Si Kecil Posesif

Meski belum percaya sepenuhnya pada Lin Feng, Hanna tidak mencegah Alysa dan Yu'er untuk dekat-dekat. Namun ia menunjukan kesetiaannya dengan cara mengawasi dari dekat. Jika saatnya nanti Lin Feng bertindak tidak baik, Hanna sudah siap siaga.

Tempat yang didatangi mereka adalah taman bermain. Masa kecil yang bahagia, harus diberikan pada Lin Yu'er. Mereka tidak ingin masa kanak-kanak yang seharusnya dihabiskan dengan bermain dan mendapatkan perhatian.

Masa kembang anak adalah hal yang paling penting dalam hidup Lin Feng dan Alysa. Mereka tidak ingin kehidupan masa lalu, anak mereka mengalaminya.

Lin Feng yang dahulu hidup terkurung di Gunung Linshan. Ia mengira berada di sana selama hidupnya, tidak akan memiliki musuh. Tidak akan ada yang membunuhnya. Tapi tidak disangka, meskipun diri tidak berbuat jahat pada orang lain, belum tentu orang lain melakukan hal yang sama.

Satu prinsip yang dijalani Lin Feng di kehidupan keduanya, dia tidak akan menyakiti siapapun. Namun jika ada orang yang menyakiti dirinya dan orang terdekatnya, maka ia akan membalas berkali lipat.

Tidak peduli dia orang yang memiliki kedudukan atau rakyat jelata. Bahkan jika itu adalah orang suruhan sekalipun. Maka tidak ada ampun bagi orang yang melakukan kejahatan padanya.

"Papa! Apa yang papa lihat? Ayo naik bianglala itu!" tunjuk Lin Yu'er. Gadis itu menarik pakaian Lin Feng.

Lin Feng mengangkat Yu'er di pinggangnya dengan satu tangan. Ia membawa gadis mungil di gendongannya ke loket. Sementara Alysa Lien dan Hanna Lee mengikuti dari belakang.

"Lihatlah, Hanna. Lin Feng sangat menyayangi Yu'er. Kamu harus membuka hatimu untuk tidak membencinya. Dia sebenarnya orang yang baik. Dari dulu dia sudah menjadi orang yang baik. Hanya saja, mungkin pikirannya semakin dewasa."

Alysa tersenyum manis saat melihat kedekatan Lin Feng dan Lin Yu'er. Ia mengingatkan Hanna agar tidak terus-terusan membenci Lin Feng yang selama ini tidak ada untuk Lin Yu'er.

Mendengar penuturan tulus Alysa, membuat Hanna terdiam. Ia memang menyalahkan Lin Feng karena telah mengabaikan Lin Yu'er. Selama Alysa mengandung, melahirkan sampai Lin Yu'er tumbuh besar, tidak mendapatkan kasih sayang seorang suami dan ayah.

Sekali lagi, Hanna masih belum sepenuhnya menaruh kepercayaan pada Lin Feng. Namun ia memiliki sedikit penilaian yang baik. Seburuk apapun Lin Feng di matanya, tidak dapat merubah kenyataan, mereka terlihat sangat bahagia.

Kebahagiaan Alysa dan Yu'er adalah yang utama bagi Hanna. Karena ia menjadi saksi, bagaimana penderitaan yang dialami oleh Alysa saat mengandung, melahirkan sampai membesarkan Yu'er.

Masalah kedewasaan seseorang juga hal yang tidak bisa dilawan atau dirubah dengan waktu yang singkat. Peristiwa di masa lalu juga tidak sepenuhnya harus menyalahkan pria yang menolongnya saat itu.

"Saat itu, jika tidak ada Lin Feng yang menolongku, mungkin aku akan tetap hamil. Namun aku tidak bisa membayangkan jika itu anak dari orang lain. Mungkin hidupku akan lebih menderita. Setidaknya ayah dari Yu'er adalah orang yang tidak punya kekuasaan saat itu. Itu mungkin adalah berkah yang diberikan Tuhan padaku."

"Tapi. Jika bukan Lin Feng yang datang pada saat itu, mungkin hidupmu akan lebih baik saat ini," dalih Hanna.

"Lebih baik, hah? Tahu apa kamu, Hanna? Apakah kau tahu, sepupu dan bibiku yang baik hati itu, hampir menualku pada orang tua yang memiliki istri. Apa kamu ingin aku menjadi orang seperti itu? Dan saat itu, aku dan Lin Feng sudah sah sebagai suami dan istri. Tentu saja kami bisa melakukan itu."

