9 : Ancaman Dari Lentera

“Berapa uang yang harus aku bayar?”

Suara lembut seorang wanita terdengar dari sebelah kamar Brandon, tak lama setelah Aini meninggalkan kamar itu. Namun, itu bukan suara anggota keluarga Brandon, melainkan suara Lentera.

Aini mengenalnya, dan langsung terkejut ketika akhirnya kedua matanya yang memastikan, mendapatkan kebenaran itu. Nampan yang Aini bawa nyaris Aini jatuhkan begitu saja, andai kedua tangan Lentera yang sudah ada di hadapannya, tidak mengambil alih.

Tubuh termasuk rambut Lentera masih basah. Firasat Aini makin tidak karuan karenanya. Aini berpikir, jangan-jangan, dari tadi Lentera tahu kebersamaannya dan Brandon? Jangan-jangan, Lentera telah menyaksikan secara diam-diam?

“Aku memaafkanmu, asal kamu tidak menganggu hubungan kami lagi. Percayalah, semuanya akan baik-baik saja, asal kamu mengikuti saranku.” Kali ini, kedua mata Lentera yang menjadi sangat tajam, menatap Aini penuh rintangan.

“Aku bisa melakukan apa pun. Benar-benar apa pun. Menjebloskanmu ke penjara, bahkan membuat ragamu tak bernyawa. Termasuk keluargamu, ... aku juga akan membuat mereka merasakan dampaknya!” lanjut Lentera yang yakin, Aini sudah langsung ketakutan kepadanya. Terlebih, kedua mata wanita yang baginya tak sedikit pun lebih cantik darinya, sudah langsung basah, selain Aini yang tak lagi berani menatapnya.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja dari sini. Apalagi aku tahu, kamu terikat dengan yayasan kamu. Andaipun aku membuatmu pindah dari sini, itu terlalu enak buat kamu yang sudah lancang menghanc*urkan hubunganku dan Brandon,” lirih Lentera tepat di hadapan wajah Aini yang ada persis di bawah wajahnya dan ia tatap dengan bengis.

“Jadi, hukuman paling tepat untuk orang sepertimu adalah menyaksikan keromantisan kami sekeluarga. Agar kamu sadar, kamu dan kami BERBEDA!” tegas Lentera lagi.

“Jangan pernah bermain api jika kamu tidak mau terbakar sendiri!” tegas Aini lirih sembari menatap Lentera di tengah air matanya yang berlinang. “Jika kamu sudah tahu segalanya, termasuk apa yang terjadi di kamar tadi, apa yang harus kamu takutkan dari orang sepertiku yang berbeda dengan kalian?”

“Permisi!” lanjut Aini sudah memegang nampannya dari tangan Lentera. Ia mengambil alih di tengah tatapan tegasnya yang masih tertuju kepada kedua mata Lentera.

“Ingat!” sergah Lentera yang sudah langsung membuat Aini menghentikan langkahnya.

“Masa lalu selalu kalah oleh masa depan terlebih kita tidak selevel!” tegas Lentera.

“Apa pun itu, aku memang tidak tertarik,” ucap Aini yang perlahan melangkah pergi.

“Kita lihat saja. Sampai kapan kamu bisa bertahan!” lanjut Lentera.

Mendengar itu, Aini berangsur menghentikan langkahnya kemudian menoleh bahkan menatap Lentera. “Jangan no*dai citra baik kamu hanya karena wanita tak selevel sepertiku. Terlebih aku bahkan mendoakan yang terbaik untuk hubunganmu dengan calon suamimu!”

Detik itu juga Lentera terdiam. Lentera terlalu bingung. Ia sangat mencintai Brandon bahkan meski Brandon tidak pernah memperlakukannya dengan baik. Rasa cinta yang juga tetap sama bahkan bertambah, meski ia mengetahui apa yang calon suaminya itu lakukan dengan Aini, seharian ini. Bahwa Brandon, sudah berniat mengakhiri hubungan mereka, demi Aini. Iya, demi Aini yang ternyata merupakan cinta pertama bahkan satu-satunya cinta Brandon, Brandon rela mengorbankan semua kebahagiaan yang sudah ada.

“Kami benar-benar hampir menikah, kenapa malah jadi begini?” jerit Lentera dalam hatinya. Ia mengacak asal rambutnya yang masih setengah basah, hingga yang ada, rambutnya jadi acak-acakan.

Terlalu bingung harus bagaimana, Lentera memutuskan untuk masuk ke kamar Brandon.

Brandon yang sudah ganti pakaian dan sebelumnya sempat dikompres oleh Aini, sudah tidur sangat pulas. Hampir sekujur tubuh Brandon dihiasi bedak khusus untuk meredakan cacar pemuda itu.

Lentera masih sangat ingat, tadi Brandon dengan sangat mudah diurus oleh Aini. Lain jika ia yang melakukannya. Malahan ada satu kalimat Brandon kepada Aini yang sampai detik ini masih terngiang-ngiang di ingatan Lentera.

