BAB 7. Terbuai

Sami mengendarai mobil dalam kecepatan sedang. Hatinya sangat kecewa. Naya hampir saja membuatnya lepas kendali. Sudah sekian lama mereka menjadi suami istri namun pada akhirnya Sami seolah tak bisa lagi mengenali siapa Naya. Kemana kehangatan yang dulu begitu manis. Mereka adalah duo sejoli yang dulu saling mendamba. Saling jatuh cinta. Rasa cinta yang begitu besar akhirnya membuat mereka memutuskan untuk menikah muda. Tanpa mau berfikir panjang Sami dan Naya akhirnya memilih mengakhiri masa lajang mereka setahun setelah lepas dari seragam abu-abu. Kedua keluarga besarpun tak keberatan untuk merestui.

Sami menghentikan kendaraanya tepat di depan gedung kos milik Jihan. Tanpa sadar ia telah berada disana. Entah apa yang ada dalam pikiran Sami saat ini. Tujuannya keluar dari rumah hanya untuk menghindari pertengkaran dengan sang istri tapi entah mengapa ia jadi berbelok arah ke tempat Jihan. Gadis manis yang beberapa hari ini menguasai hati dan pikirannya.Tentu saja ia masih begitu mencintai Nayla tapi ia juga tidak menyangkal telah jatuh hati pada Jihan. Sami termenung sejenak setelah mematikan mesin mobil. Ia tak tahu harus melakukan apa. Memangnya apa yang akan ia lakukan di tempat ini? Belum tentu juga gadis itu berada dirumah saat ini.

Saat baru saja hendak menghidupkan kembali mesin mobil, Sami tak sengaja melihat sosok manis itu keluar dari gedung kosnya sembari menenteng kantong sampah. Ia melangkah santai tanpa merasa ada yang mengawasi pergerakannya dari jauh. Senyum manis langsung melengkung dari bibir Sami. Tak menyangka ia bisa melihat lagi gadis ayu itu.

Tanpa pikir panjang Sami langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Jihan.

"Jihan."

"Ya??" Jihan sontak menoleh begitu mendengar ada yang memanggil namanya. Matanya membulat.

"Mas Sami?"

"Kamu apa kabar?" Sami tersenyum hangat melihat wajah ayu itu dari dekat.

"Kenapa mas ada disini?" Jihan mengabaikan tanya dari mulut Sami. Ia seolah kurang suka melihat kehadiran lelaki yang berwajah dingin itu. Untung saja wajah datarnya enak dilihat. Kantong sampah yang ia bawa dilempar begitu saja. Jihan sama sekali tidak merasa terusik dengan kehadiran Sami. Hal itu justru membuat Sami makin tertarik padanya. Tidak banyak wanita yang mengacuhkan seorang Sami selama ini.

"Apa ada larangan mas datang ke tempat ini?" Sami bertanya balik.

"Memang nggak ada sih tapi aneh aja rasanya mas mau datang ke tempat kumuh seperti ini. Emangnya ada urusan apa mas sampai jauh-jauh rela dateng kemari?" Tanya Jihan dengan mimik datar. Ia terus melangkah tanpa menghiraukan Sami yang mengekori.

"Mau ketemu kamu. BIsa kita ngobrol sebentar? Kamu nggak sibuk kan?" Tanya Sami sambil menarik lengan Jihan yang terus saja mengacuhkannya. Gadis itu sedikit tersentak.

"Mas, lepaskan."

"Please. Ada yang mau mas omongin sama kamu." Sami menatap Jihan dengan tatapan penuh harap. Tangannya kini menggenggam erat telapak tangan gadis itu. Membuat Jihan berdesir saat mendapat sentuhan hangat dari telapak tangan milik Sami. Wajah penuh harap itu memicu detak jantung Jihan berpacu lebih cepat. Rasa apa ini? Kenapa ia jadi berdebar seperti ini?

