Duduk di posisi Direktur Utama, tidak membuat Alysa Lien mendapatkan kehormatan dari bawahannya. Bahkan ia kerap kali diserang oleh para pemegang saham dan bawahannya.
Perusahaan yang dibangun mendiang kakeknya sedang menurun drastis. Membuat para pemegang saham terus memprotes keras.
"Kenapa kalian terus saja memaksaku turun? Saya pemegang saham terbesar di perusahaan ini. Selama ini, saya sudah bekerja keras demi perusahaan ini." Kepala Alysa Lien pusing. Tekanan terus menerpanya setiap kali mengadakan rapat.
Tatapan dari para pemegang saham, menunjukan ketidak puasan. Mereka selalu mencari keuntungan dan berkolusi untuk merebut saham terbesar milik keluarga Lien. Meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi, hasrat akan kekuasaan masih menggebu-gebu. Mereka hanya menginginkan keuntungan pribadi dengan terus-terusan menyerang Alysa Lien.
"Kamu hanya anak kemarin sore. Tidak berguna dan hanya seorang wanita. Apa hakmu memiliki kekuasaan dan saham terbesar di perusahaan? Cepat atau lambat, kau akan turun dari posisi Direktur Utama!" kecam seorang pria tua. Meski sudah banyak uban dan menderita rabun jauh, ia masih berambisi.
"Benar. Kamu hanya akan membuat perusahaan rugi lebih banyak jika kau yang memegang perusahaan. Atau kau serahkan tiga puluh persen
"Jangan bermimpi! Awalnya keluarga Lien memiliki tujuh puluh lima persen saham. Tapi kalian berkolusi untuk merebut dua puluh persen sebelumnya. Kini saya hanya memegang lima puluh lima persen saham. Kalian ingin memaksaku turun dari posisi Direktur Utama dan merebut sahamku? Jangan harap!"
Tatapan sinis dari para pemegang saham kepada Alysa Lien. Bahkan para petinggi perusahaan banyak yang membantu untuk menjatuhkan wanita itu. Karena iming-iming pembagian uang yang diterima nantinya. Tentu saja mereka berlomba-lomba untuk mengambil kesempatan sebelum perusahaan benar-benar bangkrut.
Meski Alysa Lien telah mencurahkan segalanya demi perusahaannya, orang-orang tidak berguna itu terus seperti vampir yang menghisap darahnya. Emosi Alysa Lien sudah sampai puncaknya.
"Kalau tidak mau menyerahkan saham pada kami, lebih baik kau mencari dana. Entah istri orang atau pria tua, asalkan banyak harta, kau bisa mengandalkan tubuhmu untuk mendapatkannya."
"Kalian!" Alysa Lien semakin muak dengan perkataan orang-orang itu. Apalagi ia selalu dituding telah menggoda pria di luaran sana untuk membantunya.
Bukan hanya satu dua kali, mereka sering mengungkit bahwa Alysa Lien adalah wanita simpanan pria kaya. Itu yang membuat perusahaan yang dipimpinnya tidak jadi gulung tikar empat tahun yang lalu.
Sebenarnya perkataan mereka tidak sepenuhnya salah. Alysa Lien adalah putri dari pemilik perusahaan sebelumnya. Ia telah dijodohkan dengan keluarga Lin. Lima tahun yang lalu menikah di keluarga tersebut. Bahkan ia memiliki bantuan dalam jumlah besar untuk perusahaannyaa. Sehingga perusahaannya dapat mengatasi masa sulit.
Pernikahan Alysa Lien dengan Lin Feng tidak ada yang tahu. Hanya beberapa orang saksi dan orang tua Lin Feng. Namun kecelakaan lalu lintas, membuat orang tua Lin Feng meninggal dunia. Selang beberapa hari, perusahaan milik keluarga Lin telah jatuh di tangan orang lain tanpa kejelasan. Lin Feng yang seharusnya mewarisi warisan pun tidak mendapatkan uang sepeserpun. Sehingga untuk biaya hidup, Alysa Lien yang menanggungnya.
"Rapat cukup sampai di sini! Kalian orang-orang bau tanah, jangan memaksa dan memancing emosiku! Bubar!" kecam Alysa Lien.
"Wanita arogan dan picik sepertimu, jangan harap bisa duduk di posisi Direktur Utama selamanya. Kamu pasti akan kami tendang dari perusahaan ini!" Wanita tua dengan pandangan hina, menatap Alysa Lien.