Hanna tidak bisa membalas perkataan Alysa. Terdiam dan menunduk melihat rerumputan yang ia injak. Ia memang tidak bisa mengalahkan Alysa dalam berdebat.

"Mama, Bibi Hanna, ayo cepat!" panggil Lin Yu'er, melambaikan tangan pada Hanna dan Alysa. Ekspresi yang ditampilkan adalah sebuah senyuman yang menunjukan rasa kebahagiaan.

Gadis kecil memeluk papanya dengan erat. Tidak ingin kehilangan pria yang menggendongnya itu lagi. Gadis itu menjadi lebih posesif daripada saat bersama dengan Alysa.

"Wah, cantik sekali. Gadis manis, papanya juga tampan," ungkap seorang wanita. Wanita muda berusia dua puluhan tahun. Berniat untuk mencubit gemas gadis mungil itu.

"Jangan dekat-dekat! Tante pasti mau merebut papa dariku. Aku katakan, papa hanya milikku seorang!" bentak Lin Yu'er, menunjukan rasa kepemilikannya.

"Aduh, gadis kecil yang posesif. Baiklah, baiklah. Tante tidak mengambil papamu darimu. Tapi maukah kamu menjadi putriku?" goda wanita itu dengan nada centil.

"Hei! Apa yang kamu katakan?" Tiba-tiba Alysa sudah berada di belakang Lin Feng. Wanita itu tidak tahu mengapa dia menjadi emosi ketika melihat Lin Feng didekati wanita lain.

Tanpa berkata apapun, wanita itu pun pergi bersama temannya. Karena tidak ingin berkelahi karena seorang pria yang baru pertama bertemu. Sebenarnya mereka awalnya hanya tertarik pada Lin Yu'er. Siapa sangka melihat Lin Feng yang memiliki wajah tampan itu. Hal itu membuat Alysa tanpa sadar mengaktifkan mode siaga.

"Mama, bibi itu mau merebut papa dariku. Papa milik Yu'er, 'kan?" tanya Lin Yu'er polos. Memperlihatkan mata polos tanpa dosa itu.

"Iya, sayang. Papa milik Yu'er seorang. Tidak ada yang akan merebutnya darimu." Alysa malu-malu mengatakannya. Salah tingkah dan serba salah yang ada.

Tidak pernah benar-benar berpikir untuk mengusir para wanita penggoda itu. Namun tindakannya malah membuatnya malu. Tidak mengapa jika itu seorang gadis berusia empat tahun. Tapi Alysa adalah wanita dewasa yang sudah berusia dua puluh lima tahun.

Usia dua puluh lima, termasuk usia yang masih muda. Namun keadaan, membuatnya harus berpikir lebih dewasa. Layaknya seorang wanita dewasa yang sudah memiliki pengalaman hidup pahit bagaikan obat.

Lin Feng melirik sejenak ke arah Alysa. Membuatnya tersenyum penuh arti pada wanita yang telah melahirkan anaknya itu. Sebenarnya Lin Feng merasa beruntung karena masih ada rasa peduli dari sang istri. Suatu hari nanti, dalam waktu dekat, mereka akan menjalani kehidupan yang lebih baik.

'Aku pasti akan menggunakan seluruh kemampuan ku untuk membuat kalian bahagia. Kalian harus bersabar beberapa saat lagi. Kehidupan keduaku tidak seperti kehidupan kedua. Aku bisa lebih waspada dan hati-hati mengambil keputusan.'

Lin Feng menuju ke loket untuk mengambil karcis. Mereka harus membeli karcis untuk bisa naik bianglala yang diinginkan oleh Lin Yu'er. Mereka perlu antri untuk mendapatkan karcis untuk satu kali naik. Hingga giliran Lin Feng tiba, berdiri di depan loket.

"Untuk berapa orang, Kak?" tanya petugas loket yang merupakan seorang wanita. Ia terlihat sibuk dengan beberapa urusan dan sedang mencatat sesuatu di buku akun.

"Tiga untuk dewasa dan satu untuk anak-anak. Bagaimana menghitungnya?" Lin Feng tidak pernah naik bianglala bahkan di kehidupannya sebagai pria tidak berguna.

"Oh, untuk anak-anak dibawah sepuluh tahun, hanya membayar setengah harga. Karena adik ini kelihatannya masih kecil dan imut, tidak perlu membeli tiket. Jadi untuk tiga orang, yah."

