17 : Menjadi Brandon

“Jangan dicari ... biarkan dia dengan keputusannya. Dia sudah terlalu tersiksa karena merasa menjadi penyebab dari kehilangan orang yang sangat dia cintai.” Berkaca-kaca Brandon mengatakannya.

“Orang tua kalian pasti paham. Mereka pasti akan memberikan restu andai mas Brandon jujur ....” Dari seberang, suara paman Syam terdengar jadi emosional.

“Jika dilihat dari mata kita, memang begini. Namun jika dilihat dari matanya yang paham kisah mereka, ... semuanya hanya perkara waktu. Mereka khususnya Aini sudah terlalu banyak berkorban. Aku janji, ... sampai di saat nanti akhirnya waktu membuatnya berdamai dengan kenyataan, bahwa bahagianya wanita yang dicintai tidak harus membuatnya kehilangan orang-orang yang dicintai juga seperti apa yang dialami Aini ... aku akan selalu menjadi dia sebaik mungkin!” Boy terpejam pasrah dan itu membuat air matanya berjatuhan secara bersamaan.

“Jangan pernah menyalahkan Brandon. Jangan juga menyalahkan Aini. Termasuk orang tuaku, jangan pernah menyalahkan orang tuaku untuk ini. Karena sebagai orang yang ibaratnya hanya menonton, benar-benar bukan yang menjalani, sering kali masih tetap banyak hal yang tidak kita mengerti. Karena yang menjalani saja masih sering merasa berat, apalagi kita yang tidak paham dan hanya bisa menilai? Karena sebagai kembarannya pun, aku tetap tidak bisa membuat dia nyaman. Dan ini beneran bukan perkara karena dia enggak bersyukur sudah punya aku dan keluarga kami. Mental dan hatinya enggak baik-baik saja. Dan hanya Aini sekaligus cara mereka mencintai yang mampu mengobatinya.”

“Ini memang sangat berat, tapi aku percaya, akan ada waktu untuk kami kembali bersama dalam bahagia. Aku yakin dia akan sukses, dia akan mampu membahagiakan keluarga kecilnya. Pada akhirnya dia akan menjadi orang paling bahagia. Dia sungguh akan menjadi pemenang untuk kehidupannya sendiri. Justru sekarang aku jadi iri, kenapa dia begitu keren dan bisa mengambil keputusan sebesar ini!” Boy yang meski periang tapi sangat cengeng, sampai ingusan lantaran keadaan sekarang.

“Keren apaan? Dia menumb*alkan kamu!” semprot paman Syam yang tampaknya tidak ikhlas membiarkan keluarga pak Helios bercerai berai bahkan meski untuk sementara.

“Yang berani bilang begitu hanya set*a*n, Uncleeee!” yakin Boy tersedu-sedu, tapi kali ini ia juga berangsur menyeka sekitar matanya yang basah menggunakan jemari tangannya.

“Dengan kata lain, Mas menyamakan Uncle dengan set—ah kamu!” balas paman Syam dari seberang dan dibalas tawa lepas oleh Boy.

“Hei ... kamu kenapa nangis sambil ngakak gitu?” tegur pak Rayyan yang hanya berani sedikit melongok dari balik pintu ruang VIP Lentera dirawat.

Detik itu juga Boy terdiam. Beruntung, posisinya tengah membelakangi keberadaan pintu dan Boy yakini menjadi tempat calon mertua Brandon yang otomatis menjadi calon mertuanya.

“Oke ... oke. Pokoknya seperti tadi, sesuai rencana.” Boy sengaja mengakhiri sambungan teleponnya dan tak lupa melayangkan salam kepada paman Syam.

“Ini makin aneh, sekelas Brandon menangis. Dia Brandon, bukan Boy ...,” batin pak Rayyan makin terheran-heran.

Ditatap curiga oleh pak Rayyan yang memang rese karena dendam masa lalunya kepada pak Helios yang belum juga kelar, Boy jadi tegang. Segera ia bersikap dingin dan hanya sedikit mengerakkan bibir sebagai senyum andalan dari seorang Brandon.

“Eh, berubah lagi. Ini Brandon ...,” pikir pak Rayyan yang buru-buru mundur. “Tera siuman, yang langsung dia cari kamu. Dia mengira kalian kecelakaan bersama karena dia sungguh melupakan kejadian satu bulan ke belakang.” Kali ini ia berusaha tenang karena tak mau dimarahi sang istri. Namun tentu saja, setelah mengatakan apa yang harus ia katakan dan itu menjadi alasannya mencari Brandon, ia buru-buru pergi masuk.

