13 : Kabar Kematian

Anjar : Assalamualaikum, Mbak. Mbak, ... Mamak sudah enggak ada.

Membaca pesan dari sang adik, kedua mata Aini langsung terasa panas. Tubuhnya pun serasa dipanggang dan perlahan gemetaran. Satu, dua, bahkan akhirnya tak terhitung, butiran bening berjatuhan dari kedua sudut matanya.

Anjar : Mbak, tolong usahakan pang, yah, Mbak. Mas Jaka ngamuk terus. Aku takut, Mbak. Aku takut khilaf terus bunu*h dia. Dia yang sudah bikin Mamak pergi untuk selama-lamanya! Aku dendam, Mbak!

Detik itu juga, dunia Aini seolah berputar lebih lambat. Kedua mata Aini refleks terpejam erat, meski detik itu juga ingatannya membuat wanita itu tertarik ke masa lalu. Awal mula pertemuannya dan Brandon.

Kala itu, Aini yang cerdas sekaligus berprestasi dan memiliki paras cantik hingga membuatnya mendapatkan sebutan kembang desa. Dengan cepat Aini dan Brandon dekat karena meski Brandon tipikal sangat cuek bahkan dingin, Aini yang terbilang pendiam memiliki sifat keibuan yang tampaknya sangat Brandon butuhkan. Singkat cerita, hubungan mereka diketahui Jaka, hingga setiap mata tetangga yang sudah dihasut Jaka, menjelma menjadi mata-mata. Sampailah kabar hubungan Aini dan Brandon ke pak Safar, bapak Aini.

“Kamu, mondok malah pacaran? Mau jadi pelac*ur kamu!” Itulah komentar pak Safar ketika dengan gagah, Jaka yang memboyong kedua orang tuanya, main ke rumah orang tua Aini.

Di rumah berdinding bilik rapuh dan atapnya saja berupa genteng tak kalah rapuh hingga ketika hujan rawan bocor bahkan banjir, Aini dipaksa meminta maaf oleh sang bapak kepada Jaka dan orang tuanya. Pak Safar melakukan itu karena dirinya telanjur menerim lamaran Jaka untuk Aini, dan itu memang tanpa sepengetahuan Aini.

Namun karena Aini yang merasa tak memiliki masalah apalagi salah kepada ketiganya menolak meminta maaf, tam*paran panas langsung Aini dapatkan. Tentu, mamak Aini langsung histeris, tak terima putrinya diperlakukan begitu, meski itu oleh sang bapak. Masalahnya, mamaknya Aini juga tipikal istri tak berdaya ala-ala di sinetron yang menggambarkan kebo*do*han seorang istri yang tertindas.

Kemudian, Aini yang memang keras kepala memilih mengantongi kata maaf yang sang bapak minta. Aini memilih membawa sang mamak masuk ke ruang rumah bagian lebih dalam. Aini meninggalkan sang bapak dan juga ketiga tamu yang penampilannya necis. Malahan saking necisnya, setiap jemari tangan, pergelangan tangan, dan juga leher ketiganya, dihiasi perhiasan emas berukuran besar. Benar-benar bukan hanya ibunya Jaka yang penampilannya layaknya toko perhiasan emas keliling. Karena Jaka dan bapaknya juga iya.

Kejadian tersebut pula yang menjadi awal mula pak Safar menantang Aini, untuk membawa Brandon ke rumah. Awalnya Aini ragu lantaran sebagai wanita dan mereka pun baru dekat sekitar setengah tahun, tiba-tiba minta dilamar. Padahal, status mereka saja masih terikat dengan kegiatan di pondok. Namun, Brandon yang mengaku serius menjalin hubungan dengan Aini, menyanggupi hingga terjadilah pertemuan itu tepat mereka sama-sama libur, satu minggu berikutnya. Meski karena pertemuan itu juga, hubungan mereka dipak*sa untuk berakhir.

Kini, Aini yakin, alasan sang mamak meninggal karena ulah Jaka yang memang keterlaluan. Jaka yang memang tak segan main tanga*an bahkan itu kepada mamak Aini yang sudah komplikasi dan bentar-bentar harus berobat semenjak bapak Aini meninggal. Pantas jika Anjar adik Aini berdalih ingin membun*uh Jaka.

Masalahnya, di kampung Aini tak ada satu pun yang berani kepada Jaka. Status sosial Jaka membuat semuanya takut kepada pria itu. Karenanya, Aini yang sudah berulang kali menolak Jaka, tak ubahnya musuh mereka. Terlebih, gara-gara bapaknya yang dulu sudah banyak memakan uang so*gokan Jaka agar Aini mau menikah dengan Jaka, Aini terikat banyak hutang kepada Jaka. Padahal gara-gara kenal dengan Jaka juga, bapak Aini jadi kecan*du*an jud*i sekaligus mab*uk-mabu*kan.

