Ketidak Percayaan

Kekuatan Lin Feng sekarang masih lemah. Tidak bisa dibandingkan dengan orang kuat di sisi Nanggong Chai. Bahkan di luar masih ada puluhan pengawal yang memiliki kekuatan besar. Meski tidak bisa dibandingkan dengan Lin Feng, tetap saja tidak bisa dihadapi hanya mengandalkan dirinya sendiri.

"Baiklah ... tiga hari lagi kita bertemu lagi di sini. Aku masih banyak urusan. Dan untuk orang tua ini, mengapa kau menginginkan aku sebagai gurumu? Umurku lebih muda darimu. Pengalamanku dalam bidang medis, terlalu jauh darimu. Mengapa kau menganggap ku hebat?"

Lin Feng tidak berani mengangkat murid yang berusia tua. Apalagi ia tidak tahu niat orang tua di depannya. Menyelesaikan masalah secepatnya, bisa menghindari diri dari masalah.

"Ini, Tuan Lin. Ini adalah cek bernilai satu miliar. Dan ini adalah cincin yang aku bawa secara khusus untukmu. Ini sebagai hadiah pertemuan kita. Tenang saja, satu miliar lagi, akan kuberikan dengan utuh."

"Kalau begitu, aku tidak akan sungkan. Terima kasih, Tuan Nanggong. Semoga kau cepat sembuh. Orang tua, karena aku menggunakan tempatmu mengobati orang, satu miliar yang dijanjikan tuan Nanggong, untukmu saja. Tapi izinkan aku mengambil beberapa tanaman obat ini."

"Kau tenang saja, Guru. Silahkan ambil semua yang diinginkan. Uang satu miliar itu, aku tidak bisa menerimanya. Asalkan bersedia menjadi guruku, aku akan memberikan apapun."

Lin Haizan tidak ingin kesempatan emas hilang begitu saja. Bagaimanapun juga, harus mendapatkan pengajaran meski hanya sedikit ilmu saja. Ia akan menjadi lebih terkenal jika memiliki ilmu yang diajarkan Lin Feng.

Tanpa malu-malu, Lin Feng mengambil obat dalam jumlah banyak. Tepatnya satu karung obat telah ia ambil. Ia juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan obat secara gratis. Karena untuk mencarinya di alam liar pun sudah sulit di zaman ini.

Berbeda dengan waktu di kehidupan sebelumnya. Di Gunung Linshan banyak tanaman obat yang tumbuh. Apalagi para pasiennya juga membayar dengan beberapa tanaman obat yang bisa digunakan untuk mengobati pasien lainnya. Terkadang para pengantar pasiennya membawa bahan obat sendiri. Lin Feng menggunakannya untuk membuat pil dan obat cair.

"Aku tidak akan melupakan kebaikanmu, kakek tua. Hari ini aku membawa semua ini dulu. Terima kasih!" Lin Feng meninggalkan toko tersebut dengan hati senang. Selain mendapatkan hidupnya kembali, ia memiliki banyak bahan obat di dalam karung.

"Aih. Itu adalah persediaan selama beberapa bulan. Hari ini aku dirampok oleh anak muda itu. Tapi apa ini? Ini kertas yang ditinggalkan anak muda itu?"

Lin Haizan melihat secarik kertas dan di dalamnya terdapat resep pengobatan. Juga gambar tubuh manusia utuh. Di dalamnya terdapat banyak titik yang ditandai dengan nomor dan warna tinta yang berbeda.

"Ini! Sejak kapan dia melakukannya? Aih, aku berhutang banyak padanya. Bahkan kalau mau mengambil semua bahan obatku, aku tidak akan mengeluh. Ini adalah harta yang sangat berharga untukku, hahaha!"

Lin Haizan tertawa hingga tubuhnya tak dapat bertahan hingga jatuh tersungkur ke meja. Ia merasakan sakit di pinggangnya karena tubuh tuanya tak dapat menahannya. Meski begitu, ia tetap tertawa terbahak-bahak seperti seorang anak yang baru mendapat mainan baru dari ayahnya.

Karena banyaknya bahan obat yang didapat, Lin Feng tidak mungkin membawanya ke rumah Alysa. Sementara ia sudah lama pergi dan tidak tahu istrinya sudah bangun atau belum. Ia juga khawatir ada orang yang mengawasi dari kejauhan. Ia melihat dengan pupil gandanya.

