2 : Sama, Tapi Berbeda

“Sayang, tungguin. Ini tadi mamah kamu siapin bekal khusus buat kita makan siang,” ucap Lentera benar-benar manis.

Dari suaranya saja, wanita yang terus memanggil manja Brandon, terkesan sangat cantik. Keadaan tersebut sudah langsung membuat Aini merasa hin*a. Hati Aini makin teriris, terlebih jika Aini teringat keadaannya yang sekarang.

Aini yang sekarang bukanlah Aini yang dulu dan sempat digadang-gadang sebagai kembang desa. Aini yang sekarang tak lagi memiliki kulit bersih yang lembut. Kulit Aini sudah jadi hitam dan kusam akibat kesibukannya bekerja di sawah. Selain wajah Aini yang otomatis menjadi tampak jauh lebih tua karena perubahan drastis kulitnya.

“S-sayang, kamu kenapa sih?”

Suara lembut Lentera masih menjadi satu-satunya suara manusia di kebersamaan mereka. Melalui lirikannya, Aini mendapati sebelah lengan Brandon yang tampak jauh lebih kekar dari terakhir kali mereka bertemu. Terlepas dari kenyataan itu, Aini juga tidak beda dengan Lentera. Karena dalam diamnya, Aini juga bertanya-tanya, kenapa Brandon masih ada di sana? Kenapa Brandon terus saja menghadap pada Aini. Namun ketika Aini memberanikan diri untuk memastikan, ternyata Brandon tengah menatapnya dengan tatapan sangat tajam penuh kebencian. Rahang tegas pria itu jadi terlihat jauh lebih tegang.

Jika sudah seperti sekarang ini, tampang Brandon benar-benar menyeramkan. “Apa maksudmu hadir di saat aku sudah mulai bisa menata kehidupanku? Apa maksudmu, tiba-tiba datang, ketika aku sudah mulai terbiasa tanpa kamu?” batin Brandon yang tentu saja ia tujukan kepada Aini. Meski detik berikutnya, ia yang masih menatap sengit Aini justru berkata. “Sebentar, aku sedang melihat pembantu baru untuk kita. Dia yang nantinya akan membantu kita di rumah baru kita!” Tak lupa, ia juga sengaja balas mendekap tangan Lentera yang sudah mendekapnya. Ia sengaja melakukannya untuk balas dendam kepada Aini yang memilih mencampakkannya tanpa mau berjuang sebentar saja.

“Ya Allah, ... orang ini memang Mas Brandon. Orang yang benar-benar masih sama, tapi hati dan cara pikirnya berbeda,” batin Aini refleks makin menunduk sedih. Dadanya bergemuruh sekaligus pegal menahan kesedihan yang bertubi-tubi ia dapatkan, termasuk itu dari Brandon.

“Kamu becus kerja, enggak? Kalau memang enggak becus kerja, mending enggak usah kerja di sini!” tegas Brandon lagi.

“S-sayang, ih ... jangan kasar-kasar gitu. Baru juga datang, nanti yang ada Mbaknya takut. Sekarang, cari Mbak itu susah banget loh,” tegur Lentera dengan suara masih lembut. Terlebih, ia memergoki Aini sudah langsung berlinang air mata meski posisinya, wanita berkerudung kusam itu terus menunduk dalam.

“S—saya benar-benar niat bekerja, TUAN! SAYA AKAN BEKERJA SEBAIK MUNGKIN!” ucap Aini dengan suara lirih karena sebagian ucapannya tertahan di tenggorokan akibat kesedihan yang susah payah ia tahan. Selain itu, kenyataan Brandon yang tampak begitu dendam bahkan jij*ik kepadanya juga membuatnya memutuskan memanggil pria yang pernah menjadi pacarnya di masa lalu itu, “Tuan”.

“Pak Santoso, tolong catat. Jika dia sampai melakukan kesalahan apalagi malas-malasan, potong saja gajinya atua malah langsung antar saja ke yayasannya agar yayasannya bisa mendidik dia!” lanjut Brandon masih sangat kejam.

“S-siap, Mas!” sanggup pak Santoso yang juga sudah langsung ketakutan. “Aneh, enggak biasanya mas Brandon seganas ini. Tadi, tiba-tiba nangis, nah sekarang kayak enggak suka banget ke Aini. Ini memang ada sesuatu, atau memang Aini yang lagi apes saja?” batin pak Santoso sudah langsung menggandeng paksa Aini untuk pergi dari sana sebelum kembali mendapat siraman rohani dari Brandon. Siraman rohani yang bukannya menyejukkan hati, tapi malah menyakiti.

