19 : Hampir Bertemu

Alasan Brandon sampai diinfus karena pemuda itu juga terkena tifus. Demam tinggi yang Brandon alami sampai membuatnya menggigil tak kunjung berhenti. Karenanya, Aini memutuskan agar calon suaminya menjalani rawat inap.

Akan tetapi malam ini, kamar di rumah sakit keberadaan mereka kebetulan sedang penuh. Karenanya, Brandon tetap bertahan di ruang IGD. Aini yang menjaganya dengan segenap jiwa. Wanita itu hanya akan absen jika ketiduran. Itu pun tidak berlangsung lama, selain Aini yang melakukannya dalam keadaan berdiri. Alasan tersebut terjadi karena keadaan setiap ruangan untuk pasien di dalam IGD, benar-benar sempit.

“Sayang ...?” lembut Brandon ketika akhirnya siuman. Demamnya sudah turun, dan ia memergoki Aini ketiduran dalam keadaan berdiri.

Jujur, sedari tadi Brandon sudah yakin, Aini yang menjaganya meski pandangannya tidak begitu jelas karena keadaannya. Wanita yang sangat ia cintai itu menjaganya layaknya seorang mamah yang sangat menyayangi anaknya. Alasan yang juga membuat hati Brandon teriris pedih sebab ia justru melihat sosok ibu Chole sang mamah dalam diri Aini.

“Jaga jarak takut ketularan,” lembut Brandon wanti-wanti kepada Aini, tapi Aini buru-buru menggeleng.

Aini meraih satu botol air mineral dari kantong putih lengkap dengan sedotan guna mempermudah dalam meminumnya. Ia sengaja menyiapkan itu untuk Brandon.

“Jangan takut aku kehausan apalagi dehidrasi, aku kan diinfus,” lanjut Brandon lagi sampai saat ini masih memperlakukan Aini dengan sangat lembut.

“Ini bahkan infus kedua. Nyaris ganti karena demam Mas, bikin Mas dehidrasi parah. Juga, Mas yang wajib banyak minum air putih biar tenggorokan Mas enggak kering, selain air putih yang memang baik buat kesehatan,” yakin Aini siap memasukan sedotan perantara Brandon minum ke mulut Brandon.

Bibir Brandon sampai kering, hingga Aini berinisiatif untuk membasahinya menggunakan sedikit air minum di botol. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati, layaknya memperlakukan bayi.

Menghela napas pelan, Brandon yang masih menatap dalam kedua mata Aini berkata, “Anjar ke mana? Mending sekarang kamu bawa Anjar menginap di hotel. Biar kalian enggak tertular, dan kalian bisa istirahat dengan leluasa. Tanpa dijaga, suster dan dokter juga akan mengurus aku. Itu jauh lebih mengurangi risiko penularan ke kalian.”

Aini segera menggeleng. “Yang aku tahu, orang yang terinfeksi virus cacar air memang dapat menyebarkan virus ke orang lain hingga lima hari sebelum dan setelah ruam-ruam muncul di kulit. Masa yang paling menular itu hari-hari sebelum ruam muncul dan hari-hari pertama ruam muncul. Alasan tersebut juga yang membuat pender*ita sebaiknya tidak terkena angin saat cacar air. Namun intinya, asal jangan terkena cairan cacar airnya sama air li*ur pender*ita. Makanya habis ini kamu pakai masker ya. Ini sudah pagi, Mas mau berjemur di depan?” Tak beda dengan Brandon, Aini juga menjelaskan dengan sangat lembut.

Tak mau membuat hubungan mereka tidak nyaman, Brandon menurut. Sangat kontras ketika ia dengan Lentera meski Lentera juga tipikal manis yang juga sangat perhatian. Masalahnya, rasa nyaman sekaligus cinta hanya Brandon rasakan ketika dirinya dengan Aini, benar-benar bukan wanita lain termasuk itu Lentera. Karena seberapa pun istimewa seorang Lentera, yang Brandon mau sekaligus butuhkan tetap Aini, dan memang hanya Aini.

“Omong-omong Lentera, dia kecelakaan dan tampaknya lukanya parah. Semoga dia segera pulih, dan dia segera bahagia bersama Boy,” batin Brandon. Ia membiarkan Aini memakaikan masker kepadanya. Aini benar-benar bisa diandalkan mengurusnya. Dan ia juga membiarkan Aini memeluknya.

“Kamu belum jawab Anjar di mana? Karena mulai sekarang, dia bagian dari tanggung jawabku,” lembut Brandon sambil balas memeluk Aini. “Setelah kita sampai tujuan, aku mau Anjar sekolah lagi. Dia harus sekolah setinggi mungkin paling tidak sampai dia sarjana. Kamu pun, andai mau lanjut sekolah atau setidaknya kejar paket, aku bakalan sangat mendukung.”