Benar saja, ada beberapa orang yang mengawasinya dari jauh. Ada sekitar empat orang yang sedang membawa teropong. Karena hal itu, membuat Lin Feng tidak leluasa. Ia takut identitas istri dan anaknya diketahui oleh mereka. Sehingga mengakibatkan mendapatkan ancaman.

'Tidak kusangka kau akan bertindak seperti ini, tuan Nanggong. Aku tidak pernah berbuat salah padamu dan tidak bermaksud untuk menyinggungmu. Tapi kau mengawasiku? Aku tidak bisa memaafkan perbuatanmu itu.'

Lin Feng berjalan menjauh sejauh mungkin dari rumah Alysa. Ia tidak ingin melibatkan keluarganya dalam masalah ini. Juga tidak mau lama-lama memiliki masalah. Namun tidak ingin mereka curiga terhadapnya. Hal yang dilakukan pertama kali adalah mencari tempat yang aman untuk membuat obat atau menyimpan bahan-bahan di dalam karung.

Rasa tidak percaya terhadap orang lain muncul karena di kehidupan sebelumnya telah dikhianati. Ia juga ingat, bukan hanya diracuni terakhir kali, bahkan sebelumnya ada yang pernah menuduhnya telah menjadi selingkuhan seorang nyonya tua. Pernah dituduh melakukan pengobatan terlarang hingga pernah mau dibunuh oleh sekelompok pembunuh bayaran.

Kasus pembunuhan itu dilakukan bahkan oleh para pasiennya. Setelah mendapatkan pengobatan darinya, bukannya berterima kasih, malah berniat ingin membunuhnya. Reputasi menjadi sang Dewa Obat, tidaklah didapatkan dengan mudah. Ia telah hidup dalam Gunung Linshan yang dikira aman dari pembunuh. Namun nyatanya itu adalah sebuah penjara yang kapan saja ia mati di dalamnya. Itu karena siapapun dengan bebas dapat masuk ke gunung Linshan.

"Niat baikku tidak selalu mendapatkan respon positif dari orang-orang. Karena itu maumu, jangan salahkan aku berbuat kejam." Lin Feng masuk ke sebuah lorong sempit. Di sana sangat gelap dan tidak ada cahaya yang masuk.

Dengan mengandalkan pupil ganda miliknya, ia dapat melihat dengan jelas orang-orang yang telah mengikuti dari belakang. Lin Feng tidak memiliki kultivasi tinggi tapi dengan yakin dapat menghabisi mereka yang masuk ke dalam lorong.

Beberapa orang masuk ke dalam lorong yang gelap. Mereka tidak berani membawa senter atau menghidupkannya. Itu mereka lakukan agar tidak terlihat oleh Lin Feng. Nyatanya Lin Feng berada di belakang mereka dan membawa seutas tali yang ada di dalam lorong.

'Kalian bawahan setia Nanggong Chai. Maka aku tidak peduli dengan hidup dan mati kalian. Mulai saat ini, aku akan memusuhi keluarga Nanggong dan tidak terlibat hubungan dengan kalian.'

Dengan seutas tali itu, Lin Feng menjerat kedua orang sekaligus. Ia menggantung keduanya dan membiarkannya berada di lorong. Membuat seolah-olah mereka bunuh diri bersama.

"Bukan maksud hati ini kejam. Tapi salahkan diri kalian karena telah mengikuti orang yang salah. Semoga di kehidupan selanjutnya, kalian tidak menjadi anak an-jing orang lain."

Lin Feng mengambil beberapa barang berharga dari kedua mayat tersebut. Lalu melanjutkan perjalanan agar tidak terlihat pengawas lainnya. Ia juga akan melakukan hal yang sama jika ada kesempatan.

"Di dunia modern ini memang ada hukum, melarang keras pembunuhan. Namun kalian juga berasal dari golongan hitam. Jadi harus dibasmi sampai akarnya. Selanjutnya, mungkin pimpinan kalian yang mati."

Pembunuhan di dunia modern dapat diselidiki oleh polisi. Ada yang namanya sidik jari dan terkadang ada CCTV. Maka ia harus menghilangkan semua bukti yang dapat membuktikan kebersalahannya.

Lin Feng mengendalikan air di lorong untuk mencuci jejak kakinya. Ia juga membersihkan kemungkinan ada sidik jarinya yang tertinggal. Lalu dibuat seolah-olah mereka benar-benar melakukan bunuh diri. Setelah membasuh dengan air, selanjutnya tinggal mengeringkan tubuh mereka dengan angin. Barulah meninggalkan mereka dengan cepat.

