7 : Brandon Jatuh Sakit

Setiap waktu yang mereka lalui tetap terasa sangat menyakitkan. Mereka tetap merasa tersiksa, meski kini mereka sudah bersama, selain mereka yang juga sudah mengetahui kebenaran mengenai kisah mereka.

Yang membuat Brandon semakin sakit, tak semata Aini yang tetap tidak mau memeluknya. Karena sepanjang kebersamaan mereka, Aini juga tak sedikit pun meliriknya. Wanita itu tak ubahnya patung yang dengan sengaja menyembunyikan setiap lukanya tanpa mau membaginya apalagi kepadanya.

Brandon berpikir, alasan Aini begitu dan sangat menjaga jarak darinya, semata-mata karena status mereka. Bukan semata pernikahan yang harus Brandon jalani. Karena perbedaan status sosial mereka dirasa Brandon telah melukai mental Aini.

“Maaf untuk semuanya ....”

“Namun mulai sekarang, kamu cukup percaya kepadaku. Beri aku kesempatan untuk menyelesaikan semua ini.” Brandon memohon, terus begitu, tapi Aini tak sedikit pun terusik.

Tak ada sedikit pun suara lain, selain deru napas maupun detak jantung mereka. Aini yang masih berlinang air mata, juga tak sedikit pun melirik Brandon. Termasuk ketika Brandon berusaha meraih jari kelingking Aini. Tak hanya jari kelingking tangan kanan Aini, tapi juga dengan jari kelingking tangan kiri wanita itu yang tak Aini izinkan diraih Brandon. Brandon tak memiliki cara untuk mengikat Aini. Namun, Brandon tak menyerah. Pemuda itu berangsur berlutut bahkan itu di lantai kamar mandi yang biasanya akan membuat Brandon jij*ik.

Sempat merasa sangat sakit atas kegigihan usaha Brandon, Aini yang tidak mau mengorbankan kebahagiaan yang sudah ada dan itu kebahagian Brandon maupun Lentera sekeluarga, memantapkan diri untuk pergi dari sana. Aini meninggalkan Brandon begitu saja.

Aini sadar, apa yang ia lakukan kepada Brandon sudah sangat keterlaluan. Aini merasa dirinya sangat jahat. Akan tetapi jika melihat situasi, Aini merasa, keputusannya menutup kisah mereka dan membiarkan Brandon melangkah bahagia bersama Lentera, akan jauh lebih membuat Brandon sekeluarga bahagia.

***

Keesokan harinya, semuanya jadi langsung tidak baik-baik saja karena kabar sakitnya Brandon. Pemuda itu jatuh sakit dan segala penyakit dirasakan jadi satu. Dari radang tenggorokan, demam tinggi, juga gejala tifus dan cacar.

“Kamu yang namanya Aini? Bawa ini ke kamar mas Brandon. Hari ini dia tidak kerja karena sakit. Jadi, hari ini tugasmu khusus urus dia. Kompres yang rutin. Cek suhu tubuh, pastikan dia istirahat sekaligus makan dan minum cukup. Nanti bikin sup pir atau yang dikukus pakai jahe. Resep bisa cek buku resep, semuanya ada,” ucap pak Helios sudah rapi dan memang akan langsung bekerja.

“Ini terus Mamah gimana, Pah?” sergah ibu Chole yang baru beres menyusun bekal untuk setiap anggota keluarganya.

Yang Aini tahu dari para rekan ART dan sudah lama bekerja di sana, sesibuk-sibuknya ibu Chole, wanita itu akan selalu menyiapkan bekal untuk anggota keluarganya, khususnya di hari kerja.

“Mamah gantiin kerjaan Brandon,” balas pak Helios masih lembut sekaligus tenang.

“Masalahnya Brandon tipikal yang jarang sakit, tapi sekali sakit, mirip langsung sakaratul maut, Pah.” Ibu Chole benar-benar khawatir.

“Ya makanya, tadi Papah sudah bilang ke Aini. Lagian kan, nantinya dia juga yang ikut ke Brandon. Biar mereka terbiasa,” yakin pak Helios lagi.

“Pokoknya kalau ada apa-apa, kamu langsung telepon Ibu yah, Ni. Kalau mas Brandon enggak mau rutin minum dan sebagainya. Suhunya juga wajib dicek tiga puluh menit sekali ....” Ibu Chole berbicara panjang lebar. Seperti biasa, ibu Chole melakukannya sambil menggenggam kedua tangan Aini, apalagi kini wanita itu benar-benar memohon.

Ibu Chole benar-benar menjalani peran seorang mamah dengan sangat baik. Meski dirinya tidak bisa mengurus sang putra yang sakit, secara langsung karena harus mengurus kesibukan di kantor menggantikan Brandon, ibu Chole menugaskan seseorang secara khusus. Tentunya, kenyataan ibu Chole yang akan selalu siaga memantau perkembangan Brandon, juga turut diapresiasi.

