6 : Hati yang Menangis

Sebuah kertas khas hasil fotokopi yang dihiasi beberapa garis karena terlipat, lolos dari tangan kanan Brandon.

Tatapan Brandon menjadi kosong, basah, seiring butiran bening yang silih berganti berjatuhan dari sana. Pria berahang tegas itu kebas tanpa bisa menggambarkan kehancuran sekaligus penyesalannya, setelah mengetahui kebenaran yang selama delapan tahun terakhir menjadi alasannya kecewa kepada Aini. Kebenaran mengenai status Aini, yang belum menikah, selain nama pak Safar yang tak lagi menjadi bagian dari kartu keluarga. Besar kemungkinan, jika keadaan sudah begitu, Brandon yakin pak Safar sudah meninggal. Selain banyak kebenaran lain yang sepertinya telah Brandon lewatkan.

“Ni ... sesulit ini cintaku ke kamu!” Dalam hatinya, Brandon menyesali keadaan. Pemuda itu sangat menyesal, terlebih ketika Brandon yang akan beranjak dari sana, tak sengaja mendapati sebuah bingkai besar berisi foto pertunangannya dengan Lentera, menghiasi meja dan bersandar pada dinding.

Detik itu juga dada Brandon kebas. Brandon berakhir terduduk di tengah tatapannya yang menjadi nanar. “Dua minggu lagi kami akan menikah. Lalu, bagaimana dengan Aini? Hati dan hidupku masih sepenuhnya miliknya.” Hati Brandon terus menjerit.

Brandon merasa, kisahnya dan Aini mendadak belum berakhir. “Iya, kisah kita memang belum berakhir, Ni. Namun, fatalnya aku telah membawa pihak lain yang juga boleh menyebutku cinta, dalam kisah kita ....”

Hingga malam nyaris usai, di sepertiga malam, keputusan Brandon mendatangi area kamar ART, membuatnya bertemu dengan Aini.

Aini baru keluar dari area kamar mandi dengan wajah, lengan, dan juga kedua kaki basah. Namun setelah memergoki sosok Brandon ada di anak tangga menuju lantai keberadaan kamar maupun kamar mandi para ART, Aini sengaja menurunkan lengan panjang yang tersingsing hingga siku.

Masih dengan buru-buru, Aini juga masuk ke kamar paling ujung dan memang paling dekat kamar mandi. Itu menjadi kamarnya dan Santy.

“Boleh ...?” ucap Brandon berat bertepatan dengan Aini yang sudah memegang sekaligus nyaris menekan gagang pintu kamar.

Mendengar itu, Aini langsung terdiam bahkan membeku. Namun, alasan kini ia begitu bukan lagi karena ia takut kepada Brandon. Melainkan, suara Brandon yang terdengar berat sangat sedih, ia yakini karena Brandon juga menangis dan itu masih berkaitan dengan hubungan mereka.

Benar saja, ketika Aini memberanikan diri untuk menoleh kepada Brandon, pemuda itu sudah berlinang air mata. Brandon menatapnya penuh kesedihan bahkan, ... penyesalan.

“Boleh, aku ... menjadi bagian dari doamu?” ucap Brandon di tengah tatapannya yang fokus kepada Aini. Tak beda dengannya, meski Aini masih diam, wanita itu juga jadi berlinang air mata.

Yang lebih membuat Brandon lega, tak lain karena Aini berangsur mengangguk-angguk, meski wanita itu masih belum berani menatapnya dalam waktu lama. Aini hanya berani meliriknya, itu saja sangat sebentar.

“Tentu saja. Tentu aku akan selalu mendoakan Tuan, agar Tuan selalu bahagia. Agar Tuan juga bahagia dengan pernikahan ... Tuan!” ucap Aini lembut sekaligus berat. Di tengah air matanya yang berlinang, ia juga memberi Brandon senyuman. Walau karena ulahnya, Brandon malah menangis sesenggukan.

“Aku beneran enggak tahu. Yang aku tahu, kamu sudah menikah karena orang di kampungmu kompak bilang begitu. Para tetangga, semuanya beneran bilang begitu. Yang aku tahu, kamu mengkhianati janji kita. Apalagi di setiap aku akan mendekat, kamu selalu sedang dengan Jaka ....” Brandon berucap lirih, dan memang masih tersedu-sedu.