Namun, pak Santoso juga tak bisa berbuat banyak karena statusnya di sana pun hanya pekerja. Jadi, andai Brandon memang tidak suka kepada Aini, mau tidak mau ia memang harus mengembalikannya kembali ke yayasan. Bahkan meski kini, mencari ART sangat susah layaknya yang Lentera katalan. Daripada Brandon terus marah-marah, dan yang merasakan dampaknya bukan hanya Aini, tapi juga pak Santoso bahkan lebih.

“S-sayang, tadi kamu sudah sangat keterlaluan. Si mbak barunya sampai nangis!” tegur Lentera masih dengan suara lembut. Namun selain tidak menggubrisnya, Brandon juga mendadak menyingkirkan dekapan tangannya dengan kasar.

“Baru juga jadi lembut, mau digandeng bahkan balas gandeng, ... eh cueknya kumat lagi!” batin Lentera yang buru-buru lari menyusul Brandon.

Brandon melangkah sangat cepat meninggalkan Lentera. Tetap begitu dan tak segan masuk mobil dulu meski Lentera sibuk merengek.

“Kenapa dia jadi kurus tak terawat seperti itu? Kenapa dia mendadak jadi pembantu? Suaminya yang anak juragan tanah, sudah enggak bisa kasih dia nafkah, apa bagaimana?” pikir Brandon yang dikejutkan oleh kehadiran Lentera. Calon istrinya yang cantik jelita buru-buru meringkuk di pangkuannya.

“Ya ampun Sayang, capek banget. Kamu jalannya lebih cepat dari kuda yang lari!” rengek Lentera sambil menyibak rambut panjangnya yang tergerai.

Di tempat berbeda, Aini yang akhirnya sampai teras depan pintu masuk, segera melepas sandalnya. Ia mengikuti semua arahan pak Santoso.

Rumah orang tua Brandon benar-benar besar sekaligus mewah. Nuansa dingin sudah langsung menyapa Aini akibat lantai dan sebagian dinding di sana yang berbahan marmer. Semuanya serba bersih termasuk lantai dan dindingnya yang tampak sangat mengkilap. Tak sengaja melihat pantulan dirinya di dinding, Aini jadi melihat penampilannya yang jauh dari cantik. Aini sampai tidak betah melihat penampilannya sendiri.

Kini, setelah mengetahui sebagian besar kehidupan asli seorang Brandon, Aini menjadi bertanya-tanya. Kenapa saat dulu bersamanya, Brandon mengaku berasal dari keluarga tidak mampu, dan sekadar untuk menyambung hidup di pesantren, saat itu Brandon bekerja di bengkel tak jauh dari pesantren?

“Bisa jadi karena memang mas Brandon enggak serius. Buktinya tadi, ... tadi dia begitu keji. Apalagi sekarang, aku memang pembantunya! Iya ... Kisah kami memang sudah usai. Hubungan kami tak lebih dari majikan dan pembantu! Jadi, mulai sekarang juga, sudah enggak usah berharap apalagi berjuang. Bersikaplah layaknya orang yang tidak saling kenal, Ni!” batin Aini lagi, yang lagi-lagi sibuk menyeka air matanya. Karena selain perlakuan Brandon juga kenyataan mereka yang sangat menyakitinya, di tempat kerja barunya, dan itu rumah orang tua Brandon, Aini mewajibkan dirinya untuk bekerja.

“Aku butuh banyak uang buat bayar hutang. Jangan sampai aku melakukan kesalahan dan bikin aku harus membayar ganti rugi seperti yang mas Brandon tegaskan!” batin Aini lagi yang sudah langsung sibuk mengawasi suasana sekitar. Bukan perkara keadaan rumah yang benar-benar mewah dan beberapa dinding dihiasi foto keluarga berukuran besar. Melainkan, Aini tengah mengingat setiap ruangan yang tengah pak Santoso jelaskan. Aini tidak mau hadirnya di sana malah sibuk membuatnya membayar ganti rugi.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Lentera nama nya gak asing..? anak siapa sih??

2024-07-31

1

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

baru jg calon, meringkuk di pangkuan??

2024-07-26

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

semangat ya aini

2024-07-10

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!