Selama setengah jam, Lin Feng menggunakan akupunktur untuk mengibati Nanggong Chai. Menyerap sumber kangker yang menyumbat otak. Ada banyak jarum yang ditusikan ke otak. Lalu membuat lubang kecil untuk mengeluarkan sel kangker sampai ke akarnya.
"Sekarang sel kangker sudah tidak ada lagi. Kau bisa beristirahat selama tiga hari. Ingat, jangan melakukan apa yang tidak seharusnya dilakukan. Selama tiga hari, jangan minum, jangan merokok dan jangan berpikir terlalu berat. Ini juga demi kesehatanmu. Menyuruh orang untuk membunuh juga mempengaruhi kesehatan. Jadi aku tidak ingin anak buahmu membunuh dalam tiga hari ini."
'Bagaimana dia tahu, aku menyuruh orang untuk membunuh? Meskipun tuan Lin saja tidak tahu. Bagaimana dia bisa tahu? Tidak kusangka identitas bocah ini sungguh diluar perkiraan.'
Nanggong Chai melihat Lin Feng sosok yang sangat muda. Ia harus mencari informasi terkait dengan pemuda di depannya. Ia juga memerintahkan orangnya untuk menyelidikinya.
Hanya dengan mengangkat satu tangan, orang Nanggong Chai tahu apa yang harus dilakukan. Salah satu orang dari mereka mengambil ponsel dan mengambil foto Lin Feng. Dengan begitu, akan lebih mudah mencari informasi tentangnya.
"Dan satu lagi. Aku tidak perlu menyembunyikan identitasku pada kalian. Aku tidak punya keluarga dan tidak sedang melindungi siapapun. Dengan memotretku dan mencari informasi tentangku, tidak perlu tuan Nanggong untuk mengancamku, bukan?"
Satu hal yang dapat dilakukan oleh Lin Feng adalah tidak ingin menunjukan kelemahan pada musuh. Ia sudah tahu apa yang dilakukan oleh bawahan Nanggong Chai. Ia juga perlu waspada dan tidak ingin terlibat masalah dengannya.
Nanggong Chai menyesal telah melakukan itu. Namun dalam hatinya, ia juga berpikir menggunakan orang terdekatnya untuk mengancam Lin Feng. Namun melihat kewaspadaannya, ia merasa tidak bisa menyentuhnya sama sekali.
"Eum, tuan muda pasti becanda. Saya bukan orang yang berpikiran sempit. Bagaimana pun juga, tuan muda telah menyelamatkanku. Jadi, ke depannya, jika membutuhkan bantuan keluarga Nanggong, carilah Nanggong Chai."
"Kalau begitu, tidak perlu lama-lama. Namaku adalah Lin Feng, anak dari pengusaha kaya keluarga Lin. Kalian pasti tahu informasi tentangku. Jadi tidak perlu mencari informasi lagi."
Semua juga tahu, Lin Feng adalah seorang anak dari keluarga Lin. Dikatakan bahwa orang tua Lin Feng adalah orang yang paling berpengaruh dalam bisnis dalam dan luar negeri. Memiliki kekuatan dan relasi luas. Namun kecelakaan lalu lintas terjadi pada pasangan suami-istri tersebut. Mereka hanya meninggalkan seorang anak dan perusahaan yang malah berada di tangan orang lain. Bahkan identitas orang yang mengambil alih adalah orang yang tidak ada hubungannya dengan keluarga Lin. Hanya seorang anak pembantu dan dianggap sebagai anak oleh keluarga Lin.
Sementara anak dari keluarga Lin, tidak mendapatkan sepeserpun warisan dari kedua orang tuanya. Jelas itu sebuah konspirasi yang dilakukan oleh pemilik perusahaan milik keluarga Lin. Namun tidak ada satupun orang yang berbicara.
"Keluarga Lin? Jadi kau adalah anak dari pasangan kedua orang hebat itu? Orang yang dianggap tidak berguna? Bagaimana mungkin?"
Nanggong Chai seakan tidak percaya dengan yang dikatakan oleh Lin Feng. Namun tidak memiliki cukup bukti. Jika dia memeriksa lagi, mungkin dia akan menemukan kebenarannya. Ia pun melirik ke arah anak buahnya.
"Bos. Memang benar. Orang ini sama persis dengan informasi di internet. Dia adalah anak dari keluarga Lin, Lin Feng. Orang yang tidak berguna itu. Orang yang harusnya menjadi pewaris harta kekayaan keluarga Lin."
'Lin Feng? Bukankah nama ini adalah nama dari Dewa Obat? Sebenarnya siapa sebenarnya orang ini? Mengapa namanya sama persis? Dan ilmu pengobatannya luar biasa,' pikir Lin Haizan.