Takut sang istri mengkhawatirkan keuangan mereka, Brandon menjelaskan, bahwa selama ini dirinya yang nyaris tidak pernah berfoya-foya meski terlahir dari keluarga kaya raya, sudah memiliki tabungan cukup.

“Anjar tidur di ruang tunggu depan. Enggak apa-apa, toh ini sudah pagi dan dia laki-laki yang wajib strong. Bismilah, bentar lagi Mas dapat kamar, dan Mas juga segera sembuh.” Aini merebahkan wajahnya di sedikit sisa tempat tidur Brandon. Ia tak berani lama-lama bersandar ke dada Brandon, takut cacar-cacar di sana pecah.

“Meski aku enggak mau kamu sakit, pahitnya andai kamu memang sampai sakit, aku pastikan, aku akan merawat kamu sampai sembuh. Namun tetap, aku enggak mau kamu sakit. Kamu harus selalu sehat. Kamu harus bahagia karena selama ini, apalagi sejak hubungan kita diketahui bapakmu, kamu sudah terlalu menderita,” lembut Brandon sambil mengusap kepala Aini penuh sayang. Ia melakukannya dengan hati-hati lantaran telapak tangannya juga tak luput dari cacar.

Mendengar itu, bersama hatinya yang sudah langsung terenyuh menahan rasa bahagia, sedih, bahkan nelangsa secara bersamaan, Aini berangsur menengadah hanya untuk menatap wajah Brandon yang berada tepat di atas wajahnya. Hanya begitu lantaran ia tak bisa berkata-kata. Andaipun ia meminta Brandon membatalkan rencananya, itu hanya akan membuat Brandon kecewa.

Di luar, dan baru memasuki rumah sakit, kehadiran ibu Elena dan pak Rayyan masih dikawal oleh seorang ajudan. Seperti biasa, meski sudah tidak muda, pak Rayyan sangat mengutamakan penampilannya. Pria itu tak hanya memakai setelan jas biru gelap dan sangat rapi. Karena pak Rayyan juga memakai kacamata hitam tebal. Sementara di sebelahnya, ibu Elena yang ia gandeng dan menenteng tas mahal, tak kalah necis mirip boneka hidup.

“Loh, itu yang tidur kok mirip Anjar adiknya Aini, ya? Tapi kok bisa di sini? Ah enggak mungkin, ... pasti hanya kebetulan mirip,” pikir ibu Elena yang memang pernah melihat foto Anjar ketika pemuda itu mengabarkan kematian ibu Aini kepada Aini.

Bertepatan dengan itu, Brandon sengaja meminta Aini untuk membawanya keluar dari ruangan yang ada di IGD. Terlebih, perawat yang menghampiri mereka, meminta Aini mengurus data pasien untuk mendapatkan kamar rawat. Jadi, Brandon sekalian akan berjemur di depan IGD.

Masalahnya, meski keduanya sempat berselisih dengan rombongan pak Rayyan, baru juga mulai berjemur di depan IGD, Brandon dan Aini justru mendapati sebuah mobil mewah turun di hadapan mereka dan itu orang tua Brandon!

Dunia Aini dan Brandon seolah berputar lebih lambat, detik itu juga. Dada mereka bergemuruh, dan Aini makin mantap untuk menghampiri orang tua Brandon. Akan tetapi, Brandon yang menyadarinya buru-buru menye*ap Aini. Brandon sengaja membuat mereka memunggungi kedatangan pak Helios dan ibu Chole yang dikawal oleh dua orang ajudan.

“Ada apa?” tanya pak Helios kepada sang istri yang mendadak berhenti kemudian memandangi punggung Aini maupun Brandon. Kenyataan tersebut juga yang membuat pak Helios turut mengawasi kedua punggung tersebut dan jaraknya hanya sekitar tiga meter dari kebersamaan mereka.

“Pasien atas nama Brandon ...,” seru dari dalam sana, dari bagian informasi dan sudah langsung membuat Brandon, Aini, pak Helios, apalagi ibu Chole, ketar-ketir.

“B-Brand ... don, Pah? Terus, ini kenapa kok Mamah sekangen ini ke dia?” lirih ibu Chole. Tangan kanannya yang tidak digandeng sang suami, refleks menahan dada karena selain bergemuruh, di sana juga terasa sangat pegal.

Baik Brandon maupun Aini sama-sama mendengar keluh kesah ibu Chole barusan. Keduanya sudah langsung menitikkan air mata.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hato seorang ibu, walau ank ada di sampingnya tp krn si anak punya niatan buat menjauh tapi perasaan seorang ibu bisa sesensitif itu merasakan rasa kehilangan

2024-07-31

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

udh jujur aja poo se

2024-07-10

0

Flower

Flower

haha sedih tp aku ngakak

2024-01-29

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!