18 : Boy yang Mencintai Lentera

“Ada yang aneh ...,” batin Lentera lantaran dadanya tak kunjung berdebar.

Walau tubuhnya terasa re*muk, Lentera berangsur menggunakan kedua tangannya untuk meraih wajah Boy. Detik itu juga Boy membuang wajah, menepis sentuhan Lentera. Namun justru karena kenyataan tersebut, Lentera jadi yakin, bahwa pemuda di hadapannya memang Brandon. Brandon yang akan selalu menolaknya, cuek, dingin, bahkan ketika ia sakit sekalipun. Alasan yang sebenarnya selalu membuat hati Lentera teriris pedih.

“Iya ini Brandon ... tidak ada tahi lalat di bibir atasnya. Dan dia pun juga masih cuek dingin. Namun, kenapa bayang-bayang dia tidur di pangkuan wanita berjilbab, begitu menyakitkan? Aku yakin kejadian itu ada di kamar Brandon, tapi wanita itu siapa? Apa mungkin mbak Calista?” pikir Lentera yang memberanikan diri untuk meraih tangan kiri Boy.

Lentera langsung terkejut karena jari manis tangan kiri Boy, sampai memakai cincin pertunangan Lentera dan Brandon. Karena biasanya, Brandon paling malas untuk memakai cincin tunangan mereka.

“Semanis ini?” lirih Lentera sambil tersenyum manis kepada Boy. Kendati demikian, ia yang sampai menggenggam tangan kiri Brandon meski itu hanya genggaman yang sangat lemah, tetap tidak bisa untuk menyudahi air mata apalagi kesedihannya.

“Jangan nangis ... cepat sembuh,” lirih Boy yang memang tidak tega. Jemari tangan kirinya refleks mengelus genggaman tangan Lentera.

“Mau peluk ...,” rengek Lentera tersedu-sedu.

“Aku cacar.” Alasan Boy menolak karena ia tak mau membuat Lentera kecewa. “Kamu nikah sama Boy saja, ya? Dia sayang ke kamu melebihi aku. Dia juga mencintaimu, melebihi aku,” lanjutnya, tapi justru membuat Lentera makin tersedu-sedu. Alasan yang membuatnya berangsur memeluk Lentera.

“Aku beneran enggak butuh yang lain. Yang aku butuhkan cuma kamu. Aku juga enggak akan menuntut apa pun. Asal kita selalu sama-sama. Maafkan semua keegoisanku. Aku benar-benar minta maaf. Maaf juga jika selama ini, aku belum bisa bikin kamu nyaman. Maaf jika selama ini, aku belum bisa bikin kamu bahagia.” Kali ini Lentera merengek, tersedu-sedu sekaligus membenamkan wajahnya di dada Boy.

Mendengar itu, hati Boy makin terasa pedih dan ia tidak bisa untuk tidak menangis apalagi bersedih. “Aku tahu Boy sangat mencintaimu. Dia bisa jauh lebih membahagiakan kamu ketimbang aku!” yakinnya, tapi Lentera buru-buru menggeleng.

“Enggak mau, aku maunya cuma kamu! Kamu ya, kamu boleh enggak cinta aku, tapi jangan lama-lama. Dan jangan jodohin aku sama yang lain juga bahkan itu Boy kembaran kamu!” lirih Lentera masih terisak-isak.

“Aku mau kita selalu sama-sama, biar kamu enggak sering menyendiri apalagi diam-diam bengong sendirian,” lanjut Lentera lagi.

“Ini enggak ada pedang atau setidaknya belati tajam, tapi dadaku seperti ditusuk-tusuk ...,” batin Brandon. Padahal, andai Lentera mau menikah dengan Boy, dengan sangat bahagia Boy mengubah semuanya.

“Kamu kalau mau aku bagaimana, kamu ingin aku seperti apa, bilang saja. Pasti aku akan melakukannya. Asal kamu bahagia, ” ucap Lentera.

“Kamu cukup jadi diri kamu saja. Itu sudah lebih dari bikin aku bahagia,” ucap Boy, berusaha tetap dingin tapi hasilnya masih ada manis-manisnya.

Mendengar itu, dan bagi Lentera yang telanjur bucin memang sangat manis, senyum indah refleks menghiasi wajahnya yang bagian pipi kanan dan punggung hidungnya sampai diplester. “Ini memang terbilang gil*a. Namun, andai sakitku bisa membuatmu peduli kepadaku—”

“Jika cara pikirmu begitu, justru aku yang bakalan benar-benar gil*a!” sergah Boy berusaha mematahkan anggapan Lentera.

“Lentera begitu mencintai Brandon. Ia sama sekali tidak menyisakan tempat di hatinya untuk pria lain, bahkan itu untukku,” batin Boy berangsur mengakhiri dekapannya. Namun, ia tak lantas melepas Lentera begitu saja. Ia sengaja mengungkung Lentera, memandangi wajah gadis itu dengan senyum tulus.

