Hanna yang mengikuti majikannya di belakang. Meninggalkan keramaian merupakan keinginan yang sesungguhnya. Jika lebih lama berada di sana, ia tidak dapat menjamin akan memukul orang itu dengan tinjunya. Yang akan membuat masalah yang melibatkan Alysa.
"Papa. Aku takut sekali. Orang itu mau menabrak mama. Pasti itu orang jahat, yah?" Lin Yu'er memeluk Alysa dengan erat. Masih merasa takut dengan kejadian yang baru dialaminya.
"Tidak apa-apa. Terima kasih, Hanna, telah menolong mereka. Maafkan papa yang tidak menolongku, Yu'er. Papa agak demam hari ini. Bolehkah aku pulang lebih awal?"
Melihat wajah pucat Lin Feng, Alysa merasa khawatir. Ia mengusap dahi Lin Feng yang terasa panas. Membuatnya kaget karena ia merasa sebelumnya tidak ada apa-apa.
"Hanna, tolong gendong Yu'er. Aku akan memapah Lin Feng. Kita ke rumah sakit saja, yah?" tawar Alysa. Ia menyerahkan Yu'er pada Hanna agar leluasa memapah Lin Feng.
"Papa kenapa? Papa tidak apa-apa, kan? Maafkan Yu'er karena ingin bermain sama papa. Papa jangan tinggalkan Yu'er lagi." Lin Yu'er yang sudah ingin bertemu dengan papa dan mamanya menjadi takut, mereka akan pergi lagi.
"Tidak apa-apa. Aku hanya sakit sedikit. Papa tidak akan tinggalkan Yu'er, kok" Lin Feng melirik ke arah Alysa. "Tidak perlu ke rumah sakit. Kita pulang saja terlebih dahulu. Aku hanya perlu beristirahat."
"Baiklah. Kalau itu maumu, kita harus pulang dahulu. Kenapa tiba-tiba kamu sakit demam? Apa tertular sakit orang di kerumunan?" Alysa mencoba menenangkan diri. Bagaimanapun juga, ia harus menolong Lin Feng, suaminya.
Hanna membawa Lin Yu'er ke dalam mobil. Gadis itu juga terlihat murung karena melihat papanya mengalami sakit demam. Liburan kali ini terpaksa harus ditunda lagi. Juga tidak tahu, kapan lagi bisa bermain bersama. Namun ia beruntung karena pertama kalinya bisa bermain dengan Lin Feng. Ia juga membawa boneka kucing dan kelinci.
Setelah kepergian Lin Feng dan keluarganya, cucu si pria tua yang diselamatkan pun mencari-carinya. Ia melupakan balas budi. Berhutang satu nyawa dan permintaan maaf pada Lin Feng. Untung saja sebelumnya tidak turut mengusir pria itu. Ia harus minta maaf karena di dalam hatinya tidak mempercayainya.
"Selama berada di kota ini, aku yakin bisa menemukan pria itu." Wanita itu melihat ke sekeliling. "Siapa yang mendapatkan foto atau video penyelamat kakekku, aku akan berikan uang."
Qin Nanran, wanita yang berasal dari keluarga Qin. Merupakan cucu dari Qin Hai. Seorang pria tua yang memiliki kekuatan cukup besar di kota Chang. Seorang pemilik perusahaan tambang terkenal. Namun informasi pemilik tambang terkenal itu dirahasiakan dari publik. Semua orang tak ada yang tahu kecuali orang-orang terdekat. Bahkan karyawan dan staf pun tidak ada yang tahu.
Orang-orang hanya perlu tahu, pemimpin mereka adalah orang yang memiliki tanda pengenal. Itu sesuatu hanya diketahui oleh orang-orang di perusahaan. Jadi jika bukan bagian dari perusahaan, maka tidak ada yang tahu informasi.
Qin Nanran memilliki kedudukan sebagai cucu dan ahli waris yang sah. Di perusahaan itu juga memiliki beberapa tingkatan. Setiap tingkatan ada tanda khusus yang hanya dimiliki oleh perusahaan. Di antaranya, mereka yang memiliki 'Cincin Segel Phoenix' adalah orang yang memiliki kekuasaan sebagai pemilik atau pemimpin. Semua harus tunduk padanya bagaimanapun juga.
Di bawah pemimpin, ada beberapa orang yang memiliki 'Cincin Merak' merupakan pemimpin setiap cabang. Dan pemilik cincin merak itu juga memimpin banyak bawahan lagi yang ditandai dengan kartu hitam khusus milik perusahaan. Di tingkat atas, semua memiliki kartu hitam. Mulai dari bawahan langsung pemilik 'Cincin Merak' ke atas. Itu adalah kartu tertinggi yang dimiliki perusahaan. Selanjutnya, mereka yang berada di bawahnya, memiliki kartu emas, kartu perak dan perunggu. Tergantung pada posisi yang mereka miliki.
