16 : Jangan Mencariku

“Membangun bahagia di atas luka-luka mereka yang begitu baik kepadaku, sementara aku tahu, calon istrimu begitu mencintaimu?” lirih Aini sembari menatap sedih kedua mata Brandon. Sesekali, air matanya jatuh membasahi pipi.

Tatapan Brandon kepada Aini berubah menjadi berat layaknya dadanya yang terasa sangat sesak. “Demi aku, kamu kehilangan semuanya. Jadi, biarkan aku juga kehilangan semuanya asal aku masih bisa bersamamu, ... agar aku bisa membahagiakan kamu!”

Air mata Aini kembali deras karenanya. Karena dengan kata lain, Brandon akan meninggalkan semua kemewahan yang pemuda itu miliki, termasuk juga dengan keluarganya, hanya untuk Aini.

“Ayo kita minta restu kepada orang tuamu!” mohon Aini tersedu-sedu.

Kedua tangan Brandon berangsur membingkai wajah Aini seiring ia yang menggeleng tegas.

“Aku mohon ... orang tuamu melahirkan kamu, membesarkan kamu ... semua itu benar-benar mereka lakukan penuh cinta. Orang tua kamu sangat baik, begitu juga dengan orang tua Lentera. Jadi ....” Aini tak mampu berbicara lagi. Sebab pelukan erat yang kembali Brandon lakukan, menegaskan bahwa pemuda itu tetap dengan keputusannya.

“Cukup kita dan adikmu, ... kita benar-benar tak butuh yang lain. Mereka semua pasti baik-baik saja,” yakin Brandon yang masih berlinang air mata.

“Orang tuamu bukan orang tua kejam, Mas ....” Aini makin tersedu-sedu.

“Aku mau menikah dengan Mas, asal dengan restu mereka. Selebihnya, Mas mau bawa aku ke mana, beneran enggak masalah.” Aini benar-benar memohon, tapi Brandon menggeleng tegas, terus begitu.

“Pikirkan orang tua Mas. Pikirkan semua yang ada sebelum aku kembali hadir dalam hidup Mas. Setidaknya, jika mereka diberi kejelasan sekaligus kepastian, mereka pasti paham.”

Menyimak itu, Brandon berkata, “Aku akan mengabari mereka!” tegasnya.

Setelah acara pemakaman mamahnya Aini yang masih diurus oleh paman Syam maupun pihak pesantren usai, paman Syam mendadak kehilangan jejak Brandon maupun Aini.

“Mereka ke mana?” pikir paman Syam yang segera mengeluarkan ponselnya. Firasat paman Syam sudah langsung tidak baik-baik saja. Terlebih jika ia ingat status Brandon dan Lentera, maupun Aini di dalam hubungan keduanya. Selain itu, meski baru pertama kali melihat interaksi Brandon kepada Aini, paman Syam sudah bisa merasakan, bahwa anak dari sahabatnya yang juga sudah ia anggap seperti anak sendiri itu sangat menyayangi Ani.

Seperti yang paman Syam duga, meski ia tak menemukan jejak Brandon di kamar pemuda itu yang ada di rumah sebelah pondok pesantren, Brandon mengabarinya melalui pesan WA.

Brandon : Jangan mencariku. Suatu saat aku pasti kembali bersama keluarga kecilku. Aku pastikan, aku akan selalu bahagia. Aku akan selalu baik-baik saja karena itu juga yang aku harapkan terjadi pada kalian semua.

Detik itu juga dada paman Syam menjadi bergemuruh. Paman Syam tidak baik-baik saja. Pria itu langsung bermaksud mengejar, tapi jika kembali membaca pesan Brandon, yang Brandon butuhkan kali ini memang kebebasan. Brandon ingin menemukan jati dirinya yang sebenarnya, selain pemuda itu yang ingin membangun kebahagiaan bersama Aini, bukan Lentera lagi.

“Haruskah aku mengabarkan semua ini kepada mas Helios dan mbak Chole? Atau, selamanya ini akan menjadi rahasia antara aku dan mereka? Masalahnya jika Brandon tidak ada, siapa yang akan menikah dengan Lentera?” pikir paman Syam mendadak gamang.

***

“Papah mamahmu kapan kembali dari Jepang, Brand?” tanya pak Rayyan yang tak lain papah Lentera.

Di ruang rawat VIP kebersamaan mereka karena mereka tengah sama-sama menjaga Lentera, Boy masih menyamar menjadi Brandon. Alasan tersebut pula yang membuat pak Rayyan sangat menjaga jarak dari Boy. Terlebih semuanya tahu, pak Rayyan tipikal yang sangat pilih-pilih sekaligus menjaga penampilan.

