Dikehidupan sebelumnya, Lin Feng memiliki tubuh yang sehat. Ia tidak mudah terkena penyakit. Saat terkena racun, dengan mudah dapat menetralkannya. Jenis racun yang berada di tubuhnya saat ini lebih mudah dikendalikan.
Hanya karena tubuhnya yang terlalu lemah, tidak dapat berkultivasi. Ia hanya berada ditingkat Kultivasi Dasar tahap tiga. Ia perlu meningkatkan dua tahap lagi untuk mencapai Tingkat Kultivasi Menengah tahap pertama.
Racun di tubuhnya semakin lama semakin menyebar. Kali ini harus melakukan meditasi atau mengobati dengan obat. Racun yang menumpuk sejak lama, membuatnya lebih sulit disembuhkan. Pada tahap ini, ia akan sering kesakitan. Organ dalamnya sudah terkikis oleh racun.
Setelah tiba di rumah Alysa, Lin Feng dibawa ke kamar untuk dirawat. Untuk menekan racun saat ini, yang dapat dilakukan oleh Lin Feng adalah menahannya. Ia merasa kesakitan dan hampir kehilangan nyawanya saat ini. Hanya saja ia tahan agar tidak berteriak.
"Panasnya semakin tinggi. Sebenarnya kamu kenapa? Aku akan panggil dokter ke rumah, yah." Karena khawatir, Alysa bersikukuh untuk memanggil dokter. Tidak mungkin membiarkan Lin Feng menderita karena demam tinggi.
Lin Feng tidak bisa berbuat apapun saat ini. Bahkan pikirannya kosong dan tak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya. Meski sudah dikompres, tetap saja rasa khawatir masih ada.
"Mama. Papa kenapa panas sekali? Apa papa sakit gara-gara main sama Yu'er?" Lin Yu'er juga mendekati Lin Feng untuk memeriksa dan ingin mengajaknya bermain. Namun sampai di kamar Alysa, tidak bisa menahan tangisnya.
"Tenanglah, Yu'er. Papamu tidak apa-apa. Mungkin sudah lelah karena tadi malam kurang tidur atau masuk angin. Kamu main sama bibi Hanna dulu, yah. Besok papamu pasti mau bermain lagi denganmu."
Alysa tidak bisa melihat putrinya sedih. Tapi tidak ingin harapan anaknya kecewa. Setelah Lin Feng sembuh, pasti dapat membantunya untuk mengurusi Alysa. Ia tidak ingin memisahkan orang tua dan anak yang sudah lama berpisah. Malah baru pertama kali bertemu tadi pagi.
"Nona kecil, mamamu akan mengurus papamu. Kalau kamu di sini, nanti papamu tambah sakit. Kamu jangan menangis, yah. Ayo sama bibi bermain," ajak Hanna.
Saat Hanna menggendong Lin Yu'er, ia sudah menangis sedih. Boneka yang didapat selalu dipeluk dengan erat. Tanda sangat menyukai hadiah yang diberikan oleh papanya.
Gadis itu sudah terbiasa hidup bersama Hanna. Wanita yang sudah menemani Alysa sejak remaja. Saat ini mereka sudah keluar dari kamar Alysa. Mengajak Lin Yu'er bermain di kamarnya. Berharap bisa melepaskan kesedihan.
Alysa sudah menghubungi dokter supaya memeriksa suaminya. Dokter akan tiba setengah jam lagi karena masih sibuk dengan urusannya. Kabar mengatakan, dokter tengah menerima pasien di tempat lain terlebih dahulu.
"Aku tidak biasa merawat seseorang yang sakit. Maafkan aku jika tidak bisa merawatmu dengan benar. Kamu cepat sembuh. Aku membutuhkanmu untuk menemani Yu'er."
Selama Lin Feng sembuh, Alysa akan melakukan apapun. Sudah lama juga ia tidak berhubungan dengan Lin Feng. Teringat dulu janjinya untuk merawat suaminya dengan baik sebelum orang tua mereka meninggalkan dunia.
Orang tua mereka bagaikan saudara yang sangat dekat. Ini alasan Alysa dan Lin Feng dijodohkan sejak kecil. Meski usia wanita lebih tua dari sang pria. Niat keluarga tidak dapat ditentang. Kedua orang tua Alysa tiada terlebih dahulu dalam sebuah kecelakaan.
Kondisi perusahaan milik orang tua Alysa saat itu turun dengan drastis. Alysa saat itu masih berusia belasan tahun dan harus mengurus perusahaan milik kedua orang tuanya. Namun para saudara dan kerabat jauh yang tidak ada hubungannya dengan harta kekayaan orang tua Alysa, turut ikut campur dalam pembagian harta warisan. Padahal semua adalah hasil kerja keras orang tua Alysa sendiri.
