERITA KITA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!