Jadi, demi kebaikan bersama, papahnya Lentera itu membuat peraturan, Brandon yang tengah sakit cacar boleh ikut menjaga Lentera, asal pemuda itu hanya sebatas duduk di sebelah pintu masuk. Namun jika pak Rayyan maupun ibu Elena akan lewat, Brandon yang diwajibkan menjaga jarak, wajib sadar diri alias minggir dulu.

“Sepertinya lusa, Pah!” balas Boy yang meski bersikap dingin, tetap saja manis karena ia memang mewarisi sikap manis itu dari mamahnya.

Tak pernah mendengar Brandon berucap manis dan sampai memanggil pak Rayyan “Pah” karena biasanya Brandon memanggil pak Rayyan “Om”, kenyataan tersebut langsung membuat pak Rayyan maupun sang istri yang duduk di sebelahnya, bengong. Keduanya kompak saling tatap.

“Beb, yang terancam amnesia itu Tera anak kita. Ngapain anaknya Helios mirip kesu*rupan, manggil aku “Pah”? Itu tadi, aku enggak salah dengar, kan?” bisik pak Rayyan yang langsung meluapkan unek-uneknya.

Ibu Elena refleks menghela napas pelan sekaligus dalam, kemudian istighfar. Dendam pribadi akibat di masa lalu cintanya dan ibu Chole kandas lantaran ibu Chole memilih menikah dengan pak Helios, memang membuat pak Rayyan sulit akur dengan pak Helios. Begitu juga sebaliknya. Pak Helios juga sangat sulit menerima kenyataan, bahwa mantan pacar ibu Chole justru akan menjadi besannya.

“Beb, kok malah istighfar?” lirih Rayyan.

“Ya maksudnya, Pah. Harusnya kita bersyukur kalau Brandon mulai belajar jadi lebih baik, jadi lebih manis. Ibaratnya, ini bagian dari hikmah kecelakaan Tera,” lembut ibu Elena berusaha memberi sang suami pengertian. Sebab meski usia sang suami beberapa tahun jauh lebih dewasa darinya, jika sudah membahas semua yang berkaitan dengan pak Helios termasuk itu Brandon calon menantu mereka, pak Rayyan memang jadi lebih sensit*f dari ibu hamil yang sedang kontraksi.

Termasuk itu, alasan pak Rayyan mau merestui hubungan Lentera dan Brandon pun karena Lentera yang terus memaksa. Lentera telanjur bucin akut kepada Brandon, dan mengancam tidak akan pernah menikah selain dengan Brandon. Jadi, pak Rayyan yang sangat menyayangi Lentera, tak bisa berbuat banyak.

“Apakah mereka, khususnya Om Rayyan, curiga ke aku? Mas Brand biasanya panggil Pah, juga, kan? Wajarnya memang gitu, kan, ya? Harusnya aku enggak salah, kan? Soalnya sejauh mengawasi, mas Brandon memang nyaris enggak pernah bicara dengan siapa pun termasuk calon mertuanya. Kalau enggak mengangguk, menggeleng, paling banter mengedipkan mata atau malah diam flat,” pikir Boy tetap pusing lantaran meski mereka kembar, ia dan Brandon tetap orang yang beda, orang lain. Namun di tengah keseriusannya itu, ia terusik oleh dering telepon masuk di ponselnya.

“Paman Syam?” batin Boy yang yakin, pasti ada masalah atau setidaknya ada hal yang serius, jika paman Syam sampai menghubunginya.

“Mah, ... Pah. Aku ke luar dulu. Paman Syam telepon, biasanya memang ada yang darurat kalau beliau sampai telepon,” pamit Boy yang meski tetap berusaha bersikap dingin layaknya Brandon, caranya itu tetap membuat orang tua Lentera apalagi pak Rayyan, terbengong-bengong lantaran keduanya memang tidak terbiasa.

“Tuh, ... lagi!” bisik pak Rayyan makin heran.

Ibu Elena kembali menghela napas. “Berarti dia memang sengaja belajar jadi lebih baik. Ini bagus, Pah! Jangan diungkit-ungkit lagi. Sekarang, yang perlu kita lakukan hanyalah fokus ke kesembuhan Tera. Enggak sampai dua minggu lagi, Tera menikah. Sementara benturan sekaligus operasi di dekat otaknya, bikin dia bisa mengalami amnesia sementara!” yakinnya sengaja memberi sang suami peringatan keras.

Terpopuler

Comments

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

oalh jangan2 tera amnesia dan menerima boy

2024-07-10

0

Nengnong5 ²²¹º

Nengnong5 ²²¹º

oohh Tera anak nya juragan bedak toh🤭😅

2024-03-20

1

Eliyah

Eliyah

si Rayyan pabrik bedak kata Heri ( Hollios ) eeh... mau jd besanan...

2024-01-27

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!