"Please Jihan." Sami memohon sekali lagi.

Jihan menghela nafas panjang. Akhirnya ia menyerah. Mengizinkan Sami masuk ke dalam kamar tanpa berfikir ulang. Wajah dingin yang memelas itu akhirnya mampu membuatnya luluh.

"Mas mau minum apa?" Tanya Jihan begitu menapakkan kaki di dalam kamar kos. Ruangan tiga kali empat itu cukup rapi dan bersih. Sami melihat ke sekeliling dengan tatapan takjub. Baru sekali ini ia masuk ke dalam kamar seorang gadis. Meskipun tidak mewah tapi bisa membuat betah. Setumpuk buku bacaan dan novel tersusun rapi disudut kamar. Menyiratkan kalau Jihan merupakan sosok pecinta dunia literasi. Sami mengukir senyum saat melihat sepasang pakaian dalam tergeletak pasrah di atas ranjang. Terselip manis dibawah bantal.

"Mas mau minum?" Jihan mengulang tanya. Heran menatap Sami yang tak kunjung memberi jawaban.

"Apa aja boleh."

"Aku kasih air comberan mau?" Sahut Jihan dengan entengnya.

"Boleh asal dikasih langsung dari mulut kamu." Jawab Sami tanpa ragu. Jihan memutar bola matanya. Ia tak menyangka pria dingin seperti Sami ternyata bisa humoris juga.

"Cuman ada ini mas. Aku belum sempat belanja. Lagi bokek." Jihan menyodorkan segelas coffee latte. Stok minuman kemasan terakhir yang tersisa. Untung saja ia tak jadi meminum itu tadi pagi.

"Makasih." Sami menerima dengan senang.

"Kamu suka baca?"

"Iya. Suka banget. Mas tahu darimana?" Tanya Jihan sembari duduk di sebelah Sami. Mereka duduk ditepian ranjang bersisian.

"Itu." Sami menunjuk dengan dagunya ke arah pojok kamar.

"Kamu nggak ke kampus hari ini?" Sami membuka topik lain untuk bisa terus bicara dengan Jihan. Ia menghirup aroma kopi dari kepulan asap minuman yang diberikan tadi oleh Jihan. Gelas minuman itu masih terasa hangat.

"Hari ini aku nggak ada jadwal mas. Kenapa memangnya?" Jihan menatap balik Sami yang tersenyum manis setelah meneguk beberapa kali coffee latte.

"Hmmm manis."

"Apanya?" Jihan mengerutkan keningnya.

"Minumannya." Tukas Sami. Meralat ucapannya dengan cepat. Jihan hampir saja tergelak. Ia merasa Sami cukup hangat juga sebagai seorang pria. Entah mengapa setelah mengenal pria itu lebih dekat seperti ini menimbulkan rasa yang berbeda di hati Jihan. Ia merasa nyaman dan aman. Kemudian mereka hening beberapa saat. Tak ada lagi yang bicara. Sami memandangi wajah ayu Jihan yang terdiam menatapnya. Menunggu topik obrolan lain apalagi yang akan mereka bicarakan.

"Kenapa mas?" Tanya Jihan dengan tatapan heran saat melihat Sami memandanginya dengan tatapan yang berbeda.

"Kamu cantik." Sami seperti menggumam.

