14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat

“Brand ... Tera kecelakaan ....” Air mata ibu Elena jatuh setelah ia mengabarkan itu kepada Brandon.

Ibu Elena yang sempat berlari hanya untuk mengejar Brandon, berangsur terdiam dan perlahan sempoyongan, sebelum akhirnya wanita itu justru jongkok. Kabar kecelakaan yang menimpa Lentera dan membuat ibu Elena ditelepon polisi menggunakan ponsel Lentera, benar-benar membuat mama dari Lentera itu syok.

Jiwa ibu Elena terguncang, ibu Elena langsung tidak baik-baik saja. Bukan hanya air matanya yang jadi sibuk berjatuhan, tetapi juga jantungnya yang jadi berdetak sangat kencang, selain ia yang gemetaran tak karuan.

Brandon yang awalnya sudah sampai di tengah halaman rumah orang tua Lentera, Brandon siap pergi dari sana dan tentu saja untuk menyusul Aini, berangsur terdiam. Kini, Brandon membeku, merasa bersalah atas keadaan itu. Terlebih yang langsung Brandon ingat, ialah pesan manis dari Lentera ketika Brandon mencari Aini di rumah bersama mereka, setelah dirinya dan Lentera menikah. Pesan manis yang Lentera kirimkan lewat WA. Seolah, wanita itu sudah mengetahui rencana Brandon yang akan mengakhiri hubungan mereka. Yang mana Lentera tidak bisa menerima kenyataan, selain hubungan mereka yang bagi wanita itu akan tetap manis.

Tera : Sayang, i love you. Makasih banyak buat semuanya. Sampai kapan pun, kita akan selalu begini. Saling sayang, saling mengisi, dengan cara kita.

Brandon merengkuh tubuh ibu Elena. Wanita bertubuh mungil itu tersedu-sedu, dan tampak tidak bisa berkata-kata.

“Katakan kepadaku Tera dibawa ke rumah sakit mana? Aku akan ke sana,” serius Brandon menatap saksama kedua mata ibu Elena.

***

Waktu terasa berlalu dengan lebih cepat. Di tengah hujan yang mengguyur, Aini yang akhirnya sampai stasiun kota desa dirinya tinggal, menerobos hujan menggunakan ojek yang ia sewa.

Harap-harap cemas menyelimuti hati Aini. Jalanan yang sulit sekaligus licin dan beberapa kali membuat motor nyaris terba*nting, membuatnya memutuskan berhenti menggunakan jasa ojek, meski jaraknya dari rumah masih terbilang jauh. Aini melanjutkan perjalanannya dengan melangkah cepat. Sandal Aini putus satu, tapi wanita itu sama sekali tidak menyadarinya.

Kenyataan jalan licin yang di beberapa bagian merupakan bongkahan batu cadas juga melukai kaki Aini. Darah segar keluar dari setiap luka, tapi lagi-lagi Aini tidak menyadarinya.

Sampai detik ini hujan masih mengguyur deras. Beberapa tetangga Aini dapati menetap di rumah masing-masing.Tak ada tanda-tanda di sana ada kematian termasuk itu sekadar bendera kuning. Justru, Sang Pemilik Kehidupan yang memberikan tanda melalui mendung sekaligus hujan yang tak kunjung usai.

Ada dua buah mobil dan belasan motor di depan rumah Aini. Namun satu di antara mobil yang di sana, Aini ketahui sebagai mobil Jaka. Kenyataan yang sudah langsung membuat dendam Aini membara. Terlebih di ingatan Aini juga sudah langsung dihiasi adegan semen*a-men*a dari Jaka. Terakhir ketika pria itu menguncinya di kamar, kemudian tak segan menghant*am tengkuk Aini, hanya karena Aini berhasil melepaskan diri dari Jaka, ketika pria itu berusaha melec*ehkannya.

Sebelum ke Jakarta, demi mengurangi hutang kepada Jaka, Aini memang terpak*a bekerja sebagai pembantu di rumah pria itu.

“Kalau kalian mau lapor polisi, lapor saja. Dikiranya saya takut. Kalian pikir, kalian siapa? Semua warga dan aparat sini tahu bahkan takut kepada saya. Jadi, jangan main-main dengan saya jika kalian masih ingin hidup dengan semestinya!”