Keadaan kini membuat Lentera tersipu. Hanya saja, dada wanita itu tetap tidak berdebar padahal harusnya, apa yang ia dapatkan sekarang, membuat hatinya berbunga-bunga.

“YAH! JANGAN DEKAT-DEKAT BEGITU KAMU LAGI CACAR!”

Kedatangan pak Rayyan membuat keadaan di sana jadi tidak nyaman. Pak Rayyan sibuk mengomel kepada Boy, agat Boy menjaga jarak.

Ibu Elena yang pusing harus bagaimana mengarahkan suaminya, memilih membawa suaminya kembali pergi.

“Kulit Lentera selembut itu, Beb! Apa jadinya kalau dia sampai cacar juga, sementara cacar rasanya enggak karuan!” protes pak Rayyan menolak diboyong paksa oleh sang istri.

“Tolong dong, Sayang ... urusan cinta enggak pandang cacar!” kesal ibu Elena yang kemudian berkata, “Lama-lama aku ngadu ke mas Excel biar tatar kamu!” Ia mengakhiri gandengannya, kemudian meninggalkan sang suami begitu saja.

Detik itu juga pak Rayyan ketar-ketir. Bersama dua pengawalnya, ia menyusul sang istri yang tampaknya akan pulang ke rumah mereka. Membiarkan agar Lentera bisa berdua, menjalani quality time bersama Boy yang mereka kira sebagai Brandon.

“Salah satu dari kalian tunggu di sini. Jaga nona Lentera dan pantau dia selama dua puluh empat jam!” titah pak Rayyan tak menerima penolakan, hingga hanya satu pengawal saja yang mengawal kebersamaannya dengan sang istri. Sebab satunya lagi langsung kembali terjaga di depan ruang rawat Lentera.

Di tempat berbeda, Brandon masih mengemudikan mobilnya. Aini duduk di sebelahnya, sementara Anjar yang turut mereka boyong, duduk di tempat duduk penumpang. Tak beda dengan Brandon, Aini dan sang adik juga sudah memakai pakaian berbeda. Pakaian yang tentu saja berkelas. Sebab Anjar yang kiranya berusia lima belas tahun, juga jadi jauh terlihat lebih terawat hanya karena pakaian baru yang pemuda itu pakai.

Sesekali, Aini yang terjaga akan meraih tangan kiri Brandon ketika tangan tersebut berusaha menggaruk beberapa bagian tubuh akibat cacarnya. Cacar Brandon makin parah akibat pemuda itu nekat hujan-hujanan. Karenanya, meski sempat nyaris memasuki pintu masuk pelabuhan Tanjung Priok, Aini memohon kepada pemuda yang akan menikahinya itu untuk menjalani pengobatan intensif di rumah sakit terdekat.

Padahal, rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit tempat Lentera dirawat. Anjar yang tak sengaja berpapasan dengan Boy sampai terbengong-bengong.

“Loh, mas Brandon kan lagi diinfus, di dalam. Kok ini ada di sini?” pikir Anjar yang memang belum tahu jika Brandon memiliki kembaran. Terlebih dari pakaian maupun rupa dan ekspresi, keduanya benar-benar mirip.

“M-mas Brandon!” seru Anjar nekat memanggil Brandon.

Di antara lalu lalang sekitar IGD yang terbilang ramai, Boy juga refleks menoleh ke sumber suara hanya karena nama kembarannya disebut.

Namun ketika itu juga, Anjar justru menoleh bahkan perlahan balik badan, hingga posisi pemuda itu justru memunggungi Brandon.

“Kamu mau ke mana? Sini, nanti kamu hilang. Tolong jagain mas Brandon, Mbak mau urus pendaftaran pengobatan buat mas Brandon,” sergah Aini lembut dan berdiri tepat di tengah lorong sebelah.

“Nah, Mas Brandon saja ...,” ujar Anjar berusaha menjelaskan, tapi ketika ia menoleh ke belakang tempat terakhir ia melihat Boy dan ia kira Brandon, di sana sudah tidak ada Boy. Hanya beberapa lalu lalang orang yang sama sekali tidak ia kenal. Karenanya, ia segera mengikuti arahan sekaligus titah Aini yang memintanya menjaga Brandon di IGD.

Terpopuler

Comments

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

lentera ni persis bapaknya suka ngeyel klu sudh cinta

2024-07-10

0

azka myson28

azka myson28

kok sebel yaa sama lentera terlalu egois untuk memaksakan rasa cintanya ke brandon...perasaan cinta g bisa dipaksakan soal hati g bisa dipaksa...emang lentera turunan om bedak jadi ngeyel😀😀

2024-06-20

0

yonahaku

yonahaku

oh ini Elena adiknya Excel dan Rere yang paling kecil nikah sama Rayyan jadi muter aja sekitaran situ nggak dapat ibunya anak-anak nya malah yang jadi jodoh hebat mbak Rositi ini buat cerita

2024-01-25

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!