Pandangan Lin Yu'er tertuju pada wanita penjual tiket. Ia tidak suka karena wanita itu menatap Lin Feng dengan tatapan kagum dan suka. Gadis itu terlihat masih posesif karena seumur hidupnya, baru bertemu papanya. Jadi ia tidak ingin berpisah barang satu sedetikpun.

***

Terpopuler

Comments

Figuran

Figuran

lah..
si hanna siapa
emang penting banget dapat kepercayaannya dia?

2023-12-10

0

ciru

ciru

cakep

2023-11-26

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-16

1

lihat semua
Episodes
1 Kematian Dewa Obat
2 Bangkit Dari Kematian
3 Kejamnya Dunia
4 Sebuah Pijatan Lembut
5 Keinginan Egois
6 Perubahan
7 Kebusukkan Keluarga
8 Orang Kepercayaan
9 Si Kecil Posesif
10 Serangan Jantung
11 Racun Menyebar
12 Identitas Rahasia
13 Perawatan Terbaik
14 Tekanan Batin
15 Wanita Paling Berharga
16 Pengobatan Alternatif
17 Hanya Orang Berobat
18 Biaya Pengobatan
19 Ketidak Percayaan
20 Pil Peremajaan
21 Nyamuk
22 Memberikan Pil
23 Membunuh Lima Kecoak
24 Tamparan Untuk Hanna
25 Ego Dua Wanita Dewasa
26 Bubuk Diare
27 Membalikkan Keadaan
28 Habiskan Ratusan Juta
29 Penghianatan
30 Membalaskan Dendam
31 Aura Pembunuh
32 Menahan Emosi
33 Kambing Hitam
34 Dewa Penyelamat
35 Dendam Dua Kehidupan
36 Makan Malam
37 Penyesalan
38 Wanita Dari Kehidupan Sebelumnya
39 Kebenaran Ambigu
40 Pantangan Pengobatan
41 Serangan Pembunuh
42 Awal Dari Bencana
43 Kerjasama
44 Bunuh Tanpa Tebang Pilih
45 Cincin Serigala
46 Tak Dikenal Tak Diajak
47 Kontak Wanita Lain
48 Mengejar Lin Feng
49 Pertarungan Kultivator Kuat
50 Pegar Menantikan Rajawali
51 Tujuan Hidup
52 Paginya Sebuah Keluarga
53 Sepasang Ayah Dan Anak
54 Rumah Klasik Mewah
55 Tungku Kaisar Yan
56 Alkemis
57 Wanita Pencemburu
58 Keluarga Kecil Bahagia
59 Berfoya-foya
60 Membayar Hutang
61 Nyonya Lin Menggemaskan
62 Hal Mengesalkan
63 Pemuda Sombong
64 Wanita Incaran
65 Istri Posesif
66 Kedatangan Musuh Bersenjata
67 Serangan Tersembunyi
68 Pembunuh Dibunuh
69 Ucapan Terima Kasih Qin Hai
70 Memegang Erat
71 Kebahagiaan Kecil
72 Darah (18+)
73 Lien Grup
74 Jeweran Telinga
75 Dewa Obat Dan Pelayan
76 Dewa Obat Dan Pelayan 2
77 Cincin Pernikahan
78 Anak Yang Mengganggu
79 Paviliun Changshi
80 Patung Feniks Kayu Yin
81 Lelang Pil Peremajaan
82 Cincin Serigala
83 Hei Jianghuang
84 Tekanan Mengerikan
85 Pertaruhan Hidup Dan Mati
86 Bombardir Senjata Modern
87 Kebenaran Untuk Hanna
88 Pertemuan Hanna Dan Alysa
89 Tembok Baja
90 Ketakutan Alysa
91 Kabur Dari Markas Serigala Hitam
92 Alysa Hamil?
93 Pil Penguat Kandungan
94 Saling Cerita
95 Rumah Besar
96 Pekerja Baru
97 Penguntit
98 Mengatasi Penguntit
99 Menggendong
100 Undangan Nanggong Muwan
101 Kemarahan Lin Feng
102 Menggunakan Kertas Mantra
103 Penempaan Tubuh
104 Ikut Ke Perusahaan
105 Pergerakan Keluarga Lien
106 Istri Yang Dimanja
107 Perasaan Terpendam Alysa
108 Bertindak Kejam
109 Menyerang Mental Lin Mian
110 Pembalasan Dendam
111 Aura Negatif
112 Mata Formasi
113 Kultivasi Alysa