"Hmmm?" Jihan menatap bingung. Tangan Sami kemudian terulur menyentuh pipi mulus gadis itu. Membelainya dengan lembut. Dengan penuh perasaan. Jihan termangu saat mendapat sentuhan lembut yang tiba-tiba itu. Hatinya berdebar. Ia menatap wajah Sami kini mulai mendekat. Semakin merapat dan kemudian ia tak bisa mengelak lagi saat lelaki itu mulai menyapu lembut bibirnya. Menciumnya dengan manis. Jihan terbuai dengan sentuhan yang diberikan oleh Sami. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka berdua saat ini. Tidak tahu siapa yang memulai dan mengakhiri, akhirnya mereka sama-sama terhanyut. Duo sejoli itu terbawa suasana. Mereka tenggelam dalam gairah asmara. Luapan gejolak birahi itu sudah tak tertahankan lagi. Hasrat panas itu sudah terlanjur berkobar. Membakar jiwa. Hubungan terlarang itu akhirnya terjadi juga. Sami dan Jihan terlena. Terbuai dalam kenikmatan surgawi. Sami yang sudah lama menginginkan kepuasan itupun hilang kendali. Ia lepas kontrol. Hasratnya begitu memuncak tatkala melihat Jihan begitu pasrah dalam kungkungannya. Gadis itu terbuai dan menikmati semua sentuhan yang ia berikan. Mereka melakukan tanpa sadar karena telah hanyut dalam gairah yang melenakan jiwa.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana hubungan mereka setelah tanpa sadar melakukan pergulatan terlarang itu??

*******TBC*********

Episodes
1 BAB 1. ENGGAN
2 BAB 2. Mulai Nyaman
3 BAB 3. Jihan Menghilang
4 BAB 4. Penasaran
5 BAB 5.Mulai Dekat
6 BAB 6. Terbawa Suasana
7 BAB 7. Terbuai
8 BAB 8. Ternyata Masih..?
9 BAB 9. Bertanggung Jawab
10 BAB 10. JIHAN MERAGU
11 BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12 BAB 12. Mencari Jihan
13 BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14 BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15 BAB 15. RAHASIA NAYA
16 BAB 16. Kecurigaan Sami
17 BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18 BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19 BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20 BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21 BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22 BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23 BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24 BAB 24. BERDEBAT LAGI
25 BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26 BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27 BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28 BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29 BAB 29. TAK MAU DIMADU
30 BAB 30. Mengurus Perceraian
31 BAB 31. PAPA MURKA??
32 BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33 BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34 BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35 BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36 BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37 BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38 BAB 38. PERNIKAHAN
39 BAB 39. RASA YANG ANEH
40 BAB 40. MENDEBAT PAPA
41 BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42 BAB 42. KANGEN KIARA
43 BAB 43. NAYA MENGAMUK
44 BAB 44. REAKSI SAMI
45 BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46 BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47 BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48 BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49 BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50 BAB 50. BERTEMU MADU
51 BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52 BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53 BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54 BAB 54. KECURIGAAN KIA
55 BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56 BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57 BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58 BAB 58. RENCANA DINNER
59 BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60 BAB 60. KARENA MANJA
61 BAB 61. PEMBUKTIAN
62 BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63 BAB 63. RUMIT
64 BAB 64. TENTANG SHAYNE
65 BAB 65. MEETING PENTING
66 BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67 bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68 BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69 BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70 BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71 BAB 71. KEGILAAN NAYA
72 Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73 BAB 73. NAYA MENGGILA??
74 BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75 BAB 75. USAHA SAMI
76 BAB 76. MENUNGGU NAYA
77 BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78 BAB 78. NAYA BERAKSI
79 BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80 BAB 80. SIDANG PERTAMA
81 BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82 BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83 BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84 BAB 84. AKHIR CERITA KITA
Episodes