“Mas Brandon mendadak sakit gara-gara hubungan kami? Kenapa juga harus aku? Kenapa bukan calon istrinya saja agar mereka jauh lebih dekat?” pikir Aini. Ia memang sangat khawatir kepada keadaan Brandon. Hatinya langsung terluka hanya karena mendengar kabar sakitnya. Masalahnya, Aini jauh lebih takut keadaan kini menjadi awal mula mereka melukai Lentera sekeluarga.

Sekitar lima belas menit kemudian, Aini membawa nampan berisi sup, dan juga paket komplit sarapan. Pintu kamar Brandon dalam keadaan tidak dikunci, selain ketukan maupun salam Aini yang tak kunjung dijawab. Hingga Aini masuk ke kamar itu dengan sangat hati-hati.

Suasana rumah sudah mulai kembali sepi karena penghuni rumah sudah pergi ngantor sejak pagi, sebelum bekal makanan yang diurus ibu negara di sana, beres. Tinggal ibu Chole yang masih belum berangkat dan masih dalam tahap siap-siap. Yang mana, kabarnya, biasanya ibu Chole juga yang memboyong semua bekalnya.

“Aku cacar loh ... jangan dekat-dekat.”

“Siapa yang suruh kamu ke sini?”

“Ssttt! Enggak jelas banget!”

“Sudah, taruh situ saja, nanti aku ambil sendiri.” Brandon yang memaksa dirinya untuk duduk demi mengusir Aini, refleks memejamkan kedua matanya sembari menahan rasa dongkol atas kenyataan sekarang. Sebab Aini yang sempat berhenti akibat larangannya, nekat maju.

Suasana kamar Brandon sangatlah gelap. Tak ada cahaya dari sana hingga Brandon yang memang memiliki kulit putih bersih dan wajahnya pucat, jadi mirip vampir.

“Gordennya jangan dibuka, silau. Begini saja. Kalau kamu memang mau rawat aku, tolong jangan bikin aku makin setres.” Brandon kembali banyak bicara tapi tak ada satu pun yang Aini patuhi, meski semua ucapannya merupakan larangan.

Aini yang masih diam, tak hanya membuka gorden, melainkan juga semua jendela bahkan pintu menuju balkon.

Kemudian, remote AC yang ada di kasur Brandon juga menjadi tujuan Aini. Mesin pendingin ruangan itu sengaja Aini matikan. Membiarkan udara pagi yang sudah dihiasi hangatnya mentari, menghiasi di sana. Meski karena ulahnya itu, Brandon tampak makin jengkel kepadanya. Tentunya, jengkelnya Brandon kali ini, berbeda dari ketika awal mereka kembali bertemu.

Datangnya ibu Chole di sana, langsung mengapresiasi kinerja Aini. “Ibu baru mau bilang, buka semua jendela sama pintu. Ini seprai dan semuanya juga diganti.”

Ibu Chole benar-benar cerewet. Kebiasaan seorang ibu jika anak-anaknya sakit. “Kalau ada apa-apa, beneran langsung kabari, yah, Ni.” Ia meninggalkan Aini yang mengantarnya hingga depan pintu kamar Brandon.

“Kunci pintu kamarnya,” pinta Brandon ketika akhirnya Aini kembali dan suara sang mamah tak terdengar lagi.

Kali ini Aini menurut. Ia tak ingin Brandon terlalu pusing mengaturnya karena yang harus pemuda itu lakukan benar-benar istirahat total agar secepatnya sembuh.

Terpopuler

Comments

Hijrah Viaa

Hijrah Viaa

ini cerita bagaimana org pesantren umi bercadar tapi melakukan kontak fisik yg bukan muhrim apa sy yg ngga mudeng ya sama ceritanya 🤨

2024-03-06

5

Firli Putrawan

Firli Putrawan

fokus aja sm cerita g masalah nama apa sebutan kl orang lg nulis atau ngetik D HP kdg jg salah yg keluar bahasanya beda