Lin Haizan mengingat leluhurnya pernah menuliskan identitas dari sang Dewa Obat. Merupakan seorang yang bernama Lin Feng. Yang memiliki tingkat kultivasi yang tinggi. Ahli membuat obat dan dapat menyembuhkan berbagai macam dengan singkat.
Hanya wajah dan penampilan Lin Feng dan lukisan yang diwariskan turun temurun terlihat perbedaannya. Lin Haizan lalu mencari di mana lukisan itu berada. Maka ia langsung menuju ke belakang. Sebuah tempat penyimpanan berharga milik keluarga Lin. Di sana terlihat lukisan mewah yang diberi pigura indah. Dilapisi dengan kaca setebal satu sentimeter.
'Ini sungguh berbeda sama sekali. Lin Feng yang ada di luar dan tuan Dewa Obat adalah dua orang yang jauh perbedaannya.' Lin Haizan membawa lukisan itu dan membawanya ke depan.
Di ruang depan atau aula, Lin Feng sedang menatap Nanggong Chai. Memastikan tidak akan ada tindakan anarkistis atau ancaman terhadapnya. Ia tidak ingin orang yang berada di dekatnya terancam oleh orang-orang tersebut. Apalagi identitas Nanggong Chai bukan orang sembarangan.
"Anak muda. Jangan khawatir. Hari ini kau telah menyelamatkanku. Bagaimana jika aku membantumu mengambil alih perusahaan orang tuamu? Anggap saja sebagai biaya pengobatanku."
"Tidak perlu. Perusahaan milikku, aku akan ambil sendiri. Tuan Nanggong cukup berikan dua miliar untuk pengobatan. Dalam tiga hari ini, hanya perlu mengontrol diri sendiri dan minum obat yang ku tulis ini."
Pengalaman dibunuh oleh orang di dekatnya, membuat Lin Feng tidak percaya pada siapapun. Untuk itu, ia tidak ingin terlibat dalam masalah orang lain. Dan tidak ingin tergantung pada orang di dunia hitam seperti Nanggong Chai.
Sepertinya keluarga besar itu sangat berkuasa. Salah sedikit saja membuat nyawa melayang. Lin Feng juga bukan orang yang berpikiran sempit. Jika mau, ia sudah membunuh Nanggong Chai agar tidak ada orang yang berani mengancamnya. Namun dirinya adalah seorang Dewa Obat pada kehidupan sebelumnya.
'Sepertinya dia bukanlah reinkarnasi Dewa Obat. Dilihat bagaimanapun juga, Dewa Obat sangat berwibawa dan tidak memerlukan kekayaan. Sedangkan anak muda ini malah memberi harga dua miliar untuk pengobatan.'
Setelah melihat hari ini, Lin Haizan yakin, Lin Feng yang di hadapannya bukanlah reinkarnasi Dewa Obat yang dikatakan oleh leluhurnya. Walaupun pernah mendengar adanya reinkarnasi, setelah bereinkarnasi orang itu akan terlihat mirip dan sifatnya tidak jauh berbeda. Dilihat dari manapun juga, Lin Feng tidaklah sama dengan sang Dewa Obat.
"Aku yakin sekarang, kau bukanlah reinkarnasi Dewa. Namun kuakui, ilmu pengobatanmu sangat luar biasa. Maka, angkatlah aku menjadi muridmu. Meskipun kau bukanlah reinkarnasi Dewa Obat, aku tetap menghormatimu!"
Lin Haizan tetap berniat pada awalnya. Ia tidak peduli identitas Lin Feng yang dikabarkan. Asalkan bisa mendapatkan ilmunya sedikit saja, ia merasa tidak menghianati leluhur.
Situasi Lin Feng sekarang tidak nyaman. Menghadapi dua orang yang lebih tua darinya. Membuatnya merasa kesal. Ia hanya ingin hidup dengan tenang dan tidak berniat mengambil murid. Ia juga tidak ingin ada hubungannya dengan keluarga Nanggong yang terlihat tidak sederhana.
"Anak muda. Aku tidak membawa dua miliar hari ini. Takutnya tidak bisa membayarnya sekaligus. Tentu saja bukan lari. Melainkan harus mengurus prosedurnya dulu. Uang sebanyak ini, haruslah berhati-hati. Bagaimana kalau ku kasih satu miliar terlebih dahulu? Setelah tiga hari, kita bertemu lagi di sini dan kuserahkan sisanya padamu?"
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
ciru
cakeepp
2023-11-27
1
Hades Riyadi
Dilanjuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-17
2
Hades Riyadi
Yaaahh.... bagaimana pun kanker otak adalah penyakit yang mematikan, operasi dengan menggunakan metode kedokteran barat hasilnya untuk selamat relatif sangat kecil, biayanya juga sangatlah mahal...ini bisa sembuh dalam 3 hari, biaya segitu termasuk sangat murah bagi si pasien yang hidup berkecimpung di dunia hitam...😛😀💪👍👍👍
2023-11-17
3