Pak Rayyan tetap menjaga jarak dari Boy, sambil wanti-wanti agar pemuda itu jauh-jauh dari anak dan istrinya.

“S-sayang, kamu sakit apa?” lembut Lentera yang sekadar bersuara saja masih sangat lemah.

“Tetap jaga jarak, Brandon sedang cacar. Enggak lucu kalau pas hari pernikahan kalian, kalian jadi pengantin cacar!” tegur pak Rayyan.

Karena suaminya terlalu berisik, ibu Elena memilih pamit, membawanya pergi keluar. Agar Lentera juga bisa hanya berdua dengan Brandon tanpa peduli apa yang akan keduanya lakukan, termasuk itu berdekatan bahkan ... berse*ntuhan.

Setelah sama-sama melepas kepergian orang tua Lentera yang diwarnai protes pak Rayyan, juga bujuk rayu dari ibu Elena yang begitu sabar, dunia Boy maupun dunia Lentera, seolah mendadak berputar lebih lambat. Apalagi ketika tatapan mereka akhirnya bertemu. Boy dengan rasa bersalahnya karena sandiwaranya yang juga membuat pemuda itu merasa sangat canggung kepada Lentera. Juga Lentera yang dibingungkan kenapa dadanya tidak berdebar-debar padahal di hadapannya sudah ada Brandon.

“Biasanya tidak begini, ... tapi mamah bilang, aku melupakan kejadian satu bulan ke belakang gara-gara kecelakaan yang aku alami. Namun, bisa jadi juga, sebelum kecelakaan, kami sempat bertengkar,” pikir Lentera yang baru juga menduga begitu, benaknya mendadak dihiasi kebersamaan Aini dan Brandon ketika Aini menjaga Brandon yang sedang sakit, tapi saat itu, Brandon begitu manja kepada Aini.

Bersama kejadian tersebut yang Lentera lihat dalam wujud hitam putih, dan sosok wanitanya juga wajahnya tidak jelas, telinga Lentera juga berdengung tidak jelas. Gadis itu meringis kesakitan, hingga Boy yang memang sangat peka refleks mempertanyakannya.

“Ra ...?”

“Aku enggak bisa menghentikan suara dengungannya. S-sakit ....”

“Suara dengungan bagaimana?” Boy refleks maju.

“Telingaku berdengung, sementara di ingatanku, aku lihat kamu sedang ... manja kepada wanita lain.” Mengatakan itu saja, kedua mata Lentera yang menatap Boy, sudah langsung basah.

Boy yang tidak tega refleks mendekat hingga mereka benar-benar tak berjarak. Ia menggunakan kedua tangannya untuk membekap kedua telinga Lentera. Awalnya ia membungkuk tapi perlahan duduk tanpa berani menatap kedua mata Lentera lagi. Sebab cara Lentera menatapnya seolah wanita itu menemukan perbedaan antara Boy dan Brandon. Karena seperti yang Boy sadari sebelumnya, meski dirinya dan Brandon kembar, mereka tetap orang yang berbeda. Ditambah lagi, Lentera sudah bucin dari kecil kepada Brandon. Boy yakin, Lentera menjadi orang paling paham terhadap perubahan Brandon meski sedikit.

“Kenapa kamu lihat aku begitu banget?” lirih Boy sambil melirik Lentera yang kepalanya masih diperban.

“Enggak tahu ...,” jujur Lentera masih menatap saksama setiap inci wajah pemuda di hadapannya dan jadi tidak mau menatapnya dalam waktu lama. Boy hanya sesekali meliriknya.

“Karena aku sedang kena cacar?” lanjut Boy lirih, masih menebak-nebak. Melalui lirikannya, ia mendapati Lentera yang akhirnya menggeleng, meski tatapan tak yakin masih menjadi tatapan yang gadis itu berikan kepadanya.

“Boleh peluk, enggak?” lirih Lentera.

Boy yang tidak mungkin menolak apalagi Lentera masih terlihat sangat lemah penuh perban, refleks menatap Lentera dengan tatapan teduh. “Aku ... cacar ...?”

Lentera yang masih menatap dalam kedua mata Boy, berangsur menggeleng. “Enggak apa-apa.” Padahal dalam hatinya, Lentera makin sibuk bertanya-tanya, kenapa dadanya tak kunjung berdebar padahal laki-laki yang sangat ia cintai, sudah ada di depan mata?

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

itu krn mereka satu visual tp beda jiwa raga, Tera....

2024-07-31

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

semoga sebelun menikah boy sudh jujur

2024-07-10

0

Danny Muliawati

Danny Muliawati

jujur aza boy biar aman walau kejujuran itu menyakitkan

2024-01-13

3

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!