***

Terpopuler

Comments

ciru

ciru

cakep

2023-11-27

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjutkan Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-17

1

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Gimanaaa seehh Nanggong Chai udah dibantu mengobati penyakit kanker otak yang dideritanya, malahan menyuruh anak buahnya membuntuti dan mengawasi Lin-Feng...😛😀💪👍👍👍

2023-11-17

2

lihat semua
Episodes
1 Kematian Dewa Obat
2 Bangkit Dari Kematian
3 Kejamnya Dunia
4 Sebuah Pijatan Lembut
5 Keinginan Egois
6 Perubahan
7 Kebusukkan Keluarga
8 Orang Kepercayaan
9 Si Kecil Posesif
10 Serangan Jantung
11 Racun Menyebar
12 Identitas Rahasia
13 Perawatan Terbaik
14 Tekanan Batin
15 Wanita Paling Berharga
16 Pengobatan Alternatif
17 Hanya Orang Berobat
18 Biaya Pengobatan
19 Ketidak Percayaan
20 Pil Peremajaan
21 Nyamuk
22 Memberikan Pil
23 Membunuh Lima Kecoak
24 Tamparan Untuk Hanna
25 Ego Dua Wanita Dewasa
26 Bubuk Diare
27 Membalikkan Keadaan
28 Habiskan Ratusan Juta
29 Penghianatan
30 Membalaskan Dendam
31 Aura Pembunuh
32 Menahan Emosi
33 Kambing Hitam
34 Dewa Penyelamat
35 Dendam Dua Kehidupan
36 Makan Malam
37 Penyesalan
38 Wanita Dari Kehidupan Sebelumnya
39 Kebenaran Ambigu
40 Pantangan Pengobatan
41 Serangan Pembunuh
42 Awal Dari Bencana
43 Kerjasama
44 Bunuh Tanpa Tebang Pilih
45 Cincin Serigala
46 Tak Dikenal Tak Diajak
47 Kontak Wanita Lain
48 Mengejar Lin Feng
49 Pertarungan Kultivator Kuat
50 Pegar Menantikan Rajawali
51 Tujuan Hidup
52 Paginya Sebuah Keluarga
53 Sepasang Ayah Dan Anak
54 Rumah Klasik Mewah
55 Tungku Kaisar Yan
56 Alkemis
57 Wanita Pencemburu
58 Keluarga Kecil Bahagia
59 Berfoya-foya
60 Membayar Hutang
61 Nyonya Lin Menggemaskan
62 Hal Mengesalkan
63 Pemuda Sombong
64 Wanita Incaran
65 Istri Posesif
66 Kedatangan Musuh Bersenjata
67 Serangan Tersembunyi
68 Pembunuh Dibunuh
69 Ucapan Terima Kasih Qin Hai
70 Memegang Erat
71 Kebahagiaan Kecil
72 Darah (18+)
73 Lien Grup
74 Jeweran Telinga
75 Dewa Obat Dan Pelayan
76 Dewa Obat Dan Pelayan 2
77 Cincin Pernikahan
78 Anak Yang Mengganggu
79 Paviliun Changshi
80 Patung Feniks Kayu Yin
81 Lelang Pil Peremajaan
82 Cincin Serigala
83 Hei Jianghuang
84 Tekanan Mengerikan
85 Pertaruhan Hidup Dan Mati
86 Bombardir Senjata Modern
87 Kebenaran Untuk Hanna
88 Pertemuan Hanna Dan Alysa
89 Tembok Baja
90 Ketakutan Alysa
91 Kabur Dari Markas Serigala Hitam
92 Alysa Hamil?
93 Pil Penguat Kandungan
94 Saling Cerita
95 Rumah Besar
96 Pekerja Baru
97 Penguntit
98 Mengatasi Penguntit
99 Menggendong
100 Undangan Nanggong Muwan
101 Kemarahan Lin Feng
102 Menggunakan Kertas Mantra
103 Penempaan Tubuh
104 Ikut Ke Perusahaan
105 Pergerakan Keluarga Lien
106 Istri Yang Dimanja
107 Perasaan Terpendam Alysa
108 Bertindak Kejam
109 Menyerang Mental Lin Mian
110 Pembalasan Dendam
111 Aura Negatif
112 Mata Formasi
113 Kultivasi Alysa
114 Kedatangan Kultivator Janin Suci