“Mamak saya meninggal, Bu.” Tak mau membuat sang adik berjuang sendiri, Aini yang masih belum bisa menyudahi air mata apalagi kesedihannya, sudah langsung menghadap ibu Elena.

“Innalilahi ... meninggal gimana, Ni? Itu beneran?” ibu Elena benar-benat syok. Ia turut bersedih. Pelukan yang ia lakukan juga bagian dari kelembutan hatinya yang sudah ikut berduka atas duka yang Aini sampaikan.

“Apakah ini juga bagian dari jawaban untuk doaku? Doa agar aku diberi jalan keluar dari cinta beda kasta antara aku dan mas Brandon? Namun, kenapa harus lewat kepergian Mamak? Mamak bahkan belum sempat melihat kesuksesanku seperti yang terakhir kali aku janjikan sebelum perpisahan kami,” batin Aini makin tersedu-sedu hanya karena dipeluk hangat oleh ibu Elena layaknya sekarang. Malahan ibu Elena juga yang menjawab telepon dari Anjar. Anjar masih mengabarkan mengenai kematian sang mamak.

“Jaka melarang semua orang membantu mengurus Mamak, Mbak. Mamak dilarang dikubur di sini bahkan desa sebelah jika Mbak enggak nikah dan jadi istri ketiga Jaka!” Dari seberang, suara Anjar tersedu-sedu dan sangat emosional.

“Hah ...? Ini kenapa, Ni?” lirih ibu Elena terheran-heran.

“Jaka, aku benar-benar dendam ke kamu. Malahan aku bersumpah, dengan kedua tanganku, aku akan membu*n*uhmu!” batin Aini benar-benar dendam.

***

Kedatangan Brandon yang memakai pakaian serba panjang warna hitam, langsung mengejutkan ibu Elena yang pemuda itu temui di dapur.

“Brand ... gimana, kamu sudah mendingan? Apa mau rawat inap saja biar penyembuhannya lebih cepat? Oh iya, memangnya Tera belum sampai rumah? Pamitnya mau ke kamu, tahu kan, Tera enggak bisa jauh lama-lama dari kamu,” lembut ibu Elena kepada Brandon yang juga memakai topi hitam, selain masker yang masih berwarna senada hingga hanya mata dan sebagian dahi pemuda itu saja yang terlihat.

Namun, ibu Elena melihat banyak cacar yang sudah menghiasi dahi bahkan kelopak mata Brandon. Bisa wanita itu pastikan, cacar-cacar itu sudah sangat membuat calon menantunya sangat tidak nyaman.

Sementara alasan ibu Elena langsung bisa mengenali bahwa yang mendatanginya Brandon, bukan Boy, meski keduanya kembar, tak lain karena dari sikap saja sudah sangat berbeda. Sebab berbeda dengan Brandon yang memang dingin bahkan garang bahkan kepada orang yang lebih tua, Boy tipikal yang sangat hangat hangat bahkan humoris.

“Saya bukan cari Tera, Tan. Saya cari Aini karena setelah saya cari ke rumah yang nantinya akan saya dan Tera tempati setelah kami menikah, di sana tidak ada. Padahal saat membawa Aini, Tera izinnya akan membawanya ke sana!” lirih Brandon susah payah menahan emosinya. Terlebih gara-gara ia tidak menemukan di calon rumah bersamanya dengan Tera, baginya itu sudah sangat membuang-buang waktu.

Disinggung Aini, yang langsung memenuhi pikiran ibu Elena ialah kematian mamak Aini yang sampai ditolak dimakamkan di desanya sendiri gara-gara Jaka. Karenanya, ibu Elena sampai meminta pihak keluarganya yang kebetulan tinggal tak begitu jauh dari kampung Aini, untuk bantu mengurus.

“Tadi Tante sudah langsung pesan tiket kereta biar Aini lebih cepat sampai. Tante juga sampai ikut antar ke stasiun, soalnya Aini kelihatan ... ya gitu, sedih berat banget ....”

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

lha.. Brandon telat.. Aini udah pulkam tuh

2024-07-31

0

Firli Putrawan

Firli Putrawan

yah s tera kmn s aini udah plg makin kacau s brandon

2023-11-23

2

Ainisha_Shanti

Ainisha_Shanti

semoga Tera tak jadi bunuh diri. kasihan buk Elena kalau Tera betul2 jadi bunuh diri.

2023-10-10

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!