5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu

Teringat tasbih pemberiannya yang ternyata masih Aini simpan, Brandon menjadi kacau. Dada pemuda itu bergemuruh memikirkan banyak hal, dan Brandon sangat sulit untuk berkosentrasi.

Mengenai kebenaran status Aini, juga kebenaran pernikahan wanita itu. Kedua kenyataan tersebut menjadi hal yang sangat mengganggu pikiran Brandon. Pemuda itu sampai tidak bisa fokus pada kebersamaannya dan Lentera dengan ibu Chole, di ruang keluarga lantai bawah. Mereka tengah membahas persiapan pernikahan Brandon dan Lentera yang nyaris rampung. Dua minggu lagi saja, pernikahan mereka digelar.

“M-mas, mau ke mana?” sergah ibu Chole, meski ia masih menggunakannya dengan suara lembut. Ia tatap sekaligus menyikapi penuh keseriusan sang putra yang mendadak berdiri meninggalkan kebersamaan mereka.

Bukannya menjawab, Brandon hanya melirik sang mamah dengan ekspresi tidak nyaman. Ia bahkan sampai tidak pamit, termasuk itu kepada Lentera yang sempat menegurnya penuh manja.

Ibu Chole tersenyum hangat kepada Lentera yang kebetulan duduk persis di hadapannya. “Khusus Brandon, dia memang sangat mirip dengan papahnya saat masih muda. Dulu, awal-awal hubungan kami ya kayak kalian. Yang penting kamu tetap usaha. Soalnya yang seperti Brandon memang cocoknya dengan yang lemah lembut ceria seperti kamu,” yakinnya sengaja menyemangati sekaligus merangkul hati Lentera.

Ibu Chole paham, berada di posisi Lentera yang harus menghadapi sikap bengis Brandon sangatlah tidak mudah. Karena di masa lalu, ia juga pernah merasakannya ketika awal menjalin hubungan dengan pak Helios sang suami—baca novel : Mempelai Pengganti Untuk Ketua Mafia Buta yang Kejam.

Kini, Brandon yang awalnya sudah sampai di tengah-tengah anak tangga menuju lantai atas lantaran langkahnya sangat cepat, mendadak berhenti melangkah. Lirikan bahkan tatapannya berangsur mengawasi rumah bagian belakang. Iya, ia ingin bertemu sekaligus memastikannya secara langsung kepada Aini—alasannya nyaris meledak sekaligus gil*a layaknya kini.

Brandon sudah sempat melangkah menurini anak tangga, bermaksud menghampiri Aini. Namun, tiba-tiba Brandon merasa, langsung menemui Aini terbilang bahaya.

Merasa lelah, Brandon menghela napas pelan sekaligus dalam. Ia memutuskan untuk naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya. “Sabar bentar lagi!” batinnya menguatkan diri. Walau pada akhirnya, ia kembali keluar dan melangkah dengan sangat buru-buru.

Bersamaan dengan itu, ibu Chole dan Lentera sudah tidak ada di ruang keluarga. Keduanya sudah nyaris sampai teras depan rumah. Lebih tepatnya, ibu Chole sengaja mengantar Lentera pulang hingga sana. Pak Santoso sudah siap mengantarkannya.

Yang langsung Brandon tuju ialah bangunan paling belakang kediaman orang tuanya. Kedua matanya terus menatap tajam keadaan di sana. Beberapa ART yang ia jumpai di perjalanannya kompak menunduk takut. Terlebih kabar Aini diperlakukan semena-mena oleh Brandon, telanjur menyebar akibat mulut ember Santy.

Setiap kamar di deretan kamar ART sudah Brandon periksa. Brandon bahkan sengaja terus melangkah hingga melewati ruang paling ujung dan tak lain kamar mandi. Pintu kamar mandi yang tertutup rapat di sana sampai Brandon gedor lantaran pemuda itu ingin memastikan siapa yang sedang di dalam, dan Brandon khawatirkan memang Aini.

“Siapaaaa? Kenceng banget gedornya. Kaget banget aku. Awas, pintunya rusak nanti dimarahi bapak!” seru seorang wanita dan itu dari dalam kamar mandi.

Suara yang juga bukan suara Aini hingga Brandon buru-buru pergi. Brandon segera melanjutkan pencariannya ke taman sebelah kamar mandi yang juga terhubung ke taman halaman. Tadi, Aini menyiram semua taman meski bagi Brandon, harusnya sudah selesai. Namun, di sana Brandon juga tak lagi menemukan Aini, selain suasana yang makin gelap karena kini memang sudah petang.

