4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini

“Kisah kita memang sudah usai, tapi bukan berarti aku tidak mengizinkanmu bahagia bersama yang lain. Malahan aku merasa sangat bahagia karena pada akhirnya, kamu akan bersanding dengan wanita sangat cantik yang juga satu level denganmu. Kalian sama-sama good looking, kalian sama-sama kaya.” Dalam hatinya, Aini yang tengah menyusun aneka souvenir pernikahan Brandon dan Lentera, dengan berlapang dada mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan calon pengantin tersebut, meski kebahagiaan keduanya membuat hatinya rem*uk.

“Maaf karena di masa lalu, kelakuan bapakku sudah sangat melukaimu. Maaf karena saat itu, aku gagal membuatmu untuk tidak merasakan semua penghinaan itu. Doa terbaikku selalu menyertaimu, meski bahagia apalagi cintamu tak lagi membutuhkanku, Mas,” batin Aini lagi dan kali ini, air matanya benar-benar berjatuhan.

Beberapa butiran bening yang mengalir dari kedua sudut mata Aini, tak hanya mengenai sepasang angsa merah hati terbuat dari handuk, di kotak warna keemasan yang tengah Aini susun. Karena air mata Aini juga turut mengenai sepasang cangkir bercorak angsa merah yang ada di antara angsa. Itu merupakan salah satu souvenir yang sedang Aini dan rekannya susun. Beruntung, kenyataan Aini yang menunduk, juga mereka semua yang fokus pada susunan masing-masing, ditambah alunan musik kpop yang disetel nyaring, membuat yang lain tak menyadari kepedihan hati Malini.

Hati Aini hancur sehancur-hancurnya lantaran pemuda yang Aini perjuangkan selama delapan tahun terakhir dan mereka benar-benar belum ada kata putus, justru akan menikah dengan wanita lain. Apesnya, niat hati mengadu nasib di Jakarta guna melunasi hutang-hutangnya di kampung halaman akibat perjuangan cintanya kepada sang kekasih, kini Aini justru menjadi pembantu di rumah sang kekasih yang tengah menyiapkan persiapan pernikahan tahap akhir, bersama wanita lain. Lebih mengerikan lagi, Brandon sang kekasih memperlakukannya dengan penuh kebencian. Brandon yang dulu perhatian dan akan memperlakukannya dengan sangat manis, kini malah memperlakukannya dengan sangat bengis.

“Kamu bude*g apa bagaimana? Tahu bos pulang tetap saja diam mirip tugu pancoran!” lantang Brandon meledak-ledak kepada Aini yang tengah menyiram taman depan rumah dan posisinya ada di sudut nyaris samping rumah.

Aini yang sempat melongok, memastikan siapa yang pulang, tetap saja menyiram taman, meski tatapannya dan Brandon sudah bertemu untuk beberapa saat. Aini lah yang mengakhiri tatapannya dan memilih menunduk santun sekaligus kembali fokus menyiram.

“Maaf M—Mmm ... T-Tuan!” ucap Aini bingung, ragu, sekaligus merasa sangat takut hanya untuk memanggil Brandon.

Aini yang nyaris memanggil Brandon dengan sebutan mas, memutuskan untuk memanggil pemuda itu dengan sebutan Tuan. Sebab selain panggilan mas sudah terbiasa Aini lakukan ketika mereka masih pacaran, perlakuan bengis pemuda itu kepadanya dirasanya wajib diperlakukan lebih hormat.

Aini buru-buru mematikan keran selang tamannya. Segera ia lari menghampiri Brandon sambil mengeringkan asal kedua tangannya yang sedikit agak basah, ke lengan panjangnya. Sampai detik ini ia belum berani menatap Brandon maupun Lentera. Sementara alasan Aini tidak langsung menyambut kepulangan Brandon dan Lentera lantaran arahan yang Aini terima memang begitu.

Sore menjelang petang kali ini, Aini memang ditugasi menyiram halaman depan hingga samping, yang luasnya bisa untuk dibuat tujuh rumah di kampung Aini. Sementara yang bertugas membuka pintu, benar-benar sudah ada dan kini saja sedang lari menghampiri kebersamaan.

Makin dekat Aini dengan Brandon yang sudah kembali diceramahi oleh Lentera agar pemuda itu lebih lembut atau setidaknya manusiawi kepada Aini, jantung Aini kian berdegup kacau. Bukan karena rasa takutnya kepada Brandon, tetapi juga karena Aini terlalu cemburu kepada Lentera. Iya, rasa cinta itu tetap saja ada meski Aini sudah berusaha memadamkannya.