“Apa pun itu terserah kamu, yang penting kamu enggak pernah ninggalin aku.” Mengingat kalimat tersebut, hati Lentera terasa sangat hancur.

Lentera tersedu-sedu, tapi ia tidak berani dekat-dekat Brandon. Ia memilih tetap berdiri di belakang pintu yang sudah ia tutup rapat. Tak semata karena ia takut tertular cacar Brandon. Melainkan karena ia juga telanjur marah kepada Brandon yang dengan sengaja mengorbankannya.

Hati Lentera remuk redam lantaran Brandon benar-benar memilih mengorbankan hubungan mereka yang sudah melibatkan keluarga besar hanya untuk wanita di masa lalunya!

***

Pak Yayasan : Memangnya di situ kenapa? Baru sehari loh, jangan bilang enggak betah dulu. Coba satu minggu dulu, terlebih sejauh ini, yang ke situ selalu betah.

Aini meminta pindah tempat kerja jika memang dibolehkan. Namun dibalas seperti itu, Aini tidak bisa untuk menuntut dan berakhir meminta maaf.

“Ya Allah, ... mudahkan lah semua urusanku. Aku beneran enggak akan minta macam-macam. Beneran hanya begitu karena sebaik-baiknya rencana, rencana-Mu akan selalu jadi yang terbaik untuk umat-umat–Mu, termasuk untukku,” batin Aini yang baru saja menerima balasan WA dari pihak yayasannya.

“Ini aku harus bagaimana?” Kebingungan yang Aini rasa akibat keadaannya sekarang, membuat Aini berlinang air mata. Aini terduduk lemas di lantai kamarnya yang masih ia biarkan gelap gulita.

Baru kembali dari kamar Brandon, Aini memang sudah langsung dijauhi oleh teman kerjanya. Semuanya kompak menjaga jarak karena takut tertular cacar melalui Aini yang merawat Brandon. Karenanya, di kamar pun kini Aini jadi sendiri. Lebih tepatnya, selama Aini masih bertugas mengurus Brandon, ibu Chole menyarankan para ART termasuk Aini sendiri, agar saling jaga jarak demi meminimkan penularan cacar.

“Ni ... Aini ...?”

Dari luar, suara ibu Chole terdengar sangat lembut. Aini yang baru bersandar ke pintu langsung terusik. Buru-buru Aini menyeka tuntas air matanya menggunakan ujung jilbabnya.

Tampak teman-teman Aini yang langsung masuk ruangan. Dari kamar, maupun dapur, ketika akhirnya Aini keluar menghadap ibu Chole yang menunggu di anak tangga depan dapur bersih. Aini sendiri sengaja menjaga jarak dari ibu Chole karena tak mau membuat wanita itu tertular cacar, meski Aini belum merasakan tanda-tanda dirinya akan terkena cacar.

“Kamu sudah makan?” tanya ibu Chole dan dibalas tanggapan bingung oleh Aini. “Kamu belum makan, ya? Ya sudah sekarang kamu makan dulu, habis itu salat, ya. Soalnya non Lentera mau ajak kamu beres-beres rumahnya dan mas Brandon. Jadi, mulai malam ini, kamu mulai jaga rumah dan beres-beres di sana, kamu enggak di sini lagi. Namun untuk sementara, kamu di sana sendiri. Berani, kan? Harusnya sih ditemenin biar seru, bentar Ibu tanya ke yang lain, ada yang mau ikut ke sana, enggak? Toh, di sini sama di sana sama saja.”

Yang membuat Aini terkejut bukan hanya Lentera yang sampai membuatnya dipindah dari sana. Melainkan, kenyataan ibu Chole yang tak segan merangkulnya layaknya awal kedatangannya ke sana. Padahal sebelumnya, para ART di saja kompak, alasan mereka menjaga jarak karena ibu Chole yang memberikan arahan.

“Ya sudah lah, terima saja. Memang aku yang salah. Meski andai tahu dari awal aku akan dikerjakan di rumah orang tuanya mas Brandon ... ya sudahlah, aku pasrah. Aku terima semua ini,” batin Aini yang sudah langsung masuk sekaligus duduk di sebelah sopir Lentera.

Aini sungguh langsung diboyong pergi dari sana oleh Lentera. Aini sendirian dan tak sampai ditemani ART dari kediaman orang tua Brandon, lantaran Lentera berdalih, akan membawa seorang ART juga dari kediaman orang tuanya.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

sepicik itu Lentera.. padahal mama Chole bolang dia tipe ceqek lembut dan ceria, apa itu cuma modus aja buat menaklukan hati Brandon??, cima kamuflase si Tera buat ambil hati keluarga Brandon??

2024-07-31

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

lentera ni anak siapa sih kok jd kejem gt

2024-07-10

0

Nengnong5 ²²¹º

Nengnong5 ²²¹º

sesuai nama nya, lentera.. ga hanya menyinari, tapi juga siap membakar

2024-03-20

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!