"Aku katakan sekali lagi. Siapapun yang memiliki foto atau video orang yang menyelamatkan kakekku, berikan padaku. Aku akan memberikan satu juta!"
Orang-orang mulai berbisik dan berpikir. Uang satu juta adalah jumlah yang banyak bagi mereka. Hanya menyerahkan foto dan video saja, sudah mendapatkan uang sebanyak itu. Beruntung bagi mereka yang dapat menyerahkan foto atau video.
"Nona. Aku punya! Aku punya foto dan videonya!" Orang yang telah merekam video pun langsung menunjukan ponselnya.
"Aku memiliki keduanya. Aku pikir ini akan berguna. Tapi tidak disangka, kesempatan bagus untukku. Nona, aku punya foto dan videonya."
"Ah, sayang sekali. Aku tidak sempat merekam atau mengambil fotonya. Hah, sialan. Andaikan aku bisa mengembalikan waktu, aku pasti akan merekamnya dari awal."
Untungnya tidak banyak yang merekam saat Lin Feng mengobati pria tua itu. Sehingga tidak sulit bagi Qin Nanran memilihnya. Di antaranya ada empat orang yang sempat merekam video. Dan enam orang mengambil foto. Mereka awalnya berniat untuk mengirim di akun sosial media.
"Kalau begitu, aku akan memilih beberapa foto dan video yang baik. Aku tidak punya banyak waktu. Aku akan mengikuti mobil ambulan ke rumah sakit."
Untungnya dari puluhan orang, hanya beberapa yang mengambil foto dan video. Membuatnya tidak kehabisan banyak uang. Meskipun ia bisa membayar lebih banyak. Ia tidak ingin membuat orang-orang mengejar dan berusaha mencari keuntungan.
Dalam hidupnya, Qin Nanran sudah bertemu banyak orang. Setiap harinya ia berhadapan dengan orang-orang yang tidak menyukainya. Terutama saingan cintanya dan beberapa pekerjaan yang menjadi alasan bermusuhan.
"Sekali lagi terima kasih. Semuanya, kalau begitu saya pamit dulu, yah. Polisi akan segera datang." Qin Nanran khawatir pada kakeknya. Sehingga buru-buru dan tidak mengurusi kedua orang biang provokator.
Identitas rahasia Qin Nanran sangat berbahaya jika sampai bocor. Ia tidak ingin namanya terkenal dan masuk berita. Setelah mengurus semuanya, langsung pergi ke rumah sakit dengan mobilnya yang mewah.
Penyesalan orang-orang itu semakin nyata. Jika tahu siapa yang disinggung memiliki latar belakang tidak biasa, mereka lebih menyesal. Dengan mobil mewah itu, sudah terlihat berkelas.
"Kakek. Semoga kamu baik-baik saja. Orang itu sudah membantu kakek. Aku juga harus menemukannya secepatnya." Qin Nanran melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Mobil ambulan tiba di rumah sakit terlebih dahulu. Qin Hai dibawa ke ruangan khusus. Dokter-dokter itu tidak perlu bertanya siapa yang datang ke rumah sakit. Sebelumnya Qin Hai yang merasa baik, sekarang sudah melupakan kejadian yang menimpanya.
Pria lanjut usia itu berada di ruangan rawat inap. Dengan berbagai alat medis yang terpasang di tubuhnya. Kini hidupnya sudah tidak dalam bahaya. Untuk membuatnya bertahan hidup, hanya perlu penanganan dari dokter dan perawatan yang baik.
"Dokter, bagaimana keadaan kakek saya?" tanya Qin Nanran pada seorang dokter yang baru saja keluar dari kamar Qin Hai. Gadis itu tampak ngos-ngosan karena berlari sebelumnya.
"Oh, keluarga tuan Qin, yah? Untuk saat ini, beliau sudah tidak apa-apa. Untung saja segera sudah diberi tindakan darurat sebelumnya. Saya juga agak bingung dengan tubuhnya. Namun untuk saat ini, biarkan beliau istirahat."
"Kalau begitu, bolehkan saya menjenguknya?" Qin Nanran langsung menerobos tanpa persetujuan dokter. Ia juga tidak dilarang masuk sama sekali. "Kakek, untunglah kamu tidak apa-apa, Hem."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
ciru
cakeepp
2023-11-27
0
Hades Riyadi
Lanjuuuuutt Thor, Tetap Semangat... 😛😀💪👍🙏
2023-11-17
1
Hades Riyadi
Mudah-mudahan Ling-Feng bisa cepet sembuh, sehingga bisa membantu Alyssa mengatasi segala masalahnya...😛😀💪👍👍👍
2023-11-16
1