11 : Emosi Brandon

Sudah kembali pagi, tapi Brandon belum juga didatangi Aini. Dengan keadaannya yang sudah makin penuh cacar, Brandon nekat keluar dari kamar.

Menahan rasa sakit akibat cacar dan bapil yang membuat tubuh tak hentinya demam tinggi saja sudah tak karuan. Apalagi jika sampai dibarengi dengan menahan rindu terlarang layaknya rindu Brandon kepada Aini? Karenanya, Brandon jadi tidak bisa menahan emosi. Membuka pintu saja, Brandon yang sekadar melangkah jadi sempoyongan, melakukannya dengan serba memak*sa sekaligus diban*ting.

Brandon sengaja menutupi kepala hingga tubuhnya menggunakan selimut. Namun, baru juga keluar dari kamar, saudaranya yang kebetulan baru keluar juga dari kamar dan bersiap kerja, langsung panik.

Hyera si paling bontot, refleks menjerit dan buru-buru kembali masuk kamar. Hyera yang memang panik, refleks membant*ing pintu kala menutupnya. Lain dengan Calista yang jadi sibuk istighfar sambil mengelus perutnya yang sudah sangat besar lantaran ia memang tengah hamil besar.

Boy yang ada di sana yang langsung memboyong Calista kembali masuk ke kamar.

“Kamu butuh apa, Mas?” lembut Boy dari dalam kamar Calista. Ia berangsur keluar dari kamar sang kakak.

“Rasanya beneran pengin makan orang. Beneran emosi tingkat dakjal!” kesal Brandon yang sekadar napas saja tidak bisa tenang.

“Ya sudah ditelepon saja mbak Teranya, Mas!” balas Boy enteng karena yang ia tahu, kembarannya kangen berat pada calon istri. Terlebih ia sendiri andai sedang sakit, pasti akan jauh lebih nyaman bermanja-manja kepada sang kekasih. Meski jika sakitnya seperti Brandon dan itu cacar yang rawan menular, ia juga akan dilema karena tak mungkin membiarkan dirinya menulari cacar juga ke sang kekasih.

“Enggak jelas!” kesal Brandon karena yang ia harapkan memang Aini. Karenanya, sebelum ia mencari Aini, yang ingin ia temui lebih dulu ialah kedua orang tuanya.

Brandon berniat jujur pagi ini juga. Mengenai hasil, Brandon tak peduli yang penting ia sudah jujur.

“Mau ke mana?” tanya Boy lagi. Karena selain ia yang memang tipikal perhatian, kembarannya langsung minggat begitu saja tanpa sedikit pun basa-basi. “Aku antar ke RS, ya?” Kali ini ia sengaja berseru lantaran Brandon juga pergi dengan sangat buru-buru.

“Enggak perlu. Aku mau cari mamah papah dulu!” balas Brandon masih sangat cuek sambil terus melangkah cepat menuruni anak tangga.

“Loh, memangnya kamu enggak tahu kalau papah mamah pergi ke Singapura? Mereka mau mampir ke Jepang juga?” lantang Boy sambil menyusul Brandon.

Detik itu juga, dunia Brandon seolah berhenti berputar. Brandon yang baru sampai di lantai bawah, berangsur menoleh ke belakang. Ia bahkan menghadap ke belakang, menatap saksama sang kembaran.

Sambil melangkah melewati anak tangga, Boy berkata, “Itulah gunanya komunikasi dengan keluarga apalagi orang tua. Papah mamah pergi pun buat kirim undangan nikah Mas!”

“Pinjam teleponnya aku harus bicara dengan mereka!” sergah Brandon tak sabar mengabarkan niatnya mengakhiri hubungannya dengan Lentera.

Boy menghela napas dalam kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku celana bahan panjang warna hitam sebelah kanannya. “Nih, tapi aku yakin, mereka masih menjalani penerbangan dan nomor mereka pasti enggak aktif.”

Mendengar itu, emosi Brandon sudah langsung tersulut. Ia bahkan nyaris membant*ing ponsel Boy, andai kembarannya itu tidak buru-buru merebutnya.

“Ya Allah ... aku beneran marah. Aku beneran kecewa ke Kamu kalau yang untuk sekarang pun, kembali KAMU halang-halangi!” batin Brandon benar-benar kesal sembari melangkah cepat menuju ruangan rumahnya lebih dalam. Langkahnya menuju dapur karena ia memang akan langsung mencari Aini.

