15 : Tanggung Jawab

“Oh, ... si Mis*kin Brandon? Apa? Modal bawa santri sama polisi?Apa hebatnya?” ucap Jaka yang langsung menertawakan Brandon diikuti juga oleh orang-orangnya yang belum ditumb*angkan oleh Brandon.

Masih ada sekitar sepuluh orang pre*man yang belum Brandon bant*ing, itu pun karena kesepuluhnya belum mendekati Brandon. Namun, semuanya apalagi Jaka, kompak diam setelah boge*m mentah Brandon mengenai bibir Jaka yang detik itu juga langsung berdarah.

Jaka tak hanya kesakitan, tapi juga kesal. Detik itu juga kesepuluh prem*an yang tersisa, berbondong-bondong menyerb*u Brandon layaknya ketika mereka melakukannya kepada Aini maupun Anjar.

Brandon sempat sempoyongan akibat boge*m sekaligus tinj*u yang mengenai kepalanya. Namun seperti tujuannya, Jaka menjadi incarannya. Parahnya, beberapa dari prema*n di sana tak segan mengeluarkan belati bahkan.celurit dari balik pinggang masing-masing.

Perilaku premanis*me benar-benar ada di depan mata dari kesepuluh prema*n yang ada. Brandon menatapnya penuh dendam. Sementara di bawahnya, Jaka masih meringkuk kesakitan hanya karena terkena beberapa boge*m dan tinjunya.

Ketegangan tak terelakan. Aini yang awalnya sudah memapah sang adik keluar dari rumah mengikuti para santri yang memboyong jenazah mamak Aini, nyaris jantungan karena keadaan Brandon sekarang. Di dalam rumah, Brandon benar-benar sendiri. Karena keempat orang kiriman ibu Elena, juga polisi yang mengawal, beranjak mundur. Mereka hanya berusaha melerai melalui kata-kata.

Sembari menatap Aini, kedua tangan Brandon berangsur telungkup—kode agar Aini tenang sekaligus percaya bahwa Brandon akan baik-baik saja. Aini yang sadar Brandon bukan dewa bahkan kini sedang sakit, langsung tersedu-sedu. Aini mengul*um bibirnya. Namun lagi-lagi, mata tajam Brandon menatapnya penuh ketenangan.

Sebuah peluru sudah dilesatkan agar kejadian premani*sme tak dilanjutkan. Namun, kesepuluh preman di sana tampak tidak akan pernah melepaskan Brandon.

“Ayo, kita selesaikan semuanya!” tegas Brandon yang kemudian mene*ndang sekuat tenaga kepala Jaka, meski tatapannya fokus kepada kesepuluh prema*n yang ada.

Jaka sudah meraung-raung kesakitan, lain dengan para pre*man yang serempak menyera*ng.

“Dooooooooooooorrr!”

Peluru yang baru saja melesat membuat salah satu preman tumbang. Karena peluru tersebut mengenai punggung salah satu preman.

“Berani kalian melukai anakku, kalian semua mat*i!” ucap pria berpakaian panjang serba hitam tersebut yang juga menutupi kepalanya menggunakan topi hitam.

“Paman Syam ...,” batin Brandon yang langsung mengenali pria tersebut. Iya, pria tersebut sudah layaknya papahnya, dan memang merupakan orang kepercayaan papahnya. Jadi, paman Syam akan mengawal setiap keluarga Brandon, andai di sana tidak ada pak Helios selaku papah Brandon—baca novel : Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam.

Pist*ol yang digunakan paman Syam memang pis*tol dari salah satu polisi di sana yang paman Syam reb*ut. Namun, cara paman Syam menggunakannya, seolah pria itu memang mahir.

“Ya Allah ... jangan sampai ada pertumpahan dar*ah lagi. Tolong lindungi mas Brandon untuk kali ini saja!” batin Aini di tengah dar der seruan melesatnya pistol yang paman Syam lakukan.

Setiap kaki prem*an di sana sengaja paman Syam tem*bak agar kejadian prema*nis*me tan sampai terjadi. Namun untuk khusus Jaka, Brandon sengaja kembali menendang kepala pria itu sekuat tenaga. Namun berbeda dari sebelumnya, kali ini Jaka tak lagi meraung-raung kesakitan. Karen pada kenyataannya, Jaka sudah sekarat.

Seiring tangisnya yang pecah, hati Aini sedikit mulai diselimuti kelegaan sebab nyawa Brandon tak lagi terancam. Prema*n-preman tadi segera diamankan. Setiap tangan mereka diborgol. Warga yang awalnya bersembunyi di rumah masing-masing, berangsur keluar. Awalnya hanya melongok, tapi menyaksikan keramaian yang ada apalagi tadi terdengar seruan peluru dan berlangsung berulang kali, mereka juga sampai mendekat.