114 Kedatangan Kultivator Janin Suci
115 Formasi Balok
116 Terluka Lagi
117 Gunung Hanshan
118 Dantian Kedua
119 Alih Perusahaan
120 Undangan Pesta
121 Lamaran Yang Salah
122 Pesta Yang Hancur
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Kematian Dewa Obat
2
Bangkit Dari Kematian
3
Kejamnya Dunia
4
Sebuah Pijatan Lembut
5
Keinginan Egois
6
Perubahan
7
Kebusukkan Keluarga
8
Orang Kepercayaan
9
Si Kecil Posesif
10
Serangan Jantung
11
Racun Menyebar
12
Identitas Rahasia
13
Perawatan Terbaik
14
Tekanan Batin
15
Wanita Paling Berharga
16
Pengobatan Alternatif
17
Hanya Orang Berobat
18
Biaya Pengobatan
19
Ketidak Percayaan
20
Pil Peremajaan
21
Nyamuk
22
Memberikan Pil
23
Membunuh Lima Kecoak
24
Tamparan Untuk Hanna
25
Ego Dua Wanita Dewasa
26
Bubuk Diare
27
Membalikkan Keadaan
28
Habiskan Ratusan Juta
29
Penghianatan
30
Membalaskan Dendam
31
Aura Pembunuh
32
Menahan Emosi
33
Kambing Hitam
34
Dewa Penyelamat
35
Dendam Dua Kehidupan
36
Makan Malam
37
Penyesalan
38
Wanita Dari Kehidupan Sebelumnya
39
Kebenaran Ambigu
40
Pantangan Pengobatan
41
Serangan Pembunuh
42
Awal Dari Bencana
43
Kerjasama
44
Bunuh Tanpa Tebang Pilih
45
Cincin Serigala
46
Tak Dikenal Tak Diajak
47
Kontak Wanita Lain
48
Mengejar Lin Feng
49
Pertarungan Kultivator Kuat
50
Pegar Menantikan Rajawali
51
Tujuan Hidup
52
Paginya Sebuah Keluarga
53
Sepasang Ayah Dan Anak
54
Rumah Klasik Mewah
55
Tungku Kaisar Yan
56
Alkemis
57
Wanita Pencemburu
58
Keluarga Kecil Bahagia
59
Berfoya-foya
60
Membayar Hutang
61
Nyonya Lin Menggemaskan
62
Hal Mengesalkan
63
Pemuda Sombong
64
Wanita Incaran
65
Istri Posesif
66
Kedatangan Musuh Bersenjata
67
Serangan Tersembunyi
68
Pembunuh Dibunuh
69
Ucapan Terima Kasih Qin Hai
70
Memegang Erat
71
Kebahagiaan Kecil
72
Darah (18+)
73
Lien Grup
74
Jeweran Telinga
75
Dewa Obat Dan Pelayan
76
Dewa Obat Dan Pelayan 2
77
Cincin Pernikahan
78
Anak Yang Mengganggu
79
Paviliun Changshi
80
Patung Feniks Kayu Yin
81
Lelang Pil Peremajaan
82
Cincin Serigala
83
Hei Jianghuang
84
Tekanan Mengerikan
85
Pertaruhan Hidup Dan Mati
86
Bombardir Senjata Modern
87
Kebenaran Untuk Hanna
88
Pertemuan Hanna Dan Alysa
89
Tembok Baja
90
Ketakutan Alysa
91
Kabur Dari Markas Serigala Hitam
92
Alysa Hamil?
93
Pil Penguat Kandungan
94
Saling Cerita
95
Rumah Besar
96
Pekerja Baru
97
Penguntit
98
Mengatasi Penguntit
99
Menggendong
100
Undangan Nanggong Muwan
101
Kemarahan Lin Feng
102
Menggunakan Kertas Mantra
103
Penempaan Tubuh
104
Ikut Ke Perusahaan
105
Pergerakan Keluarga Lien
106
Istri Yang Dimanja
107
Perasaan Terpendam Alysa
108
Bertindak Kejam
109
Menyerang Mental Lin Mian
110
Pembalasan Dendam
111
Aura Negatif
112
Mata Formasi
113
Kultivasi Alysa
114
Kedatangan Kultivator Janin Suci
115
Formasi Balok
116
Terluka Lagi
117
Gunung Hanshan
118
Dantian Kedua
119
Alih Perusahaan
120
Undangan Pesta
121
Lamaran Yang Salah
122
Pesta Yang Hancur

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!