Aini menyeka air matanya menggunakan ujung jilbabnya sambil tetap mempertahankan senyumnya. Kini memberanikan diri untuk menatap Brandon penuh keseriusan. “Enggak apa-apa. Yang penting sekarang Tuan sudah bahagia. Dan karena akhirnya kita bertemu, saya juga sangat ingin meminta maaf. Maaf untuk semua yang terjadi di masa lalu. Termasuk sikap keras alm. bapak yang sudah sangat keterlaluan kepada Tuan. Maaf juga jika kehadiranku sekarang, kembali menganggu bahkan melukai Tuan.”

“Berhenti dan jangan panggil aku begitu lagi!” kesal Brandon yang sudah langsung emosi.

Aini langsung diam kemudian menunduk tanpa kembali menatap atau setidaknya melirik Brandon.

“Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. JANGAN PERNAH MELARANGKU LAGI APALAGI DARI DULU, KAMU TIDAK PERNAH MEMBEIRKU KESEMPATAN BUAT MEMPERJUANGKAN HUBUNGAN KITA!” tegas Brandon meledak-ledak meski ia masih berucap sangat lirih dan memang sengaja agar tidak mengusik orang lain di sana.

Aini menghadap Brandon, menatapnya dengan tatapan putus asa. “Aku bisa apa? Pada kenyataannya, kita memang berbeda bahkan kamu sudah akan menikah! Tujuanku ke sini murni untuk bekerja karena sebelumnya, aku benar-benar tidak tahu jika ini rumah orang tua kamu!” balasnya tak kalah emosional.

“Karena andai aku tahu majikanku justru orang tua kamu, dan bahkan aku disiapkan khusus untuk menjadi pembantumu setelah kamu menikahi calonmu, ... aku tidak mungkin di sini.”

“Masalahnya, aku terikat dengan yayasanku, dan kamu tahu itu. SEPERTI KATAMU, SAMPAI DETIK INI, AKU JUGA TIDAK INGIN KAMU MEMPERJUANGKAN HUBUNGAN KITA. Terlebih sekarang, KITA HANYA MASA LALU SEMENTARA KAMU SUDAH AKAN MENIKAH. DUA MINGGU LAGI KAMU AKAN MENIKAH!” Aini berakhir menangis tersedu-sedu. Hingga ia memilih kembali masuk kamar mandi.

Aini mengunci diri di kamar mandi. Wanita itu sengaja menyalakan kran air hingga air mengalir penuh dan menghasilkan suara terbilang berisik. Suara berisik yang juga berhasil meredam tangisnya.

Keadaan kini membuat Aini tak hanya sedih. Karena wanita itu juga takut Brandon nekat membatalkan pernikahan hanya untuk hubungan mereka. Atau, Brandon yang dengan sengaja menarik Aini ke dalam hubungan pemuda itu dan Lentera.

Aini paham sifat Brandon, terlebih kini pria itu sampai merasa terzali*mi oleh keputusan Aini yang tak pernah mengizinkan Brandon memperjuangkan hubungan mereka.

Sekitar satu jam berlalu, dan Aini juga merasa jauh lebih lega karena telah meluapkan kesedihan sekaligus ketakutannya melalui tangis, Aini kembali berwudu. Akan tetapi ketika Aini keluar dari area kamar mandi, ia masih mendapati Brandon yang berdiri di tengah anak tangga sana. Pemuda itu menatapnya dengan putus asa.

“Istirahat lah ...,” ucap Brandon dengan suara sengau.

Seperti yang Aini takutkan, tampaknya Brandon benar-benar akan memperjuangkan hubungan mereka. Pria itu menuruni anak tangga dengan langkah yang benar-benar berat khas orang terluka.

Makin dekat jarak mereka, makin kacau pula detak jantung Aini. Aini memutuskan mundur, terus begitu hingga ia masuk area mandi di kamar mandi. Namun, selain Brandon tetap menyusul ke manapun ia mundur, pemuda itu juga sampai memeluknya. Pelukan yang makin lama makin erat. Tubuh kurus Aini terasa sangat sakit karenanya. Bersamaan dengan itu, Brandon juga kembali tersedu-sedu. Pemuda itu membenamkan wajahnya di kepala Aini yang memang tidak lebih tinggi darinya.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hahh.. nyesek banget..

2024-07-31

0

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

nah kan??

2024-07-26

0

Nurhartiningsih

Nurhartiningsih

huh nyesek banget

2024-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!