115 Formasi Balok
116 Terluka Lagi
117 Gunung Hanshan
118 Dantian Kedua
119 Alih Perusahaan
120 Undangan Pesta
121 Lamaran Yang Salah
122 Pesta Yang Hancur
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Kematian Dewa Obat
2
Bangkit Dari Kematian
3
Kejamnya Dunia
4
Sebuah Pijatan Lembut
5
Keinginan Egois
6
Perubahan
7
Kebusukkan Keluarga
8
Orang Kepercayaan
9
Si Kecil Posesif
10
Serangan Jantung
11
Racun Menyebar
12
Identitas Rahasia
13
Perawatan Terbaik
14
Tekanan Batin
15
Wanita Paling Berharga
16
Pengobatan Alternatif
17
Hanya Orang Berobat
18
Biaya Pengobatan
19
Ketidak Percayaan
20
Pil Peremajaan
21
Nyamuk
22
Memberikan Pil
23
Membunuh Lima Kecoak
24
Tamparan Untuk Hanna
25
Ego Dua Wanita Dewasa
26
Bubuk Diare
27
Membalikkan Keadaan
28
Habiskan Ratusan Juta
29
Penghianatan
30
Membalaskan Dendam
31
Aura Pembunuh
32
Menahan Emosi
33
Kambing Hitam
34
Dewa Penyelamat
35
Dendam Dua Kehidupan
36
Makan Malam
37
Penyesalan
38
Wanita Dari Kehidupan Sebelumnya
39
Kebenaran Ambigu
40
Pantangan Pengobatan
41
Serangan Pembunuh
42
Awal Dari Bencana
43
Kerjasama
44
Bunuh Tanpa Tebang Pilih
45
Cincin Serigala
46
Tak Dikenal Tak Diajak
47
Kontak Wanita Lain
48
Mengejar Lin Feng
49
Pertarungan Kultivator Kuat
50
Pegar Menantikan Rajawali
51
Tujuan Hidup
52
Paginya Sebuah Keluarga
53
Sepasang Ayah Dan Anak
54
Rumah Klasik Mewah
55
Tungku Kaisar Yan
56
Alkemis
57
Wanita Pencemburu
58
Keluarga Kecil Bahagia
59
Berfoya-foya
60
Membayar Hutang
61
Nyonya Lin Menggemaskan
62
Hal Mengesalkan
63
Pemuda Sombong
64
Wanita Incaran
65
Istri Posesif
66
Kedatangan Musuh Bersenjata
67
Serangan Tersembunyi
68
Pembunuh Dibunuh
69
Ucapan Terima Kasih Qin Hai
70
Memegang Erat
71
Kebahagiaan Kecil
72
Darah (18+)
73
Lien Grup
74
Jeweran Telinga
75
Dewa Obat Dan Pelayan
76
Dewa Obat Dan Pelayan 2
77
Cincin Pernikahan
78
Anak Yang Mengganggu
79
Paviliun Changshi
80
Patung Feniks Kayu Yin
81
Lelang Pil Peremajaan
82
Cincin Serigala
83
Hei Jianghuang
84
Tekanan Mengerikan
85
Pertaruhan Hidup Dan Mati
86
Bombardir Senjata Modern
87
Kebenaran Untuk Hanna
88
Pertemuan Hanna Dan Alysa
89
Tembok Baja
90
Ketakutan Alysa
91
Kabur Dari Markas Serigala Hitam
92
Alysa Hamil?
93
Pil Penguat Kandungan
94
Saling Cerita
95
Rumah Besar
96
Pekerja Baru
97
Penguntit
98
Mengatasi Penguntit
99
Menggendong
100
Undangan Nanggong Muwan
101
Kemarahan Lin Feng
102
Menggunakan Kertas Mantra
103
Penempaan Tubuh
104
Ikut Ke Perusahaan
105
Pergerakan Keluarga Lien
106
Istri Yang Dimanja
107
Perasaan Terpendam Alysa
108
Bertindak Kejam
109
Menyerang Mental Lin Mian
110
Pembalasan Dendam
111
Aura Negatif
112
Mata Formasi
113
Kultivasi Alysa
114
Kedatangan Kultivator Janin Suci
115
Formasi Balok
116
Terluka Lagi
117
Gunung Hanshan
118
Dantian Kedua
119
Alih Perusahaan
120
Undangan Pesta
121
Lamaran Yang Salah
122
Pesta Yang Hancur

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!