Suara bernada sombong barusan, Aini kenali sebagai suara Jaka. Aini yang sudah ada di depan pintu makin geram karenanya. Segera Aini menerobos masuk di tengah dadanya yang terasa pegal menahan dendam dan sudah sangat ingin ia luapkan. Aini benar-benar ingin mengha*jar Jaka. Bagaimanapun caranya, Aini akan melakukannya, meski kemungkinan Jaka dikawal banyak prema*n berkali lipat lebih banyak dari sebelumnya, terbentang di depan mata.

Di antara beberapa orang asing yang ada di sana, yang Aini cari memang langsung Jaka. Suasana di sana diselimuti ketegangan dari Jaka yang dikawal banyak prem*an. Suasana yang lebih mirip tawur*an, padahal jelas-jelas di sana tengah ada kematian.

Hati Aini benar-benar remuk redam ketika pandangannya mendapati sosok terbujur kaku yang sudah dikafani, dibiarkan di tengah meja diselimuti jarit. Tentu itu mamaknya yang dilarang dikubur oleh Jaka, jika Aini tetap menolak dinikahi Jaka.

“Halo sayangku, bidadariku, akhirnya kamu pulang juga!” ucap Jaka kegirangan bukan main dan langsung menghampiri Aini.

Jaka meninggalkan rombongan prema*n yang mengawalnya. Pria yang penampilannya tetap penuh perhiasan layaknya delapan lalu itu nyaris menggunakan tangan kanannya untuk meraih dagu Aini. Namun, Aini yang telanjur dendam menggunakan ranselnya untuk mengh*antam wajah Jaka.

Detik itu juga Jaka langsung sempoyongan, tapi kedua pengawalnya yang mirip preman pasar, tanpa pikir panjang langsung menin*ju Aini tanpa henti dan itu dilakukan secara bergantian.

Anjar yang awalnya terduduk di depan meja jenazah sang mamak terbujur kaku, langsung terusik sekaligus emosi. Layaknya orang kesur*upan, Anjar memu*kuli Jaka tanpa henti hingga suasana di sana benar-benar tidak kondusif.

Empat orang yang ada di sana dan merupakan keluarga dari ibu Elena, sudah langsung berusaha mengamankan Aini. Namun jumlah mereka tak sebanding dengan prem*an yang mengawal Jaka.

“Assalamualaikum ....”

Suara salam serempak dari depan rumah, mengusik ketegangan di sana. Aini yang sudut bibir kanannya berda*rah karena tinju, berangsur berdiri mengikuti tuntunan seorang pria yang mengamankannya.

“Braaak!” Pintu kayu yang memang sudah rapuh itu sampai rontok karena diterobos dengan kas*ar dari luar.

Sesosok berpakaian serba hitam dan bertubuh tinggi pelakunya. Sosok tersebut memakai topi dan masker hitam. Hanya kedua matanya saja yang kelihatan, tapi Aini sudah bisa mengenalinya.

“Mas Brandon ...?” batin Aini mendadak menggantungkan harapannya kepada pria yang sempat ia jauhi itu. Air matanya makin berjatuhan, tapi hatinya lagi-lagi remuk redam karena sang adik nyaris sekarat setelah dikeroy*ok oleh prema*n-prema*n Jaka.

Sosok yang Aini yakini sebagai Brandon, memang Brandon. Layaknya Aini, yang langsung Brandon tuju adalah Jaka. Brandon menjadikan pria berperut buncit itu sebagai tujuannya. Tak peduli meski beberapa prema*n berusaha menahannya. Brandon tetap maju sambil balas tin*ju bahkan membanti*ng setiap prema*n yang menghalanginya. Brandon sendiri tidak tahu, kenapa dirinya pandai bela diri bahkan mirip pembun*uh bayaran jika sudah membalas setiap sera*ngan lawan.

Kini, Aini dan sang adik, maupun orang kiriman ibu Elena bisa bernapas lega. Sebab ternyata, Brandon membawa rombongan santri yang jumlahnya puluhan. Selain itu, beberapa polisi juga sudah menyertai.

Jenazah mamaknya Aini sudah langsung diamankan, dibawa keluar yang mana kini, akhirnya Brandon sudah ada di hadapan Jaka. Hidup dan mati Jaka benar-benar ditentukan oleh kedua tangan Brandon. Terlebih dari tatapan tajam sangat bengis Brandon saja, pria itu seolah menolak kata damai apalagi permohonan ampun.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hah.. gila si Jaka..

2024-07-31

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

bener2 titisan helious

2024-07-10

1

Khamim Fiatin

Khamim Fiatin

mirip bapaknya helios

2023-12-08

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!