Updated 84 Episodes

1
BAB 1. ENGGAN
2
BAB 2. Mulai Nyaman
3
BAB 3. Jihan Menghilang
4
BAB 4. Penasaran
5
BAB 5.Mulai Dekat
6
BAB 6. Terbawa Suasana
7
BAB 7. Terbuai
8
BAB 8. Ternyata Masih..?
9
BAB 9. Bertanggung Jawab
10
BAB 10. JIHAN MERAGU
11
BAB 11. Jihan Kabur Lagi
12
BAB 12. Mencari Jihan
13
BAB 13. JIHAN POSITIF HAMIL?
14
BAB 14. AYO KITA MENIKAH
15
BAB 15. RAHASIA NAYA
16
BAB 16. Kecurigaan Sami
17
BAB 17. Mencari Tahu Fakta
18
BAB 18. Terkuak Sudah Fakta Itu
19
BAB 19. MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT
20
BAB 20. MEMBONGKAR RAHASIA NAYA
21
BAB 21. Dihadapkan Pada Pilihan Sulit
22
BAB 22. RENCANA PERCERAIAN
23
BAB 23. KECURIGAAN NAYA
24
BAB 24. BERDEBAT LAGI
25
BAB 25. KABAR YANG MENGEJUTKAN
26
BAB 26. SUDAH MULAI MUAK
27
BAB 27. MENDATANGI JIHAN
28
BAB 28. MENCOBA INTIMIDASI??
29
BAB 29. TAK MAU DIMADU
30
BAB 30. Mengurus Perceraian
31
BAB 31. PAPA MURKA??
32
BAB 32. RENCANA DADAKAN SAMI
33
BAB 33. BERTEMU ORANG TUA SAMI
34
BAB 34. PERDEBATAN ALOT
35
BAB 35. KEPUTUSAN FINAL PAPA
36
BAB 36. TERPAKSA MENGIZINKAN
37
BAB 37. WIN WIN SOLUTION
38
BAB 38. PERNIKAHAN
39
BAB 39. RASA YANG ANEH
40
BAB 40. MENDEBAT PAPA
41
BAB 41. MENDADAK CANGGUNG?
42
BAB 42. KANGEN KIARA
43
BAB 43. NAYA MENGAMUK
44
BAB 44. REAKSI SAMI
45
BAB 45. MENJEMPUT JIHAN
46
BAB 46. CHECK UP PERTAMA
47
BAB 47. CANGGUNGNYA JIHAN
48
BAB 48. AKHIRNYA JIHAN TERHANYUT
49
BAB 49. RENCANA HONEYMOON
50
BAB 50. BERTEMU MADU
51
BAB 51. NAYA BERTEMU SHAYNE
52
BAB 52. MEMINTA PENGERTIAN JIHAN
53
BAB 53. TAK PERCAYA LAGI
54
BAB 54. KECURIGAAN KIA
55
BAB 55. GODAAN NAKAL NAYA
56
BAB 56. HONEYMOON BERSAMA JIHAN
57
BAB 57. MEMASRAHKAN DIRI
58
BAB 58. RENCANA DINNER
59
BAB 59. SEPERTI LEMBAYUNG DI LANGIT BALI
60
BAB 60. KARENA MANJA
61
BAB 61. PEMBUKTIAN
62
BAB 62. DI BAWAH LANGIT BALI
63
BAB 63. RUMIT
64
BAB 64. TENTANG SHAYNE
65
BAB 65. MEETING PENTING
66
BAB 66. BERTEMU SHAYNE
67
bab 67. MEMINTA JIHAN PERGI
68
BAB 68. UNGKAPAN HATI SHAYNE
69
BAB 68. JANJI CINTA YANG TELAH TERBANTAHKAN
70
BAB 70. PUTUSAN FINAL SAMI
71
BAB 71. KEGILAAN NAYA
72
Bab 72. JIHAN MENGHILANG LAGI??
73
BAB 73. NAYA MENGGILA??
74
BAB 74. PENCARIAN JIHAN
75
BAB 75. USAHA SAMI
76
BAB 76. MENUNGGU NAYA
77
BAB 77. UNDANGAN DARI SEKOLAH KIARA
78
BAB 78. NAYA BERAKSI
79
BAB 79. MENEMUKAN JIHAN
80
BAB 80. SIDANG PERTAMA
81
BAB 81. INIKAH AKHIR CERITA KITA??
82
BAB 82. SEPAKAT BERPISAH NAMUN...
83
BAB 83. HAK ASUH KIA BAGAIMANA?
84
BAB 84. AKHIR CERITA KITA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!