Karena rapat sudah dibubarkan, semua orang keluar dengan kemarahan. Beberapa orang ada yang mendebrak meja dan membanting kursi. Ada juga yang membanting map dan menendang pintu.
"Kenapa? Kenapa aku harus mengalami semua ini? Aku lelah, ayah, ibu. Mengapa kalian meninggalkanku sendiri, hiks." Wanita itu menangis dalam kesendirian. Meratapi nasibnya yang menyedihkan.
Saat ini yang dibutuhkan Alysa Lien adalah ketenangan. Seorang teman yang menghibur juga tidak masalah. Asalkan bisa mencurahkan isi hatinya yang malang.
Alysa Lien meninggalkan ruang rapat setelah lebih dari satu jam menangis. Ia pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya. Lalu pergi meninggalkan gedung perusahaannya. Mengendarai mobil keluaran lama. Ia bahkan tidak bisa membeli mobil baru saling sibuknya mengurus perusahaan.
Sampai di rumah, penderitaannya sudah menanti. Bibi, paman dan kerabat dekatnya sudah berkumpul di ruang keluarga. Dengan pakaian, perhiasan mewah, mereka benar-benar boros. Bahkan niat mereka adalah meminta uang pada Alysa Lien.
"Ini dia, Direktur Utama kita. Wanita yang tidak berguna di keluarga Lien. Pewaris tunggal yang kerjaannya merepotkan orang lain. Kami meminta hak harta keluarga Lien." Wanita paruh baya dengan perhiasan serba mewah. Anting besar, kalung seperti ular dan gelang emas yang memenuhi setengah tangannya.
"Hey, anak durhaka keluarga Lien. Kenapa kamu mengurangi jatah bulanan kami? Kami butuh uang sekarang! Serahkan!" pinta pria muda. Ia adalah sepupu Alysa Lien dan seorang yang hidup mewah. Dengan gaya kawula mudanya, ia terbiasa menghamburkan uang untuk para wanita.
"Kamu yah, anak tidak tahu diuntung. Setelah mendapatkan warisan, kamu melupakan keluargamu ini, hah?" Ada juga wanita tua, istri dari pamannya yang tidak tahu diri.
Hampir semua anggota keluarga yang datang. Bangku dan kursi pun tidak bisa menampung semuanya. Entah itu sepupu dekat dan jauh, para orang paman dan bibi, keponakan dari bibi dan paman pun ikut dalam perkumpulan itu.
Kejamnya dunia, meluluhlantakkan semuanya. Alysa Lien tidak tahu mengapa hidupnya seperti berada di neraka. Ia tidak memiliki kehidupan yang tenang. Bahkan semua orang menginginkan hartanya. Sebelum hartanya habis, mungkin mereka tidak akan berhenti.
Tanpa berbicara satu katapun, wanita itu meninggalkan rumah. Ia keluar dan masih mendapatkan kecaman. Sempat beberapa sepupu dan pamannya mencoba menghentikannya. Namun Alysa Lien berhasil lolos.
"Kenapa kalian semua memaksaku? Harta dan harta. Itu yang kalian inginkan? Aku tidak tahu harus apa lagi. Putriku, mama ingin bertemu denganmu, huhuhu ...."
Alysa Lien mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Satu-satunya keluarganya yang dapat menghibur dirinya hanyalah putri kecilnya. Namun ketika putrinya melihatnya sedih, itu akan membuat bebannya bertambah.
"Tidak. Tidak. Putriku tidak boleh melihatku seperti ini. Ahh! Kenapa hidupku seperti ini? Awas! Sialan! Kurang ajar! Hancur semua hidupku, Tuhan!"
Hampir saja wanita itu menabrak motor. Jika tidak segera menghindar, ia akan semakin emosi. Pasti masalah akan datang silih berganti. Ia sudah tidak punya tempat lagi untuk menghilangkan kecemasannya. Hanya asal membawa mobilnya, tahu-tahu sudah sampai di depan apartemen.
'Lin Feng. Pria tidak berguna itu, meski tidak berguna tapi dia tidak memikirkan harta. Sungguh, aku tidak ada tempat lain. Semoga aku datang di tempat yang tepat.'
Mobil Alsya pun sampai di parkiran. Ia menenteng tasnya, menaiki lift yang menuju lantai atas. Di mana Lin Feng tinggal. Berharap memiliki tempat untuk tinggal sementara.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
ciru
cakeepp
2023-11-26
0
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-16
1
Hades Riyadi
Alur ceritanya semakin menarik dan unik, langsung gw favoritin daahh...😛😀💪👍👍👍
2023-11-16
2