Aini sudah langsung balas memeluk erat Brandon, ketika pemuda itu dengan segera menghampiri sekaligus memeluknya. Aini menumpahkan segala luka sekaligus laranya melalui tangisnya.

Brandon memang tak bersuara. Tak ada kata-kata penenang dari pemuda itu bahkan meski hanya berbisik-bisik, layaknya apa yang harusnya dilakukan manusia normal terlebih jika keadaannya layaknya sekarang. Namun, Aini paham, semua itu terjadi karena Brandon merasa sangat bersalah. Brandon merasa sangat sedih atas duka yang menimpanya. Terlebih sejauh ini, Brandon memang tipikal yang sangat irit bicara bahkan kepadanya.

“Penjarakan saja!” ucap Narendra, salah satu orang sekaligus pihak keluarga yang diutus oleh ibu Elena. Sebagai seorang pengacara, ia sendiri yang berangkat ke kantor polisi untuk mengadi*li Jaka dan anak buah pria itu.

Paman Syam sudah langsung mendukung keputusan Narendra yang juga merupakan anak dari sahabatnya. Karena keadaannya sudah seperti sekarang, tugas mereka dibagi-bagi. Termasuk paman Syam yang sudah langsung mengantar Anjar ke klinik terdekat lantaran pemuda itu jatuh sekarat.

Jenazah ibu Salmah—mamaknya Aini, dibawa ke pondok pesantren yang menjadi tempat pertemuan antara Brandon dan Aini. Pondok pesantren yang sebenarnya milik orang tua Brandon.

Jenazah ibu Salma disalatkan di masjid besar yang ada di sana, setelah sebelumnya kembali dimandikan oleh Aini maupun Anjar, yang juga dibantu secara langsung oleh Brandon. Selama itu juga, Aini tidak pernah luput dari pengawalan Brandon.

“Aku benar-benar minta maaf. Kamu kehilangan semua orang yang aku sayangi gara-gara aku,” lirih Brandon yang kembali menggenggam erat sebelah tangan Aini.

Lagi-lagi Aini menangis, tersedu-sedu, dan berakhir dalam dekapan Brandon.

“Ayo kita menikah!” bisik Brandon di tengah isaknya.

Bukannya bahagia, ajakan menikah dari Brandon malah membuat beban hidup Aini makin bertambah.

“Ayo kita menikah. Aku benar-benar harus melakukannya agar aku bisa tenang! Sampai kapan pun kamu akan menjadi tanggung jawabku!” lanjut Brandon lagi.

Di tengah suasana yang sudah makin gelap dan tak lagi disertai hujan, Aini menjadi gamang gara-gara ajakan nikah dari Brandon. Andai, tidak ada Lentera di antara mereka. Andai, Brandon dan Lentera tidak sedang menyiapkan rencana pernikahan tahap akhir. Tentu ajakan nikah dari Brandon akan membuatnya sangat bahagia karena itu juga alasan mereka menjalin hubungan.

***

“Pergi dan lanjutkan lah kisahmu dengan Aini. Kalian harus bahagia tanpa harus memikirkan yang di sini. Karena mulai sekarang juga, Lentera dan semua yang berkaitan dengan pernikahan kalian, akan menjadi tanggung jawabku. Aku tahu ini tidak adil untuk Lentera, tapi sebagai gantinya, aku akan mencintainya sekaligus mengabdikan hidupku hanya kepadanya. Bagaimanapun caranya, aku akan membuatnya menjadi wanita paling bahagia karena telah menjadi bagian dari hidupku.” Boy masih ingat dengan ucapannya kepada sang kembaran, ketika Brandon mengabarkan apa yang sebenarnya terjadi. Sementara kini, ia benar-benar menjalankan perannya, mengambil alih tanggung jawab yang harusnya Brandon lakukan kepada Lentera.

Karena tanggung jawabnya juga, Boy yang baru saja bisa bernapas lega setelah Lentera akhirnya keluar dari ruang operasi, sengaja bergaya layaknya Brandon. Bagian tubuhnya sengaja ia buat merah-merah seolah dirinya juga mengalami cacar. Orang tua Lentera yang ada di sana, sampai tidak ada yang curiga.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

pantas Brandon langsung bisa menyusul Aini, ternyata Boy ngajak tukar tempat atau jangan² selama ini Boy emang suka ke Lentera?? 🤔🤔cinta dlm diam tp berujung dapet kesempatan ini mah..

2024-07-31

0

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

halah2 pak pol masak gitu???

2024-07-26

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

ya ampun boy baik banget sm kayak chole

2024-07-10

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!