Dari lantai atas sana dan sambil berpegangan pada pegangan tangga, Hyera dan Calista menatap khawatir keadaan Brandon yang bagi mereka terlalu emosional.

“Mas Boy, coba kasih ponsel Mas ke mas Brandon. Mbak mau ngomong, tapi Mbak enggak berani tatap muka langsung soalnya fatal buat mbak maupun baby Mbak. Ini saja Mbak mau langsung ke rumah mertua gara-gara suami Mbak tahu, mas Brandon kena cacar,” seru Calista sambil mengelus-elus perutnya menggunakan kedua tangan.

“Tapi ini hape baru, Mbak. Edisi khusus dan aku jadi salah satu yang beruntung karena punya ini. Ngeri ih, tadi saja nyaris di bantin*g. Lewat telepon rumah saja. Interkom, itu kayaknya mas Brandon ke dapur. Aku sambungkan, ya, di dapur.” Boy sudah langsung lari setelah Calista sang kakak, mengangguk sanggup.

Karena Kim sekeluarga masih di kampung dan baru akan ke Jakarta satu minggu sebelum pernikahan Brandon, dengan kata lain, kini Calista menjadi yang paling tua di sana. Sebagai kakak Brandon, Calista merasa harus mengarahkan sang adik, untuk lebih bisa mengontrol emosi.

Tak ada Aini di sana meski Brandon sudah sampai keluar dari dapur bersih. “Mbak, Aini di mana?” sergah Brandon pada Santy yang kebetulan sedang mencuci gerabah di wastafel dapur bersih.

Santy yang mesk periang tapi juga sangat penakut, langsung gemetaran. Santy ketakutan dan malah membuat Brandon emosi hingga pemuda itu mendo*rong sekuat tenaga pintu dapur yang kembali dilewati.

Santy nyaris jantungan karenanya. Namun, keputusan Brandon ke belakang—area tempat tinggal para ART, diyakini Santy akan mencari Aini secara langsung. “Sebenarnya ada apa? Kenapa Mas Brandon gitu banget ke Aini. Galak, kejam, tapi cenderung sayang,” batin Santy kepo.

Santy yang tahu apa yang terjadi, sengaja menyusul. Buru-buru ia mematikan air kerannya, kemudian setengah berlari menyusul Brandon. Tentunya, Santy yang masih ingin hidup lebih lama sengaja menjaga jarak dari Brandon. Baik agar ia tak tertular cacar, maupun agar jantungnya aman dari bentakan pemuda itu yang akhir-akhir ini jadi sangat bengis.

“Mas, Aini kan dibawa sama mbak Lentera.” Santy sengaja berseru. Tak peduli meski ia dianggap kurang sopan karena ketakutannya kepada Brandon, suara yang bisa ia hasilkan memang seperti itu.

Detik itu juga dunia Brandon berhenti berputar. Brandon berangsur menoleh bahkan menghadap Santy yang ia tatap tajam. Brandon yang sadar dirinya telah melakukan kesalahan yaitu akan mengakhiri hubungannya dan Lentera, demi kembali dengan Aini, sudah langsung tidak bisa berpikir jernih.

Bertepatan dengan Boy yang akhirnya berdiri di bibir pintu dapur, Santy yang ditanya sejak kapan Lentera membawa Aini, berkata, “Malam setelah Aini keluar dari kamar Mas Brandon, Mas. Kan dari kemarin sebenarnya non Lentera datang. Dari pas mamah Mas pergi ke kantor gantiin Mas. Namun karena kamar Mas dikunci, seharian itu non Lentera nunggu! Jadi pas mamah Mas pulang, non Lentera izin buat bawa Aini katanya mau ditempatin di rumah yang nantinya buat rumah Mas dan non Tera!” jelas Santy sejelas-jelasnya.

Tubuh Brandon layaknya dipanggang. Kedua tangan pemuda itu mengepal, disusul Brandon yang menerobos masuk kamar yang sempat Aini tempati meski hanya satu hari.

Barang-barang Aini benar-benar tak tersisa kecuali tasbih pemberian Brandon yang tergeletak sendirian, di rak lemari kosong paling atas sebelah kanan.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

dan murkalah Brandon..

2024-07-31

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

siap2 aja km lentera

2024-07-10

0

Firli Putrawan

Firli Putrawan

wah ngamuk pasti Brandon khawatir tkutnya s aini D apaapin sm lentera

2023-11-23

6

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!