2023-11-23

3

Fida

Fida

mulai

2023-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2 2 : Sama, Tapi Berbeda
3 3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4 4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5 5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6 6 : Hati yang Menangis
7 7 : Brandon Jatuh Sakit
8 8 : Masih Menjaga Jarak
9 9 : Ancaman Dari Lentera
10 10 : Musuh Terbesar
11 11 : Emosi Brandon
12 12 : Memilih Ma—ti
13 13 : Kabar Kematian
14 14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15 15 : Tanggung Jawab
16 16 : Jangan Mencariku
17 17 : Menjadi Brandon
18 18 : Boy yang Mencintai Lentera
19 19 : Hampir Bertemu
20 20 : Hati yang Gelisah
21 21 : Kalimantan Barat
22 22 : Tiga Hari Berlalu
23 23 : Brandon Dan Boy
24 24 : Kebohongan yang Terungkap
25 25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26 26 : Menolak Berpisah
27 27 : Sesakit Ini
28 28 : Permohonan Aini
29 29 : Kisah yang Terulang
30 30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31 31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32 32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33 33 : Hanya Karena Senyum
34 34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35 35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36 36 : Mengharapkan Malam Pertama
37 37 : Kejujuran Boy
38 38 : Sampai Di Sini
39 39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40 40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41 41 : Merasa Sangat Bersalah
42 42 : Ayo Menikah Lagi!
43 43 : Deg-Degan
44 44 : Pesan WA
45 45 : Memohon Restu
46 46 : Berharap Ijab Kabul
47 47 : Malu, Gugup, Takut!
48 48 : Pernikahan Dan Restu
49 49 : Akhirnya!
50 50 : Merasa Sangat Bahagia!
51 51 : Istri Pemalu
52 52 : Manis Banget
53 53 : Mengabdi Kepada Suami
54 54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55 55 : Kakek Prasongko
56 56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57 57 : Mirip Papah
58 58 : Rindu Papah
59 59 : Aini Hamil?
60 60 : Test Pack
61 61 : Memang Hamil
62 62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63 63 : Teguran?
64 64 : Mangga Muda
65 65 : Seperti Keluarga Bahagia
66 66 : Seperti Mimpi
67 67 : Ngidam dan Hamil?
68 68 : Beneran Hamil
69 69 : Sama-Sama Bahagia
70 70 : Waifi
71 71 : Menuju Sukses
72 72 : Benar-Benar Bangga!
73 73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74 74 : Di Rumah Mertua
75 75 : Buah Bu-suk
76 76 : Jaka
77 77 : Nostalgia
78 78 : Karena Viral
79 79 : Karma
80 80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81 81 : Tak Akan Terlupakan
82 82 : Menjadi Orang Tua Baru
83 Tamat
84 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1 : Dulu Pacar, Tapi Sekarang Pembantu
2
2 : Sama, Tapi Berbeda
3
3 : Orang Benar-Benar Kaya dan Orang Mis—kin yang Terlilit Hutang
4
4 : Kekejaman Brandon Kepada Aini
5
5 : Mulai Berusaha Mencari Tahu
6
6 : Hati yang Menangis
7
7 : Brandon Jatuh Sakit
8
8 : Masih Menjaga Jarak
9
9 : Ancaman Dari Lentera
10
10 : Musuh Terbesar
11
11 : Emosi Brandon
12
12 : Memilih Ma—ti
13
13 : Kabar Kematian
14
14 : Waktu yang Jadi Berputar Lebih Cepat
15
15 : Tanggung Jawab
16
16 : Jangan Mencariku
17
17 : Menjadi Brandon
18
18 : Boy yang Mencintai Lentera
19
19 : Hampir Bertemu
20
20 : Hati yang Gelisah
21
21 : Kalimantan Barat
22
22 : Tiga Hari Berlalu
23
23 : Brandon Dan Boy
24
24 : Kebohongan yang Terungkap
25
25 : Desakan Dan Penyelidikan Ibu Chole
26
26 : Menolak Berpisah
27
27 : Sesakit Ini
28
28 : Permohonan Aini
29
29 : Kisah yang Terulang
30
30 : Keadaan yang Belum Baik-Baik Saja
31
31 : Kasih Sayang Tiada Batas
32
32 : Perpisahan yang Menyakitkan
33
33 : Hanya Karena Senyum
34
34 : Lentera : Aini Itu Siapa?
35
35 : Kehilangan Dan Memulai Lembaran Baru
36
36 : Mengharapkan Malam Pertama
37
37 : Kejujuran Boy
38
38 : Sampai Di Sini
39
39 : Kisah Kita Belum Usai.....
40
40 : Lebih Setia Dari Matahari Ke Bumi
41
41 : Merasa Sangat Bersalah
42
42 : Ayo Menikah Lagi!
43
43 : Deg-Degan
44
44 : Pesan WA
45
45 : Memohon Restu
46
46 : Berharap Ijab Kabul
47
47 : Malu, Gugup, Takut!
48
48 : Pernikahan Dan Restu
49
49 : Akhirnya!
50
50 : Merasa Sangat Bahagia!
51
51 : Istri Pemalu
52
52 : Manis Banget
53
53 : Mengabdi Kepada Suami
54
54 : Bapak Lebih Butuh Anak Bapak!
55
55 : Kakek Prasongko
56
56 : Bahagia Dan Merasa Sempurna
57
57 : Mirip Papah
58
58 : Rindu Papah
59
59 : Aini Hamil?
60
60 : Test Pack
61
61 : Memang Hamil
62
62 : Kedatangan Istrinya Kakek Prasongko
63
63 : Teguran?
64
64 : Mangga Muda
65
65 : Seperti Keluarga Bahagia
66
66 : Seperti Mimpi
67
67 : Ngidam dan Hamil?
68
68 : Beneran Hamil
69
69 : Sama-Sama Bahagia
70
70 : Waifi
71
71 : Menuju Sukses
72
72 : Benar-Benar Bangga!
73
73 : Dulu Pembantu, Sekarang Menantu
74
74 : Di Rumah Mertua
75
75 : Buah Bu-suk
76
76 : Jaka
77
77 : Nostalgia
78
78 : Karena Viral
79
79 : Karma
80
80 : Perasaan Canggung Yang Perlahan Cair
81
81 : Tak Akan Terlupakan
82
82 : Menjadi Orang Tua Baru
83
Tamat
84
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
85
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat
86
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
87
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
88
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
89
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
90
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
91
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
92
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!