Aini yang masih menunduk sambil membungkuk sopan, berangsur menggerakkan tangan kanannya untuk maju. Ia akan mengambil tas kerja Brandon.

“Bersihkan dulu tanganmu agar tas saya tidak ikut ko*tor!” tegas Brandon setelah melempar sebuah sapu tangan biru gelap yang ia ambil dari saku sisi kanan jas biru gelapnya, ke wajah Aini. Ia melakukannya tanpa menatap Aini.

Santy yang menyaksikan itu dan memang harusnya dirinya yang menyambut kepulangan Brandon, langsung gemetaran menahan ketakutan. Padahal, Aini yang diperlakukan semena-mena.

“S-sayang, kamu ya! Kalau mamah papah kamu tahu, mereka pasti—” Lentera tak kuasa melanjutkan ucapannya setelah tatapan tajam Brandon juga menghunjam kedua matanya.

“Maaf Tuan ...,” lirih Aini berat sekaligus bergetar. Ia memungut sapu tangan lemparan Brandon yang telanjur jatuh ke lantai, tapi tangannya kalah cepat dari kaki Brandon yang terlebih dulu menginjak sebagian sapu tangannya.

Bingung, Aini refleks terdiam membeku dengan apa yang harus ia lakukan. Ia berakhir jongkok, tapi sesuatu yang jatuh dari samping depan dan itu keberadaan Santy, lebih mengusiknya. Tasbih bahan kayu warna merah maroon, itu tasbih milik Ainy dan kebetulan merupakan pemberian Brandon. Namun karena Aini merasa hubungannya dan Brandon sudah berakhir, Aini meminjamkannya kepada siapa pun yang ingin memakai termasuk itu Santy.

“Maaf, Ni ...,” lirih Santy yang kemudian memungut tasbihnya.

Aini tersenyum lembut kemudian kembali fokus untuk mengambil sapu tangannya. Ternyata kaki Brandon sudah mundur. Kedua kaki pemuda itu terus mundur dengan hati-hati cenderung bergetar.

“Cari apa, Mbak?” ucap suara mirip Brandon, dan wajah pun sangat mirip.

Sosok tersebut tepat ada di sebelah Aini. Bahkan wajah mereka sangat dekat. Hingga Aini yang terlalu terkejut, refleks istighfar kemudian terduduk menghindar ke belakang.

“Mbak lagi siram taman, ya? Mbak, Mbak baru, ya? Aku baru lihat. Ya sudah, siramnya dilanjut, soalnya mamah papah sayang banget sama taman di rumah.” Boy yang memang kembaran Brandon, tersenyum ramah kepada Aini, meski Aini justru terlihat ketakutan kepadanya.

Satu hal yang langsung Aini temukan sebagai perbedaan dari Boy dan Brandon, selain sifat sekaligus sikap keduanya yang bertolak belakang. Di bibir atas Boy ada ta*hi lalat kecil.

Karena sampai disuruh lagi oleh Boy, juga Brandon yang tak lagi teriak-teriak apalagi memak*i, Aini pamit undur dengan sangat santun.

“Andai, pindah dari sini semudah membalikan telapak tangan, aku pasti sudah pindah, Tuan Brandon. Iya, aku sadar, adanya aku hanya melukaimu. Namun aku janji, aku bersumpah, tak sedikit pun aku akan membagi kisah kita kepada siapa pun, apalagi orang-orang di sini. Aku akan tetap diam, seolah kita memang tidak pernah kenal,” batin Aini.

Selain harus berurusan dengan yayasan yang menyalurkannya, dan mana ganti rugi menjadi hal utama yang harus Aini lakukan jika melanggar kontrak, Aini juga sedang sangat butuh banyak uang. Dan yang paling menyeramkan melebihi makia*n Brandon, di kampung ada Jaka yang sudah memiliki dua istri, tapi terus melakukan segala cara untuk mendapatkan Aini. Terakhir sebelum nekat minggat ke Jakarta, Aini nyaris diperko*sa oleh Jaka.

Terpopuler

Comments

SAL💞🇲🇾

SAL💞🇲🇾

sedih/Sob/

2024-10-10

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

simalakama ya Ai.. di Bismillah in aja... semoga kedepannya sikap Brandon lebih manusiawi.. dia hanya sedang kecewa, kehadiraanmu di saat dia sudah menerima keputusan buat di jodohkan membuat hatinya jd dilema.. mungkin Brandon juga lagi merasakan seperti apa yg sedang kau rasakan sekarang Ai.. kecewa, sakit, serbah salah

2024-07-31

0

Nurhartiningsih

Nurhartiningsih

huh nyesek bacanya

2024-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!