Kedua orang tua Lin Feng yang masih hidup saat itu, tidak punya waktu banyak. Mereka juga beberapa kali dicelakai orang dan takut mati sebelum melihat Lin Feng bahagia. Pada saat itu, Lin Feng masih berumur delapan belas tahun. Sementara Alysa berusia dua puluh tahun.
Orang tua Lin Feng menjodohkan dan menikahkan mereka. Dengan itu, perusahaan yang hampir bangkrut itu mendapatkan bantuan dari kedua orang tua Lin Feng. Nasib naas keluarga Lin Feng sama seperti keluarga Alysa. Kedua orang tua Lin Feng terlibat kecelakaan yang disengaja seseorang.
Setelah kematian orang tua Lin Feng, harta mereka bahkan tidak diberikan kepada putra satu-satunya. Padahal Lin Feng adalah ahli waris yang sesungguhnya. Namun orang luar yang tiba-tiba mengambil alih semuanya.
Lin Feng yang bodoh itu tidak bisa berbuat apapun. Ia bahkan tidak mengharapkan uang dan kekayaan sama sekali. Membuatnya hidup bobrok yang hanya mengandalkan Alysa yang membiayainya selama ini.
Masa lalu yang sulit, membuat Alysa semakin berpikir kritis. Menatap pria yang telah berubah menjadi lebih dewa itu mengalami sakit. Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mengobati.
Selama berjam-jam, Alysa terus menunggu Lin Feng. Dokter yang dipanggil belum juga sampai di rumah. Pikiran kacau dan banyak hal tak dapat ditangani sendiri. Masalahnya juga bukan hanya harus mengurus Lin Feng.
"Kenapa mereka terus menerus mempersulit hidupku? Keluarga macam apa ini? Yang hanya mengambil keuntungan sepihak dan sangat tamak. Yang ada di pikiran mereka hanya harta saja!"
Alysa yang membaca pesan dari beberapa anggota keluarga Lien, semakin emosi. Setiap hari mereka terus menggonggong meminta uang terus menerus. Jika tidak, mereka mengancam untuk menyebarkan fitnah dan menghancurkan dirinya.
"Sebagai keluarga, seharusnya kalian mendukungku. Mengapa disaat seperti ini, kalian terus saja memojokanku?" Rasa kesal semakin meningkat. Alysa tak dapat menahan emosinya.
Keluarga Lien mengancam akan mengatakan pada awak media, mereka tidak pernah mendapatkan kehidupan yang baik setelah Alysa mendapatkan semua harta warisan keluarga. Padahal sejatinya mereka tidak berhak dan tidak ada hubungannya. Kondisi perusahaan saat ini juga semakin tertekan. Membuat pikiran semakin kacau.
Bukan hanya dari pihak keluarga. Serangan mental juga datang dari perusahaan. Mereka menuntut agar Alysa mengundurkan diri dari posisinya.
"Maaf. Sepertinya saya tidak dapat datang. Masih banyak pasien yang menunggu kedatanganku," pesan dari dokter yang dipanggil Alysa sebelumnya.
"Mengapa? Mengapa mereka semua begitu kejam? Apa yang salah pada diriku, Tuhan? Aku hanya ingin hidup baik, huhuhu!"
Tak kuasa Alysa tak dapat menahan tangisnya. Hari ini sangat kacau. Tekanan batin semakin kuat. Tubuhnya bergetar hebat dan ambruk di lantai. Sementara Lin Feng yang baru sadar pun mencoba berdiri dari tempat tidur.
"Ugh, apa yang terjadi padamu, Alysa? Apakah beban hidupmu begitu menyedihkan?" Lin Feng yang masih demam tinggi mengangkat Alysa. Ia masih lemah tapi tidak membiarkan istrinya tergeletak di lantai.
Dibawanya Alysa ke tempat tidur. Lin Feng mengambil ponsel milik wanita itu dan membaca pesan-pesan yang masuk. Tentu saja setelah membacanya, emosi tak tertahankan. Ia baru tahu mengapa kondisi batin Alysa begitu lemah. Itu pasti karena tekanan batin yang menyiksanya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Semar Bodronoyo
terlalu lebay mcnya! critanya jd muter mmuter!!! mbokya mcnya di jadikan kuat dulu tor!!! lemah gitu mana bisa bantu istri? bantu diri sendiri aja ngk mampu!! ini yg goblok n bego bin tolol mc atau utornya?
2023-12-10
1
Izhar Assakar
penjelasan tentang perjodohan dan kematian orang tua mc kan sdah di jelskan di bab bab yg lewat,tak usah di ulang lgeee
2023-12-10
0
ciru
cakepp
2023-11-27
0