“Habis beres dimasukin dus, susun sebelah sini saja yah, Ni. Namun sebelumnya, lantainya dibersihkan dulu. Eh, bentar lagi magrib, aku siap-siap salat dulu. Kalau ada bos di rumah, kita salatnya gantian. Takut bos butuh bantuan kita,” ucap Santy yang buru-buru undur dari sana karena kedatangan Brandon yang membuatnya takut. Karena meski ia sudah bekerja tujuh tahun lamanya di sana, jika Brandon seperti ketika baru pulang tadi kepada Aini, ia sungguh takut. Kini saja, ia langsung panas dingin sekaligus deg-degan.

“Pasti mau cek souvenirnya. Atau mau marah-marah lagi ke Aini?” batin Santy, sengaja membungkuk sopan ketika lewat di hadapan Brandon.

Kini, di sana benar-benar hanya tinggal Aini. Namun, bukan hanya Aini yang merasa dunianya berputar lebih lambat. Karena Brandon juga begitu. Hanya saja, alasan keduanya begitu sangatlah berbeda. Sebab ketika Aini karena menahan takut, Brandon justru karena terlalu penasaran dengan kabar terbaru Aini juga pernikahannya.

Aini yang awalnya baru berdiri untuk menyusun setiap kotak berisi souvenir pernikahan milik Brandon, sengaja menunduk sekaligus membungkuk. “Mohon izin Tuan, saya akan melanjutkan pekerjaan saya dan tangan saya juga sudah saya seterilkan.” Selain itu, Aini juga sudah ganti pakaian, meski ia belum sempat mandi lagi. Sebagai orang baru, Aini tidak mau bekerja santai meski ia memang diberi waktu istirahat khusus karena kini saja, harusnya ia istirahat di kamar layaknya beberapa ART yang sempat kebingungan ketika Brandon menerobos masuk.

Meski belum direspons oleh Brandon yang mendadak diam layaknya tugu pahlawan, Aini berangsur menyusun setiap kotak berisi souvernir ke kardus besar yang sudah disiapkan. Jujur, kenyataan tersebut membuat Brandon merasa sangat bersalah. Apalagi jika Brandon mengingat sikapnya kepada Aini semenjak mereka dipertemukan kembali setelah delapan tahun berpisah.

“Kamu sudah menikah?” tanya Brandon demi mengakhiri rasa penasarannya.

Sempat sangat terusik dengan pertanyaan Brandon, Aini yang terus membuat kedua tangannya bekerja menyusun rapi setiap kotak berisi souvenirnya berkata, “Belum.” Ia mengatakannya tanpa sedikit pun melirik Brandon karena posisinya saja memang membelakangi Brandon.

“Hah ...?” batin Brandon benar-benar terkejut. Ia sudah maju satu langkah dan hendak bertanya, tapi bunyi berisik dari sepasang sandal, ia sadari sebagai langkah sang mamah.

Ibu Chole memang datang bersama saudara Brandon. Mereka hanya tidak disertai Kim dan keluarga kecilnya.

“Wah ... nyaris beres, ya? Tinggal dikit, besok pasti beres nih!” ucap ibu Chole yang menang selalu ceria sekaligus bisa membuat suasana di sana hangat.

“Coba kayak apa sih souvenirnya. Penasaran,” ucap Hyera dan merupakan anak paling muda dari orang tua Brandon. Gadis bergaya rambut ombre pink itu mengambil satu kotak yang baru ditaruh oleh Aini ke dus, tapi tangan Boy dengan cekatan mengambilnya.

“Lihat yang belum disusun. Nyusun begini juga butuh waktu sekaligus kesabaran,” ucap Boy penuh pengertian. Selain mengembalikannya dengan hati-hati, ia juga sampai membantu Aini. “Ambil lakbannya, Mbak. Langsung lakban saja biar rapi.”

“Iya, Mas.” Aini terus menunduk sekaligus berucap santun, meski Boy maupun anggota keluarga Brandon yang lain, memperlakukannya dengan sangat hangat.

“Ini mereka ngapain, sih? Ganggu banget!” batin Brandon berniat memastikan fotokopi KTP, juga KK Aini dan biasanya ada di berkas sebagai pekerja di sana. Karenanya, tanpa pamit ia langsung pergi dari sana. Menuju kantor dalam rumah orang tuanya yang biasanya menyimpan berkas yang ia maksud.

Terpopuler

Comments

yenny pendang

yenny pendang

kangmas brandon keppoo

2024-02-10

2

Bulan Bintang

Bulan Bintang

😭😭

2023-12-07

3

Firli Putrawan

Firli Putrawan

salah kan blm tau kebenaran nya udah jahat skrg yg jahat siapa koreksi 🥺🥺

2023-11-23

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!